SAYANG Aku Rindu

SAYANG Aku Rindu
PERTEMUAN DI BUS


__ADS_3

Pagi hari menyapa bumi yang sedang di balut kesunyian malam,perlahan kegelapan berganti dengan sinar mentari pagi yang mulai bertabur sinarnya,mengusir dingin nya malam dan berganti dengan kehangatan pagi yang begitu indah.


Seorang gadis memakai seragam SMP berjalan dengan ceria dijalan yang tidak begitu luas sambil bersenandung riang,


gadis yang mengucir kuda rambutnya itu terlihat begitu bahagia,


Nama gadis itu Tania Alexa,gadis manis yang berkulit putih,memiliki lesung pipi dikedua pipinya yang bulat berisi.


kulitnya putih bersih dengan tinggi sekitar 150 an,


Tania sampai dihalte bus,kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri mencari bus sekolah yang mungkin saja sudah lewat.


Tania melirik jam tangan hello Kitty yang melingkar dipergelangan tangannya.


"pukul 6 kurang 10 menit"gumamnya.


"masih banyak waktu,aku tunggu disini aja deh" katanya sambil mendekat kearah tempat duduk yang ada dihalte itu.


Tania duduk di bangku yang terbuat dari beton,matanya terus menatap kearah jalan yang biasa muncul bus.


Kriukkk...


suara perut Tania terdengar keras,membuat Tania memegang perutnya sendiri,


"aduh...mana lapar lagi,aku gak makan dari tadi malam,"keluhnya sambil mengusap perutnya yang mulai terasa sakit,


"aduh...kok sakit ya!,apa magh aku kambuh lagi??"


sambung Tania sambil meringis kecil merasakan perutnya yang perih.


Tania berusaha menahan perih diperutnya,dia harus segera kesekolah karna hari ini adalah hari pertama masuk kesekolah setelah libur semester.


Tania sekarang naik kekelas dua SMP,


dia tinggal bersama pamannya adik dari ibunya yang sudah meninggal dunia waktu dia berada di sekolah dasar,


sementara ayahnya pergi saat dia masih kecil dan sampai sekarang tidak ada kabar.


Paman Tania adalah seorang petani yang bekerja di ladang sendiri yang tidak terlalu luas,hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari hari.


paman Ridwan yang tak lain adalah paman Tania memiliki dua orang anak perempuan,


Ica dan Nuri, Ica,seumuran dengannya sedangkan Nuri sudah tamat SMA,dan rencananya akan mendaftar di perguruan tinggi


paman Ridwan sangat menyayangi Tania,berbanding terbalik dengan istrinya lina, dia begitu membenci Tania,


menganggap Tania sebagai beban keluarganya,


tapi Tania tetap menyayangi mereka semua dan menganggap mereka adalah keluarga kandungnya sendiri


Lamunan tania buyar saat bus berhenti didepan halte,


beberapa orang yang ada dihalte yang Tania tidak sadari kapan datang,terlihat buru buru memasuki bus sekolah.


Tania pun beranjak berjalan kearah bus dan menaikinya,


Tania mengedarkan pandangan keseliling bus yang nampak begitu penuh sesak oleh anak sekolah sama sepertinya .


tani berjalan menembus penumpang yang berdiri disepanjang lorong bus,matanya mengedar mencari tempat duduk ,tapi tidak ada yang kosong,


sambil memegangi perutnya yang sakit Tania memutuskan berdiri didepan lelaki yang memakai headset ditelinganya.


lelaki itu sibuk dengan pandangan luar jendela, tidak menghiraukan hiruk pikuk yang ada disekelilingnya.


Bus mulai berjalan perlahan meninggalkan halte .Tania merasakan perutnya yang semakin perih ,tangannya mencengkeram erat sandaran kursi yang diduduki lelaki berheadset ditelinga itu.


Muka Tania semakin pucat menahan sakit di lambungnya yang semakin menjadi,


tubuhnya merasa lemah dan kepalanya berkubang kunang,

__ADS_1


Tania terus memaksakan untuk bertahan hingga sampai akhirnya tubuhnya limbung jatuh kedalam pangkuan lelaki yang memakai headset tadi.


Lelaki yang juga memakai seragam SMP itu sangat terkejut saat melihat Tania jatuh keatas pangkuannya ,


Tania yang kepalanya pitam kembali tersadar saat dia mengerjapkan matanya perlahan dan bertemu dengan obsidian legam milik lelaki berheadset itu


sejenak ....


mereka saling bertatapan dalam diam,


ekspresi mereka sama sama terkejut.


Kesadaran Tania segera kembali,lalu dengan cepat mencoba bangkit dari pangkuan lelaki tersebut,


dan setelah berdiri sempurna,Tania membungkukkan badannya pada lelaki itu


"maaf,maaf saya nggak sengaja !"ucap Tania dengan wajah meringis kecil.


sementara lelaki itu hanya memandang gadis didepannya itu dengan tersenyum tipis


tak dipungkiri,bahwa gadis itu memiliki mata yang indah,mata berwarna kecoklatan bening ,hatinya bergetar saat bersitatap dengan gadis tersebut.


Melihat tidak ada respon dari lelaki itu,Tania mengangkat kepalanya menatap wajah lelaki berahang tegas itu.


Sementara lelaki itu yang sedang tersenyum tipis dengan segera mengubah ekspresi wajahnya kembali menjadi datar.


dia hanya mengangguk tanpa mengatakan apa apa.


melihat lelaki itu hanya mengangguk membuat Tania mendengus samar.


Tania melihat nama yang tertulis dinametag didada lelaki tersebut


"elkan Mahesa" baca Tania dengan suara keras,


lelaki yang bernama elkan itu menoleh menatap Tania bingung,


lalu mengangkat kembali wajahnya menatap Tania .


"nama kamu elkan?,kamu sekolah dimana??"tanya Tania mengajak lelaki cuek itu ngobrol.


elkan menatap wajah Tania sebentar


"aku sekolah di SMP Nusa bangsa"jawab elkan dengan nada datar.


Tania mengangguk,


"eh,kok dul_"ucapan Tania terputus saat tiba tiba dia merasa pusing menyerang kepalanya kembali,membuat tania agak sempoyongan.


elkan yang melihat Tania lilung,segera berdiri menangkap pinggang gadis tersebut yang hampir jatuh.


"kamu gak papa?"tanya elkan cemas,lalu membimbing Tania untuk duduk dikursi yang didudukinya tadi.


sementara tania memejamkan matanya menghalau rasa pusing yang menyerang kepalanya,


elkan menatap wajah Tania yang kelihatan pucat,


"kamu sakit??,wajah kamu terlihat pucat!"seru elkan lagi.


Tania menggeleng lemah,


"gak,gue gak papa kok" sahutnya menenangkan elkan yang cemas.


"gak papa gimana ?,kamu pucat banget ini"beritahu elkan menatap wajah gadis didepannya.


"kamu udah makan?,"sambung elkan lagi,


Tania sontak membuka mata nya,menatap wajah elkan ,lalu menggeleng pelan.


"aku gak makan dari tadi malam "jawab Tania lemah,

__ADS_1


elkan terdiam sebentar,kemudian beranjak pergi ke depan bus dimana sang sopir menyetir.


Tania melongo melihat elkan pergi tanpa mengatakan apa apa,


Namun beberapa detik kemudian terasa bus mulai melambat hingga akhirnya berhenti dipinggir jalan,


Tania mengedarkan pandangannya keluar jendela,


"loh,,udah sampai ya?"tanyanya pada diri sendiri,


"ayok"


tania tersentak, menoleh pada elkan yang baru kembali.


cowok itu melepaskan ransel yang dipakai Tania lalu mengulurkan tangannya pada Tania,


Tania yang bingung hanya melongo menatap tangan cowok yang baru beberapa menit lalu dikenalnya


"ayo cepetan keburu busnya jalan lagi" suara elkan sambil menggoyangkan tangannya yang terulur didepan Tania.


"mau kemana ??,kan belum sampe,?"tanya Tania bingung,


"udah ikut aja,jangan banyak tanya" sergah elkan sembari menuntun Tania berdiri dan membawanya ke pintu bus,


Tania yang bingung hanya pasrah saat dibawa elkan turun.


Sampai di luar bus,elkan menarik tangan Tania lembut,membawa nya ke bangku taman pinggir jalan.


"kita mau kemana elkan??,nanti terlambat sekolah lho!"ingat Tania sambil terus mengikuti langkah elkan yang membawanya.


"kita tidak akan ke sekolah,"balas Elkan membuat Tania mengangkat alis bingung.


"kenapa??, emangnya kita mau kemana??,jangan jangan kamu mau nyulik aku ya?" tuduh Tania curiga.


Mereka sampai disebuah kursi,elkan mendorong bahu Tania pelan untuk duduk dikursi .


sementara tania hanya pasrah,karna keadaannya yang lemah dan kepalanya yang pusing membuat dia tidak kuat berdiri lama,


"CK,siapa juga yang mau nyulik kamu??,aku cuma mau beliin kamu makanan ", sahut elkan sambil berdecak.


"ini hari pertama masuk sekolah,jadi biasanya gak belajar kan?"sambungnya lagi,


Tania mengangguk.


"iya,"


emang biasanya sekolah dia tidak ada kegiatan mengajar dihari pertama sekolah,


"yaudah ,mending kamu jangan masuk,kamu lagi gak enak badan,nanti takut Napa Napa,"ujar Elkan


"kalau tunggu disini bentar ya,aku mau beliin kamu makanan dulu,"elkan langsung beranjak setengah berlari menyebrangi jalan menuju warung di seberang jalan .


sementara tania hanya melongo menatap kepergian Elkan,


"dia perhatian banget ya,padahal baru aja kenal tadi,"gumam Tania sembari menatap elkan diseberang jalan.


tak lama kemudian Elkan kembali,membawa dua bungkus nasi goreng,air botol mineral dan juga obat magh.


Elkan memberikan nya pada Tania yang diterima dengan senang hati oleh perempuan itu.


"makasih ya Elkan,kamu baik banget"ucap Tania tulus,


Elkan menganggukkan kepalanya,lalu duduk disamping Tania sambil memperhatikan Tania makan dengan lahap,dan menolak saat ditawari makan oleh Tania.


begitulah awal mula pertemuan mereka.


hingga elkan dan Tania menjadi sepasang kekasih.


elkan yang pada pandangan pertama ,hatinya telah berlabuh pada gadis berlesung Pipit itu.

__ADS_1


__ADS_2