
hari telah beranjak siang,Tania sekarang sudah siap dengan balutan dress selutut yang sederhana,dengan rambut dikepang satu kebelakang,tak lupa sepatu flat shoes yang telah menjadi pilihan sehari harinya.
Tania mengetuk ngetukan kakinya kelantai,duduk dengan tidak tenang diatas sofa ruang tamu ,
sesekali dia mengecek arloji yang berwarna putih hello Kitty ditangannya.
"El,....udah siap apa belum??,nanti kita bisa telat,!!!"
Tania berteriak pada elkan yang masih bersiap siap dalam kamarnya.
Tania akan kekampus bersama elkan.karna selain bekerja di perusahaan papa nya, Elkan juga sambilan kuliah bareng Tania.
mereka memutuskan untuk masuk sore,karna paginya elkan akan pergi kekantor untuk bekerja.
sementara tania,akan mengurus keperluan elkan dan pekerjaan dirumah,karna dia lebih senang,saat dia bisa menjalankan kewajiban nya sebagai istri saat semua pekerjaan rumah bisa dilakukannya sendiri,
elkan pernah mengusulkan seorang pembantu untuk mengurus semua keperluan mereka berdua,karna melihat Tania yang harus mengatur waktu untuk mengurus rumah tangga mereka berdua,tapi Tania menolak karena dia lebih senang jika mereka berdua yang tinggal di apartemen ini,tidak ada orang lain yang masuk dalam kehidupan mereka.
elkan keluar dengan memakai kaos lengan pendek dan celana jeans yang sedikit sobek bagian lutut,
pemuda itu sangat tampan ,Tania sampai terpana sejenak,sebelum akhirnya cepat cepat menyadarkan diri.
elkan melemparkan senyum pada Tania,
"yok sayang,kita pergi sekarang,"
Tania berdiri dari sofa lalu berjalan kearah pintu sambil melingkarkan tangannya pada lengan elkan,
"kamu ganteng banget El,!"puji Tania tak henti henti nya menatap suaminya,
elkan menoleh dengan tersenyum.
"kamu juga cantik banget sayang,bikin aku pengen kekepin kamu dalam kamar terus!"goda elkan ,membuat Tania tersipu malu.
mereka berjalan turun menuju mobil yang sudah terparkir dibasemen apartemen,
dengan manis elkan membukakan pintu untuk istrinya,melindungi kepala Tania dengan tangannya agar tidak terbentur,lagi lagi Tania menghangat mendapat perilaku yang romantis dari suaminya.
setelah memasangkan sabuk pengaman untuk Tania,elkan menutup pintu dan memutar menuju tempat duduknya,
"El,kapan kapan ajari aku naik mobil,biar aku bisa bawa mobil saat mau jemput kamu kayak dibandara kemaren,"pinta Tania dengan menatap kearah elkan yang sedang memasang sabuk pengaman nya.
"buat apa sih sayang??,kan kalo mau pergi kemana mana tinggal bilang sama aku,aku siap nganterin kamu kemana pun kok,kamu gak perlu belajar nyetir ,aku juga gak tenang kalo kamu nyetir sendirian!"
Tania mengerucutkan bibirnya ,melongos dengan mengalih kan pandangannya ke depan dengan wajah cemberut.
elkan tersenyum,mengulurkan tangannya mengacak acak rambut Tania dengan gemas,
"udah ,gak usah dimanyunin tuh bibirnya,nanti aku cium baru tau rasa!"
Tania dengan segera menarik bibirnya,duduk dengan tenang dan dan tersenyum manis pada elkan ,
bahaya kalau elkan mengancam begitu,bisa bisa tidak jadi kuliah jika elkan mencium nya.
elkan terkekeh pelan melihat tingkah istri nya itu,
dengan cepat melajukan mobilnya menuju arah kampus,..******
__ADS_1
"sayang ,kamu duluan aja ya,aku mau parkir mobil dulu,"ujar elkan saat mereka sampai diparkiran kampus,
tania menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
lalu bergegas pergi menuju ke kelasnya.
"hai Tan,baru datang?"tanya seseorang yang berjalan disamping Tania ,Tania menoleh dan tersenyum ramah,
"hai ,iya aku baru datang,kamu udah lama?"Tania bertanya balik,
"iya aku udah dari tadi!"
lelaki yang berjalan disamping Tania itu tersenyum,sambil membawa langkah kakinya berjalan disamping Tania.
"Aldo,aku masuk kelas dulu ya,!,"pamit Tania saat mereka sudah sampai didepan ruangan kelas Tania,
Aldo mengangguk,tapi belum beranjak dari sana ,dia masih terus berdiri sambil menatap Tania tanpa berkedip.
Tania melihat Aldo yang terus menatapnya aneh,membuat Tania merasa risih,
tapi beberapa detik kemudian elkan muncul dari belakang Aldo dengan mencengkeram bahu Aldo dengan begitu keras,
membuat Tania mebelalak kaget.
"Lo ngapain pandangin cewek gue segitunya?"tanya elkan judes sambil mendorong keras bahu Aldo,membuat cowok itu termundur beberapa langkah.
Aldo tersenyum miring,sambil mendengus samar.
"tania itu baru jadi cewek Lo,belum jadi istri juga,!"sahut Aldo sinis.
membuat elkan mengepalkan tangan erat,menahan amarah.
"udah udah,jangan ribut,El,cukup.ayok kita pergi,!"belum sampai elkan menyelesaikan kalimatnya,Tania sudah memotong duluan,takut suaminya keceplosan dan mengakui status mereka yang sebenarnya.
Tania dan elkan masih merahasiakan soal hubungan mereka yang baru berjalan sebulan ini,
dikampus,mereka hanya dikenal oleh sebagai pasangan kekasih.tidak ada yang tau tentang pernikahan diam diam mereka.
Tania langsung menarik elkan menjauh dari sana ,membawa elkan ketaman belakang kampus yang sedang sepi saat jam jam begini.
Tania mendorong pelan elkan hingga terduduk disebuah kursi.
raut wajah elkan terlihat masih kesal,bahkan cowok itu tidak menatap padanya sama sekali.
tania menghela napas panjang.
dia tahu bagaimana membujuk suaminya yang sangat posesif ini.
Tania duduk diatas pangkuan elkan dengan posisi menyamping,mengalungkan tangannya dileher elkan.
elkan tersentak saat melihat tingkah istrinya yang tiba tiba itu.
tapi sedetik kemudian dia dengan cepat mengubah raut wajahnya kembali.pura pura terlihat kesal.
tania menangkup wajah suaminya dengan kedua tangannya.
"sayang,kamu masih marah??,
__ADS_1
jangan marah donk ,!,aku tadi cuma ngobrol aja sama Aldo,gak ngapa ngapain lagi"bujuk Tania.
elkan tidak menjawab,dia masih terlihat kesal menatap mata bening tania.
"kamu masih marah ya?"Tania Tania tidak mau menyerah.
"Hem."jawab elkan singkat.dengan gaya merajuk.
"sayang,jangan marah dong,aku hanya cinta sama kamu,gak untuk orang lain!"
"beneran?"Suara berat elkan.
Tania mengangguk,
"iya sayang,kamu itu gak ada tandingannya dalam hidup aku!",
elkan tersenyum senang saat mendengar ungkapan cinta tania,gadis ini benar benar membuat dia tidak waras.
"jangan ulangi lagi yang kayak tadi,aku lihat aldo itu sering banget dekatin kamu,aku gak suka liat kamu dideketin sama lelaki lain,kami itu hanya milik aku!"ucap elkan sambil memeluk pinggang tania posesif.
"iya ,aku gak ngulang lagi kok,tapi kamu harus janji,untuk gak keceplosan kayak tadi,kamu hampir mengatakan semuanya tadi,makanya aku tarik kamu kesini,"
"iya maaf,gak ngulang lagi kok,
tapi sekarang kasih aku ciuman dulu ya.!"
Tania tanpa menjawab mendekat pada wajah elkan lalu mengecup bibir elkan dengan ********** lembut.
elkan memblas ciuman Tania menyesap keras bibir manis itu,elkan menyesakkan lidah kedalam mulut Tania dan membelit lidahnya Tania dengan penuh napsu.
elkan melepaskan ciuman nya saat melihat Tania kehabisan nafas,
dengan nafas tersengal sengal elkan menyusuri leher Tania dengan ujung hidung yang mancung.membuat tania mendesah pelan.
"sayang,aku pengen banget bisa lakuin lebih dari ini sama kamu!"lirih elkan dengan suara serak menahan gairah,
"kita sudah sebulan menikah,kita juga sudah sah,aku ini laki laki normal sayang,aku juga pengen milikin kamu sepenuhnya sebagai istri aku yang sebenarnya !"sambung elkan lagi.
Tania terdiam mendengar pengakuan elkan,di satu sisi dia merasa iba pada lelaki itu,tapi satu sisi lagi,trauma yang pernah dialaminya saat kecil membuatnya takut melakukan hubungan badan dengan elkan.
elkan seolah paham dengan isi pikiran istrinya,segera memeluk tubuh Tania yang masih duduk di pangkuannya itu,elkan mengusap punggung Tania lembut.
"sayang,Akau tahu kamu masih belum bisa terlepas dari trauma masa lalu kamu,tapi kamu gak mungkin selamanya harus begini,aku ingin kamu bisa mengatasi rasa takut kamu,dengan kamu menghindar melakukan hubungan suami istri itu tidak akan membuat kamu terlepas dari rasa takut mu itu,
percayalah sayang,aku akan mempelakukan kamu dengan lembut,aku tidak mungkin nyakitin kamu,izinkan aku untuk membantu kamu terlepas dari masa lalumu itu aku mohon sayang!"mohon elkan sambil menatap wajah cantik istrinya itu.
tania kembali terdiam mendengar pernyataan elkan,dalam hatinya dia ikut membenarkan apa yang dikatakan elkan,hanya suaminya yang bisa menolongnya,
elkan menatap mata Tania dengan pandangan teduh,tangannya mengusap lembut punggung Tania seolah meyakin kan gadis itu.
"percayalah sayang,tolong berikan aku kesempatan untuk bisa memiliki dirimu sepenuhnya,!"yakin elkan.
Tania akhirnya mengangguk mendengar pernyataan elkan,apa yang dikatakan suaminya memang benar,bahwa tidak selamanya dia bisa menghindar dari tanggung jawab nya sebagai seorang istri.dia ingin memberikan elkan kesempatan.
"pikirkan perkataan ku dengan baik baik Tania,aku ingin kamu menyerahkan dirimu sendiri padaku dengan rela,karna aku tidak pernah ingin menyentuhmu dengan kamu yang terpaksa ,kau tau kan aku selalu menunggumu!"ucap elkan lagi mbuat Tania lagi lagi mengangguk kan kepalanya.
dalam hatinya dia merasa bersyukur bahwa suaminya sangat mengerti dirinya,dan sangat mengutamakan kebahagiaan nya.
__ADS_1
terimakasih tuhan!,telah memberikanku suami seperti dia!,tolong jangan lagi pisahkan kami