
(1) Tanah jawa di masa kerajaan mataram islam berkuasa,suatu malam di sebuah desa bernama jatipadang,sekelompok orang berkuda cepat memasuki tapal batas desa,terlihat lima orang berjubah merah memakai ikat kepala hitam,masing-masing membawa sebilah pedang di punggung mereka. ketika sudah memasuki desa yang mulai sepi malam kian larut,mereka menjalankan kuda dengan lambat ke arah sebatang pohon besar," Apa yang di lakukannya malam-malam begini di bawah pohon besar itu..?",satu suara membuka percakapan," Randu,coba kau hampiri,tanya warga desa itu..",satu sosok tinggi besar memberi perintah,dia adalah Surobadak pimpinan kelompok ganas yang menamakan diri srigala merah,salah seorang tokoh dari golongan hitam yang mulai di kenal beberapa tahun belakangan. Dengan gerakan yang sangat enteng,Randu yang bertubuh gemuk pendek, dan berkulit hitam,melompat turun dari punggung kudanya," apa yang kau lakukan di sini..!!",bentak randu pada lelaki muda di belakang pohon,terkejut di tegur dengan tiba-tiba,tampa sadar pegangan tangan nya pada tali celana terlepas,sehingga celana nya melorot sampai sebatas lutut," pemuda kurang ajar,lekas perbaiki celana mu..!!",bentak Randu marah," mohon maaf,saya terkejut dengan kedatang tuan yang tiba-tiba..",jawab pemuda desa sambil membetulkan tali celananya,lalu berjalan sambil sedikit membungkuk ke arah Randu," kau belum menjawab tanyaku..","anu,,,anu,,saya sedang anu tuan.."," anu..anu apa..!!,bicara yang jelas,kenapa dengan anu mu..!!!" bentak Randu,kemudian tersenyum," maksud saya,saya sedang buang air kecil.."," bawa dia kesini Randu.." Surobadak memanggil,setelah mendengar ketua nya bicara,Randu menatap pemuda desa,kemudian menoleh menggerakan lehernya ke arah Surobadak sebagai isyarat ketuanya menyuruh mendekat," anak muda,apa ini desa jatipadang..?"," betul tuan,ini desa jati padang..",jawab nya terlihat gemetar," Dengarkan baik-baik,aku Surobadak,pemimpin lima srigala merah,tunjukan padaku di mana letak rumah Raden Aria kencana..",mendengar nama srigala merah,wajah pemuda desa berubah menjadi pucat,dan lututnya menjadi lemas,kemudian jatuh berlutut," ha,,,ha,,tidak usah takut,kami tak punya kepentingan dengan mu,jawab saja pertanyaan ketua kami,kau akan selamat..",ucap anggota srigala merah yang lain," dan bisa melanjutkan mengencingi pohon besar itu sampai pagi,ha,,ha,, ",tempat itu menjadi riuh oleh tawa kelima srigala merah,siapa yang tak kenal lima srigala merah,gerombolan ganas beraliran hitam yang terkenal kejam dan sadis,gerombolan yang jadi buronan kerajaan karena sudah merampok dan membumi hanguskan sebuah desa yang tak jauh dari desa jatipadang. " lekas jawab,apa kau mau anu mu ku putus dengan pedang ini..!!",Randu kembali membentak pemuda desa yang semakin ketakutan," rumah Raden Aria di tengah kampung,di ujung jalan ini,tak jauh dari simpang tiga di dekat pasar desa..",jawab si pemuda sambil menunjuk dengan jempol ke arah kiri," apa kau tidak berdusta..!!",tanya Surobadak kembali pada si pemuda," saya berkata jujur tuan,saya tidak bohong..",jawab si pemuda sambil terus berlutut,tampa membuang waktu lima srigala merah segera menggebrak kuda mereka ke arah jempol si pemuda menunjuk. (2) Sehari sebelum kedatangan lima srigala merah,di halaman rumah besar yang cukup megah," ada apa kangmas,kau terlihat resah..?",satu suara lembut menyapa seorang lelaki gagah,bertubuh cukup tinggi yang tampak bingung," aku baik-baik saja diajeng,mana anak kita sadewa..?"," dia mungkin sedang bermain di sungai bersama kawan-kawan nya kangmas.." jawab wanita cantik di sebelah nya,inilah Raden Aria kencana dan istrinya nyai Sri arum,setelah meneguk kopi hangat di depannya,sesaat kemudian " assallamualaikum,,,apakah benar ini rumah Raden Aria kencana,lurah desa ini..?",satu suara menegur dengan sopan dari halaman rumah,sejenak Raden aria dan istri saling pandang,kemudian melangkah ke arah pintu," walaikum sallam,benar kisanak,aku Raden aria kencana..",sejenak Raden aria memandang ke arah orang yang datang ke rumahnya," siapakah kisanak,sepertinya kisanak bukan orang dari pulau jawa ini..?",bertanya sambil memperhatikan sosok tinggi besar berjubah putih panjang,berkulit gelap,memakai sorban berwarna hijau,kemudian sambil tersenyum dan sedikit membungkuk," nama saya Umar ibnu sabbir,saya seorang pengembara dari tanah gurun yang sangat jauh di seberang lautan.."," apakah yang bisa aku bantu untuk mu orang asing,silah kan duduk..",dengan sopan Raden Aria mempersilah kan tamu nya untuk duduk," mohon maaf kalau kedatangan saya mengganggu ketenangan Raden dan istri.."," apakah yang dapat aku lakukan untuk mu wahai tamuku orang asing..?",sejenak perbincangan terhenti,seorang pelayan gemuk keluar sambil membawa secangkir kopi dan ubi rebus hangat," saya cuma sekedar bertamu,saya mendengar Raden Aria orang yang sangat baik hati pada orang asing seperti ku.." jawab sang tamu sambil tersenyum,setelah mempersilahkan tamu nya menikmati kopi dan hidangan yang ada,di halaman seorang anak lelaki berumur 7 tahun tampak berjalan masuk ke arah pendopo rumah," dari mana kau sadewa,ibu mu dari tadi mencarimu.."," maaf ayah,tadi aku bermain di sungai bersama teman-temanku..",jawab anak itu polos,sambil sedikit membungkuk pada tamu yang sedang duduk bersama ayah nya,kemudian melangkah masuk kedalam rumah," seorang anak yang luar biasa,ruas tubuh dan aura kehidupan yang luar biasa terpancar dari sosok anak ini..",batin Umar ibnu sabbir menatap anak kecil yang melangkah masuk." itu anak mu raden..?"," benar,namanya sadewa,berumur tujuh tahun..",jawab Raden Aria kencana menjelaskan," baiklah Raden,sepertinya saya harus mohon diri,terima kasih atas jamuan yang sudah Raden berikan,saya sangat terkesan.."," cuma hidangan kecil kisanak,kalau kisanak masih ada keperluan di desa ini,silahkan kembali mampir ke rumah ini..",jawab Raden Aria dengan lembut,kemudian Raden Aria mengantarkan tamu nya hingga halaman rumah. (3) Hari merangkak malam,desa jatipadang sudah di selimuti kegelapan,malam itu Raden Aria terbangun setelah mendengar derap kaki kuda berhenti di halaman rumahnya," Raden Aria kencana,lekas bangun,atau kami bakar rumah ini..!!!",satu suara keras dari halaman rumah,Raden Aria segera bangkit,menatap sejenak pada istri nya yang ikut terbangun oleh bentakan tadi," ada apa kang mas,siapa di luar..?",tanya nya dengan cemas sambil mendekap Sadewa putranya," aku tidak tau diajeng,aku akan keluar melihat,jaga sadewa..",Raden Aria segera melangkah keluar kamar sambil menyelipkan sebilah keris ke pinggangnya,di luar kamar Raden Aria melihat pembantu gemuk cepat menghampiri," ada lima orang tamu di luar Raden..",ucapnya kemudian," aku akan keluar,tak usah khawatir,lekas masuk..". Sebentar kemudian Raden Aria sudah berdiri di halaman,menatap lima orang penunggang kuda,mereka segera turun dari kuda dam melangkah cepat ke arah Raden Aria,berdiri sejarak tujuh langkah di depan Raden Aria," siapa kalian,ada keperluan apa malam-malam begini berteriak di halaman rumah ku..",Raden Aria mengajukan pertanyaan sambil memperhatikan tamu nya satu persatu," kami lima srigala merah,kami datang untuk mengambil anak mu,cepat serahkan anak mu pada kami..!!",bentak Surobadak pada Raden Aria,sejenak Raden Aria tampak bingung," aku tau siapa kalian,kalian gerombolan yang selalu merampok membuat onar,apa maksud kalian datang untuk mengambil anak ku..?"," kami cuma menjalankan perintah seseorang yang tidak dapat kami sebutkan siapa orangnya..",menjawab Surobadak," kalian semua gila..!!,lekas tinggalkan tempat ini.." aku tak akan menyerahkan anakku pada kalian..!!",bentak Raden Arian marah," percuma banyak bicara padanya kakang,sebaiknya lekas habisi saja,kemudian kita ambil anaknya..!" Randu turut bicara pada Surobadak," sepertinya kau punya sedikit kemampuan untuk melawan,bersiap lah raden,habisi..!!" kelima srigala merah bergerak mengurung Raden Aria,semua sudah memegang sebuah pedang di tangan,Raden aria segera mencabut keris di pinggangnya," silahkan maju,aku habisi kalian semua..!" Raden Aria bersiap memasang kuda-kuda,kelima srigala merah maju menyerang dengan pedang masing,dalam waktu singkat terjadi pertarungan sengit antara Raden Aria dan komplotan srigala merah,Surobadak dan kawan-kawan berusaha keras mengurung Raden Aria dengan serangan pedang yang seperti curah hujan,cepat menusuk dan menebas ke arah Raden Aria,dalam lima jurus awal tampak Raden Aria masih dapat mengimbangi serangan srigala merah,namun pada jurus selanjutnya,Raden Aria yang memang tidak punya ilmu beladiri cukup tinggi,mulai terlihat terdesak,beberapa bagian tubuh nya mulai tampak luka dan mengucurkan darah,hingga pada suatu ketika,tendangan Surobadak ke arah kepala tak dapat lagi di hindari Raden Aria,sesat lagi tendangan Surobadak akan mendarat di kepala Raden Aria,sesosok tubuh berkelebat cepat memapas serangan pemimpin srigala merah,satu dorongan angin laksana ****** beliung menghantam ke arah Surobadak,tak ayal Surobadak menarik kaki nya sambil menarik tubuh nya ke arah kiri dengan cepat,setelah kembali dapat berdiri tegak,Surobadak menatap tajam pada orang yang tadi menyelematkan Raden Aria," siapa kau,kau cari mati ikut campur urusan lima srigala merah..!!",penyelamat yang bukan lain adalah Umar ibnu sabbir tampak tersenyum ke arah Raden Aria sambil membantunya berdiri," kau terluka Raden,sebaiknya Raden istirahat sejenak,biar saya yang menghadapi mereka.."," terima kasih kisanak,kau sudah menyelamatkan nyawaku..","mundur lah Raden..",kemudian Umar ibnu sabbir maju melangkah kedepan menghadapi kelima srigala merah," aku cuma memberi peringatan sekali,sebaiknya kalian pergi dari sini,kalian tak akan mendapatkan apa yang kalian cari di sini.." ucap Umar ibnu sabbir pada srigala merah sambil tersenyum," lancang mulutmu berani berkata sombong di hadapan lima srigala merah..!!"," tak usah banyak berucap Randu,segera kalian habisi orang asing ini..!!",Randu dan tiga kawan nya maju menyerang dengan cepat,Umar ibnu sabbir melompat menghindar dengan cepat,gerakan nya yang cepat dan sebat,sambil bersiap melepaskan pukulan sakti deru badai gurun,tangan nya bergetar hebat ketika dalam sepersekian detik dia melihat celah untuk melakukan serangan,dengan kecepatan luar biasa,tangan kanannya bergerak menghantam kedepan,seberkas sinar biru terang membentuk setengah lingkaran melesat cepat menghantam ke empat srigala merah,suara dentuman keras terdengar,ke empat orang dari srigala merah tersapu oleh angin pukulan Deru badai gurun yang luar biasa panas,Surobadak menjerit melihat ke empat saudaranya roboh dengan tubuh hangus terkena sapuan pukulan lawan. (4) Setahun sebelumnya di tanah Arab,dua orang duduk berhadapan di atas sebuah batu besar dalam sebuah gua yang cukup luas dan terang,di sebelah depan duduk seorang tua berjubah dan bersorban putih,bermuka teduh dan memiliki janggut panjang yang juga sudah memutih," Umar ibnu sabbir muridku,sudah waktu nya aku menyampaikan amanat leluhur mu untuk mu,ku harap kau mau mendengarkan dengan baik,aku tidak akan mengulang apa yang aku sampaikan..",di hadapan orang tua itu duduk dengan kepala tertunduk seorang lelaki berumur lima puluh tahun,bertubuh tinggi besar,berkulit kehitaman,memakai pakaian putih bersorban berwarna hijau," perlu kau ketahui wahai muridku,aku sudah berumur seratus lima puluh tahun,aku tak tahu sampai kapan allah akan memberiku panjang,tujuh puluh tahun silam,dalam perjalanan pulang menunaikan ibadah haji,aku bertemu seseorang di sebuah lembah yang di kenal orang dengan lembah Al Disah,aku terkejut bertemu seseorang di suatu lembah yang jarang di lalui manusia kala itu,orang tersebut seolah sengaja menunggu kedatangan ku,setelah cukup lama bertegur sapa,akhirnya aku tau orang alim tersebut bernama Ali ibnu sabbir,salah seorang leluhurmu,dia hidup jauh di masa lampau,dia menyampaikan maksudnya menungguku.."," aku sebenarnya sudah lama pergi menghadap rabb ku,makam ku jauh di negeri seribu pulau,yang bernama pulau jawadwipa,dengan kuasa tuhan lah,aku dapat menemuimu di tempat ini..",ucap Ali ibnu sabbir,lalu melanjutkan," aku mau menitipkan amanat padamu,yang aku minta untuk kau sampaikan pada anak cucu ku kelak,yang akan lahir dari keluarga dalam garis keturunan ku,dia akan bernama Umar,aku minta kau mau menjadikan nya muridmu,ajarkan dia ilmu agama yang cukup,ajarkan dia ilmu yang bermanfaat. aku akan mengajarkan beberapa pukulan sakti padamu,yang mesti kau ajarkan juga padanya nanti..",setelah pertemuan itu aku bergegas pergi kenegeri asal nya,dan mencari garis keturunannya yang masih ada,cukup lama aku mencari,sampai akhirnya tiga puluh tahun kemudian aku menemukan mu..",setelah cukup lama terdiam,sambil terus berdzikir dalam hati," kini saatnya aku menyampaikan amanat terpenting yang harus kau jalankan muridku wahai Umar ibnu sabbir,semoga apa yang ku sampaikan,benar seperti amanat yang datang padaku..", " Umar ibnu sabbir,leluhurmu berpesan kau harus pergi ke negeri yang bernama jawadwipa,yang terletak di gugusan negeri seribu pulau yang jauh di arah timur sana,cari anak manusia bernama sadewa,anak dari seorang kepala desa,bernama Raden Aria kencana dan istri nya nyai Sri arum,mereka tinggal di sebuah desa bernama jatipadang di arah timur gunung Merapi,firasatku mengatakan anak itu sudah lahir,kau harus mendidiknya,mengajarkannya ilmu agama dan ilmu beladiri serta kesaktian yang telah ku ajarkan padamu. Itulah amanat yang di sampaikan leluhurmu melalui aku.."," ada hal yang ingin kau tanya kan muridku..?",setelah cukup lama diam,akhirnya Umar ibnu sabbir mengangkat kepala menghadap gurunya," kenapa aku harus mencari dan mendidik anak itu guru..?",sembari tersenyum sang guru menjawab," dia adalah anak manusia pilihan leluhur nya,anak itu sudah di takdirkan untk menjadi pembawa kebaikan untuk negerinya. kau harus siap dengan segala rintangan yang akan kau hadapi muridku,berserah diri lah selalu pada kuasa allah,semoga allah tuhan semesta alam selalu membimbingmu dalam kebaikan..",lanjutnya kemudian. " apakah aku akan mampu menjalankan amanat ini guru..?" Umar ibnu sabbir kembali tertunduk," insya allah muridku,bulatkan tekad mu,allah akan selalu melindungi serta memberi kebaikan pada umatnya yang bertakwa dan beramal sholeh..",sang guru menatap penuh haru pada Umar ibnu sabbir," aku gurumu,yang oleh khalayak ramai di gelari Malaikat putih meridhoi semua ilmu yang ku ajarkan kau pergunakan untuk kebaikan,segeralah bersiap,berangkatlah secepatnya,semoga takdir allah akan kembali mempertemukan kita..". (5) kembali ke jatipadang," Jahanam..!!,kau telah membunuh keempat saudaraku,kau harus menebusnya dengan nyawa busuk mu..!!",Surobadak mengeram penuh amarah,kemudian bersiap untuk melepaskan pukulan sakti,memang di antara kelima srigala merah,Surobadak lah yang paling sakti dan memiliki beberapa pukulan sakti,tampa menunggu lama,sambil bergerak cepat kedepan,kedua tangan Surobadak meninju kedepan melepaskan pukulan Raungan srigala merah,satu gelombang angin berwarna merah bergelombang sebesar batang kelapa keluar membersit dari kedua tinju Surobadak,dengan cepat menghantam ke arah Umar ibnu sabbir yang telah bersiap juga melepaskan pukulan sakti bernama Sinar lentera langit,satu gelombang sinar biru menderu dahsyat menyapu pukulan Raungan srigala merah yang di lepaskan Surobadak,dentuman dahsyat terjadi di halaman rumah Raden Aria kencana,satu lobang besar menganga akibat bentrokan kedua pukulan,Surobadak menjerit ketika pukulan Sinar lentera langit menerobos pukulannya,dan langsung menghamtam tubuhnya,tubuh nya hangus tak berbentuk,sedangkan Umar ibnu sabbir cuma jatuh terduduk tersapu angin pukulan yang beradu di udara,tampak lelehan darah mengalir di sudut bibirnya,dengan cepat dia mengeluarkan sebutir obat berwarna biru dan menelannya. Setelah di rasa cukup pulih,Umar ibnu sabbir bergegas menemui Raden Aria kencana yang ikut tersapu angin pukulan,warga desa mulai ramai di sekitar halaman rumah Raden Aria,mereka terjaga karena mendengar bunyi pertarungan dan dentuman-dentuman yang terjadi akibat bentrokan pukulan sakti. Raden Aria tampak lemah karena terluka cukup parah,nafasnya memburu di sertai darah yang mangalir deras dari mulutnya," lukamu sangat parah Raden,cepat telan obat ini,saya akan berusaha untk membantu mengalirkan hawa murni..",sejenak Raden Aria menoleh pada tamu yang sudah menyelamatkannya," Cukup kisanak,aku tak mungkin tertolong lagi,aku tak butuh obat itu lagi,aku cuma ingin menitipkan anakku Sadewa kepadamu,aku tau kau pun sebenarnya bermaksud untuk membawa anak ku. Kalau padamu aku rela kisanak,mohon bimbing anaku menjadi anak yang baik.."," kang mas..!!,apa yang terjadi,jangan tinggal kan kami kang mas..!!",nyai Sri arum berlari keluar mendekap tubuh suaminya yang penuh luka," diajeng,pergilah bersama tamu kita ini,selamatkan anak kita Sadewa..",tak lama kemudian Raden Aria kencana menghembuskan nafas terakhirnya,kepala terkulai dalam dekapan istrinya. Warga desa yang kian ramai segera mengurus jenazah Raden Aria kencana,tak lama mereka menemui Umar ibnu sabbir dan nyai Sri arum," apakah keputusan nyai sudah bulat untuk pergi dari desa ini..?",tanya seorang lelaki tua yang di tuakan di desa jatipadang bertanya," sudah ki,saya harus pergi membawa Sadewa,kami sudah tidak aman berada di desa ini,aku titipkan semua yang ku tinggalkan di desa ini ki.."," baiklah nyai,kami akan merawat sebisa mungkin,kembali lah kalau keadaan sudah aman bagimu dan Sadewa..",setelah itu nyai Sri asih menaiki kuda yang telah di siapkan,Umar ibnu sabbir mengiringi di belakang sambil menggendong Sadewa," orang tua,aku berjanji,dalam sepuluh tahun,anak ini akan kembali untuk menziarahi makan ayah nya..",ucap Umar ibnu sabbir sambil menggebrak kudanya ke arah barat... BERSAMBUNG..