SAYANG Aku Rindu

SAYANG Aku Rindu
MALAM PERTAMA YANG PERNAH TERTUNDA


__ADS_3

elkan menatap Tania tak percaya ,mencari kebohongan dari matanya,berharap gadis nya itu tidak sedang mencoba membohonginya.


tapi sorot mata Tania memancarkan ketulusan ,elkan seperti bermimpi saat mendengar kata kata yang keluar dari mulut istrinya selanjutnya.


"aku ingin menyerahkan diriku malam ini pada mu El,aku akan memberikan yang telah menjadi hakmu sekarang.tolong bantu aku El,bantu aku mengalahkan rasa takutku dengan kelembutan mu,!"suara Tania terdengar lirih.


elkan merasakan hatinya menghangat membawa rasa haru yang begitu dalam .


"aku tidak pernah tau bahwa dihargai oleh istri sebagai suami rasanya seperti ini,"elkan berkata dalam hatinya dengan mata yang mulai berkaca kaca.betapa dia sangat beruntung mendapatkan wanita yang sangat dewasa seperti Tania,


Tania ******* bibir elkan,menyesapnya dengan lembut,merasakan betapa nikmatnya bibir seorang elkan .


elkan menyambutnya dengan membalas ******* bibir tania,satu tangannya menarik tengkuk istrinya,sementara satu tangannya lagi memeluk pinggang ramping tania dengan mesra.


Tania mengalungkan tangannya dileher elkan,menjambak kecil rambut yang tumbuh di tengkuk elkan.


lidah elkan masuk semakin dalam ,mengabsen semua satu persatu yang ada dalam mulut Tania,membelit lidah Tania dan menghisapnya penuh napsu.


tangan yang diletakkan dipinggang Tania perlahan turun ,menyingkap dress selutut yang dikenakannya.tangan elkan membelai pelan kulit Tania yang sudah tidak dihalangi kain,menyusuri perlahan tubuh mulus Tania hingga sampai di dua bukit sintal yang berisi, dengan bibir yang masih saling mengecap,


elkan menyusupkan tangannya kedalam bra yang menghalangi sentuhan tangannya,meremasnya pelan dan mengusap kulit yang terasa sangat lembut itu.


elkan melepaskan ciumannya,kemudian turun ke leher jenjang Tania yang begitu mulus membuat elkan menciumi leher itu dengan penuh napsu,


"ahhh El,!"desah Tania,saat elkan menyesap keras kulit lehernya hingga menimbulkan bekas merah kebiruan,


nafas Tania terdengar memburu,seketika tubuhnya bereaksi hebat dengan sentuhan elkan yang membuatnya ingin merasakan lebih.


elkan mengangkat tubuh Tania ala bridal style sambil ******* bibir kesukaannya kembali.


dia berjalan menuju ranjang dengan masih menyesap bibir Tania ,


elkan menjatuhkan tubuh Tania pelan keatas kasur,lalu merangkak naik menindih tubuh Tania dengan kembali membenamkan kepala Dileher Tania,


dia menyesap keras kulit leher istrinya hingga menimbulkan begitu banyak tanda ,perlahan elkan menurunkan ciumannya dari leher hingga sampai didada Tania,


'srek.!'


Tania tersentak saat melihat elkan dengan mudah merobek baju dibagian dadanya hingga membuat dua bukit kembar nya terekspos sempurna.


'glek.'


elkan menelan ludah melihat pemandangan didepan matanya.bukit kembar itu cantik,bulat padat berisi dengan kulit putih bersih yang membuat elkan tak henti menatapnya kagum.


Tania menutup kedua dadanya dengan kedua tangannya,merasa malu saat diperhatikan suaminya seperti itu.


elkan menarik tangan Tania yang menghalangi pemandangan vaforit nya.


"sayang....kenapa ditutup ?"tanya elkan lembut dengan suara yang serak basah.


membuat Tania terpana mendengar suara penuh gairah elkan yang sangat seksi menurutnya.


"aku malu El,!"lirih Tania dengan pandangan menunduk menahan semburat merah diwajahnya karna malu.

__ADS_1


"kenapa malu sayang,??,punyamu begitu indah hingga membuat aku tak bisa mengalihkan tatapanku darinya.!"sahut elkan dengan mencoba menarik tangan Tania kembali.


lalu menciumi kulit bukit sintal yang berada diluar bra,


tangannya menyusup kebelakang punggung Tania meraih pengait bra melepasnya dengan buru buru.


Tania yang merasa sedikit malu dan tegang hanya bisa mendesah pelan ,saat elkan membenamkan wajahnya dipucak dadanya.


sebelah tangannya menyusuri perlahan kulit Tania hingga sampai di depan ************ gadis itu.


elkan membelai lembut bagian sensitif Tania ,lalu menarik gaun yang sudah tidak berbentuk itu agar terlepas dari tubuh istrinya.


Tania mengginggit bibir nya saat merasakan rasa nikmat menjalari tubuhnya hingga sampai diubun ubun.


akibat dari perbuatan elkan yang terus mengusap ngusap bagian luar inti tubuhnya.


begitu elkan akan menurunkan ****** ***** kain satu satunya yang tersisa dari tubuhnya,


tiba tiba bayangan orang orang berbadan besar yang ingin memperkosanya itu kembali muncul.


membuat Tania berteriak keras bersamaan matanya yang segera terbuka.


"aaa!!,"


teriak Tania tiba tiba membuat elkan terkejut dengan segera menghentikan perbuatannya.


Tania terduduk dengan menyembunyikan wajahnya dalam lipatan tangannya yang diletakkan diatas lututnya yang ditekuk.


elkan yang merasa bingung,meraih bahu polos Tania dengan kedua tangannya lalu mengusap nya pelan.


terdengar suara Isak tangis pelan dari Tania,kedua bahunya bergetar pertanda bahwa dia sedang menangis.


elkan mengangkat tubuh Tania lalu mendudukkan diatas pangkuannya.


elkan mengangkat kepala Tania dengan sebelah tangannya.menatap Iba pada wajah yang sembap itu.


Tania hanya menundukkan kepalanya dengan masih terisak .


"sayang,kamu kembali teringat pada kejadian itu lagi?"Suara elkan dengan sangat lembut mengalun di pendengarannya.


elkan tau betul apa yang membuat istrinya seperti ini,


karna ini bukan yang pertama kali nya terjadi,sebelumnya juga sudah pernah dialaminya saat seperti ini.


Tania mengangguk pelan dengan kepala yang masih menunduk.


"apa aku menyakitimu tania??,apa aku terlalu kasar hingga membuat mu takut??"


elkan kembali bertanya dengan suara yang lirih merasa bersalah melihat kondisi istrinya yang seperti ini.


Tania mengangkat wajah cepat menatap wajah elkan yang sendu menatapnya .


"tidak El,aku tidak merasa takut padamu,aku menikmati nya El,aku juga sangat menginginkan dirimu ,tapi ,tiba tiba bayangan orang orang itu kembali datang ,el.membuat aku kembali teringat dengan kejadian itu lagi!hiks hiks"Tania kembali terisak dukung kalimatnya menutup wajahnya dengan kedua tangannya lalu tubuhnya mulai bergetar lagi menahan tangis.

__ADS_1


elkan memeluk tubuh Tania erat,membawa kepala gadis bersandar didadanya lalu menghujani kepala Tania dengan ciuman .


"udah sayang,kalo kamu masih belum siap,kita tunda saja dulu,kita tidak akan melakukannya sekarang ,udah kamu tenang ya,aku gak akan memaksa kamu kok!",


ucap elkan sambil mengusap punggung Tania menenangkan gadis itu.


"tidak El,untuk kali ini aku gak mau tunduk pada rasa takut ku,aku ingin kita tetap melakukannya ,aku ingin menaklukkan trauma yang selalu menghantuiku ,aku ingin bisa memberikan mu hak batin yang selama ini selalu kutunda,aku ingin melakukannya sekarang bersama mu El,!"tegas Tania menghentikan tangisnya lalu menatap elkan dengan pandangan yakin.


elkan menghela napas berat.


"tapi sayang ,!"


"tidak El,tidak untuk sekarang,aku mohon !!,jadikan aku milik kamu sepenuhnya!"


elkan terdiam menatap dalam pada manik kecoklatan istrinya,


"kumohon El,"


elkan kembali menghela napas berat,lalu mengangguk pelan.


"baiklah sayang,kita akan melakukannya pelan pelan agar kamu tidak kesakitan dan juga ketakutan.!"seru elkan akhirnya.


Tania mengangguk lalu kembali mencium bibir elkan.


saran yang diberikan Adelia kembali terngiang ditelinganya.


"buat dia merasakan kalo kamu menginginkan dia dan kamu benar rela menyerah diri padanya."


baiklah,dia akan memulai kembali permainan mereka,dia ingin menunjukkan pada elkan yang tadi sempat ragu bahwa dia benar benar ingin menjalankan kewajibannya tanpa paksaan.


dengan ciuman yang masih bertaut Tania yang berada diatas pangkuan elkan mendorong bahu elkan pelan hingga cowok itu terbaring diatas kasur .


elkan terkejut melihat perbuatan Tania ,dia bahkan hanya menurut dengan raut wajah bertanya tanya.


mengabaikan rasa malu nya Tania menindih tubuh elkan yang telah telentang diatas kasur,tangannya mengusap usap dada elkan yang bidang untuk membuat cowok itu terangsang.


lalu Tania kembali ******* bibir elkan dengan tangannya yang perlahan turun hingga tiba di lipatan handuk yang membalut area tubuh bawah elkan.


Tania yang seperti tidak sadar menarik lepas lipatan handuk ,hingga membuat tubuh elkan telanjang penuh .


elkan yang melihat perbuatan istrinya tersenyum disela cecapan lidah mereka.


ternyata istrinya mulai berani bersikap agresif ,dia menyukai nya ,,,


dengan cepat elkan membalikkan posisi membuat Tania berada dibawahnya ,


Tania memekik kaget saat elkan dengan tiba tiba menarik lepas ****** ***** nya,


Tania menggelinjang dengan tangannya yang meremas bahu elkan keras ,ikut merasakan sensasi lain yang belum pernah dirasakan nya sebelumnya.


elkan menggenggam erat tangan Tania dan berbisik ditelinga nya.


"kamu akan menjadi milikku sepenuhnya sayang!"

__ADS_1


dan hanya benda benda yang terdapat dikamar itulah yang menjadi saksi,terhadap perbuatan elkan selanjutnya pada istrinya.


__ADS_2