
raut wajah Tania muram sepanjang perjalanan pulang dalam mobil saat itu,
elkan yang sedang menyetir,menjadi tidak fokus karna sikap Tania yang banyak diam semenjak keluar dari kamar dirumah mamanya tadi.
elkan merasakan ada sesuatu yang terjadi,tapi setiap kali ia bertanya pada istrinya maka jawabannya adalah,tidak ada apa apa,padahal terlihat jelas bahwa istrinya sedang tidak baik baik saja.
Tania hanya diam dengan mengarahkan pandangan keluar jendela,karna setiap kali ia menatap elkan,rasa bersalah itu kembali muncul,kata kata lyodra yang begitu menyakitkan hatinya kembali terngiang ngiang ditelinganya,
"kamu wanita licik Tania!!,kamu telah merusak sebuah hubungan antara ibu dan anak,"
"saat elkan menyadari bahwa ibu kandungnya lebih berharga dari wanita seperti mu,maka bersiaplah ,karna elkan akan meninggalkan mu dan memilih kembali pada ibunya,disaat itulah kamu akan merasakan apa yang telah dirasakan oleh keluarganya selama ini"
Tania memejamkan matanya,mencoba mengusir bayang bayang raut wajah kemarahan lyodra yang mencerca nya dengan kata kata yang menyakitkan.
apakah itu benar???,
apakah benar jika ia suatu saat akan ditinggal oleh elkan?,
apa benar ini semua kesalahannya?,
iya,ini adalah salahnya,harusnya ia memikirkan kedepannya saat ia menerima lamaran elkan yang mendadak baginya,
yang elkan gunakan cara menikah dadakan untuk bisa membuat diri nya terlepas dari perjodohan itu.
perjodohan elkan dengan lyodra,sahabat masa kecil,tumbuh bersama,menjalani pendidikan bersama,dan gaya hidup yang sama,seperti kata mama bahwa mereka sangat cocok satu sama lain.
apalah harga dirinya,jika dibandingkan dengan lyodra,Tania kurang cantik,kurang pandai,dan kurang segalanya.
salahkan saja dirinya karna selama ini tidak pernah menyadari semuanya.
tapi sekarang ia mengetahui satu hal,bahwa dirinya tidak pernah sebanding dengan keluarga elkan tak peduli apa pun yang dilakukannya,
Tania Kembali tersadar saat tangan kekar elkan menggenggam tangannya lembut,mengusap penuh cinta,menyalurkan ketenangan berharap bisa membuat Tania lebih baik.
elkan fokus menyetir dengan satu tangan,sementara tangan satunya masih menggenggam tangan istrinya yang tidak memberikan respon apa apa .
"sayang,aku tau kamu lagi banyak pikiran sekarang,walaupun kamu terus saja mengelak,tapi aku bisa lihat semua .
sayang,jika kamu punya banyak pertanyaan yang memerlukan jawaban,maka tanyakan padaku,aku akan menjawab apa pun yang ingin kau tahu,tapi tolong Tania,jangan merusak dirimu sendiri dengan kamu memendamkan semuanya sendiri,kamu masih punya aku sayang,yang selalu ada disamping kamu."elkan berkata dengan suara lembut,
sesekali menoleh pada Tania yang tidak meresponnya sama sekali.
hari mulai gelap,jalanan pun mulai agak sengang,mobil elkan melaju membelah kegelapan dengan kecepatan sedang,
__ADS_1
Tania masih setia dengan pandangannya keluar jendela mobil,tapi hati dan pikirannya tidaklah benar benar ada disana,
"sayang,aku tau ada sesuatu yang terjadi sama kamu,karna dari tadi sehabis kamu dari kamar,sikap kamu sangat berbeda,ada apa sebenarnya sayang,?cerita donk ke aku,agar aku bisa tau kenapa kamu jadi kayak gini,"
elkan masih berusaha membujuk istrinya yang bersikap tidak seperti biasanya .
ia tahu bahwa Tania pasti terluka dengan semua ucapan mamanya tadi,tapi sikapnya yang sekarang tidak pernah ditunjukkannya jika itu karna perkataan mana,itu membuat elkan bingung,karna jika biasanya mama melewati batas,Tania akan selalu menanggapinya dengan biasa biasa aja,walaupun hatinya sakit,tapi tidak pernah ditujukkan sikapnya seperti yang sekarang ini.
itulah yang membuat elkan curiga,bahwa mungkin saja ada sesuatu yang terjadi pada istrinya,tapi tidak ingin diungkapkan Tania padanya.
elkan teringat,pada saat Tania permisi mau kekamar saat dirumah mama tadi,tidak lama kemudian lyodra juga ikutan permisi untuk kekamar kecil,
apakah mungkin lyodra bertemu dengan Tania?,
dan mengatakan sesuatu yang membuat sikap Tania menjadi seperti ini??,
"sayang,apa lyodra tadi bilang sesuatu sama kamu?,"
elkan bertanya saat kecurigaan nya mulai kuat,
Tania menoleh dengan cepat pada elkan dengan mata yang berkaca kaca,
elkan membeku melihat istrinya yang biasanya ceria sekarang sedang mengeluarkan air mata,???,
tidak pernah menunjukkan kelemahannya bahkan dihadapan suaminya sendiri.
lalu apakah yang sekarang terjadi pada istrinya?,hingga Tania menjadi seperti ini.
elkan menyimpan semua pertanyaan dan juga pikirannya saat melihat gedung apartemennya sudah terlihat didepan,
ia memutuskan untuk berbicara didalam apartemen mereka saja.
saat sudah memakir mobil dan keluar dari kursinya,elkan menghampiri istrinya yang juga sedang bersiap siap untuk turun juga,namun elkan lebih cepat meraih tubuh Tania membawanya kedalam gendongannya dan berjalan cepat menaiki lift menuju apartemen mereka.
sementara Tania hanya terdiam saja,pandangannya mengarah pada kedua mata gelap milik suaminya,
ia memandang wajah tampan elkan dengan pandangan sendu,terbesit rasa bersalah dan juga banyak hal lain yang tidak bisa dijelaskan Tania saat ini.
begitu sampai diapartemen,elkan membawa Tania kekamarnya ,meletakkan tubuh istrinya dengan pelan sekali diatas ranjang king size mereka,lalu ia duduk disamping Tania yang bersandar di dasbor tempat tidur.
"sayang,ceritain semuanya,apa yang telah terjadi yang tidak aku tahu,katakan semuanya sekarang Tania"
elkan menggenggam kedua tangan Tania,mengecupnya lama.
__ADS_1
mata indah milik Tania menyiratkan kesedihan,menatap elkan dengan menelan ludah getir,
"El,entah kenapa aku sekarang punya firasat yang tidak menyenangkan,"kata Tania mengangkat wajahnya kembali menatap elkan.
"aku merasa kamu akan pergi jauh dariku El,aku merasa kamu akan meninggalkan aku sendirian !"lanjut Tania dengan menahan Isak hingga bahunya bergetar.
elkan memeluk Tania,mencium puncak kepala wanita itu berkali kali
"jangan pernah merasa seperti itu lagi sayang,kamu tau sendiri kan bahwa aku gak akan bisa hidup tanpa ada kamu disisiku Tania,aku tidak akan meninggalkanmu,aku berjanji "
Tania memejamkan matanya dalam pelukan elkan,harusnya ia menjadi tenang setelah mendengar ucapan elkan kan?,tapi kenapa sekarang ia merasa bahwa akan terjadi hal buruk pada hubungannya dengan elkan,?
apakah ini disebut firasat??.
kata kata mama dan lyodra kembali terngiang ditelinganya,seketika rasa bersalah itu kembali muncul lagi,hingga membuat Tania mulai kehilangan akal sehatnya,
Tania melepas pelukan elkan dengan cepat,membuat elkan terkejut menatap Tania bingung.
"kamu tidak bisa seperti ini El,mama adalah mama kandung kamu,kamu harus kembali padanya, kamu telah melukai hati nya karna memilih menikah denganku El,wanita licik yang telah menghancurkan hidup kamu ini!!!"
elkan terlihat bingung namun kemudian ia terlihat marah dengan ucapan istrinya.
"jangan pernah berbicara seperti itu Tania,,,!!!,jangan lagi.kamu membuat aku marah dengan mengatakan semua itu,
sudah aku bilang untuk tidak datang kesana ,tapi kamu memaksa datang tanpa mau mendengarkan perkataan ku,sekarang kamu lihat sendiri akibatnya kan?,inilah hal yang selalu aku takuti terjadi,kamu jadi menyalahkan dirimu sendiri atas segalanya,"
Tania tertunduk dengan lemah,saat semua ucapan lyodra kembali memprovokasi dirinya,hingga membuat ia tidak bisa berpikir jernih lagi .
elkan memijit pangkal hidungnya mencoba bersabar menahan kekesalannya,ia tau bahwa Tania sekarang sedang dilanda rasa bersalah.
"aku ingin kita berpisah El,"
suara Tania begitu lirih dan bergetar,membuat elkan sontak mendongak menatap wajah Tania yang penuh air mata tak percaya...
"a...ap..apa??,"
"apa yang sudah kamu katakan sayang?,"
tanya elkan dengan terbata,berharap ia salah mendengar ucapan istrinya yang barusan,
namun jawaban yang keluar dari mulut Tania membuat elkan shock dengan tubuh membeku.
"aku ingin berpisah El,aku ingin kita mengakhiri hubungan kita,kembalilah kekeluargamu, karna sampai kapanpun mereka tidak pernah mau menerimaku,lebih baik aku mundur sekarang!!,,,,,"
__ADS_1
deg!