
setelah pulang kantor rini mengajak Adit ke cafe, sebenar nya Adit sangat enggang karna hari ini pekerjaan nya sangat menumpuk, tapi apalah daya rini terus memaksa nya.
Saat memasuki sebuah cafe Adit melihat kia mengobrol dengan seorang laki laki. sebenar nya Adit tidak mau mempermasalah kan nya tapi hati nya berkata lain
"sayang kamu mau pesan apa?" tanya rini manja
"apa aja" jawab nya tanpa mengalih kan perhatian nya. karna merasa di cuekin rini melihat ke arah yang di pandang Adit
"sayang kamu lihat siapa?" tanya rini, yang sebenar nya tidak tahu tentang istri nya Adit
"emmmm.... nggak ada" jawab Adit mengalihkan pandangan nya. Adit hanya mengira jika rini tidak melihat istri nya padahal sebenar nya rini memang tidak lah mengenal nya
Sedang kia yang mengobrol santai dengan pembimbing nya dokter irfan. dokter irfan adalah dokter muda yang berprestasi dan juga pemilik rumah sakit besar di kota tersebut.
melihat istri nya mengobrol dengan seorang laki laki Adit merasa ini lah saat nya dia akan mengakhiri hubungan nya.
Adit mengambil poto kia sedang mengobrol dengan dokter irfan secara diam diam. tak lama setelah nya Adit mengajak rini pulang, dengan alasan dia capek.
mau nggak mau rini pun mengikuti kemauan kekasih nya.
_
_
Jam 10 malam kia baru pulang dengan di antar kan arsyah.
"nggak turun dulu?" kia membuka mobil arsyah
"nggak ah, udah malam banget ini. nanti aku di omelin suami lo deh" ledek arsyah
"apa sih syah" kia turun dari mobil arsyah dan kemudian arsyah kembali menyala kan mobil nya
setelah kepergian arsyah kia masuk ke dalam rumah yang di tempati nya sekarang
ehmmmm....
saat melihat kia membuka pintu Adit berdehem dan mengagetkan kia.
"jam segini baru pulang" sindir Adit yang masih duduk di sofa ruang tamu
"maaf kia praktek sampai jam 9 tadi" alasan kia
"wahhhhh selain ber akting kamu juga sudah pandai mencari alasan" seringai licik dari wajah Adit
"maaf kak, kia capek. kia tidak bisa berdebat dengan kakak" kata kia lalu melangkah ke kamar nya
"kenapa? tanya Adit membuat langkah kia kembali terhenti
__ADS_1
"apa kamu masih mau terlihat polos di depan ku nona azkia fatmala" lanjut Adit membuat hati kia kembali bagai tertusuk benda tajam
"apa maksud kak Adit" mata kia kembali ber kaca kaca
"alahhhhh.... kamu nggak usah pura pura tidak tau" bentak Adit
"kia benar benar tidak mengerti kak" bela kia
" hahahaah.... azkia kamu memang wanita licik. sebaik nya kamu jujur saja, apa alasan kamu menerima pernikahan ini? lanjut Adit yang semakin tak bisa mengontrol kata kata nya
"sudah berapa kali kia bilang, aku menerima per jodohan ini karna orang tua kita. apa lagi" kia mulai terpancing
"terus ini apa" Adit melempar beberapa lembar poto yang dia cetak tadi, niat nya agar dia mempunyai alasan untuk berpisah dengan azkia
kia melihat poto itu, lalu tersenyum
"kenapa? kamu merasa tertangkap basah" Adit tersenyum licik
"kakak menuduh ku karna poto ini atau kakak cemburu karna poto ini? " tanya kia balik
"apa maksud mu? kamu pikir aku menyukai mu ha" bentak Adit
"dia dokter irfan pembimbing kia. saat poto ini di ambil kia sedang menunggu arsyah dan akan membahas tentang laporan kami" jelas kia
"apa ada lagi tuan yang ingin anda tanya kan" lanjut kua membuat Adit semakin kesal
mendengar kata kata kia, Adit merasa tersindir
*********
Pagi ini seperti biasa kia memasak sarapan buat suami nya, entah apa dan bagaimana hubungan mereka tapi bagi azkia selama Adit masih berstatus suami nya dia akan tetap melaksanakan kewajiban nya.
tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu, kia segera membukakan dan tampak lah seorang wanita dewasa yang umur nya hampir sama dengan umur suami nya Adit, dengan penampilan sedikit terbuka.
"bisa bertemu dengan Adit?" tanya rini yang langsung saja masuk ke dalam rumah sebelum pemilik rumah mempersilah kan"
"kak Adit masih di atas?" kia memperhatikan rini dengan seksama. yah wanita cantik dengan penampilan seksi, sangat terbalik jika di bandingkan dengan diri nya yang selalu berpenampilan sederhana.
tanpa berkata kata lagi rini naik ke lantai atas.
tanpa mempedulikah kia sebagai istri sah seorang raditya
Di kamar Adit bersiap siap ke kantor dan tiba tiba.
"sayang" panggil rini
__ADS_1
" rini, kamu ngapain disini?" tanya Adit kaget dengan ke datangan rini
"aku kangen kamu sayang" rini mengahampiri Adit yang sedang merapikan berkas berkas yang akan di bawa nya ke kantor
"ya sudah, kita ke bawah sarapan dulu" ajak Adit
" sebentar sayang" tahan rini
"ada apa ha" Adit duduk di sofa kamar nya
"sayang, rencana nya aku mau bikin butik" rini agak ragu ragu menyampai kan
" terussss" kata Adit yang sudah bisa menebak ke inginkan kekasih nya
" kamu mau nggak modalin" rini dengan wajah memohon nya
"baik lah..." Adit sudah tau apa yang di inginkan ke kasih nya dan pasti nya dia tidak bakalan bisa menolak nya
"makasih yah sayang" peluk rini senang
"ya sudah ayo kita sarapan dulu" ajak Adit
" nggak ah sayang aku takut, istri kamu meracuni ku" takut rini
"nggak mungkin lah" bela Adit
" yah mungkin saja, kan kamu lebih memilih aku sebagai kekasih mu dari pada dia"
" ya sudah aku aja yang sarapan" Adit mengalah dengan tuduhan rini
walau dengan hati yang sakit kia tetap menyiapkan sarapan buat suami nya.
saat melihat Adit dan kekasih nya turun dan langsung ke meja makan kia membawakan mereka teh hangat
sedangkan rini terpesona dengan cincin berlian yang di pakai kia, hadiah dari mama diana saat pernikahan nya dengan Adit
"silahkan" kata kia menyerah kan teh hangat pada Adit dan rini
Adit sama sekali tidak memperdulikan kia yang menahan sebuah kesakitan yang begitu dalam di hati nya
setelah melihat cincin berlian kia, rini semakin iri. dia merasa dia lah yang pantas menerima semua itu.
dengan ini rini semakin berusaha memisah kan Adit dengan kia segera agar dia bisa bersenang senang dengan harta Adit
#######
***Hy teman teman, tolong kritik dan saran nya yah..... sebagai penulis baru, saya belum berpengalaman dalam membuat cerita tapi karna kesenangan saya dengan novel saya belajar..... semoga dengan ini bisa mendapat kan banyak teman dan juga pengalaman
__ADS_1
terimakasih***