
(1) Jutaan tahun silam di masa para dewa dan asura memerintah dunia,suatu saat di khayangan,negeri para dewa,dewa indra pemimpin para dewa bersidang di aula istana," terima kasih atas kehadiran para dewa di pertemuan kali ini.." dewa indra membuka pertemuan," apakah perihal penting yang akan jadi pembahasan para dewa kali ini wahai raja para dewa..?" dewa narayana mengajukan pertanyaan," setelah mendapat berita dari maha guru para dewa resi brihaspati,tentang akan lahirnya seorang ksatria yang akan menyelamatkan tanah jawa di masa depan,dari angkara murka kejahatan,aku merasa perlu mengadakan pertemuan ini untuk meminta saran dan masukan dari para dewa sekalian.." jawab dewa indra. Dari hasil pertemuan para dewa,di putuskan bahwa dewa indra harus menemui tiga dewa tertinggi untuk mengabarkan akan lahirnya anak manusia pilihan para dewa yang akan menjadi pembela kebenaran di tanah jawa. " Selamat datang raja para dewa langit,apa hal yang membuatmu menemuiku di waikunta ini..?" berkata dewa wisnu di atas pembaringannya," salam untuk mu dewa wisnu,dewa pemelihara alam semesta.." dewa indra menjawab," kedatangan hamba kesini untuk mengabarkan akan lahirnya seorang ksatria pembela kebenaran kelak di tanah jawa," aku sudah mengetahuinya.." kembali dewa wisnu berkata sambil tersenyum," aku memberikan berkat keselamatan dan kekuatan padanya.." melanjutkan dewa wisnu," terima kasih hamba ucapkan pada mu wahai sang pemelihara alam semesta..",setelah melakukan penghormatan,dewa indra memohon pamit pada dewa wisnu. selanjutnya dewa indra menemui dewa brahma," aku memberikan berkat ilmu pengetahuan yang luas pada nya kelak.." berkata dewa brahma,terakhir dewa indra menemui sang mahadewa," aku memberikan berkat ku padanya,kelak dia akan memiliki senjata pusaka yang sangat luar biasa..",setelah menemui para dewa dan menerima berkat dan restu para dewa tertinggi,dewa indra kembali ke khayangan untuk mempersiapkan segala sesuatu nya. di lain tempat di istana para asura,maha guru sukracarya guru para asura mengadakan pertemuan dengan mahabali raja para asura,dalam pembicaraan tersebut di buat lah rencana oleh para asura untuk menggagalkan usaha tersebut,serta berusaha untuk membunuh anak tersebut. (2) Tanah jawa pada jaman mataram kuno," mimpi apa yang telah ku alami,berturut-turut mimpi ini ku alami dalam beberapa malam ini.." gumam resi kalacakra di pertapaannya," mungkin kah ini adalah petunjuk para dewa..?",dengan masih terus termenung,sang resi kembali memikirkan arti mimpinya,kemudian membuka kitab suci weda dan membaca puji-pujian untuk para dewa," salam hormat untuk mu resi agung kalacakra..",satu suara memecah lamunan sang resi,setelah melihat ke arah suara yang datang," salam,,,selamat datang utusan para dewa.." jawab resi kalacakra melihat kehadiran dewa narayana," maaf aku mengganggu ke khusukan mu membaca kita weda,aku membawa pesan untuk mu.."," pesan apakah yang ingin kau sampaikan pada ku wahai utusan para dewa..?"," aku membawa pesan dan amanat yang amat penting,pimpinan para dewa memintamu untuk membuat satu senjata dari besi yang ku bawa ini.."," mohon maaf mu dewa narayana,apakah engkau tidak salah alamat,aku bukan lah seorang empu pembuat senjata..", sambil tersenyum sang utusan para dewa kembali berkata," dewa indra menyuruhmu membuat bukan dengan tangan mu wahai resi agung,tapi dengan tapa brata mu,besi ini akan membentuk sebuah senjata maha dahsyat berkat tapa brata mu nanti.."," senjata ini kelak akan di gunakan oleh ksatria pilihan para dewa untuk menegakkan keadilan di tanah jawa ini.." lanjut dewa narayana,cukup lama resi kalacakra terdiam," baik lah,aku akan berusaha sebaik mungkin..". (3) Suatu sore di sebuah dataran tinggi di Kaki gunung merapi,dalam gelapnya sebuah jurang yang sangat dalam,warga sekitarnya menamai jurang tersebut jurang neraka,sebuah bayangan berlari kencang menuruni tebing jurang,sambil terus melompat dengan ringan dan cepat," seperti nya jurang ini tidak berdasar..",seorang berpakaian bagus berwarna hijau,memakai blangkon mewah berhiaskan batu mulia di tengah kening berdiri menatap ke bawah jurang," aku merasa sudah cukup jauh kedalam jurang ini,tapi belum juga sampai kedasar jurang..", setelah sejenak menghapus peluh di muka nya,dia kembali melompat turun dengan cepat,setelah sekian lama akhirnya dia sampai di suatu dataran yang cukup luas,tak jauh dari situ sebuah aliran sungai yang sangat deras mengeluarkan suara bergemuruh. " Aku raden seta datang menemui delapan mahluk jurang neraka..!!!",suaranya keras berteriak di tengah dataran luas," aku tau kalian semua ada di sini,lekas keluar,ada tugas yang harus kalian laksanakan..!!!",sebelum gaung suara Raden seta menghilang di tengah jurang,dari delapan penjuru melompat dengan cepat dan sebat delapan makluk tinggi besar bertampang mengerikan,mereka tegak mengurung Raden seta dari delapan penjuru," siapa berani mati mengganggu semedi kami..!!!" satu bentakan keras terdengar,sesosok tubuh tinggi besar sudah berdiri di hadapan Raden seta,berpakaian hitam gombrong,berkepala botak,dengan wajah yang sangat menyeramkan berwarna kemerahan," ha..ha..akhirnya kalian memperlihatkan tampang buruk kalian,siapa yang jadi pemimpin di antara kalian..!!"," sepertinya tamu kita seorang bangsawan..",terdengar satu suara dari sebelah kiri Raden seta," Perkenalkan,,aku Raden seta,aku memang bermaksud menemui kalian,aku membawa pesan dari resi wisesa yang bergelar iblis berjubah putih.." mendengar nama iblis berjubah putih,kedelapan mahluk jurang neraka serempak mundur satu langkah," iblis berjubah putih,resi sesat yang sangat sakti luar biasa..!!" gumam salah seorang dari delapan mahluk jurang neraka," bagus kalau kalian mengenal beliau.." ucap Raden seta dengan senyum mengejek," pesan apa yang kau bawa..!!"," tidak usah bersuara keras padaku,aku bukan mahluk rendah seperti kalian,kalian harus bersujud di depan ku..!!", kedelapan mahluk jurang neraka mengeram marah," kau benar-benar minta mati anak muda..!!" jawab mahluk jurang neraka yang berwajah merah marah," apa kalian punya keberanian menurunkan tangan jahat pada utusan iblis berjubah putih ha..ha....?" balas Raden seta di iringi tawa mengejek,kedelapan mahluk jurang neraka saling pandang," kita tidak bisa berbuat banyak,kita sudah cukup diberi ampunan oleh iblis berjubah putih pada pertempuran kita beberapa waktu yang lalu..", " dan kita sudah berjanji untuk mengabdi padanya..",jawab yang lain. Mereka serempak duduk bersimpuh," apa pesan dari iblis berjubah putih untuk kami..", tanya mahluk jurang neraka yang berwajah merah,yang sepertinya bertindak sebagai pemimpin," apa hubungan mu dengan iblis berjubah putih..?" sambung yg lain," aku adalah murid tunggal nya.." setelah diam sejenak," guru ku berpesan,kalian harus berangkat sekarang juga ke pertapaan resi kalacakra untuk membunuhnya,dan jangan lupa mengambil sebuah batu berwarna hitam kebiru-biruan yang ada padanya.."," resi kalacakra adalah seorang resi agung yang tinggal di kaki gunung semeru,bukan kah dia sudah lama mundur dari urusan duniawi.." tanya mahluk muka merah," apa kalian takut..?" tanya raden seta,kedelapan mahluk jurang neraka mengeram keras," tidak ada kata takut dalam hidup delapan mahluk jurang neraka..!!"," ha..ha..!!!" tawa raden seta keras membahana,kalau begitu kalian tunggu apa lagi,segera berangkat sekarang juga,aku akan kembali untuk mengambil batu hitam bulan purnama mendatang.." kemudian raden seta berkelebat pergi meninggalkan delapan mahluk jurang neraka sambil tertawa keras. (4) Setelah pertemuan itu,sang resi menatap besi aneh yang berwarna hitam kebiru-biruan di depannya," besi apakah ini sebenarnya,belum pernah aku melihat besi yang sangat aneh seperti ini..",hujan turun dengan lebatnya,kilat menyambar dalam gelapnya hari,suara guntur menggelegar bersahutan seakan akan membelah langit,sambil terus duduk menatap besi di depannya,tiba-tiba seseorang memasuki halaman pondok pertapaan sang resi," salam hormat untuk mu resi agung kalacakra..",sapa seorang tua gagah berpakaian warna putih longgar,memakai penutup kepala seperti seseorang dari tanah arab," salam hormat kembali wahai tamu di luar,silahkan masuk,siapakah engkau..?", " saya seorang pengembara dari jauh,aku datang dari seberang lautan yang sangat jauh,negeri ku adalah negeri yang penuh dengan gurun pasir.."," apakah kisanak sekedar singgah untuk berteduh..?",bertanya resi kalacakra," aku sengaja datang ketempatmu ini dengan suatu keperluan wahai resi agung.."," keperluan apakah itu kisanak..?",tanya sang resi, " Aku di tugaskan untuk berjaga - jaga selama resi agung menjalan kan tapabrata..", resi kalacakra terkejut mengetahui maksud dari tamu nya ini," siapakah nama mu wahai kisanak.."," namaku ali ibnu sabbir.." jawab sang tamu," siapa yang memberimu perintah untuk menjaga tapabrata ku..?"," seseorang melalui mimpi satu tahun yang lalu.."," apakah cuma karena mimpi engkau melakukan perjalanan begitu jauh..?"," yaa wahai resi agung,karena aku yakin mimpi itu bukan mimpi biasa,salah seorang yang sangat aku hormati,dalam mimpi itu yang memberikan aku perintah untuk pergi ketanah jawa ini..", sejenak resi kalacakra terdiam," apakah aku dapat mempercayaimu wahai tamu ku orang asing..?"," aku paham keraguanmu wahai resi agung,," kata ali ibnu sabbir sambil tersenyum," apakah kau datang dari jauh cuma untuk menjaga tapabrata ku..?"," betul,aku akan menjaga mu sampai kau menyelesaikan tapabrata mu..". " kenapa tapa brata ku harua perlu di jaga..?"," aku aakan menjaga mu dari mahluk laknat yang luar biasa ganas,yang di utus para asura jahat untuk menggagalkan tapabrata mu.."," aku kira aku bisa menjaga diri wahai tamu ku orang asing,," jawab resi kalacakra sambil tersenyum," aku percaya itu,engkau adalah manusia sakti pilihan para dewa,tapi ijinkan aku untuk ikut membantu.." jawab ali ibnu sabbir sambil sedikit membungkuk hormat. Baiklah,apa aku bisa mempercayai mu,,?"," Dalam hal ini,,mungkin sesembahan kita berbeda,tapi aku bersumpah demi tuhan ku,aku akan menjaga tapa brata mu dengan segenap kemampuan ku,mungkin aku tidak sehebat dirimu wahai resi agung..",sang resi kagum melihat kerendahatian tamu nya," wahai saudaraku ali ibnu sabbir,aku percaya padamu,aku ucapkan terima kasih ku pada mu. (5) " Tidak perlu berterima kasih padanya,karena sebentar lagi kau dan tamu mu akan binasa..!!!" satu suara terdengar keras mengguntur,sesaat kemudian pertapaan resi kalacakra sudah di kurung oleh delapan mahluk luar biasa mengerikan dan bertubuh tinggi besar," siapa kalian,,?", suara resi agung bertanya terdengar tenang," kami yang bergelar delapan mahluk jurang neraka..!!!",jawab mereka keras," serahkan nyawa mu dan tamu mu pada kami..ha..ha..!!!" tawa keras membuncah di halaman pondok pertapaan resi kalacakra,alu ibnu sabbir dan resi kalacakra merasakan tanah seakan bergetar di guncang tawa yang keras membahana. Dengan tenang ali ibnu sabbir maju kedepan menghadap delapan mahluk jurang neraka sejarak beberapa langkah," aku sudah mengira kalian akan datang,beruntung aku mendahului kalian.."," cepat menyingkir orang asing,kau akan mendapat giliran selanjutnya..!!!"berkata mahluk tinggi besar di sebelah kanan,bertubuh tinggi besar dan memiliki tangan yang panjang menjulai sampai sebatas lutut," tidak usah ragu adik,kita akan habisi mereka berdua sekaligus..!!!"," aku tau maksud kedatangan kalian bukan cuma untuk membunuh resi tua itu.."," kau cukup pintar orang asing,,haa, haa..!!"," betul kami bukan sekedar akan membunuh nya,tapi juga akan mengambil besi hitam yang ada padanya..!!"," untuk apa benda ini bagi kalian,,?" bertanya resi kalacakra," kami tak perlu menjelaskan pada mu,lekas serahkan besi hitam itu beserta nyawamu...!!"," Tahan..!!" seru ali ibnu sabbir," apa mau mu orang asing,apa kau minta mampus,,?",bentak mahluk yang berwajah merah," kau berani ikut campur,apa kau merasa sanggup menghadapi delapan mahluk jurang neraka..!!"," aku tau kalian cuma orang suruhan,siapa yang menyuruh kalian membunuh resi agung itu..?"," itu bukan urusan mu,kalian berdua bersiaplah berangkat keneraka..!!" mereka segera bergerak bersiap untuk melancarkan pukulan sakti pada ali ibnu sabbir dan resi kalacakra,tampa menunggu lama mereka segera melakukan serangan,kedelapan mahluk jurang neraka serentak menghantam kedua tangan mereka kedepan,dari kedelapan pasang tangan mahluk jurang neraka keluar enam belas jalur angin deras berhawa panas luar biasa ke arah ali ibnu sabbir yang berdiri di depan melindungi resi kalacakra," rasakan pukulan enam belas jalur kematian..!!" bentak mahluk jurang neraka yang bermuka merah,tampa menunggu resi kalacakra bergerak,ali ibnu sabbir bergerak cepat kedepan menyongsong pukulan mahluk jurang neraka,sambil melompat,dengan kecepatan luar biasa,ali ibnu sabbir hantamkan tinju kanan kedepan,satu gelombang sinar berwarna biru terang membentuk setengah lingkaran besar melesat menghantam pukulan enam belas jalur kematian mahluk jurang neraka,dentuman keras terdengar,pondok pertapaan laksana di landa gempa dahsyat,tanah bergetar,dentuman keras terdengar di tengah pecah nya pukulan enam belas jalur kematian delapan mahluk jurang neraka,pecahan sinar dan angin serangan bertabur menghantam hutan belantara di sekitar,satu lubang besar menganga di depan pondok pertapaan resi kalacakra," luar biasa,,tenaga dalam yang luar biasa.." gumam resi kalacakra sambil mengerahkan hawa murni nya pada dua kaki nya yang bergetar hebat. (6) " Bangsat..!!,siapa kau sebenarnya,ilmu apa yang kau gunakan untuk menahan pukulan kami..!!" tanya mahluk jurang neraka bermuka merah," Itu adalah pukulan sinar lentera langit..",kedelapan mahluk jurang neraka saling pandang,mereka belum pernah mendengar nama pukulan tersebut," apa kalian berpikir untuk segera meninggalkan tempat ini..?",tanya ali ibnu sabbir," Haa..ha..,jangan kau kira dengan bisa menahan pukulan enam belas jalur kematian kau sudah menang..!!!"," sekarang waktunya,ayo adik-adik kitaa kirim orang asing ini ke neraka..!!",si muka merah berteriak memberi semangat," Hati-hati saudaraku ali ibnu sabbir,mereka sepertinya kali ini tidak main-main.." resi kalacakra mengingatkan," Jangan khawatir resi agung,semoga para dewa melindungi kita..",ucapnya sambil tersenyum kembali bersiap," mohon resi agung tetap melindungi batu hitam pemberian para dewa itu..",resi kalacakra cuma mengangguk pelan. " Bersiaplah kau orang asing,kau akan mati sia-sia di negeri orang ha..ha..!!". kemudian seperti di beri aba-aba,kedelapan mahluk jurang neraka menggempur ali ibnu sabbir dengan gerakan cepat dan ganas,pertarungan jarak dekat berangsung sengit,kedelapan mahluk jurang neraka menyerang dengan ganas dan bergelombang,tampa henti mereka melancarkan serangan-serangan yang ganas,ali ibnu sabbir bergerak cepat menghindar dan melancarkan serangan balik,gerakan nya ringan dan cepat,kedua tangannya berputar cepat membendung serangan dari delapan mahluk jurang neraka,pertarungan satu melawan delapan berlangsung dalam tempo cepat,mengetahui tenaga dalam lawan tidak berada di bawah mereka,kedelapan mahluk jurang neraka melompat mundur untuk melancarkan pukulan sakti,dengan gerakan yang sangat cepat,kedelapan mahluk jurang neraka berteriak keras sambil menghantamkan tangan kanan mereka dalam posisi meninju,delapan angin hitam panas luar biasa bergerak menyerbu ke arah ali ibnu sabbir,kedelapan angin hitam saling menyatu bergulung-gulung menghantam ali ibnu sabbir," kali ini mampus kau di makan pukulan gelombang neraka..!!",dengan ketenangan yang luar biasa,sambil melompat tinggi,ali ibnu sabbir menyatukan seluruh jari tangannya membentuk sebuah pukulan,sesaat ali ibnu sabbir bergerak menghantam,satu gelombang sinar biru terang sebesar batang pohon bergerak cepat menghantam pukulan gelombang neraka mahluk jurang neraka,ini lah pukulan genta langit,bentrokan dua pukulan sakti itu menghasilkan dentuman keras,bunga api memercik luas,akibat bentrokan kedua pukulan sakti,terbentuk satu pijar api besar,satu gelombang angin panas ****** beliung menyapu hutan sekitar,mengakibatkan kebakaran hebat di hutan sekitar,pondok pertapaan resi kalacakra hancur rata dengan tanah,delapan mahluk jurang neraka tersapu hebat gelombang pukulan sinar biru,empat orang yang terlalu dekat dari arah pukulan tak dapat bertahan,ke empat sosok mahluk jurang neraka ini tersapu dalam kondisi tercabik-cabik,ke empat mahluk jurang neraka yang yang lain tak ayal ikut tersapu walaupun masih bisa bertahan,ali ibnu umar terhempas kebelakang,kemudian jatuh terkapar,dari mata,hidung dan mulutnya terlihat lelehan darah,pakaian putihnya sudah hangus di beberapa bagian,melihat keadaan yang terlihat,resi kalacakra tau kalau ali ibnu sabbir mengalami luka dalam yang cukup parah. " Jahanam,,kau bunuh empat saudara ku..!!" teriak si muka merah melihat ke empat saudara nya hancur tercabik-cabik,bersama ketiga saudaranya yang tersisa,dia bangkit untuk kembali menghantam dengan pukulan sakti,karena kondisi mereka pun terluka parah,ke empat mahluk jurang neraka kembali terjatuh sambil memuntah kan darah merah kehitaman,muka mereka terlihat cepat,nafas mereka memburu terbatuk-batuk,tampa menghiraukan luka dalam mereka,melihat ke empat saudaranya mati,sisa mahluk jurang neraka yang tinggal empat orang,bangkit dan langsung melompat melepaskan pukulan sakti gelombang neraka,walaupun terlihat jauh lebih lamban dari sebelumnya,dari ke empat tangan kanan mereka yang membentuk tinju,melesat angin hitam panas bergulung-gulung ke arah ali ibnu sabbir yang masih dalam kondisi setengah sadar,sekejap lagi pukulan gelombang neraka mahluk jurang neraka menghantam,dari arah belakang melesat satu sinar hitam laksana tombak raksasa menghantam angin pukulan mahluk jurang neraka,dentuman keras terdengar,bunga api besar memercik menghantam batu dan batang-batang kayu besar di sekitar halaman pondok,jeritan pilu ke empat mahluk jurang neraka terdengar bersamaan tubuh mereka tersapu angin keras bergulung-gulung,tubuh mereka tergeletak tidak berbentuk. Ali ibnu sabbir terhempas kebelakang dengan keras,dalam keadaan yang kian lemah,resi kalacakra segera berkelebat menyambar tubuh nya,segera resi kalacakra mengalirkan hawa murni untuk membantu ali ibnu sabbir," terima kasih resi agung,kau sudah menyelamatkan nyawaku.."," jangan berlebihan saudaraku,kau pun sudah berusaha menyelamatkan ku,atur jalan darah mu..",ucap resi kalacakra sambil mengalirkan hawa murni. Setelah cukup baik,ali ibnu sabbir bangkit berdiri," sepertinya tempat ini sudah tidak layak untuk tempat tapa brata mu resi agung.."," kau betul,sebaiknya kita cari tempat lain untukku melaksanakan tapa brata,semoga aku dapat menyelesaikan nya dengan baik,semoga kelak besi hitam sakti ini benar-benar bisa menjadi perisai yang sanggup membendung semua angkara murka di tanah jawa ini.."," apakah menurutmu sebuah perisai bisa di jadikan sebuah senjata wahai resi agung..?" ali ibnu sabbir bertanya sambil menatap resi kalacakra dengan pandangan cerah,resi kalacakra menatap ali ibnu umar dengan tatapan yang penuh arti...BERSAMBUNG