
"El,kita mampir kerumah mama dulu ya?"
ucap Tania saat mereka sudah dalam perjalanan pulang dari kampus.
hari sudah beranjak sore,matahari sudah mulai berangsur turun bersembunyi setengah badan diperaduannya.
elkan yang sedang menyetir menoleh kearah Tania dengan memasang ekspresi datarnya.
"ngapain??,nanti mama malah maki maki kamu lagi"
elkan menjawab,setelah itu kembali mengarahkan pandangannya kedepan .
Tania mengulas senyum sambil menghela napas panjang.
pandangannya tak teralihkan dari wajah tampan suaminya itu.
"sayang,aku sudah memutuskan sesuatu" Tania sengaja menjeda ucapannya.
tanpa mengalih kan pandangannya elkan menjawab malas.
"apa?,"
elkan mengira Tania akan membahas tentang pergi kerumah mamanya lagi,membuat dia kesal pada istrinya itu yang tidak ada kapok kapoknya peduli pada mamanya yang menurut elkan sangat keterlaluan itu yang telah berkali kali mempermalukan Tania.
"aku sudah memutuskan untuk melupakan rasa traumaku itu El,aku ingin segera keluar dari rasa takutku,
aku ingin menyerahkan diriku sepenuhnya pada suamiku dan menjadi istri untukmu seutuhnya"
Tania berucap dengan mata sendu,berusaha keras menyingkir kan bayangan ketakutan yang pernah dia alami di masa lalunya,walaupun beberapa orang yang ingin melecehkannya waktu itu belum sempat menodainya,
karna cepat datang pertolongan waktu itu dari orang yang juga tidak Tania kenal.
tapi cara mereka memperlakukan nya waktu itu,menyentuh tubuhnya secara bergilir membuat Tania trauma jika disentuh berlebihan.
tapi selama menjalani hubungan dengan elkan,pria itu selalu saja menyentuhnya dengan lembut mencoba yakin kan dia kalau elkan akan memperlakukan Tania dengan penuh kasih sayang.
mendengar pernyataan tania elkan sontak menoleh dengan melebarkan matanya terkejut,
dia tak menyangka ternyata perkataanya ditaman kampus tadi membuat Tania bisa mengubah keputusannya yang selama ini selalu membatasi diri dari nya.
elkan menepikan mobilnya dipinggir jalan yang sepi,
lalu mengubah posisi nya berhadapan dengan Tania,
elkan mengambil tangan Tania yang berada diatas pangkuan gadis itu dan menggenggamnya lembut.
"sayang,jika kamu masih berat untuk melakukannya,maka jangan lakukan ,aku gak mau kamu malah terbeban dengan keputusan kamu,aku tidak ingin kamu melakukannya karna terpaksa ,aku gak akan memaafkan diriku sendiri jika sampai membuat kamu tersakiti.aku masih bisa menunggunya ,kamu tau kan kalo aku sangat menyayangi kamu,aku akan membantu kamu melupakan nya pelan pelan ,"kata elkan menatap manik kecoklatan milik Tania.
Tania tersentuh saat mendengar kata kata suaminya.rasa bersalah semakin menjalari hatinya membuat Tania semakin menyalahkan dirinya ,
pria seperti elkan rela menunggu wanita sepertinya,yang tidak mempunyai apa apa dan tidak bisa memberikan apa apa,
bahkan jika saja elkan mau dia bisa saja untuk mencari wanita lain yang lebih baik darinya,
tapi pria itu begitu mencintai Tania,hingga rela berkorban banyak untuk nya.mengesampingkan semua kepentingannya,dan mengutamakan kebahagiaan Tania.
Tania mengangkat sebelah tangannya menyentuh pipi elkan mengusapnya hingga kerahang tegas pria itu.
"tidak elkan,aku sudah memikirnya dengan baik ,aku akan melaksanakan kewajibanku ,aku ingin memberikanmu hak istimewa yang didambakan oleh semua suami di dunia.aku tidak pernah terbeban dengan keputusan ku,aku percaya kamu akan memperlakukan ku dengan lembut dan penuh perasaan,aku ingin kamu membantu ku El,bantu aku menghilangkan pikiran buruk yang sering membayangiku."
__ADS_1
elkan tersenyum ,kata kata Tania begitu tegas dan tanpa rasa takut,betapa gadis itu membuatnya semakin cinta dengan kedewasaannya.
"jika itu yang kamu inginkan,maka aku akan membantu mu tania,aku akan menghargai setiap jengkal dari tubuhmu,aku akan selalu memperlakukan mu penuh cinta dan perasaan,"elkan menyahut dengan senyumnya bangga.
"aku tahu El,aku tahu kamu selalu menghargai diriku,aku juga sangat mencintaimu elkan !"
seru Tania lalu merentangkan tangannya berhambur kedalam pelukan elkan yang dibalas dengan erat oleh cowok itu,
"makasih Tania,sudah mau menjadi istriku,aku sangat beruntung memiliki kamu dalam hidupku ,aku sangat mencintaimu Tania"balas elkan dengan menghujankan ciuman berkali kali pada puncak Tania yang sedang dalam pelukannya itu.
Tania tersenyum hangat dalam pelukan elkan.
"sayang,tapi kita singgah dirumah mama ya bentar,aku mau jengukin mama,kata kak arkan mama lagi gak enak badan"rengek Tania manja.
"aku aja yang datang sendiri buat jenguk mama ,kamu gak usah datang nanti mama malah cari masalah lagi sama kamu.aku gak suka denger mama maki kamu Tania,!"
"El,aku gak pa pa kok,lagian aku datang sama kamu,aku yakin kamu pasti selalu lindungi aku kan?,kamu gak akan biar kan aku kenapa Napa ,jadi gak usah takut,lagipula aku cuma mau jenguk mama sebentar aja kok"bujuk tania masih berusaha merayu elkan yang selalu tegas jika menyangkut dirinya.
"El,please...."mohon Tania seraya melepaskan pelukannya menatap elkan dengan puppy eyes nya.
elkan melirik Tania lalu menghela napas .
"kamu keras kepala banget ya,
yaudah kita bakalan jenguk mama,tapi gak sekarang ,kita bakal pergi besok,soalnya kalo sekarang aku gak sempat,aku masih punya beberapa pekerjaan dari papa yang harus aku selesain malam ini,lagian ini juga sudah gelap,mending kita pulang aja dulu,besok baru kita datang gimana????"
Tania mengangguk dengan tersenyum,
"boleh,besok pun boleh,pokoknya kita harus jadi pergi jengukin mama!"jawab tania senang,
elkan tersenyum sambil mengacak acak rambut Tania gemas,
********
elkan membuka jaketnya saat sudah berada didalam kamar mereka,pria itu juga melepaskan sepatunya hingga hanya menyisakan kaos dan celana jeans saja,
"sayang ,kamu mandi dulu ya,aku mau nyiapin makan malam dulu ,nanti gantian aku mandi",ucap Tania yang baru masuk kekamar,
elkan mengangguk dan tanpa mengatakan apa apa dia beranjak pergi masuk kekamar mandi.
sementara Tania langsung ke dapur memanaskan makanan yang telah dibuat nya tadi siang,tapi belum dimakan elkan.
Tania menunggu makanannya yang sedang dipanaskan dalam microwave,dengan melamun,
"aku harus gimana ya,?,aku berniat akan memberikan hak elkan malam ini juga,tapi aku gak tau harus melakukan apa,aku gak punya pengetahuan apa apa tentang cara menyenangkan suami diatas ranjang,ini aja baru aku pertama kali ya iyalah gak punya pengalaman "
"aha!,aku tanyain Adel aja deh,dia kan tau banyak soal itu,"Tania mendapat ide dan segera mengambil ponselnya dan menekan nomor Adelia untuk memanggil.
terdengar nada sambung dari seberang sana hingga akhirnya diangkat.
"halo Del,!"
"iya Tan,ada apa??"suara Adel diseberang.
"em.del aku mau nanya sesuatu sama kamu,!"suara Tania terdengar ragu..
"ada apa ?,tanya aja!"
Tania menggigit bibir nya sejenak meyakinkan dirinya jika bertanya pada Adel adalah hak yang benar,
__ADS_1
"gini Del,kamu tau gak gimana caranya menyenangkan suami,?ralat,maksud aku gimana ya cara membuat pasangan kita senang?"
Adel tertawa mendengar pertanyaan polo Tania,Adel tidak menyangka ternyata sesudah menikah temannya masih saja sepolos ini,
Adel mengetahui tentang masa lalu tania yang membuatnya trauma dan juga tentang dia yang belum pernah melakukan hubungan dengan suaminya elkan karna rasa takut nya itu.
"Tania Tania,kamu emang polos banget ya,emang kamu sudah siap untuk menyerahkan diri pada suami kamu ??"tanya Adel setelah menertawakan Tania.
Tania cengengesan merasa malu,tapi mau bagaimana lagi.
"iya Del,aku mau menjalani kewajiban aku sebagai istri untuk melayani kebutuhan batin elkan sebagai suamiku,aku pengen melupakan ketakutanku dengan mencoba melupakannya dan menjalani hal baru,aku berharap kepusanku gak akan salah Del!"
"keputusan kamu memang udah benar Tania,sudah cukup elkan mengalah demi kamu,sekarang dia sudah cukup menunggu ,kamu harus memberikan apa yang seharusnya kamu berikan sebulan lalu,!"nasehat Adel diseberang .
"iya Del,aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk elkan,"
"semoga ya tan,aku doain kamu dan elkan selalu bahagia ,oh ya untuk pertanyaan. kamu tadi ,kamu mau membuat elkan senang gitu?"
Tania bersemu merah saat mendengar tebakan Adel,
Adel yang paham akan rasa canggung Tania kembali melanjutkan perkataannya.
"kalo menurut yang aku tau sih,cowok itu lebih senang jika cewek yang berinisiatif untuk menggoda dia duluan dan bersikap agresif serta bisa mengimbangi kemauan cowok tersebut!"
Tania merasa bingung tidak paham dengan perkataan Adel.
"maksud nya del?,
"hadoh,kamu gak paham ya,maksudnya tuh gini,kamu harus mulai deketin dia duluan,dan menunjukkan kalau kamu menginginkan dia,kamu harus membuktikan bahwa kamu benar benar rela menyerahkan diri pada suami kamu,gitu Tan!"
"oh...gitu ya Del??,yaudah makasih ya Del,aku akan coba saran kamu"
ucap Tania.
"oke,selamat menikmati ya,jangan lupa bikin anaknya yang banyak ya!"ledek Adel membuat Tania merasa gugup.
setelah mematikan telpon nya dan mengangkat makannya,Tania bergegas pergi ke kamarnya menengok elkan yang udah siap mandi atau belum.
saat Tania sampai disana elkan sudah keluar dari kamar mandi dan masih menggunakan handuk.
"udah selesai mandinya??,"tanya tania pada elkan yang sedang mencari baju dalam lemari nya,elkan menoleh dan membalikkan badannya menghadap tania,
Tania dapat melihat jelas dada bidang elkan yang tanpa bulu sehelai pun itu didepannya.
Tania menelan ludah saat kembali teringat dengan perkataan Adel tadi ditelpon.
bahwa dia harus mendekati elkan duluan untuk menunjukkan pada suaminya kalo dia benar benar sudah siap menyerahkan diri.
"iya udah,kamu cepatan mandi ganti baju biar lebih seger !"ucap elkan dengan masih menatap tania.
Tania berjalan mendekat pada elkan mencoba mengalahkan kegugupannya untuk melakukan hal yang belum pernah dilakukannya selama ini,karna selama ini elkanlah yang selalu memulai jika mereka bermesraan .
"ayo Tania kamu harus berani,ayo tunjukkan pada suami kamu jika kami adalah istri yang baik untuknya"hatinya terus terusan menyemangatinya.
elkan mengangkat kedua alis bingung saat melihat Tania berjalan mendekat kearah nya lalu mengalungkan kedua tangan pada leher elkan,
Tania tersenyum lalu dengan sedikit berjinjit dia menyambar bibir elkan yang berwarna merah kenyal itu,********** dengan bergairah,elkan yang semula bingung ikut membalas ciuman Tania yang jarang didapatkannya.
"aku akan memberikan mu diriku malam ini El,!"ucap Tania dengan berbisik ditelinga elkan.....
__ADS_1