SAYANG Aku Rindu

SAYANG Aku Rindu
SAYANG,AKU RINDU


__ADS_3

assalamualaikum.....


halo para readers,!!!,terimakasih untuk semua dukungannya ya,jangan pernah bosan untuk terus mendukung karya author,tinggal jejak dikolom komentar dan jangan lupa kirim sedikit hadiah buat author ya biar author jadi tambah semangat,


author masih baru dalam dunia literasi,jadi jika ada beberapa kesalahan dan kekurangan dalam novel ini mohon pengertiannya ya,jika ada masukan dan saran dari para readers ,author siap menerima kok,


oh ya baca juga novel author difizzo,yang berjudul SHE,terimakasih semua,,,author sayang kalian!!!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hari ini Tania berencana untuk pulang sebentar,ke apartemen mereka,berniat mengambil beberapa barang yang diperlukan dirinya dan elkan.


namun begitu ia selesai dan sudah menaiki taxi untuk kembali kerumah sakit,


Arkan menghubunginya mengatakan kondisi elkan tiba tiba saja menurun ,dan terpaksa harus dipindahkan keruang ICU kembali secepatnya.


Tania yang dari semalaman kurang tidur,sekarang bertambah gelisah dengan menyuruh supir taxi yang ditumpanginya untuk segera melajukan mobil dengan cepat.


saat tiba dirumah sakit,ia berlari dengan buru buru disepanjang koridor rumah sakit,menabrak beberapa orang yang melintas dan sama sekali tidak peduli dengan tatapan heran orang yang memperhatikannya,


Tania melihat Arkan berdiri didepan pintu ICU,mengarahkan pandangannya kedalam lewat kaca kecil yang memperlihatkan suasana didalam ruangan.


pria itu juga tidak pulang dari semalaman,ia bersikeras untuk tetap tinggal menjaga elkan dan menyuruh kedua orang tuanya untuk pulang,


karna kondisi mama sedang tidak sehat,akhirnya ia memutuskan untuk menggantikan mereka disini.


Tania hampir saja menabrak punggung Arkan jika saja pria itu tidak sigap menangkap tubuh kecil nya yang tidak sempat lagi mengerem karna berlari terlalu buru buru.


"hei,hati hati...kenapa berlari lari,"ucap Arkan memperlihatkan raut tenang,padahal dalam hati,ia sedang mengkhawatirkan adiknya yang kondisinya menurun dan sedang ditangani didalam ruang ICU.


Tania masih ngos ngosan dengan mata yang berkaca kaca menatap Arkan.


"El......huft... huuft....elkan....kak!"suara Tania tersengal sengal .


raut wajah Arkan berubah ,walaupun berusaha ditutupinya.


"dia sedang ditangani didalam,setelah kepergian kamu tadi,dia kembali drop.


dan dokter membawanya untuk melakukan beberapa pemeriksaan."


mata Tania bergetar,mata indah yang bening itu terlihat berkaca kaca,ia berjalan mendekat kearah pintu kaca buram yang terdapat kaca bulat kecil transparan ,


disana elkan sedang ditangani oleh beberapa orang yang memakai baju khusus,suaminya berbaring tak berdaya dengan beberapa alat medis dan tusukan jarum di seluruh tubuhnya....


hatinya kembali merasa sesak,ia meremas kuat dadanya,dengan air mata yang sudah tidak tertahan membasahi pipinya yang mulus,


seandainya saja,,,,,ia bisa menggantikan elkan disana,


maka pasti sudah dilakukannya,


betapa hatinya benar benar tidak sanggup,melihat orang yang sangat dicintainya berbaring tak berdaya,

__ADS_1


Tania tidak suka,tidak sama sekali.


ia tidak suka melihat elkan diam saja disana,tidak bergerak atau pun bersuara.


karna biasanya dia yang paling sering menggoda Tania,menghiburnya,dan selalu memperhatikan Tania.


tapi sekarang,Tania hanya sendiri ,menangis tanpa ada yang menghapus air matanya.


"El,bangunlah ,aku kangen saat kamu selalu memelukku saat aku sedih,tapi sekarang tidak ada yang melakukannya El,aku sendiri,bangunlah sayang,...sayang....aku rindu.."lirih Tania dengan terisak pelan,berharap suaminya akan segera bangun dan memeluknya dirinya lalu mengatakan padanya bahwa semua akan baik baik saja.


tapi,elkan masih tetap sama,masih dengan mata yang terpejam dan membiarkan Tania sendirian dengan seribu penyesalannya.


Arkan mendengarkan dengan jelas kata kata Tania,ia tahu seberapa tertekannya wanita itu saat ini,tapi dia sama sekali tidak bisa melakukan apa apa,


yang bisa dia lakukan hanyalah berdoa dan menenangkan wanita ini,karna ia pun juga sedang dalam perasaan yang berkecamuk.


Arkan hanya berdiri disana,dibelakang Tania yang masih setia memperhatikan elkan dari luar,


namun saat suara mamanya yang memanggilnya dari belakang,barulah dia tersentak dan menyadari jika orang tuanya sudah tiba dan berdiri disampingnya.


"Ar,apa yang terjadi pada adik kamu??,dia tidak apa apa kan?"


suara mama terdengar begitu khawatir,


Arkan berbalik dan menatap kedua orang tuanya yang baru saja tiba.


"El,tiba tiba saja drop ma,kata dokter ,itu kemungkinan karna akibat benturan dikepalanya yang cukup hebat,membuat kondisi elkan jadi naik turun"jawab Arkan memberitahu apa yang dikatakan dokter padanya.


"pa,El...dia akan sembuh kan pa?,dia pasti akan bangun kan?"mama bertanya pada papa yang sebenarnya juga tidak tahu apa jawabannya,namun papa tetap mengangguk dan merangkul mama untuk membuat ia tenang,


Tania menyadari itu semua,mengetahui mertuanya sudah tiba dan sekarang sedang berdiri dibelakangnya.


tapi ia tidak ingin berbalik sama sekali.tang dilakukannya saat ini hanyalah berdiri dengan mata yang tak lepas dari suaminya .


ia tidak akan sanggup,jika harus berhadapan dengan mertuanya lagi,sungguh ia tidak akan sanggup jika mama kembali berlaku kasar pada dirinya,dan menyerang kembali dengan kalimat menyakitkan.


yang membuat Tania semakin dihantui rasa bersalah.


tania sedikit menjauh dari pintu saat melihat seorang dokter hendak keluar,


segera Tania menghampiri dokter yang tadi menangani elkan dan langsung menyerbunya dengan pertanyaan.


"gimana dok,gimana keadaan suami saya sekarang?"


pria paruh baya itu menatap Tania,wanita yang sedari semalam selalu bertanya hal yang sama pada dirinya.


"dia sudah lebih baik sekarang,kepalanya mengalami pendarahan hebat luar dalam,karna efek benturan yang cukup keras,makanya kondisinya naik turun,tapi sekarang ia sudah stabil kembali,tapi ,kami memutuskan untuk membiarkan dia tetap disini,untuk berjaga takut kondisinya kembali drop,agar lebih cepat mendapatkan penanganan"


kata dokter pria paruh baya itu,lalu segera pergi meninggalkan Tania dan semuanya.


"Alhamdulillah pa,kondisi elkan sudah kembali stabil sekarang,semoga dia cepat sadar,"

__ADS_1


mama terlihat lebih lega,dan segera beranjak masuk kedalam ICU melewati Tania yang masih berdiri didepan pintu tanpa menoleh sedikitpun.


Tania merasa sedikit lega,saat mendengar suaminya sudah kembali normal,tapi untuk dikatakan lega sepenuhnya ia belum bisa,


karna sampai saat ini elkan belum juga bangun,dan juga dia merasa mertuanya masih marah pada dirinya,karna terlihat dari sikap mereka yang tidak menatap Tania sama sekali.


"Tania,kamu gak usah khawatir lagi sekarang, keadaan elkan sudah kembali seperti semula,sekarang kita busnya perlu menunggu elkan untuk segera sadar,"


Arkan memegang bahu Tania ,


"kamu belum makan kan dari kemaren?"


Tania menggeleng sambil berbalik berhadapan dengan Arkan.


"aku lagi gak selera makan kak,"ucap nya ,lalu mendekat kearah kursi tunggu mendudukkan dirinya disana,


"kamu harus makan Tania,kalo tidak nanti kamu akan sakit,elkan pasti merasa sedih jika dia liat kamu begini,"


"tapi kak,aku lagi gak mau makan"


"udah,jangan membantah,kamu tunggu disini dulu ya,kakak mau beli makanan dulu buat kamu makan,"


ucap Arkan lalu mulai beranjak hendak pergi ,tapi Tania menahan lengannya membuat Arkan terpaksa berganti.


"kakak sendiri udah makan,?"


elkan terdiam,dia baru sadar jika dirinya juga belum makan apa apa sejak kemaren,tapi ia begitu kalut dengan kondisi adiknya,dan juga fokus memperhatikan Tania hingga membuat dia lupa.


Arkan tersenyum,lalu menganggukkan kepalanya.


"kakak udah makan tadi,"


Tania membulatkan bibirnya lalu manggut manggut.


"o...terimakasih ya kak atas perhatiannya"


ucap Tania berusaha tersenyum tulus namun yang terlihat malah senyuman sendu.


Arkan kembali tersenyum,mengusap kepala Tania lembut.


"apakah aku jahat?,saat adikku sedang berjuang melawan sakit,aku malah larut dengan perasaan ku sendiri,mencintai istrinya,istri adikku sendiri,tapi aku benar benar tidak berdaya sekarang,perasaan ini kembali muncul dan aku tidak bisa mencegahnya."suara hati Arkan lalu segera pergi dari sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hay guys,jangan lupa ya berikan masukan kalian di kolom komentar,dan sedikit hadiah buat author,agar author tambah semangat,


baca juga cerita ku yang lain di fizzo ya,


judulnya SHE cerita cinta remaja yang seru.


makasih....

__ADS_1


IG,Dilla_614


__ADS_2