
Tania tampak senang sore ini,sepulang dari kampus ia dan elkan akan berkunjung kerumah mama mertuanya,
dalam mobil Tania tak henti hentinya menyunggingkan senyum manisnya,
elkan yang melihatnya jadi heran sendiri,
"sayang,kamu gak henti hentinya senyum dari tadi,,senang banget ya?"
elkan yang tengah menyetir menoleh pada istrinya yang nampak berbinar.
"iya El,aku udah lama gak ketemu papa sama Mama,udah kangen"jawab Tania masih dengan ekspresi cerianya.
elkan tersenyum dengan pandangan fokus kedepan.
tapi cuma sebentar,lalu wajahnya kembali cemas.
"nanti kalo mama cuekin kamu lagi gimana?,aku gak mau senyuman kamu hari ini jadi hilang gara gara mama aku"
Tania menatap suaminya,lalu mengenggam sebelah tangan elkan.
"gak kok El,aku gak pernah masukkin kehati kok semua ucapan mama,aku bisa mengerti kenapa beliau bersikap seperti itu."
Tania meyakinkan sang suami,bahwa dirinya baik baik saja karna mama mertuanya yang sering mengeluarkan kata kata pedas untuknya.
elkan menoleh pada Tania,lalu membawa tangan Tania yang berada di genggamannya kebibirnya,ia mengecup lama tangan wanita yang paling ia sayangi itu.
"kamu selalu membuat aku jadi lebih baik sayang,"ucap elkan tulus,membawa sebuah senyuman lagi dibibir istrinya itu.
"El,aku mau singgah di super market dulu ya bentar,aku mau beli buah tangan buat mama"seru Tania.
"buat apa sih sayang?"
"mama kan lagi sakit sayang,gak mungkin aku datang gak bawa apa apa !"
elkan menghela napas pelan .
"yaudah deh"
Tania membeli bingkisan untuk ibu mertuanya,buah buahan dan juga beberapa makanan yang disukai mama elkan tersebut.
setelah selesai membeli ,mereka kembali melanjutkan perjalanan lagi,hingga tidak lama kemudian mobil Tania dan elkan memasuki gerbang otomatis yang begitu besar.
rumah orang tua elkan termasuk yang besar di komplek ini,halaman yang sangat luas dengan dikelilingi tembok setinggi tiga meter di sekelilingnya,taman hijau yang ditumbuhi rumput yang dipotong cantik disepanjang halaman jalan masuk mobil.dengan air mancur ditengahnya,dilengkapi bunga bunga yang terdiri dari beberapa jenis,
Tania selalu menyukai datang kesini,karna rumah ini terasa begitu asri dan sejuk,ada terdapat beberapa pohon yang tumbuh dilingkungan rumah ini menambah suasana nyaman bagi Tania.
saat elkan memakirkan mobilnya di bagasi,Tania melihat ada dua mobil yang terparkir dihalaman rumah,
setelah turun dari mobil,Tania mengamati kesekelilingnya,rumah ini tidak pernah berubah,setelah hampir sebulan ini Tania tidak berkunjung, yang membuat ia begitu rindu suasana asri nya.
elkan menghampiri Tania yang masih berdiri mengamati kesekitarnya.
"aku selalu menyukai suasana disini El,"ucap Tania,
elkan tersenyum,lalu memanggil salah satu pekerja kebun yang sedang duduk dibawah pohon dekat mereka sedang beristirahat.
pekerja itu datang menghampiri mereka.
"eh,Aden udah pulang?,baru datang ya den?"tanya pria pekerja itu basi basi.
"iya mang,istri saya katanya udah kangen sama mama,"elkan menjawab dengan tersenyum ramah.
"mamang apa kabar?"
Tania bertanya dengan tersenyum.
"saya baik non,non apa kabar?,udah isi belum atuh neng?"
gurau pekerja itu ,membuat elkan dan Tania langsung saling berpandangan.
mereka tersenyum dengan raut wajah memerah karna malu.
__ADS_1
bagaimana isi coba,buat nya aja baru kemarin mulainya.
sementara pejerja itu hanya tersenyum melihat pengantin baru didepan nya jadi salah tingkah.
"ehm.mang,kami masuk kedalam dulu ya,mau ketemu sama mama dulu"elkan mencoba mengusir rasa kecanggungan diantara mereka.
"eh,silahkan den,tuan juga ada didalam,baru aja pulang tadi"
sahut simamang,Tania melirik dua mobil yang terparkir dihalaman.
"mama lagi kedatangan tamu ya mang?"tanya Tania,masih memperhatikan mobil yang belum pernah dilihatnya itu.
mamang mengikuti arah pandang Tania
"iya non,ada tamu cewek tadi yang datang,tamunya juga baru sampai setelah non dan Aden datang"
Tania mengangguk,lalu menggandeng tangan elkan mengajaknya masuk kedalam rumah.
"yok El,kita masuk" ajak Tania menggenggam tangan elkan.
elkan mengangguk,lalu menoleh pada mamang yang masih berdiri disamping mereka.
"mang ,saya minta tolong ya?,tolong bawain barang barang yang ada dalam bagasi,bawa masuk kedalam,"
ujar elkan ,
"boleh den,den masuk aja biar mamang yang bawain,"
elkan kembali mengangguk lalu menyerah kan kunci mobilnya pada mamang .
"ini mang,siapa tahu nanti perlu"ucapnya lalu merangkul pinggang istrinya mengajaknya masuk kedalam rumah.
dari pintu depan yang tidak terkunci,elkan mendengar suara seorang wanita dari ruang tamu,saat sampai diruang tamu elkan terkejut melihat mama dan papanya duduk disana berhadapan dengan seorang wanita ..
wanita itu begitu cantik dengan tubuh yang proposional menurut Tania,rambutnya panjang berwarna hitam mengkilap dengan setelan yang begitu fashionable menurut Tania.
"assalamualaikum ma,pa"sapa Tania sopan,mendekati kedua orang tua elkan dengan menyalami nya satu satu .
"eh,kalian baru aja datang?,ayo duduk dulu,"ucap papa elkan ramah,
elkan ikut menyalami kedua orang tuanya yang disambut pelukan oleh mamanya.
"elkan,mama kangen banget sama kamu,gimana kabar kamu sekarang?"
"aku baik ma!"jawab elkan datar lalu duduk di sofa samping istrinya.
sementara wanita yang dari tadi menatap nya tidak disapanya sama sekali.
"Tania,gimana kuliah kamu sekarang?"tanya papa elkan melihat Tania dengan tatapan hangat.
Tania tersenyum,
"lancar pa Alhamdulillah,"
papa elkan mengangguk,
"elkan jagain kamu dengan baik kan?"suara papa elkan lagi.
"iya pa,elkan selalu memperhatikan Tania kok"jawab Tania.
"jangan cuma elkan yang jagain kamu,kamu sebagai istri juga harus urusin elkan dengan benar,gak kayak gini ,elkan semakin kurus saya lihat,pasti kamu gak becus ngurusin dia ya?"sahut mama elkan ketus,menatap Tania dengan sinis.
Tania hanya tersenyum,
"iya ma,Tania bakalan ngurusin elkan lebih baik lagi kok,"
"udah ma,Tania selalu ngurusin El kok,dia bahkan selalu mementingkan El daripada dirinya sendiri"timpal elkan sambil merangkul bahu istrinya.
mama elkan yang melihatnya hanya berdecih sinis,merasa kesal putranya selalu aja belain istrinya,
"oh iya ma,tadi Tania ada bawa in buah tangan buat mama,katanya kak arkan mama lagi sakit ,iya?"suara elkan.
__ADS_1
"iya,mama emang lagi kurang enak badan,tapi sekarang udah mendingan kok,lagian kamu nunggu mama sakit dulu baru datang,"sindir mama elkan.
"El,sama Tania lagi sibuk ma"elak elkan.
"ma,sekarangkan mereka udah datang,"ucap papa menegur mama mertuanya Tania membuat mana terdiam.
"eh,El,kamu masih ingat gak sama lyodra?"tanya mama kemudian menunjuk wanita yang duduk diseberang yang dari tadi hanya menyaksikan mereka dengan diam.
elkan menoleh pada lyodra yang menatapnya dengan tersenyum.
"ingat kok ma,"lalu beralih pada lyodra.
"hy lyo,gimana kabar kamu sekarang?"sapa elkan berusaha terlihat ramah.
lyodra kembali tersenyum manis.
"baik kok El,kamu sendiri gimana?"jawab lyodra tidak mempedulikan dengan kehadiran Tania disana.
Tania merasa aneh ,lyodra memanggil elkan dengan sebutan El,harusnya hanya orang terdekat elkan saja yang memanggilnya seperti itu,
siapa memangnya lyodra ini?,kenapa ia menatap suaminya dengan tatapan yang berbeda?,menurut Tania?.
sedangkan ia baru kali ini melihat wanita itu.
"aku baik,oh ya kenalkan ini istri aku,namanya Tania"elkan menunjuk Tania dengan mengusap bahu nya pelan.
raut wajah lyodra yang tadinya hangat saat menatap elkan ,kini berubah datar saat menatap Tania,walaupun ia pandai menyembunyikannya.
tapi Tania cukup menyadari itu.
Tania tersenyum tulus,sambil melambaikan tangannya karna posisi mereka saat ini berjauhan.
"hai,saya Tania Alexa"
lyodra membalas dengan sebuah senyuman yang sangat jelas terlihat karna terpaksa.
"aku lyodra"
sahut lyodra singkat.
"oh ya El,kamu duduk aja dulu ya,papa mau kekamar,mau istirahat,"lalu beralih pada lyodra.
"lyo,om masuk kekamar dulu ya,kamu duduk aja bersama Tante dan juga Tania elkan."
lyodra mengangguk dengan tersenyum.
"baik om,selamat beristirahat ya om"
sesudah kepergian papa elkan,mama nya menoleh pada elkan .
"El,kamu masih ingat kan dengan masa kecil kalian dulu sama lyodra,?"
lyodra tertawa.sementara elkan hanya memperlihat kan raut wajah datarnya.
Tania semakin penasaran dibuat nya,mendengar pernyataan ibu mertuanya tadi.
masa kecil bersama?,
apa jangan jangan lyodra ini teman masa kecilnya elkan ??.
namun kata kata ibu mertua berikutnya malah membuat tania jadi membeku ditempat.
"kalian hampir aja menikah jika saja elkan mendengar perkataan Tante,tapi dia keras kepala,"
mama mengatakannya pada lyodra,namun lyodra hanya tertawa seolah bukan apa apa baginya.
namun Tania begitu Shok.
menikah???,
elkan dan lyodra??
__ADS_1