Salahkah Aku Menjadi Istrimu

Salahkah Aku Menjadi Istrimu
Episode 10


__ADS_3

->Selamat membaca<-


Adit yang tak jadi makan, akhir nya kembali lagi ke kantor.


tok tok tok


suara pintu ruangan Adit di ketuk seseorang


"masuk..." adit mempersilah kan orang itu masuk


"permisi,,, pak Adit" sapa anton orang peracayaan Adit


"ada apa?"


"begini pak Adit, cabang kita di Sumatera sedang ber masalah, ada beberapa pembangunan di hentikan. pak tino kepercayaan anda juga sedang sakit keras" lapor anton


"apa kamu bisa mengganti kan pak tino?" tanya adit yang memang butuh orang yang dia percaya kan kesana untuk menyelesai kan permasalahan yang ada


"jika pakAdit, mempercaya kan saya. saya siap" anton siap melaksana kan tugas


"kamu berangkat besok lusa" perintah Adit


"baik Pak Adit" anton keluar dari ruangan Adit


_


"sayang, kita mau kemana?" tanya arsyah pada kekasih nya


"aku punya kejutan buat kamu" dion berbalik dan tersenyum pada arsyah. membuat hati arsyah semakin berbunga bunga


mobil yang di kendarai dion dan arsyah akhir nya sampai di sebuah danau yang sangat indah, dion kemudian mengajak arsyah turun.


Di pinggir danau itu dion memberikan sebuah cincin emas putih pada arsyah.


"sayang, kamu..." kata kata arsyah terputus saat dion memasang kan cincin ke jari manis nya


"ini tanda nya aku serius sama kamu syah. semoga papa kamu segera merestui kita" kata dion dan kemudian memeluk arsyah


saat mereka berpelukan seseorang diam diam memotret mereka. dan mengirim kan pada seseorang.


"saya masih di sini bos" kata orang yang memotret mereka


"..........."


"baik **bos**"


Setelah menutup telpon nya. beberapa grombolan preman datang mengahampiri orang itu


"lakukan tugas kalian dengan benar" kata nya pada grombolan preman


"baik bos" jawab salah satu preman itu


"lakukan sekarang" kata nya lagi dan preman pun langsung menuju ke arah arsyah dan dion


brughh....


tiba tiba salah satu preman itu langsung memukul dion dan membuat arsyah histerisss


"dion...." panggil arsyah saat tubuh dion terjatuh ke tanah setelah pukulan keras dari preman mengenai wajah nya


"siapa kamu...." arsyah menghalangi preman itu saat hendak memukul dion lagi


" saya di suruh ayah anda untuk memberi pelajaran pada laki laki ini" kata preman itu lalu preman satu nya langsung memegang arsyah agar tidak menghalangi mereka menghabisi dion


brughh....


brughhhh.....

__ADS_1


pukulan bertubi tubi di layang kan pada dion, membuat tubuh dion tubuh dion lemah tidak bisa bergerak lagi


"hentikan... aku mohon hentikan" tangis arsyah pecah saat melihat kekasih nya sudah tidak berdaya lagi


"non arsyah, harus ikut kami pulang" kata salah seorang preman


"tidak, kalian pergi lah... aku bisa pulang sendiri" tolak arsyah dan menghempas kan tangan preman itu


"tapi non arsyah, ini perintah dari tuan" kata preman itu lagi


" aku akan bicara pada papa ku. pergilah..." bentak arsyah dan semua preman itu pergi


"dion bangun, aku mohon bertahan lah" kata arsyah dan memapah dion naik ke mobil nya. dan membawa dion ke rumah sakit


Di rumah sakit arsyah semakin gelisah dengan ke adaan dion karna dokter yang memeriksa belum juga ke luar.


"dok...." panggil arsyah saat dokter yang menangani dion ke luar dari UGD


"bagaimana ke adaan nya dok?" tanya arsyah pada dokter


"dia akan baik baik saja, tapi pasien tetap membutuh kan perawatan beberapa hari" jelas dokter


"boleh saya melihat nya dok?" izin arsyah


"boleh, silahkan" kata dokter lagi


arsyah masuk ke dalam ruangan di mana dion di rawat


"sayang...." panggil arsyah saat melihat dion sudah sadar


"kamu baik baik saja kan" kata arsyah menyentuh pipi kekasih nya yang terlihat bengkak


"auuuuu....sakit sayang" dion meringis saat arsyah menyentuh luka nya


"maaf...."


truttttt.... truttttt.... trutttt.....


HP arsyah bergetar tanda panggilan masuk.


"Haloo" kata arsyah saat mengangkat telpon nya


"kamu pulang sekarang" kata penelpon yang di sebrang


"tapi pa" arsyah menyebut kata pa pada seorang yang menelpon


"papa bilang pulang sekarang" bentak sang penelpon


"baik pa"


tuttt...


telpon terputus


" siapa sayang?" tanya dion melihat ekspresi wajah arsyah tanpak tegang


"papa" kata arsyah singkat


"kamu pulang sekarang, aku takut papa akan lebih marah lagi sama kamu" pinta dion


"tapi... kamu gimana?" arsyah masih mengkhawatir kan ke adaan kekasih nya


"jangan kawatir aku baik baik saja kok sayang" dion berusaha menenang kan arsyah


akhir nya arsyah pulang ke rumah orang tua nya.


_

__ADS_1


Adit sedang makan malam sedang kia masih asyik bergelut dengan tugas kuliah nya.


Adit sesekali melihat ke arah kia yang terlihat sedang fokus,


truttttt.... truttttt


handpone Adit bergetar, tanda sebuah panggilan masuk


๐Ÿ“ฑ"Halo..." sapa Adit pada si penelpon


๐Ÿ“ฑ"sayang, aku sudah mulai membuka butik ku. tapi kenapa nama pemilik nya atas nama kamu?" kata si penelpon yang ternyata adalah kekasih nya rini


saat mengangkat telpon Adit langsung naik ke lantai atas, takut kia mendengar obrolan nya dengan rini


๐Ÿ“ฑ"butik itu akan menjadi milik kamu sayang, tapi setelah kita nikah atau setelah aku tiada. lagi pula kamu yang mengelolah butik itu dan seluruh penghasilan nya milik mu" jelas Adit agar rini tidak kecewa


๐Ÿ“ฑ"aku cuma takut sayang" kata rini


๐Ÿ“ฑ"kamu takut kenapa?" tanya Adit


๐Ÿ“ฑ" aku takut istri kamu tau, terus dia akan menyingkir kan aku disini" alasan rini agar Adit percaya pada nya dan menyerah kan butik itu sepenuh nya untuk nya


๐Ÿ“ฑ" kamu tenang saja, aku sudah menjadikan kamu sebagai pemilik kedua" jelas Adit lagi


๐Ÿ“ฑ"kamu sabar yah" kata Adit lagi


๐Ÿ“ฑ"iya sayang, kalau begitu aku istrihat dulu yah." kata rini pasrah


๐Ÿ“ฑ"baiklah"


tutttt.... tuttttt


panggilan terputus


setelah selesai menelpon dengan rini Adit langsung membaring kan tubuh nya di kasur empuk nya


sedang kan kia masih saja mengerjakan tugas kuliah nya di ruang keluarga samping dapur


titttt....


sebuah notifikasi masuk di handphone kia


Dr irfan : masih online


Azkia : masih kerja tugas dok,๐Ÿ˜


Dr irfan: mending istirahat dulu, besok bisa di lanjut kan


Azkia : nanggung dok, tinggal satu bab lagi


Dr irfan: nggak boleh di paksa loh. ingat kesehatan lebih penting


Azkia : iya dok, setelah ini saya istirahat


Dr irfan: saya temani kerja tugas mau?


membaca chat dr irfan yang terakhir, kia jadi tidak enak,,, seolah olah dia chatingan dengan kelasih nya. pikir nya


kia memutuskan tidak membalas chat nya lagi


sedang kan dr irfan masih menunggu balasan kia, tapi sudah sejam masih belum ada balasan.


######


salam buat para pembaca semoga kalian suka dengan karya saya ini. jangan lupa yah koment dan saran nya


terimakasihโค

__ADS_1


__ADS_2