
Di rumah sakit azkia sedang melakukan pertolongan pada beberapa pasien kecelakaan.
"Sus, tolong hubungi dokter irfan. pasien harus segera di operasi" kata kia pada seorang perawat agar menghubungi dokter irfan selaku dokter ahli bedah,
"baik dok," jawab perawat tersebut lalu pergi
Setelah menunngu beberapa saat akhir nya dokter irfan datang,
"Dr kia..." panggil dokter irfan saat melihat kia yang berbicara dengan keluarga pasien
"Dr. irfan" kia berjalan menuju tempat dokter irfan yang memanggil nya
"Bagaimana ke adaan nya?" tanya dokter irfan pada kia
"Pasien mengalami benturan sangat keras di bagian kepala, dan setelah melakukan beberapa pemeriksaan, di kepala bagian kiri terdapat darah yang menggumpal" jelas kia yang memperlihat kan poto rongseng kepala pasien
"Minta perawat menyiap kan ruang operasi segera" kata dr irfan lalu melangkah tapi kemudian berbalik lagi
"Kamu juga ikut dalam tim" kata nya lalu pergi
"Apa? aku harus bergabung?" gumang kia yang sama sekali tidak mengerti pasal nya ini pertama kali nya dia harus ikut bergabung dalam operasi, tapi apalah ini juga bisa menjadi pengalaman atau bahkan menjadi sebuah pelajaran bagi nya. dokter irfan memang selalu membuka kan nya jalan dalam belajar.
Setelah persiapan ruangan dan mensterilkan beberapa alat kesehatan yang akan di pakai dalam operasi, tim medis yang di pimpin dr irfan akan segera memulai, sebelum memulai mereka terlihat bedoa.
Dalam ruangan kia melihat begitu lihai nya dr irfan membelah seseorang, kia yang hanya membantu mengambil kan alat yang di minta dengan telaten memperhati kan dan mengingat setiap apa yang dilakukan dr irfan.
"Selesai..." kata dr irfan yang bernafas lega karna operasi yang di lakukan nya berjalan sesuai harapan nya
"Ki, tolong periksa ke adaan nya sebelum di pindah kan" kata dr irfan
"baik dok"
Dr irfan yang kembali melihat pujaan hati nya, kembali bersemangat. setelah satu tahun lebih dia pergi, akhir nya dia kembali. batin dr irfan
Di ruangan mama diana, dia merasa gelisah pasal nya sedari pagi dia belum melihat kia, seharus nya kia lah yang memeriksa keadaan nya tapi malah dokter lain yang memeriksa nya.
__ADS_1
"Dit, dimana kia, kenapa bukan dia yang memeriksa mama?" tanya mama diana
"Mah, mungkin kia sibuk, kan sudah di periksa sama dokter tadi" Adit berusaha menenangkan mama nya
"Tapi mama mau kia lah yang memeriksa mama" kata mama diana yang tidak terlalu jelas karna keadaan nya masih belum stabil
"mungkin besok kia lah yang akan memeriksa mama lagi" kata Adit
"mama istirahat saja dulu yah" lanjut Adit yang membaringkan mama nya agar bisa istirahat
*****
"Dr. kia..." panggil dr. irfan
"Iya dok" kia berbalik menatap dr tampan itu
"Kamu udah selesai dinas nya?" tanya dr irfan
"Iya dok, ini udah mau pulang" kia mengambil tas dan kembali ke arah dr irfan
"Tidak usah dok, nanti merepot kan" kata kia berusaha menolak
"Tidak repot, masa cuma antar kamu saya repot" Kata dr irfan lagi, membuat kia tidak bisa menolak nya lagi
Adit Kembali ke rumah sakit setelah beberapa saat yang lalu meninggal kan mama nya karna ada beberapa pekerjaan yang harus di tangani nya
Saat berjalan masuk ke rumah sakit, Langkah Adit terhenti karna melihat kia berjalan beriringan dengan dokter yang sempat dekat dengan nya,
"yah dia dr irfan" guman Adit. Hati nya sedikit teriris saat melihat mantan istri nya kembali dekat dengan laki laki yang sempat menaruh hati pada nya
"Apa yang aku pikirkan, kia bukan lagi istriku. dia berhak bahagia" lirih Adit berusaha mengingatkan diri nya
Sepanjang perjalanan ke rumah kia, dr irfan dan kia sama sama terdiam, tak ada satu kata pun yang terucap dari bibir kedua nya
"ehmmmm...." dr irfan berdehem berusaha membuka percakapan
__ADS_1
"Bagaimana ki, kamu betah kan di rumah sakit?" tanya dr irfan
"Alhamdulillah betah dok, di sini aku bisa menambah banyak pengalaman" kia berbalik dan tersenyum pada dr irfan
"syukur lah kalau kamu betah" kata dr irfan dengan senyum lebar nya
Di rumah sakit, Adit masih selalu memikir kan kia. Adit sendiri bingung dengan perasaan nya, entah apa ini perasaan bersalah atau kah ada perasaan yang berbeda, perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelum nya
"Dit...." panggil pak Tio yang melihat Adit terlihat murung
"Pah," Adit membalas saan papa nya
"Kamu kenapa? apa ada masalah?" tanya pak Tio
"Tidak pah, semua baik baik saja" Adit berusaha menyembunyi kan perasaan galau nya pada papa nya
" Ya sudah, sebaik nya kamu pulang saja, biar papa yang menemani mama di sini" pinta pak Tio
"Tidak pa, sebaik nya papa saja yang pulang, Adit tidak mau, kalau mama sembuh papa lagi yang sakit. sebaik nya Adit saja yang di sini menemani mama" kekeh Adit
"Tapi dit, kamu sudah 2 malam di sini loh nak, nanti kalau kamu sakit gimana?" pak Tio berusaha membujuk Adit
"Tidak pa, Adit pasti baik baik saja. sebaik nya papa saja yang pulang" Tegas Adit
"Baik kalau itu yang kamu ingin kan, papa akan pulang" pak Tio mengalah dengan keputusan putra semata wayang nya ini
#######
***Salam hangat buat teman teman semua,
Terimakasih atas dukungan nya semua. semoga dengan kita belajar dan terus belajar maka kita bisa menghasil kan sesuatu yang seperti kita impikan,,,,,..
Terimakasih buat teman teman yang sudah vote, like dan komentar.... dan
Mohon maaf atas segala kekurangan***
__ADS_1