Salahkah Aku Menjadi Istrimu

Salahkah Aku Menjadi Istrimu
Episode 3


__ADS_3

"ki, itu kayak suami lo deh" tunjuk arsyah pada laki laki dengan stelan jas kantor sedang makan bersama dengan seorang wanita cantik dengan pakaian sedikit terbuka


"mana?" tanya kia sambil melirik mencari arah yang di tunjuk kan arsyah


"itu ki, yang di pojok sama perempuan" tunjuk arsyah lagi dan membuat kia benar benar merasa sesak


"iya, mungkin itu rekan bisnis nya atau teman" jawab kia berusaha menutupi luka hati nya


"teman, nggak mungkin. coba liat dia itu pegang pengangan lo, masa sih rekan bisnis atau teman kayak gitu" arsyah semakin yakin jika pernikahan sahabat nya tidak lah baik baik


"udalah ki, jujur saja. apa pernikahan kalian tidak baik baik" selidik arsyah


"ayo kita pulang, kia beranjak lalu keluar lebih dulu, meninggal kan arsyah yang masih memperhatikan suami sahabat nya


" ki, tunggu" suara arsyah terdengar oleh Adit dan melihat ke arah suara tersebut


"Kia" lirih Adit melihat kia keluar dari restorant


kia keluar dari restaurant dengan perasaan sakit yang amat dalam, bagaimana tidak, laki laki yang baru beberapa hari menikahi nya malah ber kencang di depan mata nya


"syah anter aku pulang yah" pintah kia


"ayo, tapi kamu harus cerita ki, aku nggak mau kamu pendam sendiri" kata kata arsyah selembut mungkin agar sahabat nya tidak merasa memendam sendiri perasaan nya


"iya syah, nanti aku cerita di mobil yah" janji kia pada arsyah. arsyah pun mengantar kia pulang


"sebenar nya kak radit itu tidak bisa menerima pernikahan ini syah" lirih kia dengan mata ber kaca kaca


"maksud kamu, Adit tidak menganggap mu istrinya gitu?" tanya arsyah dengan kesal


"yah, seperti itulah syah. dia menikahi ku hanya karna mama nya" jelas kia


"nggak bisa gitu dong ki, dia jaga perasaan nyokap nya tapi malah nyakitin lo" kesal arsyah dengan apa yang di katakan kia


"aku bingung syah, rasa nyaa aku ingin bilang ke ayah sama ibu tapii!" ucap kia terputus


"tapi apa, emang harus kok kamu bilang nya. dari pada lo terus di sakitin sama dia" jelas arsyah


"tidak syah, persahabatan ibu sama mama mertua u pasti jadi taruhan nya" takut kia

__ADS_1


"ki, kamu itu selalu memikir kan orang lain, tapi gimana dengan hati lo?"kata arsyah dengan sedikit kesal


"ini baru beberapa hari syah, mungkin aku harus bertahan sementara waktu. mungkin saja akan ada ke ajaiban dari ALLAH untuk mas Adit" harap kia


"terus gimana dengan wanita itu,,,, jelas jelas adit itu selingkuh ki"


"aku akan coba bicara dengan nya nanti" kata kia agar sahabat nya tidak ikut kawatir dengan masalah nya


Setalah menempuh perjalanan beberapa menit, akhir nya mereka sudah sampai di depan rumah Adit yang di tempati kia sekarang ini


"syah, masuk dulu" ajak kia


"nggak ki, aku harus ke restoran dulu, tadi aku nggak pamit sama mas dion" tolak arsyah


"ya ok, makasih yah udah anterin. salam sama mas dion" ucap kia


"ok, gue duluan yah ki" arsyah melajukan mobil nya dan setelah arsyah sudah tak terlihat kia melangkah masuk ke dalam rumah


"Assalamualaikum" salam kia saat masuk kedalam rumah


"walaikumussalam non" jawab bik marni


"bibik mau masak non, kan udah mau magrib. sebentar lagi tuan Adit akan pulang" jawab bik marni lalu masuk kembali ke dapur


"tapi bik, tadi aku lihat kak Adit di restaurant mungkin dia sudah makan" kata kia


"tidak non, tuan itu tidak suka makan di luar" bela bik marni


"tapi....." kata kia terputus


"iya non, tuan Adit itu memang sering ke restauran tapi dia tidak makan. paling dia cuma sama teman atau...."kata bik marni juga terputus, takut salah ngomong


" atau apa bik...." selidik kia, yang meras bik marni tau tentang wanita itu


"atau rekan bisnis non" kata bik marni berusaha menutupi kekasih tuan nya yang mungkin sudah mantan pikir bik marni


"o gitu bik" kata kia percaya dengan kata kata bik marni


"iya non" senyum bik marni

__ADS_1


"oyah bik, ini kan udah hampir magrib. bibik pulang saja, biar kia yang masak buat kak Adit" kata kia


"eman nggak apa apa non?" merasa nggak enak pada istri majikan nya


"nggak apa apa bik, kia bisa masak kok" kia menampilkan senyum termanis nya


setelah bik marni pulang kia memasak, masakan kesukaan suami nya, seperti yang di katakan bik marni jikalau suami nya itu sangat suka kepiting saus tiram dan cap cai.


setelah berkutik di dapur akhinya masakan kia selesai. kia pun membersihkan diri nya di kamar dan setelah itu dia ingin menunggu suami nya pulang.


saat kia keluar dari kamar dia melihat Adit ternyata sudah pulang dan tanpa mengganti pakaian nya Adit langsung melahap makanan yang di siap kan kia, yang menurut nya itu masakan bik marni.


kia melihat adit makan begitu lahap, niat nya sih ingin makan bersama, tapi saat kia ingin melangkah ke arah Adit, kia teringat dengan perilaku dingin Adit dan kata kata yang selalu tidak mengenakkan dia keluarkan pada kia. kia masuk kembali kekamar nya, agar Adit bisa makan tanpa di ganggu oleh nya.


setelah masuk ke kamar nya kia bergelumut dengan pikiran nya sampai dia tertidur


*****


Pagi pagi kia membuat kan sarapan buat Adit, sebelum adit bangun agar saat bangun dia berpikir yang memasak adalah bik marni. kia tidak mau Adit kembali tidak sarapan sebelum dia berangkat ke kantor.


setelah masak, kia kembali ke kamar nya membersihkan diri kemudian berangkat ke kampus.


"bik, kia berangkat ke kampus dulu yah" pamit kia pada bik marni


"iya non, hati hati yah" ucap bik marni pada kia yang sudah berlari keluar rumah


bik marni melihat tingkah majikan nya hanya tersenyum sambil kembali membersihkan.


Selang beberapa menit, adit turun dengan stelan kantor, tanpa berta nya pada bik marni. adit langsung menyantap sarapan yang di buat kia, yang di anggap nya masakan bik marni.


kok masakan bik marni semakin enak. pikir Adit


Adit menyantap masakan kia dengan sangat lahap, bagi nya baru kali ini dia makan makanan seenak ini.


_


Di kampus kia datang terlalu pagi. arsyah yang merasa terganggu karna kia mengajak nya ke kampus pagi pagi padahal hari ini mereka hanya ada perktek di siang hari.


"gila lo ki, gue itu masih ingin bermanja dengan bantal gue" grutu arsyah saat mereka sampai di kampus. melihat sahabat nya ngomel ngomel kia hanya tersenyum lebar.

__ADS_1


__ADS_2