
Sejak pertemuan mereka di rumah makan itu, Kia dan Adit semakin dekat, mereka sering saling memberi kabar melalui media sosial.
Kia juga sudah melupa kan rasa sakit nya yang pernah Adit toreh kan pada nya. kini dia sudah bisa menerima masa lalu nya itu.
Raditya: Ki, besok Dion dan arsyah mau tunangan, kamu mau ikut?
Azkia: apa???? Dion dan ***arsyah tunangan?
Azkia: bukan nya arsyah sudah nikah? maaf aku tidak ngerti sama sekali kak***?
Kia kaget mendengar pertunangan sahabat nya itu, terakhir Kia dan arsyah berhubungan saat Kia akan berangkat ke tempat magang nya dulu, dan saat itu arsyah juga menerima permintaan papi nya untuk menikah dengan laki laki pilihan nya.
***Raditya: Iya, arsyah dulu nikah sama laki laki pilihan orang tua nya dan Dion mulai kerja dengan saya. tapi hubungan arsyah dengan suami pertama nya itu sudah berakhir.
Azkia: astaga๐ฅ
Raditya: yah nama nya jodoh, kita tidak tau kan
Azkia: iya, semua nya sudah di atur dalam suratan takdir.๐
Raditya: ya, seperti Kita, Aku sama sekali tidak pernah menyangka bisa bertemu dengan mu dan mengobati rasa bersalah ku selama ini
Azkia: semua nya sudah berakhir kak, aku juga sudah melupakan semua nya
Raditya: Terimakasih azkia, kamu sudah memaaf kan ku dan juga orang tua ku
Azkia: ๐***
Mendengar kabar sahabat nya itu, Kia kembali berusaha menghubungi nomor arsyah yang tidak pernah lagi aktif.
dan ternyata masih belum aktif.
Kia menghubungi Adit dan mengatakan akan ikut ke acara pertunangan Dion dan arsyah.
Mendengar Kia akan ikut dengan nya Adit sangat senang.
*******
Kia telah siap dengan gaun pink nya sangat cantik dengan make up natural.
"Ki, mau kemana?" tanya ibu Kia saat melihat anak nya yang sudah rapi seperti akan menghadiri sebuah pesta
"bu, Kia mau ke pesta pertunangan teman Kia" jawab Kia dengan sedikit gugup karena takut ibu nya tau dia akan pergi bersama Adit
__ADS_1
"Kamu pergi sendiri?" tanya pak Abdullah khawatir karena anak nya tidak biasa keluar malam
"Tidak yah, nanti sama teman" jawab Kia sebiasa mungkin
"ya sudah, hati hati yah. jangan pulang terlalu malam" kata ibu nya
"iya Bu, yah" Kia mencium punggung tangan ayah dan ibu nya lalu pergi
Kia menunggu Adit agak jauh dari rumah nya, soalnya Kia takut ibu atau ayah nya lihat Adit yang menjemput nya
Beberapa menit menunggu mobil Adit sudah datang, Adit kemudian menghentikan mobil nya tepat di depan Kia
"Loh kok nunggu di sini?" tanya Adit yang memang tidak tau kalau ayah dan ibu Kia yang belum bisa memaaf kan nya
"Nanti Kia cerita yah kak, kita berangkat dulu" kata Kia yang masuk ke dalam mobil Adit
"yah...." kata Adit singkat lalu melajukan mobil nya
Adit menatap Kia, dia sangat cantik. pikir nya
" kak Adit..." Kia melihat Adit yang dari tadi menatap nya tanpa berkata kata apapun
"eh....iya..." Adit gugup saat Kia menatap nya dengan tatapan bertanya
"tidak, kamu sangat cantik" kata Adit spontang
"ha...." kata Kia bingung
"Eh maksud aku tidak ada yang salah dengan kamu" kata nya memperbaiki ucapan nya agar Kia tidak salah mengartikan
"o kirain apa" kata Kia lalu kembali menatap ke depan
Di rumah Kia, Irfan datang bertamu. dia kemudian mengetuk pintu kayu yang bercat coklat itu
tok.... tok....
"Assalamualaikum...." ucap Irfan sambil mengetuk pintu
"Walaikumussalam..." jawab seorang wanita dari dalam rumah dan kemudian membukakan pintu
"Nak dokter" ucap mama Kia saat melihat dokter Irfan
"ibu" ucap Irfan lalu mencium punggung tangan wanita paruh baya itu
__ADS_1
"Nak dokter kesini mau jemput Kia? tapi Kia sudah pergi" kata ibu Kia
" emang pergi kemana Bu?" tanya Irfan
"Loh nak dokter tidak tau, kata nya teman nya hari ini mau tunangan"
"o gitu yah Bu, ya sudah nanti lain kali saya ke sini, mungkin yang di maksud Kia itu teman lama Bu jadi saya tidak tau" kata Irfan lalu pamit pulang
Kia dan Adit sudah sampai di rumah arsyah, Kia yang sangat merindukan sahabat nya itu segera mencari nya.
" kak Adit Kia kesana dulu yah" izin Kia yang di angguki oleh Adit
Kia pergi mencari keberadaan sahabat nya itu,
"Syah...." panggil Kia saat melihat arsyah sedang keluar kamar
" Kia...."
mereka pun saling ber pelukan untuk melepas rindu
"Syah, kenapa nomor kamu tidak bisa di hubungi?" tanya Kia pada sahabat nya itu
"nanti aku cerita yah Ki, sekarang waktu nya aku keluar, mas Dion sudah datang" kata arsyah lalu di bimbing keluar oleh Kia
"ia nanti kamu simpan nomor aku yah" kata Kia lagi
"iya"
mereka sama sama tersenyum, dan terlihat bahagia...
Adit melihat kedua bersahabat itu pun ikut tersenyum
Melihat Adit tersenyum arsyah menatap Kia dengan tatapan bertanya
"nanti aku cerita yah Syah" Kia tersenyum lalu kembali menggandeng sahabat nya itu
Dion dan arsyah sudah berada di depan para tamu, mereka kemudian saling bertukar cincin.
#######
***Hay teman teman semua terimakasih atas dukungan nya. terus dukung author yah, dengan like, koment dan vote nya
mohon maaf jika masih banyak dari tulisan saya yang tidak rapi, kata kata nya tidak baik.... tolong Kritik dan saran nya yah....terimakasih
__ADS_1
salam untuk semua teman teman***