Salahkah Aku Menjadi Istrimu

Salahkah Aku Menjadi Istrimu
Episode 2


__ADS_3

Sebelum berangkat kuliah, azkia membuat kan sarapan untuk Adit.


"kak Adit....." panggil kia saat melihat adit turun dari tangga


"Hmmmm..." jawab adit tanpa menoleh


"sarapan dulu kak, kia suda masak untuk kita sarapan" ajak kia pada adit


"aku akan sarapan di kantor" kata nya singkat


"kalau begitu kia siap kan bekal buat kak adit dulu" kia melangkah ingin mengambil kotak makan buat adit tapi.....


"Tidak perlu" kata adit sedikit membentak


"kamu tidak perlu melakukan semua itu, kamu tidak perlu mengurusi diriku. aku tidak mau berhutang budi pada mu. ingat itu, anggap saja kita ini orang asing yang terpaksa hidup dalam satu atap" lanjut adit dengan nada sedikit melemah tapi tetap tegas


Kia hanya bisa menunduk tanpa berkata apa pun. mungkin bagi adit pernikahan ini tidak berarti tapi bagi kia pernikahan ini adalah hal yang sakral.


setelah Adit pergi, tiba tiba suara ketukan pintu bagian dapur ada yang mengetuk


tuk tuk tuk tuk tuk.....


ceklek.....


kia membuka pintu, terlihat seorang wanita paruh baya dengan pakaian terusan dan jilbab se da**


"pagi non" ucap nya saat kia membukakan nya pintu


"maaf, cari siapa yah" tanya kia sedikit menyelidik


"maaf non, saya ini bik marni. sudah 2 tahun saya kerja sama tuan Adit tapi kemarin saya libur karna anak saya mau nikah" kata bik marni sedikit menjelaskan


"ooooo maaf yah bik marni, kia tidak tau, soal nya kak Adit tidak pernah cerita" jelas kia dengan perasaan tidak enak nya


" tidak apa apa non, bibi mengerti" kata bik marni


"ayo bi masuk" ajak kia lalu masuk ke dalam rumah dengan di ikuti bik marni


"bik marni tidak tinggal di sini?" tanya kia


"tidak non, bibi kerja cuma sampai sore, nanti habis masak makan malam buat tuan Adit bibi sudah bisa pulang" jelas bik marni


"eman kak Adit selalu makan di rumah yah bik" tanya kia pada bik marni


"iya non, tuan tidak suka makan di luar, katanya tidak sehat" jawab bik marni yang di angguki tanda mengerti oleh kia

__ADS_1


"jadi bibik tau makanan ke sukaan kak Adit?" tanya kia lagi yang membuat bik marni tersenyum


"tuan itu suka kepiting saus tiram, sama cap cai non" jawab bik marni yang di tanggapi dengan senyuman oleh kia


"non bisakan masak kepiting saos tiram sama cap cai nya?" tanya bibik sedikit meledek majikan baru nya ini


"bik marni" kia malu malu dengan kata bik marni


"sebenar nya sih kia bisa bik, tapi kan nggak tau apa kak Adit suka masakan kia" kia sedikit tidak percaya diri apa lagi dengan sikap Adit yang acuh pada nya


"pasti suka" kata bik marni meyakinkan


"astaga bik, ini sudah hampir pukul 8 kia lupa. kia ada kuliah pagi" kia menepuk jidat nya lalu mengambil tas nya yang ada di meja makan


"bik kia berangkat dulu yah" teriak kia pada bik marni


"iya non, hati hati yah" bik marni juga ikut berteriak karna kia sudah berlari keluar rumah


******


di kantor Adit merasa perut nya berbunyi, mungkin ini efek karna pagi tadi Adit belum sarapan. sudah pukul 11 siang adit sudah tidak bisa lagi menahan rasa lapar nya dia segera menghubungi sekretaris nya


"vin pesan kan sekarang makan siang ku" kata Adit saat menghubungi Vina sekretaris nya


"baik Pak" jawab Vina lalu memesangkan makan siang buat bos nya


tok tok tok


belum sempat tersambung pintu ruangan Adit di ketok oleh Vina seketaris nya


"Masuk" kata Adit kembali duduk di kursi kebesaran nya


"Permisi pak, maaf makanan nya baru datang" alasan Vina karna dia tau bos nya pasti sudah sangat kesal karna pengantar makanan yang di suruh nya sangat lama


"simpan saja di situ" Adit kemudian berdiri dan berjalan menuju sofa di mana makanan nya di siapkan


'*astaga ini makanan apaan sudah ber campur campur begini' kesal Adit melihat makanan yang di pesan kan Vina seketaris nya. Adit memang tidak suka jika nasi nya langsung di campur dengan lauk pauk nya, baginya nanti makanan nya di campur saat di makan. tapi mau nggak mau Adit harus memakan nya karna perut nya sudah tidak bisa lagi kompromi.


_


Di kampus kia sudah selesai dengan kuliah nya.


"hei ki...." sapa arsyah sahabat nya


"Hai syah" balas kia

__ADS_1


"ki, aku perhatiin kamu kayak nggak semangat gitu" tanya arsyah saat melihat wajah sahabat nya yang agak murung


"masa sih, aku nggak kenapa kenapa kok, biasa aja" kia berusaha menutupi masalah nya dari sahabat nya


"nggak biasa ki, yang biasa itu pengantin baru wajah nya berseri seri. nggak kayak kamu murung" arsyah semakin menatap kia dengan seksama


"apa sih syah, aku nggak kenapa kenapa. kok kamu liat aku gitu amat sih" kia merasa risih di perhatikan seperti itu oleh arsyah


"ki kamu itu nggak bisa bohong sama aku" kata arsyah lagi


"nggak syah" tegas kia


"yuk kita pulang" lanjut kia mengalihkan pembicaraan dengan arsyah


"ki....."panggil arsyah saat kia melangkah keluar


" cepatan" teriak kia yang berjalan lebih dulu


*********


sebelum pulang arsyah mengajak kia makan di restaurant tempat dion pacar arsyah bekerja. dion bekerja di restaurant ini sebagai manejer.


"pesan apa mbak arsyah" tanya pelayan tersebut yang tau kalau arsyah itu pacar manajer nya


"ehmmm aku pesan mie goreng aja yah" kata arsyah pada pelayan


"lo ki pesan apa?" tanya arsyah pada kia


" samain saja sama kamu" tanya kia acuh


"nggak semangat banget sih lo ki" kata arsyah saat melihat kia terlihat nggak seperti biasa


"apa sih syah" kia memperlihatkan wajah melas nya


"sayang...." sapa dion saat melihat arsyah kekasih hatinya


"mas dion dari mana aja sih, aku sama kia dari tadi loh di sini" kesal arsyah karna baru melihat kekasihnya


"maaf sayang, tadi ada big bos, jadi laporan dulu" alasan dion


"nggak dari tadi kok mas, baru aja kita datang nya" timpal kia membuat arsyah menatap nya tajam


"ok, kali ini aku maafkan. tapi awas lain kali kalau aku disini mas harus langsung nemuin aku" tegas arsyah pada dion


"iya sayang, sekali lagi maaf yah" kata dion

__ADS_1


"ya udah kerja sana, aku makan sama kia dulu" pinta arsyah saat melihat pelayan yang membawa pesanan nya sudah datang.


"baiklah tuan putri" canda dion membuat kia tertawa*


__ADS_2