
Sudah seminggu mama diana di rawat di rumah sakit dan sekarang kondisi nya sudah semakin membaik, dokter juga sudah mengizin kan dia keluar dari rumah sakit dengan catatan tetap harus rajin kontrol
"Ma, sekarang kita bisa pulang" kata Adit memberes kan barang barang nya selama di rumah sakit
"Tidak dit, mama mau ketemu kia dulu, baru bisa pulang" pinta mama diana
"Tapi ma, kia kan tugas nya di bagian igd, dia juga mungkin sibuk" Adit berusaha meyakinkan mama nya
"Pokok nya mama nggak mau pulang sebelum ketemu kia" kekeh mama diana
"Terus mama tetap mau di sini?" Tanya Adit dengan nada melembut kan agar mama nya bisa luluh
"Mama pernah salah sama kia dit, mama mau minta" kata mama diana dengan bergelinangan air mata
"Iya ma, nanti kita bisa minta maaf, tapi di sini rumah sakit. kia pasti malu jika kita membahas masalah pribadi dengan nya di sini" Adit masih berusaha meyakinkan mama nya
Mama diana terlihat berfikir,
"Baiklah, Tapi kamu harus janji, kamu akan bawa mama ke rumah kia" pinta mama diana
"Iya ma, Adit janji"
Setelah di bujuk Adit, akhir nya mama diana mau mendengar kan nya.
Adit mendorong mama nya dengan kursi roda, sesampai di depan rumah sakit Mereka tidak sengaja ber papasan dengan kia.
"Kia......" panggil mama diana
kia mendengar mantan mertua nya itu memanggil nya merasa terkejut, dia bingung harus bagai mana, akan kah dia menghampiri nya atau justru tidak memperduli kan nya.
"Kia....." Mama diana kembali memanggil membuat kia berbalik dan menghampiri nya
"mama diana..." sapa kia dengan tersenyum, walau sebenar nya hati nya masih sangat terluka atas kejadian masa lalu nya itu.
"Kia, mama mau bicara boleh?" kata mama diana dengan tatapan memohon,
Kia melihat wajah memohon mantan mama mertua nya merasa tidak enak jika harus menolak permintaan nya.
__ADS_1
Adit yang mendengar permintaan mama nya, sungguh merasa takut, Adit takut jika kia yang masih sakit hati karna perilaku nya menolak permintaan mama nya yang justru akan membuat kondisi mama nya kembali drop
"Ma...." kata kata Adit terputus karna kia langsung memotong nya
"Kita bicara di sana saja ma" Kia menunjuk arah rumah makan di depan rumah sakit
"Ayo," kata mama diana dengan semangat
Adit mendorong mama nya ketempat yang kia tunjuk, sedangkan kia berjalan di belakang mereka
Sesampai nya di rumah makan tersebut kia, Adit dan mama diana memilih tempat yang berada agak jauh dari pengunjung,
"Ki, mama mau minta maaf sama kamu nak" mendengar permintaan maaf mantan mama mertua nya, kia lantas mengingat kembali luka lama nya yang tak kunjung sembuh
"Sudah lah ma, kia sudah berusaha melupakan masa lalu kia" ucap kia yang membuat hati Adit sedikit teriris
"Kia, Aku tidak tau harus memulai dari mana, dan aku tau luka yang aku gores kan ke kamu itu susah untuk di maaf kan. tapi cuma dengan meminta maaf satu satu nya cara yang bisa aku lakukan saat ini" Kini Adit lah yang meminta maaf
Air mata yang selalu kia tahan selama ini akhir nya tumpah juga
"ini semua salah mama, mama lah yang memaksa kan perjodohan kalian" lirih mama diana dengan air mata bergelimangan
"Ma, sudah lah. ini semua takdir yang sudah di tentukan" kia berusaha menenang kan mantan mama mertua nya itu
"Ma...." lirih Adit saat melihat mama nya yang terus menerus menangis
"Kia, kamu mau kan memaaf kan kami" mama diana meraih tangan kia
"Ma, kia sudah memaf kan mama dan kak Adit" kata kia, yang memang ingin mengakhiri rasa sakit hati nya yang tak kunjung sembuh
Mendengar penuturan kia, Adit menjadi lega, sedang kan mama diana menangis haru dan langsung memeluk mantan menantu nya.
"Makasih ki" kata Adit saat kia dan mama nya saling melepas kan pelukan
"Iya kak, mungkin dengan kia memaaf kan, semua kepahitan yang kia rasa kan selama ini bisa ber ansur ansur pulih" kata kia yang memang berusaha berdamai dengan masa lalu nya
"Kia...."mama diana mengusap wajah mulus perempuan yang pernah menjadi menantu nya itu
__ADS_1
" Ma, sebaik nya mama pulang, kondisi mama belum stabil, kia nggak mau mama akan kembali drop jika terlalu kecapaian" bujuk kia
Adit melihat bagaimana lembut nya kia memperlakukan mama nya, walau mereka sempat tidak mempercayai nya, tapi kia tetap menghormati orang tua nya.
"Iya ma, sebaik nya kita pulang. nanti mama bisa istirahat di rumah" Adit ikut membujuk mama nya
"Iya, mama akan pulang. lain waktu kia datang yah ke rumah" ajak mama diana pada kia
" iya ma, kalau kia ada waktu kia akan mengunjungi mama" kia tersenyum manis,
Jujur kia masih menyimpan rasa sakit yang pernah ia alami di masa lalu, tapi kia berusaha untuk berdamai dengan luka masa lalu nya
Di tempat yang sama terlihat dr irfan yang memperhati kan interaksi ketiga nya, dia duduk di meja yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka, sehingga sekilas dr irfan masih bisa mendengar pembicaraan mereka.
Ada sedikit rasa amarah di hati nya saat melihat pujaan hati nya yang mulai berdamai dengan mantan suami nya,
"Aku harus bisa merebut hati nya, sebelum mantan suami nya kembali mengisi relung hati nya yang telah kosong" batin dr irfan
Sepeninggal mantan suami dan mama mertua nya, kia juga meninggal kan rumah makan itu, kini dia kembali ke rumah sakit.
*******
Di rumah mama diana sedang berbincang bincang dengan suami nya, dia mencerita kan semua perihal yang terjadi sebelum dia pulang
Mendengar cerita istri nya pak Tio sangat senang karna kia sudah memaaf kan mereka,
"Alhamdulillah ma, kalau kia sudah memaaf kan kita" kata pak Tio
"Iya pah, tapi mama masih belum tenang, kita kan belum minta maaf sama orang tua kia" Raut wajah mama diana kembali sedih, mengingat persahabatan nya yang hancur karna perilaku anak nya
"Iya ma, nanti kita kesana. kita akan meminta maaf sama mereka juga" kata pak Tio lagi
"Iya pah," mama diana menyandar kan kepala nya di pundak suami nya, Hati nya masih terasa takut, dia takut jika sahabat nya itu belum bisa menerima atau pun memaaf kan nya
"Ma, ini sudah malam, Ayo kita tidur" Ajak pak Tio pada istri nya
########
__ADS_1
Buat teman teman dukukung author yah dengan memberi vote, like, serta komentar yah........TERIMAKASIH