
Tania keluar dari ruangan dokter dengan kepala yang tertunduk ,jujur saja ,kesedihan memang masih melanda hatinya saat ini,tapi mengingat perkataan dokter tadi,ia berusaha sebaik mungkin untuk menutupi kesedihannya.
ia ingin membuat elkan segera sembuh,dan bisa mengingat semua kenangan saat kebersamaan mereka,
Tania ingin membuat elkan kembali padanya,sama seperti dulu lagi....
saat sampai didepan ruangan rawat elkan ,Tania malah berpapasan dengan Arkan yang baru saja datang dengan masih menggunakan pakaian kantorannya,Arkan berjalan tampak buru buru.
Tania yang tidak sengaja melihat elkan pun langsung memanggilnya,
"KAK ARKAN!!" seru Tania sambil melambaikan tangannya.
Arkan yang tergesa gesa pun menjadi berhenti saat mendengar seseorang memanggil namanya,ia menoleh kebelakang,dan langsung tersenyum saat melihat ternyata Tania yang memanggil namanya,
Tania berjalan menghampiri elkan.
"kakak baru saja datang?"tanya Tania.
ia menatap Arkan dengan takjub,Arkan tampak gagah sekali memakai pakaian formal seperti ini,Tania baru kali ini melihatnya,karena biasanya Arkan selalu memakai pakaian santai saat bertemu dengannya.
ternyata dua orang adik kakak ini benar benar sama tampan,mereka memiliki aura ketampanan yang berbeda beda,tapi tetap terlihat sama gagahnya.
"iya,kakak baru habis dari kantor,mama bilang elkan udah sadar,jadi kakak langsung cepat cepat kesini,"jawab Arkan.
"yaudah yok kita masuk kak,!"ajak Tania,dan segera diangguki oleh Arkan,
Tania membuka pintu kamar elkan dengan pelan,diikuti Arkan dibelakangnya,
saat pintu terbuka ,Tania melihat mama sudah berada didalam ,duduk disamping ranjang elkan,sedangkan pria itu duduk bersandar didasbor tempat tidurnya ,sedang berbincang dengan ibu mertuanya.
"El!"seru Arkan lantang,begitu senang saat melihat elkan sudah bangun dan kini sudah bisa diajak berbicara dengan mama.
Arkan langsung berjalan melewati Tania yang mendadak menghentikan langkahnya didekat pintu,saat teringat lagi ucapan elkan beberapa jam sebelumnya,untuk tidak datang lagi keruangan nya,
elkan tersenyum lebar,saat melihat Arkan datang menghampirinya dan langsung memeluk adiknya.
"syukurlah....kakak senang banget El,liat kamu udah sadar,,kakak sempat khawatir kemaren saat liat kamu tidak bangun bangun!"
elkan hanya diam tanpa menjawab,ia hanya tersenyum kecil,
Tania memperhatikan interaksi ketiga orang didepannya itu dengan perasaan yang sangat sedih,
sebenarnya ia merasa bahagia karena elkan sudah sadar dan juga sudah pulih,tapi yang membuat ia sedih,elkan hanya melupakan dirinya saja,tapi mengingat semua yang lainnya,termasuk lyodra.
tapi apakah kak arkan dan mertuanya tau,bahwa elkan sebenarnya amnesia??,melupakan sebagian ingatannya,dan hanya mengingat secara acak,.
tidak ,Tania rasa mereka belum tau,karena tadi Tania sangat shock dengan kenyataan,hingga melupakan memberitahu keluarga elkan atas yang sebenarnya terjadi,
"kamu gak tau El??,seberapa khawatirnya Tania melihat kondisimu saat itu???,dia sampai gak mau makan dan kurang tidur karena mencemaskan kamu!"ucap Arkan seraya duduk diatas ranjang elkan dengan disamping elkan berhadapan dengan mama.
sementara mama hanya diam dan tersenyum melihat dua putranya .
Tania memperhatikan raut wajah elkan yang terlihat sedikit berubah saat namanya disebut.
Arkan lalu menoleh pada Tania yang masih berdiri mematung didekat pintu.
__ADS_1
"Tania!,kenapa masih disana??,apa kamu gak kangen sama elkan??"tanya Arkan .
elkan ikut menatap Tania,
"hey,kemarilah!,kenapa masih disana!"seru elkan sambil memberi isyarat mendekat pada wanita itu.
Tania pun menurut,lalu dengan kepala tertunduk ia kembali berjalan mendekat keranjang elkan,
mama langsung melengos kasar ,saat Tania menghampiri mereka.
elkan tersenyum pada Tania,yang membuat Tania merasa aneh,
apa kah ingatan elkan sudah kembali???,
tapikan tadi dokter bilang,,,itu butuh proses yang lama?,
kenapa dia tersenyum padaku??,setelah tadi mengusir ku dan tidak mengaku tidak mengenalku .
Tania merasa heran.
"mama sudah bercerita tentang kamu,kata mama kita memang saling mengenal,maaf ya aku jadi lupa siapa kamu,padahal kamu adalah 'teman' ku yang paling dekat,tapi malah aku gak ingat"ucap elkan tulus.
tapi tidak dengan Tania dan juga Arkan,mereka sama sama terkejut saat mendengar perkataan elkan.
Arkan menoleh pada Tania,lalu beralih pada elkan,kemudian menoleh pada mama,seakan mencari penjelasan maksud dari perkataan elkan.
tapi mama hanya membuang muka,sedangkan Tania terdiam dengan tubuh membeku .
Arkan kembali menoleh pada elkan yang masih bersikap biasa saja setelah mengatakan semua itu,Arkan menantikan elkan Kembali menarik kata katanya,dan mengatakan semua itu hanya bercanda saja.
tapi setelah beberapa saat lamanya mereka terdiam,elkan tetap saja tidak menunjukkan sikap yang diinginkan Arkan.
"teman??"ulang Tania mata berkaca kaca.
Arkan menatap elkan yang melirik Tania dengan tenang.
"El,kamu bilang teman?,siapa yang kamu bilang teman??"tanya Arkan memastikan sekali lagi,karena berpikir dia salah dengar atau salah tangkap.
"dia,"tunjuk elkan pada Tania.
"nama kamu Tania kan??,mama bilang kamu adalah teman satu kampus sama aku,dan juga sudah jadi teman dekat,"ucap elkan santai.
Tanpa mengetahui jika hati wanita itu sedang diremas kuat oleh rasa sakit akibat ucapan nya,
Arkan semakin dibuat tercengang oleh ucapan elkan.
"teman apa??,apa kamu bercanda El?,dia ini Tania dan juga is_
"sahabat,!"ucapan Arkan langsung dipotong oleh mama ,yang hanya terdiam sedari tadi.
Arkan jadi menoleh pada mamanya dengan rasa tak percaya.
tapi mamanya sama sekali tidak membalas tatapan nya,ia hanya menatap elkan dengan tersenyum manis.
"dia udah lama berteman sama kamu El,kalian udah seperti sahabat,gitu maksud arkan tadi!"ujar mama kembali meyakinkan elkan.
__ADS_1
"MA!"sergah Arkan mulai marah,lalu beralih pada elkan.
"kamu bagaimana sih El?,kenapa kamu bisa lupa sama is_
"kak!"ucapan Arkan lagi lagi terputus,saat Tania dengan cepat mencegahnya .
Arkan menoleh pada Tania dengan tatapan heran.
sementara Tania menggelengkan kepalanya pelan sebagai isyarat untuk tidak melanjutkan kembali perkataannya.
"ayo kita keluar kak,aku mau bicara sebentar!"ucap Tania dengan suara pelan sekali.
lalu segera melangkah membalikkan badannya menuju pintu keluar,dan segera diikuti Arkan dibelakang,
tapi saat Tania hampir mencapai pintu,langkahnya menjadi terhenti,saat mendengar suara elkan.
"kak!,kakak mau kemana??,tanya elkan ,
sementara Tania hanya menggigit bibir bawahnya saat elkan kembali melanjutkan perkataannya.
"kakak kesini tidak bareng lyodra??,kenapa kakak gak ajak dia??,aku sangat ingin bertemu dengan lyodra"
duaaarrr...
lagi lagi hati Tania tersakiti,disakiti dengan cara yang paling kejam.oleh orang yang selama ini melindunginya agar tidak sampai tersakiti,tapi sekarang malah dirinya yang menorehkan luka.
Arkan mengepalkan kedua tangan nya,saat mendengar elkan menyebut nama lyodra didepan Tania,ia menjadi sangat marah,apa elkan tidak pernah berpikir,??,bahwa itu akan sangat menyakiti Tania,
suaminya menanyakan wanita lain didepannya??,
sementara dirinya yang sebagai istri sah,malah dianggap teman??.
"BRENGSEEEKKK!!!!KAMU EL!!!"teriak Arkan dengan sangat murka,ia hendak maju untuk memberikan Bogeman pada elkan sebagai pelajaran,tak peduli jika adiknya baru saja sembuh dari kritis.
tapi tangan kecil Tania lebih dulu menangkap pergelangan tangan Arkan yang hendak maju,
ia menggenggamnya dengan erat,seraya melemparkan tatapan memohon.
"kak,jangan begini,aku mohon,jangan bikin keributan disini,elkan baru saja sadar,kakak tidak boleh melakukan apa apa padanya,"mohon Tania dengan air mata yang sudah mengalir dikedua pipinya.
melihat raut wajah Tania yang sangat sedih,membuat Arkan mengurungkan niatnya,ia menarik napas untuk meredakan amarah nya.
"dia udah keterlaluan Tan,dia berani menyebut nama wanita lain didepan mu"ucap Arkan pada Tania.
Tania menatap kedua mata Arkan dengan pandangan sayu.
lalu ia menggeleng pelan.
"tidak kak,jika saja elkan bisa mengingat aku ,dia tidak akan melakukan ini".
elkan mengernyit kecil,
"maksud kamu??,tidak mengingat mu bagaimana?"
Tania menarik napas dengan air mata yang terus mengalir dari matanya tanpa bisa dicegah lagi.
__ADS_1
sementara elkan hanya menatap mereka dengan bingung,berbeda dengan mama ,yang menatap mereka dengan raut wajah tidak suka.
"elkan hilang ingatan sebagian kak,dia hanya bisa mengingat secara acak,dan dia tidak bisa mengingat ku!"