
sekarang Tania sedang duduk berhadapan dengan Arkan disalah satu kantin yang terdapat di kompleks rumah sakit.
mereka duduk berhadapan,tapi Tania menundukkan kepalanya dalam dalam.
berusaha menyembunyikan kesedihan yang hampir tumpah dimatanya.
"dokter menyarankan untuk membantu elkan mengingat dengan pelan pelan,kita tidak bisa memaksanya kak,"ucap Tania .
Arkan termenung mendengar pernyataan dari Tania,sedikitpun ia tidak menyangka akan kejadian seperti ini.
dan yang sebenarnya membuat dia kepikiran,adalah nasib Tania saat ini,
apa Tania baik baik saja?.
walaupun Tania selalu bersikap seolah tidak apa apa, tapi Arkan tau dengan pasti bahwasanya Tania sangat terluka dan hancur atas kejadian yang bertubi tubi dihadapinya.
Arkan menarik napas panjang,lalu menghembuskan nya perlahan.
ia menatap kedua mata bening Tania.
"apa kau terluka Tania?,"tanya Arkan,Tania tersenyum tulus walaupun tersirat kepahitan dalam senyumannya.
"apa yang membuat ku bisa terluka kak?,elkan hanya melupakanku bukan meninggalkan ku untuk selamanya kan?,selama dia baik baik saja dan berada didekatku,aku juga akan baik baik saja,walaupun dia mengenalku sebagai temannya sekarang,setidaknya aku masih bisa berada didekatnya,".
"tapi dia menyebut nama wanita lain dihadapanmu Tania,ia melupakan istrinya sendiri,tapi bisa mengingat wanita lain,itu sangat keterlaluan,"
Tania menyentuh tangan elkan yang berada diatas meja,
"lyodra bukanlah wanita lain,dia adalah teman dari masa kecilnya elkan,mungkin karena itulah elkan bisa mengingatnya,karena mereka telah bersama sama dalam waktu yang sangat lama,"
Tania mencoba terlihat tegar,tak ingin menunjukkan isi hatinya yang sebenarnya,
iya,dia merasa sangat kesakitan dan terluka,
tapi untuk saat ini dia tidak bisa mementingkan perasaan nya dulu,karena kondisi elkan lebih penting dari segalanya.
Arkan merasa begitu iba melihat sikap Tania yang berpura pura tegar seperti saat ini,ia tahu betul perasaan Tania dan juga dirinya tidak baik saja,wanita ini terluka dan tersakiti,tapi ia masih bersikap tenang dihadapan nya.
Arkan menggenggam satu tangan Tania,
"Tania,jika kamu ingin menangis ,menangis saja,keluarkan semua yang ada di hatimu saat ini,aku akan menjadi pendengar yang baik untuk semua keluh kesah mu,tapi janganlah seperti ini,kamu memendam semua perasaanmu sendirian,kamu akan tertekan Tania,jangan bersikap seolah dirimu tidak apa apa".
hati Tania terasa bergetar,Arkan terus saja memancing mancing kesedihan yang ditekannya dalam dalam,
Tania tidak ingin menunjukkan kalo dia wanita yang lemah,dihadapan Arkan,
karena memang sifatnya yang selalu dewasa,dan setelah sempat bersikap kekanakan saat malam dia bertengkar dengan elkan,Tania tidak ingin mengulangnya lagi.
dan kini lah waktunya dia harus kembali bersikap dewasa,sikap dirinya yang apa adanya.
"kak,aku benar tidak papa,percayalah!"
Arkan mendesah panjang,dia tau adik iparnya tidak akan mengaku,
"baiklah,jika kamu merasa baik saja,sekarang kita harus pikirkan tentang dirimu,dimana kamu tinggal sekarang dan bagaimana kamu berperan untuk elkan".
Arkan menautkan dua tangannya lalu meletakkan nya dibawah dagu.
"apa kamu akan tetap tinggal disana?,diapartemen Kalian?".
__ADS_1
Tania tampak berpikir,jujur saja dia belum memikirkannya sampai kesana,
"aku akan mencari tempat tinggal lain,aku tidak mungkin tinggal di apartemen kami,karena takutnya elkan akan kebingungan nanti"
"lalu dimana kamu akan tinggal?".
"aku bisa saja untuk menumpang diapartemen aida ,karna dia tinggal sendiri disana,tapi aku tidak mau melibatkan teman temanku dalam masalah ini,aku memutuskan untinuk mencari kontrakan saja"
Arkan menggeleng tidak menyetujui.
"jangan!,kamu tidak boleh tinggal dikontrakkan,kamu bisa tinggal diapartemen kakak saja,kakak juga punya apartemen yang berada tidak terlalu jauh dari apartemen kalian saat ini,kamu tinggal saja disana,lagian kakak jarang mengunjunginya"Arkan memberikan ide,
namun Tania nampak keberatan,
"tidak kak,aku gak mau merepotkan ,lagian nanti kalo ada yang tau ,akan sangat tidak baik,disangkanya malah yang bukan bukan,lebih baik aku tinggal dikontrakkan saja,aku gak keberatan kok,"tolak Tania,ia merasa cemas jika mana mertuanya tau,maka pasti dirinya lagi yang kena cercaan mertuanya.
"kalo begitu jangan sampai ada yang tau,aku tidak akan memberitahu siapa pun,lagian kamu tinggal disana sendirian,bukan tinggal bersama kakak kan?,jadi gak usah takut."Arkan masih bersikeras.
"tapi kak"
"tidak ada tapi tapian Tania,Kaka gak mau Nerima penolakan,"putus Arkan sudah final.
Tania pun menjadi diam,tak bisa berdebar lagi.
Tania menarik napas panjang,
"baiklah jika seperti itu.makasih banyak ya kak,kakak udah mau membantu Tania,"ucap Tania dengan tulus.
Arkan mengangguk ,menatap Tania dengan penuh senyuman.
"apa yang harus kulakukan sekarang Tania?,jika elkan masih saja menelantarkanmu seperti ini,aku tidak akan sanggup untuk menahan diri lagi,aku takut ,aku akan merebut mu dari dia,lelaki mana yang mau melihat wanita yang dicintainya disakiti seperti ini?"
***
akhirnya Tania pun jadi tinggal diapartemen Arkan,dia pun memutuskan untuk mengambil semua barangnya diapartemen elkan,
dua bulan lebih Tania menetap disana,begitu banyak kenangan yang dilalui nya bersama suaminya,
Tania sempat menangis terisak isak dalam kamar nya dengan elkan saat sedang mengepak barang milik ya,
bagaimana tidak,ini semua sangat berat baginya,terasa sangat sulit dan sakit jika dia mengingat dirinya sekarang hanyalah sebagai status seorang teman Dimata elkan,tidak lebih.
tapi apalagi yang bisa dilakukannya??.
ia pun sudah setuju untuk untuk melakukan cara ini sebagai langkah pertama membuat elkan kembali mendapatkan ingatannya,dan inilah resiko yang harusnya diterima Tania,
karena itulah Tania mengambil semua barangnya,dan menyingkir kan semua hal yang berkaitan dengan dirinya,
agar elkan tidak akan curiga,
karena kondisi elkan saat ini ,ia akan kebingungan jika saja menemukan pakaian wanita didalam apartemennya,
karena elkan bukanlah tipe yang suka membawa wanita ketempat pribadinya.
setelah memastikan tidak ada lagi barang nya yang tersisa ,Tania dibantu arkan mulai memasukkan barang nya kedalam mobil Arkan untuk dibawa ketempat tinggal Tania yang baru,
"apa semua sudah dibawa?"tanya Arkan saat sudah selesai memasukkan barang Tania dan menutup bagasi mobilnya.
"sudah kak,aku rasa sudah semua"sahut Tania,lalu segera masuk kedalam mobil duduk disamping pengemudi,
__ADS_1
Arkan mengangguk,lalu ikut masuk dan duduk dikursi pengemudi,
tanpa Tania sadari ,ada satu tempat dimana dia lupa memeriksa barangnya,
diperpustakaan mini yang terdapat diapartemennya,berada disebelah ruang kerja elkan yang saling berhubungan.
disana masih tersusun rapi sebuah buku bersampul kulit berwarna hitam,yang tertulis dengan tulisan besar disampul depannya,
..."notebook"...
bersamaan ditepi dinding disebelahnya tertempel huruf T&E disana,diukir dengan huruf yang kecil,hingga jika kita tidak melihat baik baik,huruf itu tidak akan terlihat.
buku itu miliknya,buku harian nya selama pernikahannya dengan elkan..
****
setelah beberapa hari dirawat setelah elkan sadar,akhirnya hari ini dia diperbolehkan pulang,dengan syarat selalu dalam pengawasan dokter,
dan selama beberapa hari elkan dirawat,Tania selalu menemani elkan dengan cara sembunyi sembunyi,serta tetap menjaga jarak dari elkan,agar pria itu tidak akan memikirkan yang macam macam.
hari ini Tania kembali lagi datang bersama Arkan,karena kebetulan Arkan juga libur,jadi mereka memutuskan untuk berangkat bersama.
mereka berencana untuk menjemput Elkan karena sudah diperboleh kan pulang oleh dokter,karena kondisinya sudah sangat baik,
Tania berjalan dikoridor , berdampingan dengan Arkan,
ia terlihat terburu buru,
"pelan pelan Tania!,kenapa buru buru sekali?"ucap Arkan yang merasa heran melihat Tania yang berjalan tergesa gesa.
"buruan kak,kita udah telat,takutnya elkan udah keluar nanti,"sahutnya,sambil terus melangkah kakinya dengan terburu buru.
dan benar saja,saat mereka sampai didepan ruangan elkan,elkan sudah keluar dengan memakai baju kaos dan jaket,beserta mama ,papa dan.....lyodra?.
saat Arkan dan Tania sampai didepan elkan ,pria itu tersenyum sambil berkata.
"hai,Tania,kamu kesini mau jemput aku juga?"
Tania memaksakan tersenyum,walaupun hatinya terasa sakit saat melihat lyodra dan elkan saling berpegangan tangan,terlihat sangat romantis sekali.
"iya kami ingin menjemput kamu,"suara Arkan yang menjawab,
pemuda itu maju menyamakan posisi nya dengan Tania menjadi berdampingan.
lalu meraih tangan Tania yang terasa begitu dingin,dan menggenggamnya erat.sebagai tindakan untuk menguatkan Tania.
elkan tersenyum senang.
"eh,kalian belum berkenalan kan?"tanya elkan menatap Tania dan lyodra secara bergantian.
semua yang ada disana terdiam,tidak ada yang bersuara,sementara mama hanya bersikap cuek,
dan lyodra,dia menatap Tania dengan sinis,
karena tidak ada uang menjawab,elkan Kembali melanjutkan
"OK,kalo begitu ,tania!"panggil elkan,membuat Tania mengangkat wajahnya menatap elkan.
elkan menunjuk lyodra sambil berkata.
__ADS_1
"kenalkan ,dia lyodra,pacarku !"