
...(1) Siang itu di pecah kan oleh sebuah teriakan keras di dalam sebuah hutan," Bocah setan..!,berani kau menghabiskan makanan ku..!!"," Maaf eyang,ku kira semua memang kau sisa kan untuk ku..!",dua orang tampak berkelahi,seorang nenek tua dengan tongkat kayu berwarna putih menyerang seorang pemuda berambut panjang memakai celana pangsi hitam dan berompi putih. Pertarungan berjalan sengit,pemuda berompi putih pontang-panting menghindar dari serangan tongkat putih di tangan kanan si nenek tua," Ayo balas serangan ku bocah setan,kenapa cuma melompat-lompat seperti monyet di kejar pentungan..!!"," Ampun eyang,aku tak mau kualat dengan membalas serangan mu,nanti anu ku hilang seperti sumpahmu pada ku..",jawab si pemuda,si nenek tampak lebih ganas melancarkan serangan sambil tertawa-tawa," Memang ku sumpahi kau tak punya anu kalau berani durhaka pada ku,tapi ini urusan lain,aku mau lihat apa kau bisa mengambil tongkat di tanganku,gunakan jurus Kijang Kencana mu bocah setan..!!",tampa tunggu waktu pemuda berompi putih segera ubah langkah kaki nya dalam menghadapi serangan selanjutnya,terlihat gerakannya cepat,beradunya tangan dan tongkat putih mengeluarkan dentuman-dentuman keras,pada satu kesempatan,dengan menyusup cepat di antara derasnya serangan tongkat,si pemuda dengan cepat tangkap pergelangan tangan si nenek,kemudian mendorong cepat sambil memutar tubuhnya,si nenek terkejut,sambil tarik tangannya,si nenek tua kirimkan tendangan cepat," Kena kau eyang..ha..ha..!",si pemuda segera dengan cepat tangkap celana si nenek kemudian menariknya dengan kuat,"Ha..ha..Murid kurang ajar,kau bukannya durhaka lagi pada guru mu,tapi kau membuat monyet betina itu kehilangan harga diri di hadapan sahabatnya..!!,Satu suara di iringi tawa bergelak terdengar,si nenek yang berdiri tampa mengenakan celana tunggang langgang berlari ke belakang sebuah pohon besar," Bocah kurang ajar,lemparkan celana ku..!!",Si pemuda yang bengong sambil memegang celana hitam milih nenek tua tampak bingung,kemudian lemparkan celana hitam ke arah pohon besar,cuma karena lemparannya terlalu kuat,celana tersangkut di dahan pohon yang cukup tinggi," Setan..!,kau coba mempermainkan aku..!!", kemudian si nenek berusaha memanjat dahan pohon di iringi gelak tawa pemuda dan orang yang baru sampai. " Setan,ku suruh kau merebut tongkat ku,bukan menarik celana ku..!!",si pemuda terlihat sedikit menjauh takut kena pentungan tongkat," Kunti Ambar,muridmu tidak salah,kau yang telat menghindar..ha..ha..akibatnya lagi-lagi aku ketiban sial melihat kue apam basi mu.."," Sawunggeni keparat,mau apa kau mencampuri urusan ku dan muridku..!!" Semprot si nenek tua sambil melotot,kemudian menyumpah-nyumpah panjang pendek, lagi-lagi kakek tua berpakaian hitam tertawa terkekeh," Mendekat kemari Surolana,lima belas tahun tak bertemu,kau sudah jadi pemuda luar biasa saat ini.." Ucap nya memanggil pemuda yang berdiri agak jauh darinya,si pemuda tampak sejenak menoleh pada gurunya,kemudian segera mendekat ke arah kakek tua," Siapakah kakek tua ini,apa sebelumnya kita pernah bertemu..?"," Setan tua itu dulu yang membawamu ke sini,dasar orang tua sinting,di sangka nya tempat ku tempat menitipkan anak apa..!!" Si nenek memotong ucapan pemuda bernama Surolana bersungut-sungut," Ha..ha..betul ucapan guru mu,aku yang dulu membawa mu waktu masih berumur lima tahun ke Hutan ini,aku yang menitipkan mu pada guru mu.."," Alhamdulillah,,,tindakanku membawamu kesini adalah sesuatu yng benar..",sambungnya kemudian sambil tersenyum. " Orang tua geblek ini yang bergelar Tabib Jari Petir,padahal Anu nya yang seperti petir,menyambar ke sana-sini..!" Ucap si nenek sambil terkekeh-kekeh sendiri,si kakek yang ternyata Tabib Jari Petir ikut tertawa-tawa," Kunti,,,pantas dunia persilatan memberi mu gelar Dewi Gila Maut,cocok dengan kepribadianmu yang sudah tua tapi masih ugala-ugalan..he..he.."," Tutup mulutmu kambing tua,mau ku sumpal mulut mu dengan tongkat ku..!!",Si pemuda tampak tersenyum geli melihat kedua orang tua di depannya. (2)" Kenapa kau begitu takut membalas serangan guru mu..?",si pemuda sejenak menoleh ke arah si nenek tua yang masih cengar-cengir sendiri," Eyang selalu menyumpahi aku dengan sumpah yang sama sejak aku kecil,aku takut anu ku hilang.." jawabnya polos sambil menutupi bagian depan bawah perutnya," Eyang selalu bilang," nanti kalau hilang,ku ganti anu mu dengan pohon pisang",mana aku mau bawa-bawa pohon pisang dalam celanaku..",tempat itu pecah dengan tawa bergelak,dua kakek nenek tertawa sampai keluar air mata. " Apa yang membawa mu ke tempat ini sawung..?",Tabib Jari Petir mengangguk-angguk," Cuma kau yang selalu memanggil nama kecil ku,apa kau selama ini baik-baik saja kunti..?"," Seperti yang kau lihat,aku bersama bocah edan ini dalam keadaan baik.." jawabnya sambil kembali tersenyum geli," Apa kalian sepasang kekasih..?" tiba-tiba Surolana menyela ucapan gurunya," Diam Kau Bocah setan,mau ku tampar mulut mu..!!,semprot si nenek Kunti,si pemuda cuma tersenyum," Aku dan guru mu adalah saudara seperguruan,cuma guru kami tak adil,aku di suruhnya jadi dukun,guru mu jadi pendekar wanita pilih tanding.." Jawab Tabib Jari Petir menerangkan sambil tersenyum. " Kunti,,sepertinya dunia persilatan membutuh kan mu,sudah saatnya kau keluar dari keterasingan ini,musuh mu Si Malaikat Katai kembali membangun sebuah serikat untuk menghancurkan pendekar golongan putih,tak lama lagi menurut terawangan sahabat kita Ki Ranapati,tanah jawa akan banjir darah..",Nenek tua bernama Kunti Ambar bergelar Dewi Gila Maut tampak terkejut," Sudah ku sangka,keparat itu masih hidup,aku dan Sabda Langit pernah mengalahkannya,ternyata dia masih hidup setelah terjatuh kedalam jurang Tepian Langit.." Gumam nya pelan," Ada satu hal lagi kunti,saat ini dunia persilatan di gegerkan dengan munculnya seorang pendekar muda bergelar Satria Perisai Dewa..",Kunti Ambar kembali terkejut luar biasa," Apa katamu,Satria Perisai Dewa..?",Tabib Jari Petir mengangguk," Kau harus menjalankan janjimu pada guru,kau harus mewariskan Datuk Rajo Hitam padanya,sesaat semua diam,Surolana menyimak dengan seksama ucapan kedua orang tua di depannya," Lima puluh tahun aku tak pernah memanggil Mahluk gaib maha dahsyat itu.."," Apa aku masih bisa memanggil nya keluar dari pertapaan gaibnya..?" Nenek Kunti berpikir sejenak," Kau harus mencoba Kunti.." Ujar Tabib Jari Petir kemudian,nenek Kunti menoleh ke arah Surolana,pemuda itu cuma menatap gurunya sambil tersenyum,kemudian nenek Kunti memandang Tabib Jari Petir yang kemudian mengangguk ke arah nya. Nenek Kunti Ambar duduk di atas sebuah kain putih,kemudian membaca mantra pemanggil cukup lama," Datuk Rajo Hitam,sesuai sumpahmu pada leluhur,Satria Perisai Dewa tuan mu sudah muncul,saatnya kau kembali ke alam dunia..", ucapnya dengan suara pelan,kemudian suasana menjadi hening,semua diam membisu,angin di luar pondok tampak terdengar menderu,tak lama kemudian semua di kejutkan dengan suara auman yang sangat dahsyat,pondok kayu bergetar hebat,Surolana dan Tabib Jari Petir tersurut mundur,tak lama tempat itu di tutupi kabut asap tipis,suasana menjadi sangat dingin,perlahan dari balik kabut asap tampak keluar berlahan seekor Harimau berbulu belang hitam luar biasa besarnya,mata nya berwarna biru pekat,taring panjang di kedua sisi mulutnya,dengan sorot mata sangat tajam menatap ketiga orang yang terlihat menggigil ketakutan," Binatang apa ini,bentuknya Harimau,badanya sebesar gajah,cuma kenapa belangnya terlihat berbeda..?",Gumam Tabib Jari Petir dengan tubuh menggigil,nenek Kunti tampak sudah terkencing-kencing ketakutan,kemudian menoleh ke arah Surolana muridnya," Aku tak mau kau wariskan binatang ini nek,aku biasa ngangon kambing,bukan ngangon harimau,bisa-bisa aku yang di geragotnya..!" Seru Surolana seakan paham maksud gurunya,dalam takut nya Tabib Jari Petir dan Nenek Kunti Ambar tertawa bergelak. " Datuk Rajo Hitam,apakah kau selama ini dalam keadaan baik.." Ucap Nenek Kunti pada Harimau hitam luar biasa besarnya,Harimau hitam menggereng halus,kemudian melangkah mendekat ke arah nenek Kunti,setelah saling tatap dalam jarak dekat,kemudian menjilati tangan si nenek yang membelai kuduk nya. (3) Perguruan Harimau Putih hari itu mulai ramai dengan banyak kegiatan,orang-orang terlihat sibuk," Semua sudah siap kakang,besok adalah hari bersejarah untuk perguruan ini,semoga kakek guru bisa hadir..",Ucap seorang bertubuh besar,berpakain putih memakai ikat kepala putih. Sambil memandang jauh kedepan,seorang tua bertubuh sedang,dengan kumis dan janggut putih panjang di bawah dagunya," Adik Maranggi,kita bersyukur semua berjalan baik, semoga esok kita bisa jadi tuan rumah yang baik untuk rekan satu golongan.."." Dewa Hati suci,Pendekar Harimau Besi,kalian tak akan bisa menunggu hari esok,aku akan menghancurkan perguruan Harimau Putih..!!",Satu suara keras bergema di iringi berkelebatnya sesosok bayangan,tak lama di hadapan kakek berjanggut putih yang bergelar Dewa Hati Suci dan adiknya Harimau Besi telah berdiri satu sosok bertubuh kurus hitam,yang mengeluarkan bau yang sangat busuk," Mahluk Alam Kubur,,apa keperluan mu kemari..!!",bentak Harimau Besi yang memang terkenal berangasan," Ha..ha..aku datang untuk membunuh orang tua pikun di sebelah mu,dia telah membunuh istri dan anak ku tiga puluh tahun lalu,dan menguburku dalam Makan Tampa Tuan sekian lama..!!",Dewa Hati Suci tampak tenang,kemudian menoleh ke arah adiknya," Ini urusan ku,tetap lah berdiri di tempatmu,jangan ikut campur.." ucapnya lembut sambil menepuk pundak adiknya yang tampak makin marah. Kemudian dengan satu lompatan ringan,Dewa Hati Putih sudah berdiri di hadapan Mahluk Alam Kubur," Pelajaran yang ku berikan dulu,tampaknya tak membuatmu jera,sosok bertubuh busuk tampak sangat marah,tubuhnya bergetar,setelah menggembor marah,dengan cepat Mahluk Alam Kubur melompat ke arah Dewa Hati Suci,pertarungan dahsyat terjadi di halaman yang luas,para anak murid tampak memenuhi tempat pertarungan dalam jarak yang cukup jauh,kedua pendekar tampak seperti dua bayangan yang bergerak sangat cepat,saling tukar pukulan dan tendangan berlangsung cepat,dalam satu kesempatan Mahluk Alam Kubur hantam kan dua tangannya ke depan,dua gelombang angin panas melesat bersama menghamparnya bau sangat busuk," Pukulan Tangan Mayat,sepertinya mahluk ini makin dapat menyempurnakan pukulan maut ini" gumam Dewa Hati Suci,sambil melompat tinggi,jago tua ini hantam kan dua tangan kedepan,satu lingkaran cahaya putih terang,hawa sangat dingin melesat cepat menghantam pukulan musuh," Pukulan Angin Salju Putih..!!" Gembor Mahluk Alam Kubur sambil melompat jauh ke samping,dentuman dahsyat bergemuruh,area sekitar Perguruan Harimau Putih bergetar,tiang-tiang besar penyangga bangunan besar berderak. Dewa Hati Suci berdiri tegak di tengah halaman tampa kurang satu apapun,Mahluk Alam Kubur menatap garang,kemudian kembali lepaskan Pukulan Dinding Kubur Runtuh,sebuah Gelombang sinar hitam bergerak cepat ke arah Dewa Hati Suci,dengan bergerak mundur selangkah,kakek tua berjanggut putih kembali hantamkan kedua tangannya kedepan,dari kedua telapak tangannya melesat cepat sinar putih yang makin melebar menghantam pukulan Dinding Kubur Runtuh," Celaka...keparat ini sudah menguasai pukulan Rajaman Dewa Kematian..!!",seru Mahluk Alam Kubur,dentuman keras kembali terdengar bergemuruh,kilatan-kilatan cahaya putih pecah di udara membakar pohon sekitar halaman,Mahluk Alam Kubur menjerit keras,tubuhnya terdorong jauh ke belakang,kini sosok berbau busuk ini berdiri dengan sebagian tubuh hitam melepuh sangat mengerikan,Dewa Hati Suci terlempar tinggi,namun masih bisa mendarat dengan dua kaki,wajahnya pucat pasi,lengan baju putihnya nampak hangus menjadi bubuk hitam. Setelah memandang tajam ke arah Dewa Hati Suci,tampa mengeluarkan kata-kata,Mahluk Alam Kubur melesat cepat ke arah timur,Pendekar Harimau Besi tampak berusaha mengejar," Adik...biarkan dia pergi,urusan kita di sini lebih penting..!",seru Dewa Hati Suci. (4) Sadewa dan Ratna Ayu berlari laksana angin,mereka melompat-lompat dengan cepat dari satu pohon ke pohon lain,di kejauhan terlihat satu bangunan di atas sebuah tebing,cuaca mulai gelap,mendung tampak melingkupi sekitar tepian hutan," Ayu kita harus lebih cepat,sebentar lagi sepertinya akan hujan..", Ucap Sadewa,gadis cantik berpakaian warna biru tampak mengangguk," Tak lama lagi kita akan segera sampai,di tebing bukit itu Perguruan Harimau Putih berada.." ucap Ratna Ayu kemudian sambil berlari ke arah bukit,namun belum jauh mereka meneruskan berlari,tampak di kejauhan beberapa bayangan berkelebat cepat ke arah bangunan besar di atas tebing," Sepertinya tamu yang akan menghadiri pertemuan ini cukup banyak,lihat jauh kedepan Sadewa..!",Seru Ratna Ayu sambil menunjuk kedepan,dari atas batu tinggi Sadewa dan Ratna Ayu memperhatikan bangunan yang sudah tak berapa jauh,di jalan arah ke bangunan,beberapa ekor kuda berlari kencang,tampak juga sebuah gerobak besar di tarik seekor lembu besar berjalan tertatih ke arah bangunan besar," Sepertinya aku tau siapa orang yang datang dengan gerobak besar itu..",Ucap Sadewa sambil tersenyum,Ratna Ayu menoleh ke arah pemuda di sampingnya,kemudian kembali melihat jauh ke arah bangunan besar. Di atas gerobak yang di tarik seekor lembu,"Kau lihat bangunan itu orang gendut..?,itu Perguruan Harimau Putih,tak lama lagi kita bisa istirahat sambil makan enak,bagaimana pendapatmu..?" satu suara terdengar merdu di bagian depan gerobak besar," Lembu ini sangat lamban,mungkin lusa kita akan sampai di sana,lebih baik kita berlari saja,segera turun dari hewan pemalas ini di sini.." Gerutu seseorang terdengar dari bagian belakang gerobak,dua orang di bagian depan menoleh cepat kebelakang,terlihat seorang tua kurus memakai caping bambu dan seorang berdandan seperti wanita duduk di bagian depan," Gembul Edan..usul mu baik juga,aku pun sudah mulai gemas melihat lembu ini,kotorannya berceceran keluar kalau di jalan mendaki begini,seperti mau tusuk lubang pantatnya dengan bambu panjang ini.",sosok gemuk di belakang terdengar tertawa keras," Sobatku banci kaleng,cepat turun,berikan upah pak tua ini.."ujar nya sambil melompat turun,di susul rekannya siapa lagi kalau bukan Juwita Maut," Orang tua ini upah gerobak mu,sepertinya kau kurus karena sering mencium kotoran sapi,hidungku seperti mau tanggal mencium bau bokong sapi mu..",orang tua bercaping tampak merengut mendengar ucapan Juwita Maut," Siapa suruh kau mencium bokong sapi ku..!",jawab nya ketus sambil merebut kepingan uang di tangan Juwita Maut,Gembul Edan tertawa keras mendengar ucapan orang tua bercaping," Bau ketiak kawan mu yang gendut itu lebih bau dari bokong sapi ku..!" Ucapnya sambil memutar arah gerobak meninggalkan mereka berdua,Gembul Edan dan Juwita Maut masih tertawa-tawa,kemudian segera melesat cepat ke arah bangunan di atas tebing,keduanya berlari cepat sambil terus tertawa. Tak lama kemudian dua sosok tubuh melompat turun dari dahan tinggi di sebuah pohon,," Sahabat Tiang Langit apa kau mengenal dua orang sosok tadi..?",tanya Golok Setan yang duduk di samping Si Tiang langit," Sepertinya aku pernah mendengar dua tokoh hebat yang memiliki keanehan seperti mereka..", jawabnya sambil menatap jauh ke arah yang di tuju Gembul Edan dan Juwita Maut,sepertinya mereka ke arah bangunan besar di tebing tinggi itu,lebih baik kita segera menyusul,kemudian Si Tiang Langit dan Golok Setan segera berlari cepat ke arah bukit. (5) Hujan turun cukup deras,tak lama setelah hujan reda,tampak pelangi sangat indah menghias langit,di dalam bangunan besar mulai tampak keramaian,beberapa orang tokoh rimba persilatan tampak sudah duduk di hadapan sebuah meja yang sangat besar,di atas meja tampak sejumlah makanan lezat tersaji,sedangkan puluhan murid Perguruan Harimau Putih dan beberapa orang berpakaian prajurit Mataram berdiri mengelilingi. Di ujung meja besar,tampak dua orang tuan rumah,Dewa Hati Suci dan Pendekar Harimau Besi duduk berdampingan,di sebelah kanan tampak berjejer Ki Ranapati,Gembul Edan dan Juwita Maut,masih ada beberapa kursi kosong yang berjejer di samping kiri mereka,di sebelah kiri Dewa Hati Baja tampak duduk pendekar yang bergelar Si Ruyung Kembar,Senopati Kebo Amuk,seorang bertubuh luar biasa besar berjelar Si Gajah Tarung,juga terlihat dua orang wanita yang tak lain Nirmala dan Dewi Tangan Seribu, dan banyak yang lain. Tak lama kemudian tampak di kejauhan dua sosok berlari cepat menuju bangunan besar,seluruh tamu undangan tampak berdiri," Satu kehormatan kami menyambut dua tokoh hebat dari negeri seberang,selamat datang sahabat Tiang Langit dan Golok Setan,silahkan duduk.." Dewa Hati Putih tampak ramah menyambut tamu yang baru datang," Salam hormat ku pada semua sahabat yang telah lebih dahulu hadir di sini..", Si Tiang Langit dan Golok Setan membungkuk hormat pada semua yang hadir,tak lama kemudian kembali tiga sosok datang,tiba-tiba satu gelak tawa membahana di area Perguruan Harimau Putih," Ha..ha..ternyata sekarang hari berkumpulnya para orang gila dan kurang kerjaan di Perguruan ini.." tak lama kemudian tiga sosok sudah berdiri depan halaman tempat pertemuan,tampak seorang pemuda bercelana hitam berompi putih dengan rambut panjang berdiri di samping seorang kakek tua berpakaian hitam dan seorang nenek tua berpakaian hitam dengan rambut putih di sanggul rapi yang tampak cengar-cengir sejenak,kemudian terdengar tawanya bergelak sambil menunjuk pada Gembul Edan," Kerbau buntak bau ketiak itu ternyata masih hidup..ha..ha..!!",kemudian terdengar tawa lainya dari sebelah ujung meja besar," Ha..ha.. bagaimana kabar mu nenek bau kemenyan,Dewi Gila Maut ku lihat kau semakin terlihat muda.." ucap Gembul Edan di sambut tawa Juwita Maut,sedangkan yang lain terlihat tersenyum. " Selamat datang sahabat Dewi Gila Maut,sahabat kental ku Tabib Jari Petir,dan pemuda hebat yang belum ku kenal.." Sambut Dewa Hati Suci sambil tersenyum lebar," Pemuda ini murid nenek gila ini,namanya Surolana.." jawab Tabib Jari Petir sambil tersenyum ke arah pemuda yang tampak senyum-senyum ke arah Nirmala,gadis baju hijau itu tampak menatap pemuda tampan itu sesaat,kemudian mengalihkan pandangan ke arah Dewi Gila Maut,Dewi Tangan Seribu di sebelahnya tampak tersenyum geli melihat tingkah laku pemuda di depannya," Walaupun terlihat konyol,sepertinya pemuda itu anak baik.." bisik nya pada Nirmala,muka gadis itu terlihat merona merah," Apa maksud bibi..?",Dewi Tangan Seribu cuma tertawa kecil. (6) " Aku Senopati Kebo Amuk menghaturkan salam hormat pada Tabib Jari Petir dan rekan-rekan yang lain,aku datang sebagai utusan kerajaan Mataram. Aku di beri kewenangan tuan rumah,Dewa Hati Suci dan kakang Harimau Besi untuk membuka pertemuan ini.."," Kita semua sudah mendengar rencana berdirinya Partai Tengkorak yang di pelopori Malaikat Katai dan murid-muridnya,sebenarnya masih ada kehadiran seseorang yang masih kita tunggu,tapi biarlah kita tunggu sambil membuka perbincangan.." Senopati Kebo Amuk memberikan sambutan. Di saat perbincangan sedang hangat tiba-tiba," Ha..ha..Siapa yang mencoba menghalangi berdirinya Partai Tengkorak akan binasa..!! Suara gelak tawa yang sangat keras membahana,para murid dan prajurit kerajaan yang berkepandaian rendah tampak berteriak kesakitan,telinga beberapa dari mereka terlihat mengeluarkan darah. Tak lama di halaman sudah berdiri empat sosok yang sangat luar biasa,di ujung sebelah kanan berdiri sesosok tubuh Raksasa berbulu hitam lebat,taring besar berwarna merah nampak keluar dari tepi bibir tebalnya,matanya besar berwarna merah," Mahluk Jin Hutan Kelam..!" terdengar sebuah seruan,di sebelah tengah tampak berdiri dua sosok Iblis Bungkuk Berantai,dan seorang berpakaian seorang pendeta Budha,bermata hitam,memakai kalung tasbih besar berwarna kuning," Pendeta Terkutuk,mahluk luar biasa jahat..",di ujung sebelah kiri berdiri seorang nenek tua berpakaian merah,muka nya tertutup bedak tebal dan gincu merah,mata nya terlihat juling dan selalu berputar melihat sekeliling,tak lama terdengar gelak tawa seorang nenek di ujung meja besar," Durgalani..Iblis Betina Penghisap Raga,sepertinya kau belum dapat dukun yang bisa mengobati mata juling mu..Ha..ha..!!",mendengar seseorang menyebut nama nya,Iblis Betina Penghisap Raga segera menoleh ke arah Dewi Gila Maut," Kau akan segera mati Kunti Ambar,puaskan tawa mu..!!" Ucapnya kemudian. Dewa Hati Suci tampak berjalan ke arah halaman," Apa maksud kalian datang ke pertemuan ini,sepertinya kalian tamu tak di undang di sini.."," Aku datang untuk membunuh kalian yang bermaksud menghalangi rencana sahabatku Malaikat Katai untuk mendirikan Partai Tengkorak..!!",jawab Mahluk besar hitam," Mahluk Jin Hutan Kelam,,,sepertinya kau di utus Malaikat Katai untuk merusak acara ini..?"," Ha..ha..Dewa Hati Suci,kau minta mampus jika berani menghalangi jalan kami..!!" jawab Iblis Bungkuk Berantai keras," Sangat malang nasib ku,datang dari jauh tak di ajak orang berpesta.." satu suara terdengar,tak lama satu sosok tinggi kurus berpakaian putih sudah berdiri di samping Dewa Hati Suci dan Harimau Besi," Tiang Langit..!!" Seru Mahluk Hitam Besar,sejenak Mahluk Jin Hutan Kelam tampak menatap tajam sosok tinggi di samping Dewa Hati Suci," Segera selesaikan urusan ini kakang Iblis Bungkuk Berantai,aku tak punya banyak waktu.." Ucap sosok yang sejak tadi cuma diam sambil berkomat-kamit memejamkan mata," Jangan ragu Pendeta Terkutuk,sebentar lagi kita akan membantai mereka semua.." bisik Iblis Bungkuk Berantai. " Sekarang siapa di antara kalian yang minta mati duluan,atau kalian mau maju sekaligus..!!" Tantang Iblis Bungkuk Berantai,tiba-tiba dua sosok bayangan berkelebat kesamping Si Tiang langit,seorang laki-laki bertubuh luar biasa besar sudah berdiri gagah," Gajah Tarung,kau cuma mengantar nyawa..!!" Ujar Iblis Wanita Penghisap Raga sambil melangkah ke hadapan sosok Gajah Tarung," Pendeta Terkutuk,aku lawanmu,ujar sosok tua berwajah gagah bersenjatakan sepasang Ruyung," Dengan senang hati aku akan mengirimu ke Neraka..!!" Gembor Pendeta Terkutuk sambil melesat cepat ke arah pendekar Ruyung Kembar,tak lama halaman Perguruan Harimau Putih sudah jadi ajang pertarungan,Mahluk Jin Hutan Kelam segera hantam kan serangan bertenaga dalam tinggi ke arah Si Tiang Langit,tak lama kedua nya sudah terlibat duel sengit,Iblis Bungkuk Berantai sambil tertawa lepaskan pukulan ke arah Dewa Hati Suci,dentuman keras terdengar saat kedua tangan mereka beradu di udara,dengan gerakan cepat,mereka saling serang. Pertarungan berjalan cepat,dalam satu kesempatan Pendeta Terkutuk lemparkan Tasbih besar di lehernya dengan kecepatan luar biasa,sinar kuning terang berkiblat cepat ke arah Pendekar Ruyung Kembar yang memutar kedua Ruyung di tangannya dengan cepat,angin keras bergemuruh seiring putaran Ruyung yang semakin cepat,pukulan Cahaya Kuning ganas menghantam angin keras Pukulan Ruyung Maut,suara dentuman terdengar keras,Pendekar Ruyung Kembar terlempar jauh dengan tubuh tersayat-sayat,kemudian tergeletak tak bernyawa,tak lama kemudian kembali terdengar jeritan Gajah Tarung yang tersapu Pukulan Paku Bumi yang di lepaskan Iblis Wanita Penghisap Raga,tubuh besar Gajah Tarung luluh lantah tak berbentuk. Di pertempuran Dewa Hati Suci dan Iblis Bungkuk Berantai tampak kedua jago tua ini sudah menggunakan senjata masing-masing,Iblis Bungkuk Berantai memutar cepat Rantai berduri dengan sangat cepat,kemudian melemparkan nya kedepan dengan kecepatan kilat,Dewa Hati Suci dengan Kipas Baja yang sudah di aliri tenaga dalam penuh,mengeluarkan suara angin menderu dahsyat setiap di kibaskan membendung serangan lawan,pada satu kesempatan,Iblis Bungkuk Berantai melihat pertahanan lawan terbuka,tampa menunggu waktu langsung lepaskan Pukulan Payung Pusara,senjata Bola Rantai nya laksana putaran dahsyat mengeluarkan cahaya hitam menggempur Dewa Hati Suci,dengan cepat Dewa Hati Suci yang tau kedasyatan pukulan lawan langsung hantamkan tangan kedepan lepaskan Pukulan Angin Salju Putih,satu gelombang cahaya putih berputar dahsyat melesat cepat menghantam pukulan lawan,dentuman keras bergemuruh,kawasan tebing di atas bukit laksana di landa gempa,Dewa Hati Suci terlempar jauh kebelakang,kipas bajanya hancur tak tersisa,walau mencoba sekuat tenaga untuk tetap berdiri,namun semburan darah keluar dari mulutnya," Lukaku sangat parah,apa aku bisa bertahan.." Gumam nya lirih,Iblis Bungkuk Berantai yang melihat keadaan lawan terluka,segera berkelebat cepat untuk mengakhiri pertempuran,dengan kecepatan kilat,sekali lagi hantamkan Pukulan Payung Pusara ke arah lawan,Kelebatan cahaya hitam mengiringi lesatan Rantai bola berduri menggempur Dewa Hati Suci yang terlihat tak mampu bertahan,seruan tertahan dari banyak orang terdengar bersahutan,sesaat lagi Pukulan Payung Pusara menyapu Dewa Hati Suci,sebuah benda bulat berwarna biru terang melesat cepat dengan suara mendesing, berputar kencang laksana sebuah Cakra menyambut cahaya Pukulan Payung Pusara,bentrokan dua Pukulan sekali lagi mengeluarkan suara dentuman bergemuruh dahsyat,Pukulan Payung Pusara pecah berhamburan di udara,Rantai bola berduri Iblis Bungkuk Berantai berhamburan di udara,semua mata tertuju pada benda bulat berwarna biru yang berputar kencang di depan Dewa hati suci membentengi tubuh nya," Satria Perisai Dewa..!!" terdengar seruan keras dari Senopati Kebo Amuk melihat seorang pemuda gagah berpakaian putih berdiri tak jauh di belakang Dewa Hati suci. Bersambung....