SAYANG Aku Rindu

SAYANG Aku Rindu
INSIDEN MALAM TERAKHIR


__ADS_3

elkan menatap Tania tidak percaya,dengan hati yang begitu sakit ia berusaha mati Matian mengendalikan dirinya agar tidak sampai melakukan hal yang tidak diinginkannya nanti.


namun Tania yang sepertinya mulai kehilangan akal sehat tidak memberi waktu untuk elkan menenang kan dirinya.


"lyodra mengatakan padaku,bahwa aku telah menjadi seorang wanita jahat karena telah memisahkan kamu dengan ibu mu sendiri,dia juga mengatakan padaku kalo suatu saat kamu akan meninggalkan aku dan kembali pada ibu yang tidak akan perah mau menerimaku sampai kapanpun itu,"ucap Tania menatap elkan dengan tatapan marah,marah pada dirinya sendiri .


"aku adalah wanita jahat yang egois,karna dengan menjadikan dirimu milikku ,mama menjadi menderita,dan hubungan kalian telah hancur setelah kehadiranku elkan.....hiks hiks hiks"Isak Tania mulai terdengar keras,ia bersimpuh dilantai dihadapan elkan dengan menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya,


jika andainya ini menyangkut dirinya,maka Tania tidak pernah bersikap seperti ini,tapi,ini menyangkut elkan,lelaki yang dicintainya,yang sekarang membuatnya sadar,bahwa dia telah membuat elkan membenci ibu nya sendiri,itu semua karna dirinya......


elkan ikut duduk dihadapan Tania yang masih bersimpuh,mengambil kedua tangan itu istrinya yang masih setia menutupi wajah cantiknya dengan terisak isak,


mengenggam kedua tangan Tania dengan perasaan yang begitu kacau,


"sayang,jangan pernah berbicara seperti itu lagi ya,ini semua bukan salah kamu,aku membutuhkan kamu Tania,dan aku juga membutuhkan mama,aku menyayangi kalian berdua,dan aku sekarang sedang berusaha untuk bisa membuat mama bisa menerima kamu,dan aku yakin mama pasti akan berubah nantinya,tolong jangan seperti ini sayang,melihat mu seperti ini membuat ku sangat sedih"suara elkan terdengar lirih,


namun Tania masih setia dengan isakannya,membuat elkan tenggelam dalam rasa bersalah,sedih dan marah dalam satu titik.


"lyodra tidak tau apa apa tentang kita sayang,dia berbicara atas dasar pandangannya sendiri,atas dasar apa yang diketahuinya saja,tapi semua yang dikatakannya itu tidaklah benar,kamu bukanlah wanita jahat,dan penyebab mama sedih juga bukan sepenuhnya karna dirimu,"elkan mengusap wajah kasar,lalu beralih menatap Tania yang masih dibanjiri air mata dipipinya.


"aku tidak pernah sekalipun terpikirkan untuk meninggalkanmu Tania,kamu adalah hidupku,kamu adalah nafas dalam tubuhku,aku tidak bisa hidup tanpa ada kamu disisiku,jangan dengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain sayang,cukup percaya pada ku saja"


Tania menghentikan Isak tangisnya mengangkat wajahnya menatap lurus pada obsidian gelap milik elkan,


Tania bisa melihat banyak sekali cinta disana,Dimata yang selalu menatapnya teduh itu,tapi semakin besar ketulusan yang ia lihat disana,rasa bersalah itu kembali muncul,


"aku bisa melihatnya El,mama masih mengharapkan lyodra untuk menjadi istrimu,statusku disini unggul hanya karna kamu masih mempertahankan aku,bagaimana jika suatu saat kamu tidak menginginkan ku lagi?,maka tidak ada yang menghalangi kamu kembali pada lyodra bukan?"


elkan memejamkan matanya,seketika amarah kembali muncul naik perlahan hingga sampai di ubun ubunnya,


Tania benar benar menguji kesabarannya yang sedang ia tahan emosi dari tadi,


sudah berkali kali ia mengatakan bahwa ia tidak akan meninggalkan istrinya,istri yang sangat dicintainya,tapi Tania tidak mendengarkannya,ia malah terus terusan membahas perpisahan.


sejak kapan Tania nya menjadi seperti ini??,


biasanya ia wanita yang kuat,tidak gampang terpengaruhi oleh apa pun.


tapi kenapa sekarang ia menjadi begitu sensitif??,


entah apa yang telah membuat istrinya menjadi seperti ini.


tapi sekarang elkan benar benar marah,Tania meragukan cintanya??,meragukan semua pengorbanan nya,


elkan berdiri cepat menatap Tania tajam dengan rahang yang mengeras,


membuat Tania yang masih terisak,mendongak , menatap elkan dengan was was.


"sudah kubilang untuk tidak datang kesana,tapi kamu keras kepala ,tidak mau mendengarkanku ,lihatlah sekarang,kamu malah bersikap kekanakan seperti ini,lyodra yang telah membuat mu menjadi seperti inikan???,aku akan menemui dia sekarang dan memberi ia pelajaran karna telah berani membuat kamu seperti ini"ucap elkan dengan penuh penekanan,lalu tanpa menunggu jawaban istrinya,ia meraih kunci mobil yang terletak diatas nakas disamping tempat tidur,meraih jaketnya yang dibuang sembarangan diatas tempat tidur kalau segera berjalan terburu buru keluar.


Tania seketika menjadi panik,ia tau elkan sedang dikuasai amarah sekarang,dan sekarang dia berniat untuk pergi dengan keadaan seperti itu,


Tania buru buru bangun mengejar suaminya yang sudah keluar dari apartemen mereka.


dia tidak bisa membiarkan elkan menyetir dalam keadaan seperti itu,itu akan membahayakan dirinya.


"elkan!!!!"teriak Tania saat melihat elkan sudah memasuki mobil dan duduk dikursi kemudi,


Tania semakin mempercepat larinya,berusaha mengejar suaminya yang nampak sudah menghidupkan mesin mobilnya,,,


"El,tunggu.....jangan pergi ..."teriaknya ,namun tidak didengarkan oleh elkan,

__ADS_1


begitu Tania sampai dibasemen ,mobil elkan telah melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan Tania yang menatap nya panik.


seketika kegelisahan menguasai hatinya,


apa yang harus dilakukannya sekarang???,


suaminya telah pergi dengan keadaan yang sedang kalut,


ia takut terjadi apa apa pada elkan,


ia harus menyusulnya,iya .


Tania buru buru masuk kedalam apartemennya kembali,mengambil ponsel dan dompetnya,sedikit merapikan penampilannya.lalu segera berlari keluar sambil menelpon taxi langganannya,


ia berjalan mondar mandir dijalan luar gerbang apartemennya,menunggu taxi yang sudah dipesannya,


"CK,yaampun....lama banget.el...mudah mudahan kamu baik baik aja"racau Tania menggiggit ibu jarinya dengan wajah terlihat panik.


tak lama kemudian sebuah taxi berhenti didepannya,dan dengan tergesa gesa ia masuk ,menutup pintu dan duduk di kursi penumpang,


"pak ngebut pak,lurus aja"


sebenarnya ia tidak tau kemana tepatnya elkan pergi,jadi ia memutuskan untuk menyusuri jalan lurus dulu,berharap bisa bertemu dengan suaminya.


Tania merasa tidak begitu tenang,ia sesekali menelpon nomor elkan dengan perasaan yang semakin tidak enak,


entah bagaimana elkan sekarang,


mata indahnya tak henti henti menyusuri disepanjang pinggir jalan yang dilewatinya,berharap dapat menemukan mobil elkan,


namun tak lama kemudian Tania merasakan mobil yang ditumpanginya berhenti,


ia yang penasaranpun melemparkan pertanyaan bingung pada supir taxi tersebut,


saat matanya mengarah kedepan,ia pun menyadari akibat mobilnya berhenti.


"didepan ada banyak orang mbak,kayaknya lagi ada kecelakaan!"


sahut sang supir,


Tania yang melihat ada begitu banyak yang berkumpul pun seketika merasa was was ,


lalu secepatnya ia turun langsung berjalan mendekat kearah kerumunan yang menghalangi pandangannya,


ia menghampiri seorang bapak yang berada disana.


"pak,ada apa ya??,kenapa ada banyak orang disini?"tanya Tania dengan perasaan semakin kalut.


"ada mobil yang kecelakaan mbak,mobilnya menabrak pembatas jalan,"jawab bapak itu singkat tidak jelas,


Tania merasakan tubuhnya semakin membeku,pikirannya melayang pada elkan,suaminya,dengan suara tercekat ia kembali bertanya .


"a..ap..apa...pengemudi nya tidak papa?"


tanyanya dengan susah payah.


"saya kurang tau mbak,saya tidak melihat nya jelas,tapi menurut yang saya denger,keadaan nya lumayan parah mbak,"


Tania yang semakin khawatir mendengar pernyataan sibapak,langsung berlari menembus kerumunan,


dengan pikiran yang benar benar kalut hatinya terus saja berharap.

__ADS_1


semoga itu bukan suaminya,,,,


saat ia kembali teringat dengan kondisi elkan saat meninggalkannya tadi,ia semakin panik dengan berjalan lebih cepat hingga sampai didepan tempat kecelakaan yang kelihatannya baru saja terjadi.


Tania membekap mulutnya kuat kuat agar tidak sampai ia berteriak keras saat melihat mobil yang sudah sangat hancur bagian depan dan sampingnya itu sangat dikenalinya.


dengan lutut yang bergetar ia berjalan lebih dekat kearah depan mobil itu,disana ada beberapa orang polisi dan juga petugas ambulance yang sedang mengeluarkan seseorang yang masih terjebak didalam mobil yang telah ringsek itu.


"bukan,bukan buka,itu bukan mobilnya elkan,dia pasti baik baik saja sekarang"


gumam Tania terus menghibur dirinya,


namun begitu ia bisa melihat dengan jelas seorang pria yang diangkat oleh petugas medis keatas brankar ambulance,seketika dunianya terasa runtuh,dengan tubuhnya yang terasa lemah ia mendekat pada pria yang bersimbah darah dengan mata tertutup itu yang terbaring tak berdaya,


air mata nya keluar perlahan,lalu berubah menjadi deras dengan rasa sesak yang menghimpit dadanya.


pria yang bersimbah darah itu adalah elkan,suaminya.


dan betapa mengenaskan keadaanya saat ini.


Tania menyentuh tubuh suaminya yang penuh luka dengan perasaan hancur.


"El,kamu kenapa??"tanya nya yang ia tau bahkan elkan tidak dapat mendengar suaranya,


"hiks hiks,hiks,sayang....."suaranya terdengar lirih ,ia memeluk suaminya yang tak sadarkan diri,menenggelamkan wajahnya di dada elkan,tak peduli dengan noda darah yang ikut menempel diwajahnya,


Tania terisak hebat,bahkan seluruh tubuhnya bergetar hebat.menyalurkan rasa sakit didalam hatinya ,membuat ia bingung harus melakukan apa,saat ia memastikan bahwa itu benar benar suaminya.


seseorang petugas rumah sakit mendekati Tania yang masih menangis dengan memanggil manggil nama suaminya.


"maaf Bu,apa anda memiliki hubungan dengan korban?"tanya petugas itu,


Tania yang masih memeluk tubuh elkan terdiam,mendongak melihat seorang pria memakai seragam dinasnya itu,


"iya pak,s..sa.ya saya is..tirinya pak,tolong pak,tolong suaminya pak,selamatkan dia,saya mohon!"


ucapnya terbata bata.


petugas itu mengangguk,


"kami akan membawanya kerumah sakit terdekat sekarang,ibu silahkan ikut dengan kami,"ucap petugas itu.


Tania menyingkir membiarkan para petugas medis itu menangani suaminya dan mengangkat ranjang elkan berbaring masuk kedalam ambulance,diikuti oleh Tania dibelkang.


mobil ambulance mulai berjalan saat Tania dengan seorang petugas sudah masuk kedalam mobil,


suara sirine nya terdengar begitu keras,memekakkan telinga membuat hati Tania teriris saat mendengarnya,


ia hanya diam dengan air mata yang masih terus berjatuhan dikedua pipi nya,meruntuki dirinya dalam hati,


semua ini karna kesalahan nya,


ia hanya menyaksikan petugas itu memberi kan penolongnya pertama untuk elkan,menekan luka di kepala elkan,berusaha menghentikan pendarahan yang sangat hebat itu dikepala suaminya yang terus mengalir,membasahi rambutnya .


Tania menggenggam kedua tangan elkan,dengan perasaan yang begitu hancur ia menoleh pada petugas yang sedang menangani suaminya itu.


"pak,apakah suami saya tidak apa apa??,dia akan baik baik saja kan ???,"tanya Tania yang sebenarnya ia sudah tahu bagaimana keadaan elkan,


namun dia masih ingin menyangkal kemungkinan hal buruk yang berputar dikepalanya.


petugas itu menatap Tania dengan perasaan iba,lalu menarik napas panjangnya.

__ADS_1


"saya tidak dapat mengatakan apa apa sekarang mbak,kita doakan saja semoga suami mbak bisa tertolong "


Deg!


__ADS_2