
(1) Hari itu kota raja terlihat ramai oleh masyarakat yang berlalu lalang,di sebuah jalan yang cukup lebar,seorang lelaki tua tampak berkuda ke arah sebuah bangunan yang cukup luas di dalam lingkungan istana,tak lama kemudian tampak kudanya berhenti di sebuah pintu gerbang," Penjaga,aku Ranapati,beritahu junjungan mu aku datang menemuinya..",sesaat penjaga mengamati laki-laki paruh baya yang berdiri di depannya,seorang lelaki dengan pakaian hitam bergaris-garis,sebuah blangkon tampak di atas kepalanya," Ada keperluan apa ki Ranapati mau menemui Tumenggung Damarjati..?" sahut penjaga kemudian,setelah sedikit tersenyum,Ranapati segera lebih mendekat pada kepala penjaga gerbang," Sampaikan saja aku datang,dia akan segera menemuiku.." Jawabnya sambil tersenyum,belum sempat kepala penjaga kembali bertanya,tampak seekor kuda berlari cepat ke arah pintu gerbang kediaman Tumenggung Damarjati,tak lama kemudian seekor kuda putih di tunggangi seorang gadis berbaju biru tampak berhenti," Paman Ranapati..!!",seru di gadis sambil melompat turun," Ratna Ayu.." sambut Ranapati sambil tersenyum ke arah gadis baju biru yang sudah berdiri di depannya," Penjaga,lekas panggil ayah,paman Ranapati menunggu..!!" serunya pada para penjaga,segera kepala penjaga menyuruh seorang penjaga bersenjata tombak untuk memberitahukan kedatangan tamu untuk Tumenggung Damarjati. Tak lama kemudian seseorang tampak bergegas keluar menuju pintu gerbang rumah besar," Kakang Ranapati,,Ayu,,apa yang kalian lakukan di sini,kenapa tidak segera masuk.." Sapa seorang lelaki bertubuh sedikit gemuk,berkumis tebal,ini lah Tumenggung Damarjati,seorang kepercayaan Sultan Mataram." Bagaimana kabarmu kakang Rana,sekian lama kita tak bertemu,bagaimana kabar keluargamu..? " Allhamdulillah semua baik,aku cuma mampir adik Damarjati,aku kebetulan dalam perjalanan ke Padepokan Harimau Putih..","Apakah kakang mendapat undangan pertemuan beberapa minggu kedepan..?"," Ya..aku mendapat undangan untuk hadir. Bagaimana dengan mu keponakan ku,namamu kian berkibar di luar sana,siapa yang tak kenal Dewi Pedang Biru.." ucap Ranapati sambil menoleh ke arah gadis cantik di sebelah Tumenggung Damarjati,Ratna Ayu tampak tersenyum. " Tapi belum setenar Paman Ranapati,siapa yang tak kenal Pendekar Sapu Jagat.. "," Ada banyak pendekar yang mendapat undangan di acara itu adik Tumenggung,apakah dari pihak istana akan ada yang hadir..?"," Sepertinya ada kakang,kemungkinan Senapati Kebo Amuk yang akan di utus paduka Sultan..",jawab Tumenggung Damarjati," Aku mendengar mereka juga mengundang Satria Perisai Dewa,tokoh muda yang sedang jadi buah bibir saat ini.." lanjutnya kemudian," Aku penasaran,apa betul tokoh legendaris itu sudah muncul.." gumam Ki Ranapati," Apakah mungkin ia seorang pemuda paman..? dalam pengembaraan aku juga mendengar bagaimana sepak terjangnya dalam menghancurkan para perampok dan tokoh-tokoh golongan hitam.."." Mungkin ini juga salah satu alasan di adakan nya pertemuan ini Ayu,banyak tokoh tua yang penasaran untuk mengenalnya.." Tumenggung Damarjati mengomentari. (2) " Kerbau pemalas,,makan mu banyak,kerja mu sedikit,belum apa-apa kau sudah berak..!!" Seorang pemuda desa tampak mengomel pada seekor kerbau,sambil menggiring kerbau nya dia terus mengomel tiada henti,tak lama kemudian satu sosok tampak sudah berdiri di hadapannya,melihat seorang lelaki bertubuh tinggi besar berwajah kasar berdiri di depannya,si pemuda tampak ketakutan," Kalau kau tak mau lagi merawat kerbau mu,berikan pada ku,aku butuh kerbau itu untuk makan malam ku..!!" Ucap sosok bertubuh besar,pemuda desa menggigil ketakutan," Ampun tuan,kerbau ini bukan milik saya,saya cuma seorang pembantu,tugas saya merawat kerbau ini..",jawabnya sambil ketakutan," Aku tak peduli,apa kau mau sekalian ku jadi kan makan malam ku..!!" bentaknya kemudian,kemudian kaki nya berkelebat menendang kepala pemuda desa,tampa sempat menghindar,tubuh pemuda desa terlempar ke samping dengan kepala pecah. Esok harinya,warga desa di hebohkan dengan penemuan jasad si pemuda desa di area sekitar persawahan,beberapa warga desa tampak membawa jasad tersebut ke rumah yang cukup besar di desa itu," Apa yang terjadi pak..?" tanya seorang pemuda berbaju putih pada seorang warga desa,sejenak warga yang di tanya tampak memperhatikan pemuda itu dengan seksama," Kau siapa anak muda,sepertinya kau bukan warga desa ini..?"," betul pak saya seorang pengembara yang kebetulan lewat desa ini,apa yang terjadi..?"," untuk kesekian kalinya,warga desa di buat resah dengan kejadian matinya warga desa dengan cara tak wajar.."," maksudnya bagaimana pak..?"," warga desa ini sudah kesekian kalinya di bunuh,ternak nya di ambil. Pagi ini kami menemukan seorang warga kami mati dengan kepala pecah,tak jauh dari jasadnya,kerbaunya juga di bunuh,bahkan tubuhnya tinggal sebagian.."," Siluman Beruang Hitam yang lagi-lagi di sebut warga sebagai pelakunya.." sambungnya kemudian. " Siluman Beruang Hitam..?, Dari mana warga tau dia pelakunya pak..?" desak Sadewa," Kejadian ini sudah berulang,dan selalu seperti ini,kalau manusia tak mungkin makan kerbau hidup-hidup,yang di yakini warga memakan ternak mereka adalah Siluman Beruang Hitam yang sekian lama telah menteror warga desa.." jelasnya pada Sedewa. Setelah hari cukup terang,Sadewa melesat cepat ke arah persawahan warga,kemudian setelah cukup lama mengamati,tampak beberapa jejak kaki yang cukup besar di tanah," sepertinya ini jelas bukan jejak binatang,ini jejak manusia,tapi kenapa begini besar,apa mungkin ini jejak Raksasa..?",gumam nya dalam hati sambil memperhatikan jejak kaki besar,dengan menggunakan indera penciumannya yang jauh lebih tajam,Sadewa segera melesat cepat ke arah timur,setelah sekian lama berlari,tiba-tiba Sadewa di kejutkan dengan suara pertarungan," Sepertinya di depan ada yang sedang bertarung..",Sadewa segera mempercepat larinya ke arah suara pertarungan,tak lama kemudian dengan melompat ke sebuah pohon yang cukup tinggi,Sadewa dapat melihat dari ketinggian sebuah pertarungan cukup dahsyat," Sepertinya aku pernah bertemu gadis yang sedang bertarung itu.." Gumamnya sambil mengamati pertarungan,tampak tak jauh dari tempat Sadewa mengamati pertarungan,seorang gadis cantik berbaju biru sedang bertarung hebat dengan sesosok laki-laki bertubuh tinggi besar,tingginya bahkan dua kali tinggi wanita yang sedang bertarung dengannya,dengah rambut panjang,wajah brewok tebal,dan sekujur tubuh berbulu hitam lebat. (3) " Ha..ha..kau akan ku jadikan istri ku gadis cantik,kau akan menemaniku di istana ku..!!".laki-laki bertubuh besar tampak bernafsu untuk segera melumpuhkan lawannya,serangan nya cepat dan kuat,tampak gadis baju biru dengan sebilah pedang berwarna biru mulai terdesak,beberapa kali tubuhnya hampir kena sergap laki-laki berwajah menyeramkan di depannya,pedang di tangannya seolah tak berarti di hadapan musuhnya,tubuh laki-laki besar ini seakan kebal,beberapa kali tusukan dan tebasan pedang mengenai tubuhnya,tapi tak dapat melukai tubuh besarnya. Gadis baju biru segera melompat kebelakang sambil lepasan pukulan sakti,Pedang di tangannya mendadak memancarkan cahaya biru terang, dengan satu lompatan tinggi,tangannya bergerak cepat melakukan sebuah tebasan,tampak sinar biru berbentuk setengah lingkaran melesat cepat memapas tubuh musuhnya,laki-laki besar tampak tenang,sesaat lagi sinar tebasan pedang menghantam tubuh nya,tangan nya bergerak kedepan,sebuah gelombang angin deras tampak menghantam sinar biru,dentuman keras terdengar,gadis berbaju biru tampak jatuh terduduk,pedang birunya terlepas dan terlempar jauh,tangan kanan yang memegang pedang tampak bergetar,darah mengalir di sudut bibir nya. " Kau tak akan membantunya anak muda,,?,gadis itu sudah tak berdaya.." Satu suara membuat Sadewa terkejut,matanya cepat menoleh ke arah kirinya,tampak seorang tua berjubah putih bersih tampak duduk tak jauh darinya," Siapa kau pak tua,sejak kapan kau duduk di situ..?"," Aku akan segera menjawab tanya mu,selamatkan lah gadis baju biru itu dulu,dia membutuhkan pertolongan.." jawabnya sambil tersenyum. " Pukulan Pedang Biru Samudra tak ada artinya bagi Raksasa Hitam ini,sepertinya aku tak ada kesempatan untuk selamat..", Si gadis baju biru tampak berusaha bangkit dengan wajah pucat,laki-laki besar tak kurang satu apapun,dia masih tegak berdiri sambil tertawa keras," Gadis cantik baju biru,waktunya bermain-main sudah habis,sekarang waktunya kita ke istana ku.." kemudian dengan satu gerakan cepat dia segera sambar tubuh gadis baju biru,sebelum dua tangan nya meraih tubuh gadis baju biru,satu bayangan berkelebat cepat menghadang gerakannya,sebuah tendangan menghantam bahunya,tubuh laki-laki besar terhuyung kesamping,dengan gerakan memutar dia kemudian segera dapat menguasai keadaan. Dengan suara menggembor marah," Siapa kau anak muda,minta mati kau ikut campur urusanku..!!"," Gadis itu kawan ku,kau mau berbuat jahat terhadapnya,aku tak bisa membiarkan.." Jawab pemuda yang tak lain Sadewa,laki-laki besar tampak terkejut,kemudian sambil menatap Sadewa dengan wajah marah," aku tak peduli sangkut pautmu dengannya,kau harus mati karena telah mengganggu kesenanganku..!!", ucapnya keras,kemudian segera berkelebat lepaskan pukulan cepat ke arah Sadewa," tubuhnya tinggi besar tapi gerakannya sangat cepat,jelas dia punya tenaga dalam tinggi.." gumam Sadewa,dengan jurus Langkah Dewa Angin,Sadewa bergerak cepat menghindari serangan-serangan lawan,tubuhnya meliuk cepat kekanan dan kekiri menghindari pukulan dan tendangan lawan,setelah cukup lama bertarung dalam jarak dekat,di jurus ke dua puluh,tampak laki-laki besar melompat mundur,tak lama kemudian tangan kanan nya tampak bercahaya hitam redup,kilatan-kilatan petir tampak membungkus tangan kanan nya sebatas siku," Pukulan Tinju Halilintar,hati-hati anak muda..!" satu bisikan terdengar pelan di telinga Sadewa,sekejap Sadewa menoleh ke arah pohon tinggi,kemudian bersiap mengalirkan tenaga dalam nya ketangan kanan,sayup-sayup Sadewa mendengar suara raungan seekor naga," Sang Hyang Antabhoga,Pukulan Tinju Naga Perkasa..!" Teriak Sadewa kemudian,secepat kilat tangan kanan nya menghantam kedepan,gelombang cahaya biru terang di sertai raungan seekor naga murka melesat cepat ke arah Raksasa Hitam,tercekat melihat bagaimana dahsyatnya gelombang serangan lawan,dia segera hantamkan tangan kanan nya melepas pukulan Tinju Halilintar,dentuman keras bergemuruh,cahaya hitam di sertai kilatan-kilatan petir pecah di udara,tanah di sekitar area pertarungan bergetar hebat,pohon-pohon tumbang di sapu angin pukulan. Sadewa tampak terduduk,ikat kepalanya terlepas,rambut panjangnya tergerai awut-awutan,tampak muka nya pucat,setelah batuk-batuk,darah tampak mengalir di sudut bibirnya," Kau terluka dalam anak muda,lekas atur jalan darah mu,telan obat ini.." seseorang tampak memegang bahu Sadewa,kemudian meletakan sebuah obat berwarna biru ke telapak tangannya," Orang tua,Raksasa Hitam itu.."," Dia sudah melesat pergi,dia pun terluka cukup parah akibat pukulanmu.." orang tua menjelaskan,Sadewa sejenak terdiam,kemudian segera telan obat biru di telapak tangannya,tampak asap berwarna hitam keluar dari lubang hidungnya, "Pukulan Tinju Halilintar benar-benar ganas.." gumam si orang tua," Kau yang tadi membisiki ku dari jauh,siapa kau orang tua..?"," Aku cuma orang tua,orang memanggilku Ki Sabda Langit. (4) " Sadewa..!!" satu suara memanggil nama Sadewa,gadis baju biru tampak berjalan cepat ke arah Sadewa dan orang tua berjubah putih,setelah sesaat menatap wajah tampan di depannya,gadis baju biru segera sedikit membungkuk pada si orang tua berjubah putih," Gadis baju biru,bukankah Pedang di tanganmu itu Pedang Baja Biru,apa hubunganmu dengan Tuanku Rajo Gunung..?"," Beliau adalah guru ku,orang tua mengenal guru ku..?"," Ha..ha..siapa yang tak kenal dengan orang sakti dari pulau andalas itu,dia adalah sahabat baik ku.." Jawab orang tua sambil tertawa. " Jadi nama mu Sadewa,sepertinya kalian sudah saling mengenal..?" ucap si orang tua sambil menoleh pada Sadewa, gadis baju biru tampak merah mukanya,Sadewa cuma tersenyum," Dia sudah tau nama ku,tapi aku belum tau namanya.." jawab Sadewa,Si orang tua menatap gadis baju biru," kok bisa begitu..?"," Kami sudah pernah bertemu,aku sempat menanyakan namanya,tapi aku sendiri belum sempat memberi tau namaku pada nya.." si gadis menjelaskan. " Aku Ratna Ayu.." sambung nya sambil tersenyum ke arah Sadewa," Gadis ini cantik sekali kalau tersenyum.." gumam Sadewa terpaku menatap wajah cantik di depannya,orang tua tampak tersenyum melihat cara Sadewa menatap Ratna Ayu," Bagaimana luka mu..?" Ucap Orang tua berjubah putih pada Ratna Ayu memecah kesunyian," Saya baik-baik saja,untung Sadewa datang membantu,kalau tidak,saya tak tau kemalangan apa yang akan menimpa saya,terima kasih atas bantuan mu Sadewa.." Jawab Ratna ayu sambil sedikit menoleh pada Sadewa," Baik lah kalau begitu,sebaiknya kalian melakukan semedi beberapa saat untuk memulihkan luka dalam kalian,aku kan meneruskan mengejar Siluman Beruang Hitam.."," Siluman Beruang Hitam..!!" Sambung Sadewa terkejut," Lawan mu tadi adalah seorang pemuja ilmu hitam,dia manusia yang berserikat dengan iblis,dia sudah banyak membunuh warga desa,warga memberi nya nama Siluman Beruang Hitam .." Orang tua menjelaskan,kemudian segera berkelebat ke arah barat. Sadewa tinggal berdua dengan Ratna Ayu, " Aku harus memanggil mu apa,Ratna atau Ayu..?" Sadewa tampak kikuk bertanya,Ratna Ayu tersenyum melihat sikap kikuk pemuda di depannya," Terserah pada mu,tapi ayah ku selalu memanggil nama belakangku.." jawabnya sambil tersenyum," Ayu,bagaimana keadaanmu..?"," Tadi orang tua berjubah putih sudah menanyakan hal itu,dan aku sudah menjawab.." Ratna Ayu tampak mempermainkan Sadewa yang salah tingkah,wajah Sadewa semakin merah,sikapnya semakin serba salah," Kalau begitu aku akan segera menyusul mengejar Siluman Beruang Hitam.." ucapnya kemudian," Kau akan meninggalkan aku Sadewa..?" Ratna Ayu bertanya sambil menatap wajah Sadewa,sesaat mereka saling beradu pandang,kemudian Sadewa menatap ke jurusan orang tua berjubah mengejar Siluman Beruang Hitam. (5) Hari mulai gelap,rintik hujan mulai turun saat Sadewa dan Ratna Ayu memasuki suatu kawasan Hutan lebat," Kita harus mencari tempat berteduh,sepertinya akan hujan deras.." Ucap Sadewa pada Ratna Ayu,si gadis cuma mengangguk,tak jauh dari situ Sadewa menemukan sebuah gua yang cukup luas,Sadewa segera membuat perapian,hujan semakin deras,kilat menyambar kian kemari. Sadewa tampak duduk bersandar dinding gua,Ratna Ayu duduk sambil mendekap lututnya," Istirahatlah Ayu,kau sepertinya lelah.." Ucap Sadewa pada Ratna Ayu,gadis itu sejenak menatap wajah tampan pemuda di depannya,kemudian segera meringkuk agak jauh dari tempat Sadewa duduk. Keesokan harinya," Kau sudah bangun,tentunya kau lapar,aku menangkap beberapa kelinci hutan,makan lah.." Sadewa menyodorkan daging kelinci bakar yang sudah matang," Kau sudah bangun dari tadi Sadewa..?" Sadewa cuma mengangguk," Apa rencana mu selanjutnya Sadewa..?",tanya Ratna Ayu kemudian," Aku akan mengejar Siluman Beruang Hitam,akan semakin banyak korban kalau Siluman itu di biarkan.." tak lama kemudian mereka segera melangkah ke arah barat. " Jahanam..siapa pemuda itu,kesaktiannya sangat tinggi,aku terluka dalam.." Gumam Siluman Beruang Hitam,kemudian dengan meditasi ia berusaha mengobati luka nya,setelah sekian hari,tampak tubuh nya berangsur pulih," Nyi Sekar Arang,aku membutuhkan nya,sepertinya aku butuh nasehatnya untuk mengalahkan pemuda itu..",tampak menunggu waktu,ia melesat keluar dari kediamannya berlari cepat menuju arah timur. " Nyi Sekar Arang,aku Siluman Beruang Hitam menemuimu..!!" teriaknya begitu memasuki kawasan sebuah lembah,terdengar gaung suaranya bergema di sekitar lembah. " Kekasihku,,sekian lama kau pergi,akhirnya kau kembali..he..he..!!" satu suara perempuan terdengar merdu dari kejauhan,tak lama di depan Siluman Beruang Hitam telah berdiri seorang wanita paruh baya bertubuh montok," Luar biasa ilmu memindahkan suaranya,suara nya terdengar jauh,tapi dia sudah ada di depan ku,tenaga dalam nya makin sempurna.." Gumam Siluman Beruang Hitam menatap wanita di depannya," Kau rindu padaku Tajilawang..?"," Jangan sebut nama itu,namaku kini Siluman Beruang Hitam..!"," Ha..ha..kiranya kau sudah berganti nama,apa maksud mu menemuiku..?"," Nyi..beberapa hari yang lalu aku bertempur dengan seorang pemuda,dia sanggup menahan pukulan Tinju Halilintar ku,ku ingin tau siapa pemuda itu.." Ucap Siluman Beruang Hitam kemudian,setelah cukup lama terdiam,kemudian Nyi Sekar Arang menjawab," Aku akan membantu,tapi kau harus menemaniku beberapa hari kedepan.." Jawabnya sambil tersenyum," Aku akan menemanimu,kau akan aku buat tersenyum puas seperti biasanya..". " Kau harus berhati-hati kekasihku,pemuda itu kemungkinan pemuda yang sedang jadi buah bibir saat ini,dia bergelar Satria Perisai Dewa,ilmu nya sangat tinggi,berita yang kudengar dia adalah murid seorang Syeh dari tanah Arab.." Nyi Sekar Arang menatap perubahan wajah Siluman Beruang Hitam," Jadi pemuda itu yang sudah membunuh Raja Racun Utara,aku akan membunuhnya kalau kembali bertemu. Apa kau akan menghadiri undangan Raja Lanun Selatan dua purnama mendatang..?"," Kita bereskan dulu urusan Satria Perisai Dewa,baru kemudian kita atur perihal pertemuan tersebut..". (6) Siang itu tampak tiga orang mendekam di antara cabang pohon yang cukup rimbun," Paman Rana,,sepertinya ini kediaman Nyi Sekar Arang,Dukun sakti kekasih Siluman Beruang Hitam.."," Kau benar Ayu,ini lah Lembah Batu Hitam,di depan sana adalah gubuk kediaman dukun cabul itu,lihat siapa yang keluar dari gubuk itu..!", Ratna Ayu dan Sadewa bersama Ki Ranapati yang mereka temui dalam perjalanan tampak menatap tajam ke halaman depan gubuk,tampak Siluman Beruang Hitam keluar gubuk di temani Nyi Sekar Arang," Kau harus hati-hati Sadewa,wanita itu punya ilmu yang bisa memikat lawan jenisnya dengan sekali tatapan.." sambung nya kemudian,kemudian tampa menunggu lama ketiganya segera melompat ke halaman gubuk tua yang cukup luas. " Bagus,,aku tak perlu susah-susah mencarimu,kau datang mengantarkan nyawa busuk mu..!!" Gembor Siluman Beruang Hitam menatap Sadewa yang berdiri di depan Ratna Ayu dan Ki Ranapati," Pendekar Sapu Jagat,sudah lama kita tak bertemu,apa kau rindu padaku..?" Nyi Sekar Arang menatap Ki Ranapati sambil tersenyum genit," Satria Perisai Dewa,satu kehormatan kau mampir ke pondok ku.." masih tersenyum dia menoleh ke arah Sadewa,tampak Ratna Ayu dan Ki Ranapati menoleh cepat ke arah Sadewa," Satria Perisai Dewa..!" Ucap mereka hampir bersamaan. " Sadewa,,,kau kah pendekar yang bergelar Satria Perisai Dewa..?" Ratna Ayu bertanya dengan penuh penasaran sambil melihat ke arah punggung Sadewa di mana sebuah Perisai tergantung. Sadewa cuma menatap Ratna Ayu sesaat,kemudian melangkah maju ke arah Siluman Beruang Hitam dan Nyi Sekar Arang," Siluman Beruang Hitam,kita lanjutkan pertarungan kita tempo hari,jangan harap kali ini kau dapat kabur lagi.."," Aku belum kalah pemuda keparat..!!" Jawabnya dengan mata melotot," Gunakan Pukulan Kuku Iblis yang ku berikan padamu.." Bisik Nyi Sekar Arang pada Siluman Beruang Hitam,tampa tunggu waktu,dengan auman dahsyat,Siluman Beruang Hitam yang tinggi besar laksana Raksasa Hitam melesat cepat memulai serangan,kuku hitam di jari tangannya tampak bergerak cepat mencakar ke arah wajah Sadewa,dengan Jurus Langkah Dewa Angin Sadewa bergerak cepat menghindar dan membalas dengan sebuah tendangan ke arah kepala,tampak Raksasa Hitam tak berusaha untuk menghindar,sesaat lagi kepalanya di makan tendangan Sadewa,tangannya melesat cepat ke atas berusaha untuk mencengkram kaki Sadewa yang siap menghantam kepalanya,Sadewa yang dapat membaca gerakan lawan,segera tarik kaki nya,kemudian secepat kilat melemparkan Perisai Dewa ke arah Siluman Beruang Hitam,terkejut dengan serangan benda bulat yang mendesing cepat kearahnya,Siluman Beruang Hitam gerakan kedua tangan kedepan dengan gerakan mencakar,sinar hitam pekat berkelebat cepat menghantam ke arah Perisai Dewa,dentuman dahsyat terdengar memekakan telinga ketika Perisai Dewa Langit beradu di udara dengan sepuluh Sinar hitam Pukulan Kuku iblis yang di lepaskan Siluman Beruang Hitam,Sadewa tampak terhuyung kebelakang,Siluman Berung Hitam tercekat memperhatikan kesepuluh jarinya," Jahanam,Perisai itu mematahkan Sepuluh kuku hitam di jariku..!!", gembornya marah menatap Sadewa yang sudah berdiri dengan Perisai Dewa berputar cepat di tangan kirinya. Setelah mundur selangkah,dengan melompat tinggi tubuh Raksasa Siluman Beruang Hitam bergerak cepat lepaskan Pukulan Tinju Halilintar,Sadewa hantamkan Perisai dewa kedepan,dengan jurus Tameng Sakti Dewa Langit,Perisai Dewa berubah laksana Cakra Raksasa berputar cepat dengan suara bergemuruh dahsyat membendung Pukulan Tinju Halilintar yang bertubi-tubi menghantam,cahaya biru memancar terang,kemudian dengan gerakan cepat,masih dengan Jurus Tameng Sakti Dewa Langit yang di ajarkan Sri Hanuman,Sadewa melompat cepat kian kemari,sambil lemparkan Perisai Dewa ke arah Siluman Beruang Hitam,kecepatan lesatan Perisai yang sukar di lihat mata biasa,Cakra besar bercahaya biru terang bertubi-tubi menghantam tubuh Raksasa Siluman Beruang Hitam,Raungan kematian Siluman Beruang Hitam dengan tubuh hancur terdengar menggidikan,Nyi Sekar Arang berusaha menyelamatkan kekasihnya dengan melepaskan Pukulan Lahar Merapi,melihat seseorang mencoba menyelamatkan Siluman Beruang Hitam,dengan kecepatan luar biasa Ki Ranapati segera hantamkan tangan kanan kedepan," Pukulan Selaksa Angin..!" Ratna ayu tampak berseru,dentuman keras kembali terdengar,usaha Nyi Sekar Arang untuk menyelamatkan kekasihnya sia-sia,keadaan sudah terlambat,tubuh Raksasa Siluman Beruang Hitam tersapu Perisai Dewa Langit,dentuman dahsyat kembali terdengar,gemuruh runtuhnya bebatuan besar di sekitar Lembah Batu Hitam membuat area sekitar di landa gempa dahsyat." Tajilawang kekasihku..!!" Teriak Nyi Sekar Arang menatap tubuh Raksasa kekasihnya sudah hangus hancur berkeping-keping. Dengan tatapan tajam," Kalian harus mampus saat ini juga..!!" gembornya marah,sambil melompat cepat lepaskan kembali Pukulan Lahar Merapi ke arah Sadewa,Sambil palangkan Perisai Dewa di depan Tubuhnya,Sadewa hantam kan tangan kanan nya melepaskan Pukulan Sinar Lentera Langit,cahaya biru laksana gelombang besar bergerak cepat kedepan menghantam pukulan lawan,kembali dentuman keras bergemuruh,Sadewa terlempar deras kebelakang,menghantam gugusan batu cadas,lalu tersungkur muntahkan darah segar,dari hidung dan telinganya darah juga tampak mengalir. Nyi Sekar Arang tersapu gelombang Pukulan Sinar Lentera Langit,lalu jatuh tergeletak dengan nyawa melayang,tubuhnya hangus hitam. " Sadewa..!" Ratna Ayu melesat cepat ke arah tubuh Sadewa yang mencoba untuk bangkit namun kembali terhempas pingsan," Sadewa,jangan mati..!" Gadis baju biru peluk tubuh Sadewa sambil menangis," Dia cuma pingsan Ayu,tapi lukanya sangat parah,kita harus segera membawanya..",Satu suara menyadarkan Ratna Ayu,kemudian dekatkan telinga nya kedada pemuda yang mulai memikat hatinya," Lekas Ayu,Sadewa harus segera di obati,biar paman yang membopongnya.." segera Ki Ranapati membopong tubuh Sadewa,di ikuti Ratna Ayu melesat cepat ke arah selatan..Bersambung.