
Satu Setengah Tahun setelah perpisahan Adit dan kia. Adit masih di rundung perasaan bersalah terhadap mantan istri nya itu. Bagaimana tidak, sejak perpisahan nya itu Adit tak pernah lagi bertemu dengan kia, walau sebenar nya Adit telah mendatangi kediaman mantan mertua nya untuk meminta maaf tapi Adit tetap tidak bisa bertemu dan meminta maaf langsung kepada mantan istri nya.
Kedua mertua nya masih menutupi keberadaan putri nya, dengan alasan mereka tidak mau anak nya kembali tersakiti. yah itu alasan yang logis memang, mana ada orang tua yang suka anak nya terus tersakiti apalagi di tuduh dengan hal hal yang sangat menjijikan. pikir Adit saat dia dan kedua orang tua nya mendatangi orang tua kia untuk meminta maaf
******
Teringgggg.....
Bunyi telpon menggema di ruangan kantor milik Adit, Adit yang sedang bekerja langsung menghentikan pekerjaan nya
"Halo...." ucap adit saat mengangkat telpon
"Halo tuan Adit, ini saya atik. ibu drop tuan, dan sekarang di bawa ke rumah sakit" ucap pelayan orang tua adit di sebrang sana
"Di rumah sakit mana?" tanya Adit panik
"Di rumah sakit H*****" jawab atik
setelah mengetahui tempat rawat mama nya Adit segera meninggalkan kantor nya dan menuju rumah sakit yang di sebut pelayan tadi
"Pa, bagaimana keadaan mama?" tanya Adit saat melihat papa nya di ruang tunggu depan igd
"mama kamu masih di periksa dokter dit" ucap papa Adit melemah
Adit begitu gelisah menunggu dokter yang memeriksa mama nya. saat Adit mondar mandir tiba tiba pintu igd terbuka dan keluar seorang wanita cantik yang berpakaian jas putih, yah dialah dokter yang memeriksa mama Adit yang tak lain adalah azkia fatmalah mantan istri nya.
"Kia! " lirih Adit bersamaan dengan detak jantung nya yang berdetak tak karuan
"Permisi...." ucap kia sebiasa mungkin, walau sebenar nya dia gugup menghadapi mantan suami dan mertua nya tapi kia tetap berusaha tenang
"Kia..." ucap papa Adit saat berbalik dan melihat mantan menantu nya
"Bagaimana keadaan mama kamu?" tanya papa Adit
__ADS_1
Adit yang melihat kia berada di depan nya masih mematung, tak ada kata kata lagi yang keluar dari mulut nya, ini seperti mimpi bagi nya
"begini Pak, Keadaan bu diana sudah mulai membaik, cuma Tekanan darah pasien sangat tinggi itu yang membuat sebagian tubuh nya mati rasa" jelas kia
Mendengar Penjelasan kia yang benar benar formal sebagaimana seorang dokter ke keluarga pasien, bukan seperti seorang yang pernah saling kenal atau bahkan pernah menjadi keluarga
"Saya boleh melihat nya dok?" Tanya pak Tio kemudian
Sebenar nya pak Tio ingin langsung meminta maaf ke pada kia atas segala tuduhan yang pernah dia layangkan ke mantan menantu nya itu tapi kemudian dia berpikir ini bukan lah waktu nya
"Silahkan pak" Kia Mempersilahkan pak Tio masuk lalu kemudian dia melangkah meninggalkan Tempat itu
"Dr kia, boleh saya bicara?" Adit menghentikan langkah kia yang baru beberapa langkah di depan nya
"Maaf Pak, jika bapak ingin menanyakan mengenai kondisi ibu diana, bapak bisa menanyakan nya di sini saja, karna saya masih banyak pasien" Kata kia yang berusaha menghindari pembicaraan pribadi dengan mantan suami nya
"Saya cuma mau minta maaf sama...." kata kata Adit terputus saat kia langsung memotong nya
Adit hanya bisa menatap kepergian mantan istri nya itu. Sedih pasti iya, rasa bersalah yang setahun lalu masih bersaran di hati dan pikiran nya.
******
Kia kini termenung di dalam kamar nya, sejak dia pulang dari rumah sakit dia masih enggang keluar kamar
Pikiran nya masih berputar saat ke jadian satu setengah tahun lalu saat diri nya di tuduh melakukan hal hal menjijikan itu, bukan cuma Adit tapi mantan mertua nya pun tak mempercayai nya saat itu.
Kia yang merasa malu karna tuduhan menjijikan itu terpaksa memilih tempat yang jauh sebagai tempat untuk melupakan semua permasalahan nya, Setelah Satu tahun Tinggal tempat itu, kia mendapat kan tawaran dari rumah sakit terbesar di kota yang pernah ia tinggali rumah sakit di mana tempat nya dulu melakukan perktek terakhir
"Kia...." panggil ibu kia saat memasuki kamar anak nya yang otomatis memutus lamunan nya
"iya bu," jawab kia lalu memperbaiki duduk nya agar ibu nya bisa duduk sejajar dengan nya
"Kamu kenapa? sejak pulang dari rumah sakit kamu Terlihat murung" Tanya ibu kia kawatir
__ADS_1
"Tidak ada apa pa bu" jawab kia dengan datar sebiasa mungkin agar ibu nya tidak menjadi kawatir
"Tapi nggak biasa nya kamu begini loh ki" Kata ibu nya lagi
"Mungkin karna kia lagi datang bulan bu, jadi kia nggak mood" kata kata kia membuat ibu nya sedikit lega.
Sejujurnya ibu kia sangat takut jika anak nya kembali bertemu keluarga Adit. dia masih sangat sakit hati atas perlakuan mereka terhadap anak nya
Di rumah sakit Adit masih menemani mama nya yang saat ini masih di rawat di ruangan perawatan
"Dit, apa kamu sudah meminta maaf sama kia" tanya pak Tio saat mama diana tertidur setelah meminum obat yang di resep kan nya tadi
"Sudah pah, tapi kia masih menghindar dari adit" jawab Adit dengan nada melemah
"Yah papa tau bagaimana perasaan kia, mungkin dia butuh waktu lama untuk memaafkan kita" kata pak Tio yang ikut merasa bersalah
"Ini semua salah Adit pah, seandainya Adit tidak berhubungan dengan rini, mungkin rumah tangga Adit akan baik baik saja" Kata Adit memelas
"Yah ini memang kesalahan mu terlalu percaya sama wanita licik itu" kata pak Tio
"tapi setidak nya kamu sudah tau siapa dia sekarang jadi jangan lagi mengenal wanita itu" tegas pak Tio lagi
"Adit benar benar menyesal pah"
"Kamu tetap harus berusaha meminta maaf sama kia, kalau perlu kamu harus datang ke rumah orang tua nya" usul pak Tio
Mendengar usulan papa nya Adit memutuskan besok pagi akan menemui kia di rumah orang tua nya
######
***Hay semua teman teman, Terimakasih yang telah singgah di cerita saya, juga terimakasih atas vote, like dan komen nya
Dan mohon maaf yang sebesar besar nya selaku saya sebagai penulis, jika ada di dalam tulisan saya yang menyinggung atau bahkan tidak patut di contoh. Mohon kritik dan saran nya jika dalam penulisan saya tidak baik karna saya sebagai penulis masih dalam tahap belajar***
__ADS_1