SATRIA PERISAI DEWA

SATRIA PERISAI DEWA
KITAB PUSAKA DASAR SAMUDRA


__ADS_3

(1) Hantu Seribu Nafsu berlari laksana angin ke arah tenggara aliran sungai,hari menjelang sore ketika orang tua kurus tinggi ini sampai di sebuah dataran pasir yang cukup luas,suasana sore mulai temaram,tak lama kemudian di kejauhan terlihat gugusan batu besar bersusun rapi," Bukit Batu Bersusun,akhirnya ku sampai juga.." gumam nya pelan,setelah berhenti berlari dan mengamati daerah sekitar,kemudian Hantu Seribu Nafsu berjalan ke arah sebuah celah batu besar yang saling berdempet,tak lama dari dalam celah batu,di tangan nya telah tergenggam sebuah Kitab kuno berwarna hitam lusuh," Kitab Pusaka Dasar Samudra,,,Kitab kuno yang berisi lima Pukulan Warisan para penakhirnya setelah menunggu sekian puluh tahun,aku mendapat kesempatan untuk mempelajarimu,tenaga dalam ku sekarang ku rasa sudah cukup kuat untuk mempelajari Pukulan Samudra Murka.." gumam nya sambil tersenyum. Namun tak lama kemudian," Kau tak akan pernah memiliki Kitab Pusaka itu Hantu keparat..!!" Satu seruan keras terdengar bersama berkelebatnya sebuah bayangan berwarna merah,di hadapan Hantu Seribu Nafsu sudah berdiri seorang laki-laki tua bungkuk berpakain merah menyala," Raja Iblis Merah.." Ucap Hantu Seribu Nafsu dengan suara bergetar,sambil kemudian mundur satu langkah kebelakang. " Kau tak perlu banyak pertimbangan,segera serahkan Kitab Pusaka Dasar Samundra pada ku..!!" ucap sosok berpakaian merah di depannya,Hantu Seribu Nafsu tersenyum mengejek," Jangan lancang kau Raja Iblis Merah,jangan kira aku akan memberikan Kitab ini,kau harus serahkan nyawa mu pada ku..!",jawab nya kemudian tertawa keras,Raja Iblis Merah cuma menyeringai,kemudian maju dua langkah kedepan," Bagus..berarti kau sudah siap menjemput maut..!" kemudian tampa menunggu Raja Iblis Merah segera melompat cepat berusaha merebut Kitab Pusaka Dasar Samudra dari tangan kanan Hantu Seribu Nafsu,dengan cepat sosok tinggi kurus segera hantamkan tangan kiri memapas serangan cepat Raja Iblis Merah,pertarungan dua jago tua itu berlangsung dengan seru,adu pukulan dan tendangan berlangsung cepat,pada satu kesempatan Raja Iblis Merah Hantamkan tangan kanan nya melepas pukulan sakti," Pukulan Cakrawala Merah..!" Seru Hantu Seribu Nafsu,gelombang cahaya merah sebesar batang kelapa melesat cepat kedepan,dengan cepat sambil melompat Hantu Seribu Nafsu segera hantamkan dua tangannya kedepan,Pukulan Sembah Dewa Perang segera melesat kedepan,bentrokan dua pukulan tak dapat di hindari,dentuman keras dahsyat bergemuruh,Raja Iblis Merah coba bertahan dengan segera hantam kan dua kaki nya ke tanah,dahsyat nya gelombang pukulan sempat membuat tubuhnya sempoyongan,Hantu Seribu Nafsu terlihat terseret mundur cukup jauh,sejenak kedua jago tua saling pandang dengan tatapan tajam," Kau membuat ku marah hantu keparat..!!" Bentak Raja Iblis Merah sambil melompat lepaskan Pukulan Tapak Mega Merah,dua telapak tangannya terkembang kedepan,dari dua tapak nya melesat Cahaya Merah yang panas luar biasa,Hantu Seribu Nafsu segera balas pukulan lawan dengan Pukulan Seribu Tabir Hantu,cahaya hitam bergulung-gulung melesat cepat ke arah depan,lagi-lagi tempat itu di guncang dentuman keras,badai pasir beterbangan ke segala arah,Raja Iblis Merah terlempar jauh kebelakang,badannya penuh dengan debu pasir,dengan susah payah kemudian coba berdiri tegak,setelah debu pasir mereda,di hadapannya terlihat sebuah lubang besar menganga,Hantu Seribu Tanya tak terlihat lagi," Kurang ajar,dia berhasil melarikan diri. Akan ku kejar kau kemanapun,Kitab Pusaka Dasar Samudra harus ku dapatkan.." Gumamnya kesal,setelah cukup lama berdiri,sosok tua berpakain merah itu segera melesat cepat ke arah timur. (2) Sadewa duduk berdiam diri di depan api unggun kecil sambil membolak-balik kan dua ekor ikan besar,Nirmala terlihat duduk agak jauh dari tempatnya membakar ikan," Sadewa..kita harus segera mencari Hantu Seribu Nafsu..." Ucapnya pada Sadewa,pemuda di depannya cuma menoleh sejenak ke arahnya," Gadis ini aneh,dua hari terakhir dia terlihat sangat mudah marah,dan selalu mendesak untuk mencari Hantu Seribu Nafsu.." Gumamnya dalam hati,kemudian sambil melangkah ke arah Nirmala," Dua hari ini kau terlihat sangat ingin sekali menemukan Hantu Seribu Nafsu,padahal sebelumnya kau selalu berusaha mengulur-ulur waktu,apa yang terjadi pada mu Nirmala.." ucap Sadewa sambil duduk tak jauh darinya,Nirmala terlihat gugup,namun kemudian sambil menoleh ke arah lain," Kita tak punya banyak waktu,sekarang kita harus menemukannya,nenek guru menyuruh kita membawanya ke hadapan beliau.." jawabnya kemudian,Sadewa cuma menatapnya sejenak,kemudian segera kembali melangkah ke arah api unggun," Kita akan segera menemukan nya,beberapa kabar yang ku dengar Hantu Seribu Nafsu punya sebuah pondok di arah tenggara aliran sungai ini.." jawab sadewa. Esok harinya Sadewa dan Nirmala terlihat berlari ke arah tenggara aliran sungai,di sebuah tikungan sungai,mereka segera melesat tinggi melompat ke arah sebuah batang pohon yang cukup tinggi," Nirmala...apa kau mendengar suara derap kaki kuda ke arah sini..?" Nirmala cuma mengangguk,tak lama di kejauhan terlihat dua ekor kuda berlari cepat dari arah samping,dua laki-laki bertampang seram berpakaian serba hitam tampak memacu kuda mereka dengan cepat ke arah tenggara," Siapa mereka..?" ucap Nirmala sambil berbisik,Sadewa menoleh ke arah gadis di sampingnya,kemudian terlihat mengangkat bahu," Kita akan segera tau,ayo ikuti mereka,sepertinya mereka ke arah yang sama dengan arah yang kita tuju..." Ucap Nirmala bersemangat,Sadewa kembali mengangguk,tak lama kedua muda-mudi ini sudah berlari cepat ke arah tenggara. Tak lama di kejauhan terlihat sebuah pondok kayu,di halaman pondok kayu duduk seorang lelaki bertubuh kurus tinggi berpakaian serba hitam,dua ekor kuda segera berjalan pelan begitu melihat pondok yang tak begitu jauh di depan," Hati-hati adik lawunggeni,Hantu Seribu Nafsu bukan lawan yang mudah di lumpuhkan,ingat rencana kita.." gumam laki-laki yang berkuda di sebelah kanan,tampangnya seram dengan tindik besar di bibir bawahnya,rambutnya panjang riap-riapan,wajahnya terlihat bengis dengan sebuah codet memanjang di muka nya," Kakang Liwa..kau benar,aku sudah bersiap kalau memang dia tak mau di ajak kerja sama.." jawab laki-laki bertubuh sedang di sebelah kiri,kuping kanan nya terlihat sumplung,rambutnya pendek dan memakai ikat kepala hitam. Tak lama keduanya sudah sampai di hadapan Hantu Seribu Nafsu yang masih duduk bersemedi di atas sebuah batu di depan pondok," Salam untuk rekan satu golongan,yang terhebat Hantu Seribu Nafsu.." tegur Liwa sambil sedikit membungkuk ke arah Hantu Seribu Nafsu,tak lama sosok yang duduk di atas batu terlihat membuka matanya,dengan pandangan tajam menatap dua orang tamu di depannya," Dua Raja Tarung,apa yang membuat kalian menyambangi kediamanku,bisa kah kalian menjelaskan..?" jawab Hantu Seribu Nafsu singkat,kedua orang tamu yang di kenal dengan gelar Dua Raja Tarung kembali tersenyum,setelah sejenak saling pandang," Kami menemui mu,dengan maksud meminjam Kitab Pusaka Dasar Samundra...",Hantu Seribu Nafsu tertawa keras,Dua Raja Tarung saling pandang," Sejak kapan aku mempunyai Kitab Pusaka Dasar Samudra,berita yang tersiar sangat lucu terdengar..ha..ha..!!" ucapnya sambil tertawa," Kami sudah cukup lama tau,kau dahulu adalah sahabat dekat dan orang kepercayaan Malaikat Katai,sudah barang tentu kau tau di mana Malaikat Katai menyimpan Kitab itu..!",Seru Lawunggeni pada Hantu Seribu Nafsu,Hantu Seribu Nafsu menatap dengan pandangan tajam," Sebaiknya kalian lekas angkat kaki dari sini,aku tak memiliki Kitab yang kalian cari..!",jawabnya ketus,Dua Raja Tarung tertawa keras," Ha..ha..kami sudah meminta dengan baik,kalau kau tak mau memberikan pada kami,kau akan membawa kitab itu sampai ke neraka..!!"," Bagus..kalian punya nyali untuk membuat perkara dengan ku..!!" Bentak Hantu Seribu Nafsu,kemudian segera melompat ketengah dataran cukup luas tak jauh dari pondok,Dua Raja Tarung segera mengejar dan langsung mengurung di dua arah," Kami tau kau sedang terluka parah karena habis bertarung dengan Raja Iblis Merah,kau akan mati kalau kau nekat melawan kami berdua..!!"," Ha..ha..Hantu Seribu Nafsu tak akan mundur di keroyok seratus orang manusia seperti kalian,tunggu apa lagi,maju lah..!!" tantang Hantu Seribu Nafsu. (3) Berjarak cukup jauh dari pondok Hantu Seribu Nafsu,satu sosok merah berlari cepat,di belakangnya mengikuti dua orang sosok lain," Dewa Tangan Batu,sahabat Raja Buana Kelam kita harus bergerak lebih cepat,aku yakin Dua Raja Tarung sudah lebih dulu sampai di pondok jahanam itu.." Ucap Raja Iblis Merah sambil berlari,dua sosok di belakangnya cuma mengangguk,kemudian ketiganya bergerak lebih cepat,mereka berlari secepat angin ke arah tenggara aliran sungai,tak mereka sadari dua orang terlihat duduk di atas cabang pohon tinggi yang mereka lalui. " Keadaan sepertinya semakin kacau,makin banyak orang gila yang terlibat urusan ini.." Satu suara membuka percakapan,sosok tinggi besar di samping nya cuma mengangguk-angguk," Berita adiku memiliki Kitab Pusaka Dadar Samudra sudah tersebar luas,nyawanya benar-benar terancam.." Gumamnya cemas," Raja Iblis Merah,Dewa Tangan Batu dan Raja Buana Kelam bukan lawan enteng,belum lagi kalau Dua Raja Tarung ikut berada di pihak mereka.." sambung nya kemudian," Tak perlu semua risaukan kintan,aku rasa muridku dan cucu mu sudah berada di sekitar kediaman Hantu Seribu Nafsu,mereka tak akan tinggal diam..",Bidadari Seruling Rajawali kembali mengangguk," Umar..apa rencana kita dengan Sadewa dan cucu ku Nirmala akan berjalan..?"," Insya allah Kintan,semua akan berjalan baik,tak usah terlalu risau. Sebaiknya kita segera menyusul mereka,aku punya firasat akan terjadi sesuatu yang buruk..",Bidadari Seruling Rajawali cuma mengangguk kemudian berkelebat cepat ke arah tenggara,sosok yang tak lain Umar Ibnu Sabbir sesaat memandang pada sahabatnya yang sudah cukup jauh di depan," Semoga mimpiku cuma bunga tidur belaka.." gumamnya pelan,kemudian bergerak cepat menyusul. (4) Pertarungan Hantu Seribu Nafsu dan Dua Raja Tarung berlangsung sengit,jual beli pukulan dan tendangan berlangsung cepat,terlihat Dua Raja Tarung mencoba terus menguras tenaga lawan,keduanya bergerak menyerang lalu kemudian bergerak menjauh ketika di serang,serangan datang silih berganti,Hantu Seribu Nafsu terlihat sangat gusar,amarahnya kian memuncak,sambil melompat tampa menunggu lama dua tangan nya berkelebat melepaskan Pukulan Sembah Dewa Perang dan Pukulan Seribu Tabir Hantu sekaligus,dua gelombang angin dahsyat melabrak Dua Raja Tarung,dengan melompat ke samping,kedua nya segera balas menghantam,dua gelombang cahaya hijau menyebar berbentuk kipas raksasa menghantam pukulan Hantu Seribu Nafsu," Pukulan Kipas Badai..!!" Seru Hantu Seribu Nafsu,dentuman keras bergemuruh saat pukulan sakti beradu di udara,Hantu Seribu Nafsu meraung keras terlempar jauh kebelakang,tubuhnya menghantam tiang penyangga pondok nya hingga hancur berkeping-keping,Dua Raja Tarung cuma terdorong angin pukulan yang berada cukup jauh dari mereka. Hantu Seribu Nafsu menggembor marah,dengan langkah besar laki-laki kurus tinggi ini kembali berjalan ke arah Dua Raja Tarung berada," Kau akan mati sia-sia kalau melanjutkan pertarungan ini,kami tau kau mencoba menyembunyikan luka dalam mu dari kami..!" Ucap Raja Tarung yang bernama Liwa,sementara Lawunggeni cuma tertawa mengekeh mendengar ucapan kakak nya,raut muka Hantu Seribu Nafsu tampak mengelam,dua tangannya bergetar menahan amarah," Jangan kira walaupun harus mati,aku akan mundur menghadapi kalian berdua. Maju lah,kita lihat apa kalian bisa mengalahkan aku..!" Ucapnya keras di iringi tawa bergelak. Dengan melesat cepat kedepan Hantu Seribu Nafsu kembali lepaskan dua pukulan sekaligus,Dua Raja Tarung tampa pikir panjang segera akan lepaskan Pukulan Kipas Badai,namun sebelum dua pukulan nya melesat,tiga angin Pukulan melesat mendahului ke arah Hantu Seribu Nafsu dari arah samping,dentuman sangat keras mengguncang bergemuruh,tanah terasa bergetar di pijak,satu lubang besar menganga akibat benturan lima pukulan sakti," Mampus kau Hantu keparat..!!" Satu suara keras terdengar bersama berkelebatnya tiga sosok,Hantu Seribu Nafsu terlempar jauh kebelakang,tubuhnya berguling-guling jauh kebelakang,wajah nya terlihat berkelukuran,namun setelah cukup bisa menguasai keadaan kembali mencoba bangkit,namun kembali jatuh terkapar,dari mulut,lubang hidung dan telinga nya terlihat darah mengucur. Tempat itu sudah ramai oleh gelak tawa lima orang yang berdiri di depan Hantu Seribu Nafsu," Kalian manusia-manusia kotor,rupanya kalian berserikat untuk merebut Kitab Pusaka Dasar Samudra..!",tak jauh dari Hantu Seribu Nafsu telah berdiri mengurung,Raja Iblis Merah,Dewa Tangan Batu,Raja Buana Kelam dan tentunya Dua Raja Tarung. " Ha..ha..Hantu keparat,kau yang serakah tak mau berbagi,Kitab itu tak berjodoh dengan mu,kami berlima telah sepakat untuk berbagi apa yang tercantum dalam Kitab pusaka itu.." jawab Raja Iblis Merah," Kau kira bisa mempelajari isi nya seorang diri,kau akan mati konyol sebelum dapat menguasai pukulan sakti warisan Ratu Samudra.." Dewa Tangan Batu menambahkan,Hantu Seribu Nafsu nampak menoleh ke arah kakek tua tapi memiliki tubuh tinggi besar penuh otot,kedua lengannya tampak jauh lebih besar dari ukuran tangan biasa,dan tentunya terlihat seperti sebuah batu hitam berkilat," Serahkan saja Kitab Pusaka itu pada kami,dan kami akan membuat mu mati seperti bayi tertidur.." sambung sosok kakek tua berpakaian kuning,berjanggut panjang,dan bermata sipit. " Raja Buana Kelam..aku tak takut kalian semua,maju lah semua sekaligus,buktikan kalian mampu merebut Kitab Pusaka itu dari tangan ku..!!"." Tahan..semua..!!". (5) Satu suara perempuan terdengar keras berseru,tak lama berkelebat empat bayangan ke tengah dataran luas,tak lama di depan lima orang pengeroyok Hantu Seribu Nafsu sudah berdiri Bidadari Seruling Rajawali,Umar Ibnu Sabbir,Sadewa dan Nirmala. Hantu Seribu Nafsu terkejut menatap ke arah ke empat orang yang baru sampai," Kalian tak akan mendapatkan Kitab Pusaka Dasar Samudra,Kitab itu tidak berada padanya.." Ucap Umar Ibnu Sabbir," Kau cuma orang asing di sini,jangan ikut campur,aku tak segan membunuh mu kalau kau berani macam-macam..!! Seru Raja Iblis Merah pada Umar Ibnu Sabbir," Kau Bidadari Seruling Rajawali...aku tau,kau pasti akan berusaha melindungi adik sesat mu ini,aku akan habisi kalian berdua sekaligus..!!" lanjutnya pada Nenek tua berpakain serba putih," he..he..Aku sudah tua,aku rasa kematian ku cuma menunggu waktu,aku justru khawatir kau dan para begundal mu yang lebih dulu minggat ke Neraka..",jawabnya sambil tertawa mengekeh,kemudian melangkah ke arah Hantu Seribu Nafsu," Gandamayit adiku,luka mu sangat parah,menjauhlah..." ucapnya lembut,Hantu Seribu Nafsu berusaha berdiri,dengan masih terlihat sempoyongan," Aku belum kalah,kalian semua akan ku bunuh saat ini juga..!!" Gembornya pada Raja Iblis Merah dan rekan-rekannya. " Bersembunyilah di balik ketiak saudari mu Hantu keparat...!!,aku tak akan segan membunuh kalian berdua sekaligus..!!" Seru Raja Iblis Merah sambil melompat lepaskan Pukulan Tapak Mega Merah,dari telapak tangan Raja Iblis Merah melesat cepat gelombang cahaya merah beserta angin sangat panas,dari samping Hantu Seribu Nafsu Sadewa melompat cepat menghantamkan tangan kanannya melepas Pukulan Deru Angin Gurun,angin sangat keras berputar cepat menghantam ke arah Pukulan Raja Iblis Merah,dentuman keras bergemuruh,Sadewa tampak berdiri dengan sempoyongan,Raja Iblis Merah tampak terdorong mundur tiga langkah," Satria Perisai Dewa...bagus kau sudah membuat perkara dengan ku,kau akan segera mampus anak muda..!!" Serunya sambil lepaskan Pukulan Cakrawala Merah,gelombang cahaya merah sebesar batang kelapa melesat cepat kedepan,Sadewa segera melesat cepat sambil ayunkan tangan kirinya melepas Pukulan Tameng Sakti Dewa Langit,Perisai Dewa melesat sangat cepat di sertai desingan keras,Cahaya biru terang menghantam cepat kedepan,dentuman keras bergemuruh dahsyat. Umar Ibnu Sabbir tampak sangat takjub melihat bagaimana Sadewa memainkan jurus Langkah Dewa Angin dengan Perisai Dewa yang terus berputar cepat membenteng Sadewa dari pukulan sakti lawan,dari samping kembali melesat satu gelombang angin pukulan di sertai Cahaya hijau membentuk sebuah kipas Raksasa," Pukulan Kipas Badai..!,awas Sadewa..!!" Seru Bidadari Seruling Rajawali,Sadewa tampak tenang,sambil berputar Perisai Dewa kembali melesat cepat membentengi Sadewa,dengan satu gerakan cepat Sadewa hantamkan tangan kanan kirinya melepas Pukulan Sinar Lentera Dewa,gelombang cahaya biru sangat terang kembali membuncah cepat kedepan,kembali dentuman keras bergemuruh,Sadewa terdorong kebelakang,kedua tangannya terasa ngilu dan nampak bengkak membiru,Raja Iblis Merah terlihat pucat,kakinya menjejak tanah sampai sebatas mata kaki,dari kepalanya terlihat asap tipis," Tenaga dalam pemuda ini sangat tinggi,aku harus segera menyudahi nya.." gumamnya dalam hati,sambil menoleh pada ke empat rekannya," Kenapa cuma diam,cepat pilih lawan masing-masing,makin cepat urusan ini beres makin baik.." ujarnya kemudian,tampak Dua Raja Tarung,Dewa Tangan Batu dan Raja Buana Kelam segera melompat kedepan. (6) " Nirmala..menjauh lah,jangan bergerak apapun yang terjadi..",Nirmala terlihat ingin bicara," Gadis baik mundurlah,turuti apa kata nenek guru mu.." Ucap Umar Ibnu Sabbir sambil tersenyum. Di tengah dataran luas tampak Bidadari Seruling Rajawali berhadapan dengan Dewa Tangan Batu,Sadewa berhadapan dengan Raja Iblis Merah di bantu Raja Buana Kelam,Umar Ibnu Sabbir menghadapi Dua Raja Tarung. " Orang asing,sekian puluh tahun menghilang,sepertinya kau cuma mengantarkan nyawa busuk mu,kembali ke dunia persilatan..!!" Ucap Raja Tarung Liwa,Raja Tarung Lawunggeni cuma tersenyum mengejek ke arah Umar Ibnu Sabbir yang tampak tenang sambil memegang tasbih berwarna hijau terang," Sepertinya keserakahan sudah menjadi sifat kalian,apa yang kalian minta bukan hak kalian.." Ucapnya lembut," Kurang ajar,berani kau mengajari Dua Raja Tarung,terima kematian mu..!!" Ucap Raja Tarung Liwa sambil melompat lepaskan Pukulan Kipas Badai,dari samping Raja Tarung Lawunggeni juga lepaskan pukulan yang sama,dua gelombang cahaya hijau membentuk kipas raksasa melesat cepat ke arah sosok Umar Ibnu Sabbir,dengan gerakan berputar Umar Ibnu Sabbir hantamkan dua tangan kanan nya kedepan,dua gelombang cahaya biru terang bergerak sangat cepat menghantam pukulan lawan," Memang luar biasa,Pukulan Sinar Lentera Dewa memang sangat dahsyat..!!" Seru Hantu Seribu Nafsu yang masih terduduk lemas,dentuman keras bergemuruh,Dua Raja Tarung terlempar jauh kebelakang,keduanya tersungkur begitu menyentuh tanah,keduanya semburkan darah segar dari mulut,sambil berdiri sempoyongan,keduanya sejenak saling pandang,kemudian kembali bersiap lepaskan pukulan,kedua nya terlihat saling mendekat,kemudian rapatkan tangan satu sama lain,setelah menghimpun tenaga dalam,dengan teriakan keras membahana kedua tangan kanan kiri mereka lepaskan pukulan sakti," Pukulan Kipas Sakti Dewa Badai..!!" Seru Hantu Seribu Nafsu,sebuah cahaya hijau sangat terang bergerak cepat menghantam ke arah Umar Ibnu Sabbir yang tetap terlihat tenang,sambil mundur dua langkah,Umar Ibnu Sabbir buka mulut nya dengan lebar,dari dalam mulutnya keluar semburan cahaya biru terang sangat panjang mengejar cepat pukulan lawan," Astaga..itu Pukulan Semburan Nafas Raja Dewa,apa aku tak salah lihat,pukulan ini benar-benar ada..!!" Hantu Seribu Nafsu kembali berseru keras,Dua Raja Tarung terlihat sangat terkejut,dentuman keras terdengar memekakan telinga,cahaya biru terang dari mulut Umar ibnu sabbir berhasil menyapu pukulan Dua Raja Tarung,dan terus memburu kedua lawan,sambil mencoba melompat mundur namun terlambat,raungan kematian mereka terdengar menggidikan,tubuh keduanya terangkat tinggi seolah terikat puluhan jaring cahaya biru terang,dari mata,hidung,dan mulutnya mereka terlihat keluar asap hitam bergulung-gulung,tak lama tubuh mereka jatuh ke bumi menjadi abu hitam. Pertarungan Bidadari Seruling Rajawali dan Dewa Tangan Batu terlihat seru,keduanya sudah sampai di titik tertinggi,adu pukulan sakti sudah berlangsung,Dewa Tangan Batu lepaskan Pukulan Batu Neraka ke arah Bidadari Seruling Rajawali yang balas menghantamkan kedepan Seruling Putih di tangannya," Pukulan Rajawali Mengamuk mu tak akan sanggup menahan pukulan ku Nenek peot..!!",terdengar dentuman bergemuruh di sertai bunyi berderak keras,Seruling Putih Tulang Rajawali di tangan Nenek kintan terlepas dan terlempar jauh,Dewa Tangan Batu terlihat gusar melihat bagaimana tangan batu nya terlihat gompal di beberapa bagian,setelah sejenak menatap tajam pada lawannya,Dewa Tangan Batu kembali melompat ke arah Bidadari Seruling Rajawali yang masih berdiri sempoyongan,melihat lawan kembali menyerang cepat,sambil melompat Nenek tua berpakaian serba putih hantamkan tangan kanannya lepaskan Pukulan Paruh Rajawali Putih,sebuah hantaman tangan lurus kebawah di sertai cahaya putih panas menggebrak dari atas menghujam ke bawah,Dewa Tangan Batu terlihat kaget,kemudian dengan berputar cepat hantamkan tangan batunya ke atas," Pukulan Sepasang Tiang Batu..!!" teriak Umar Ibnu Sabbir yang tampak cemas,dentuman keras bergemuruh saat dua pukulan beradu di udara,bunga api menyebar ke sekitar dataran luas dengan di sertai angin kencang,Bidadari Seruling Rajawali terdorong jauh kebelakang,dengan gerakan berguling ke arah Seruling Putih Tulang Rajawali yang berada tak jauh dari tempat nya,begitu seruling di tangan,dengan gerakan sangat cepat segera melompat cepat ke arah Dewa Tangan Batu yang masih mencoba menguasai keadaan,tampa menyadari serangan cepat lawan,tak sempat menghindar,Seruling Putih Tulang Rajawali menghantam kepalanya dengan keras,tubuh Dewa Tangan Batu terhempas ke bawah dengan kepala pecah. Bersambung


__ADS_2