
Pagi pagi azkia membuat kan sarapan buat suami nya. yah sarapan nasi kuning dengan laut, telur balado dan ayam kecap berserta sambel nya.
kia berharap Adit bisa menyukai masakan yang dia masak hari ini.
Rini yang tidak tau malu nya, tanpa mengetuk pintu dia langsung saja masuk ke rumah orang tanpa permisi.
melihat kia di dapur rini tersenyum licik.
"hey...." sapa rini pada kia yang ke dua tangan nya bertumpu pada meja tempat kia menyiap kan sarapan buat suami nya
"hey...." kia tersenyum terpaksa
"aku bingung sama kamu, Adit sudah terang terangan tidak menerima kamu sebagai istri nya. tapi masih saja bertahan" kata rini tersenyum sinis
"Justru aku yang bingung sama kamu, kamu sudah tau Adit punya istri tapi masih saja menjadi selingkuhan nya" kata kia santai dan membuat rini geram dengan kata kata nya
"dengar yah, aku sama Adit lebih dulu bersama. kamu lah yang datang tiba tiba mengacau kan hubungan kami" geram rini tapi kia masih tanpak santai
"hubungan kamu dengan kak Adit tidak lebih dari hubungan haram. sedangkan aku lah yang halal" kia mengangkat tangan nya memperlihat kan sebuah cincin berlian yang sangat indah bersemayang di jari manis nya.
"cihhhhhh.... hubungan kamu sama Adit hanya hubungan palsu" rini semakin emosi
"yang palsu itu, yang tidak ada bukti nya bukan" kia tersenyum lebar. sebenar nya hati kia sakit tapi dia berusaha menutupi itu di hadapan kekasih suami nya
Rini semakin geram dengan tingkah kia, sedangkan kia berlalu meninggal kan rini yang terlihat menahan amarah nya.
setelah kia masuk ke dalam kamar nya, Adit kemudian turun dengan stelan kantor nya
"hey kamu sudah datang" tanya Adit saat melihat rini berada di dapur
"iya sayang, aku kesini bawakan kamu sarapan" rini memperlihat kan rantan yang dia bawa
"kok repot sih sayang" Adit melihat ke meja makan di sana terlihat nasi kuning beserta lauk nya,
sejujur nya Adit tergiur dengan masakan istri nya tapi dia tidak mau mengecewakan rini yang sudah membawakan nya sarapan
kia keluar kamar saat Adit dan rini mulai sarapan.
kia agak kecewa karna adit lebih memilih sarapan yang di buat rini ketimbang buatan nya
tapi kia tetap berusaha tersenyum.
rini yang merasa menang tersenyum bangga pada kia
sedangkan Adit mengumpat kesal karna tidak jadi memakan sarapan yang di buat istri nya. yang terlihat lebih nikmat ketimbang masakan rini yang rasa nya hambar
_
__ADS_1
_
Di kediaman Dr. irfan
"pagi ma, pa" ucap Dr. irfan saat melihat orang tua nya yang sedang sarapan
"pagi sayang," balas mama Dr irfan
"fan, kayak nya enak yah kalau mama bisa punya cucu" sindir mama irfan yang sebenar nya ingin anak nya segerah menikah
"mulai lagi itu" timpal papa irfan
"ma, sabar yah. irfan masih menunggu wanita yang irfan suka" baru kali ini irfan terlihat santai saat mama nya membahas tentang pernikahan
"kamu sudah punya fan?" tanya mama nya senang
"irfan sudah ke temu ma, tapi saat ini irfan harus menunggu dan berusaha" kata irfan santai
sebenar nya irfan sudah tau tentang permasalahan rumah tangga kia.
flashback
Dr. irfan sedang makan di suatu restorant dan melihat wanita yang selama ini dia sukai yaitu azkia fatmala. tapi irfan tau tentang pernikahan kia, jadi dia hanya diam diam mengagumi nya
saat asyik memandangi pujaan hati nya, tiba tiba dia melihat teman nya arsyah melihat ke suatu arah, dan setelah nya kia berdiri dan keluar dari restaurant tanpa menunggu teman nya
"ki tunggu" panggil sahabat kia
"ki, lo masih nggak mau jujur?" tanya arsyah saat melihat kia menangis
"suami kamu dengan wanita ki, sebenar nya ada apa?" tanya arsyah lagi
"nanti aku cerita di mobil syah" lirih kia
Saat mereka pergi irfan sangat yakin akan permasalahan dengan rumah tangga pujaan hati nya itu
sejak itu irfan berusaha mencari tau,
sebenarnya irfan juga tau sewaktu di cafe kalau Adit suami kia melihat nya tapi irfan pura pura tidak tau.
flashback on
"kenapa? apa dia menolak anak mama yang ganteng ini" tanya mama irfan dengan membangga kan putra nya
"bukan menolak ma, tapi saat ini dia berfokus pada pendidikan nya" alasan irfan yang tak mau orang tua nya tau tentang status pujaan hati nya
"tapi kamu harus mengenal kan nya pada kami dong fan" timpal papa irfan
__ADS_1
"Iya pa, nanti jika sudah waktu nya. irfan pasti mengenal kan nya pada mama sama papa" janji irfan
_
Di rumah sakit, saat jam makan siang.
kia dan arsyah duduk di kantin rumah sakit.
"syah aku bawa bekal, kamu mau nggak" kia mengeluar kan bekal yang di bawa nya
"tumbeng bawa bekal ki? " tanya arsyah
"tadi aku masak nasi kuning untuk kak adit, tapi nenek sihir itu datang, membawakan nya sarapan. yah jadi nya nasi kuning yang aku bikin nggak ada yang makan" jawab kia dengan sedikit berbisik.
saat melihat kia dan arsyah di kantin irfan menghampiri mereka
"hey, lagi makan siang?" tanya Dr irfan
"iya dok..." jawab kia ramah
"dokter mau gabung? tanya arsyah
" emang boleh?" irfan malah bertanya kembali
"boleh dok, kebetulan kia bawa bekal nasi kuning banyak banget dok" kata arsyah
Dr. irfan ikut bergabung dan mencoba nasi kuning buatan azkia
Apa kurang nya dia, mengapa suami nya malah memilih wanita lain. batin irfan
"bagaimana dok? " tanya arsyah yang lebih antusias dari kia
"enak, ternyata kamu pintar masak juga" dengan lahap nya irfan memakan nasi kuning buatan kia
_
sedangkan Adit kembali ke rumah saat jam makan siang. Adit harap nasi kuning buatan kia masih ada tersisa
"tuan, ada yang bisa bibik bantu" tanya bik marni saat melihat tuan nya pulang dan lansung ke meja makan
"bik, aku pulang mau makan siang" kata nya
"baik tuan biar bibik masakan sebentar, soalnya bibik tidak tau kalau tuan mau makan siang di rumah
" tidak usah bik, kalau ada makanan tadi pagi, biar itu saja" alasan Adit padahal dia memang menginginkan nasi kuning yang kia bikin tadi pagi
"duh maaf tuan, tadi non kia membawa semua nasi kuning bikinan nya ke rumah sakit. kata nya buat teman nya" kata bik marni membuat Adit menyesal tidak sempat mencoba masakan istri nya itu
__ADS_1
#####
mohon saran nya dan kritik nya teman teman.