
Tania bangkit saat merasakan sinar matahari pagi masuk kedalam kamarnya .
masih dalam keadaan linglung ,Tania memindai sekitarnya,
dan betapa terkejutnya ia saat melihat kondisi kamarnya saat ini seperti kapal pecah,
bantal yang jatuh dibawah tempat tidur,
pakaiannya yang berserakan,
dan seprai yang sudah tidak pada tempatnya lagi.
ia meringis kecil saat mengingat kembali pertempurannya dengan elkan semalam.
dengan pipi yang memerah bak kepiting rebus Tania bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya,
"ssshhh"Tania meringis merasakan perih diarea pangkal pahanya,membuatnya kesulitan saat berdiri,
elkan terbangun mendengar ringisan tania,
dengan cepat elkan bangkit mendekati Tania yang sedang kesakitan,
"sayang kamu gak papa ?"
Tania membelalak melihat elkan bangun menghampiri nya yang sedang dalam keadaan polos,
dengan buru buru ia menarik selimut membalut tubuhnya sambil menahan malu.
"kok kamu bangun sih?"
"aku denger suara ringisan kamu ,makanya aku bangun,aku pikir kamu kenapa Napa."
Tania menundukkan kepalanya saat melihat tubuh elkan yang tidak memakai apa pun .
elkan merasa bingung melihat sikap Tania mengangkat alis.
"kamu kenapa sayang?,kok nunduk?,bagian mana yang sakit?"
Tania menggeleng dengan wajah merah padam menahan malu.
"El,kamu pakek baju dulu sana"
elkan yang menyadari penyebab istrinya menunduk pun ikut menunduk melihat tubuhnya yang polos dan sedikit terkejut.
"astaga,aku lupa!"pekik nya,seraya mencari bajunya dengan menutup bagian bawah tubuhnya dengan kedua telapak tangannya.
walaupun telah melakukan nya berkali kali semalam ,tapi dirinya masih saja merasa malu,
Tania mengulum bibir melihat tingkah suaminya yang blingsatan sendiri mencari bajunya yang telah terlempar entah kemana,
dengan menahan senyum Tania kembali duduk ditepi ranjang,dengan masih menahan perih di bagian bawah nya.
"kayaknya aku gak bisa kemana mana deh hari ini El,"ucap Tania duduk membelakangi elkan yang sedang mengenakan baju.
setelah selesai,elkan mendekati Tania ,berjongkok didepan istrinya menatap wajah Tania.
"maaf ya sayang,kamu pasti sakit banget ya gara gara aku semalam?"
elkan terlihat sedih menatap Tania dengan perasaan bersalah.
Tania menggeleng ,lalu menangkup wajah suaminya dengan kedua tangannya.
"gak El,gak gitu kok,ini hanya sementara aja,nanti pasti hilang sendiri kok!"
elkan mendongak menatap wajah Tania,lalu tersenyum,mengecup kening istrinya pelan,
__ADS_1
"makasih ya Tania,kamu udah memberikan aku hal yang paling berharga,dan aku merasa sangat senang karena aku adalah yang pertama kali bagimu,"
Tania tersenyum cerah lalu mengangguk.
"aku udah memutuskan untuk menyerahkan hidup aku sepenuhnya untuk kamu El,aku akan berusaha untuk menjadi istri yang baik ,makasih udah mau mengerti aku,dan menerima kekurangan aku!"
elkan menarik istrinya kedalam pelukannya,mencium puncak kepalanya berkali kali,menyalurkan perasaan cinta yang begitu besar.
"sayang,kita tunda dulu berkunjung kerumah mama hari ini ya?,kondisi kamu masih sakit,besok aja kita perginya ,"
Tania terdiam sejenak berpikir,lalu mengangguk,
"iya deh El,besok aja kita perginya,sekarang aku masih terasa capek,aku mau istirahat aja hari ini dirumah"
Tania Kembali merebahkan dirinya diatas kasur,mencari posisi nyaman sambil membalut tubuhnya dengan selimut,
membatalkan niat awal nya untuk pergi kekamar mandi,
melihat tingkah istrinya,elkan tersenyum penuh arti,lalu segera masuk keselimut berbaring bersama istrinya memeluknya erat,
"El,kamu nggak kekantor?,ngapain tidur lagi?,nanti kamu telat loh!"
ucap Tania memiringkan kepalanya mencoba menatap suaminya yang sedang memeluknya dari belakang.
"tunggu sebentar lagi sayang,masih ada cukup waktu kok,"
Tania mengernyit bingung.
"cukup waktu buat apa?"
"buat ulangin yang semalam,bolehkan sayang?"
Tania mendelik ,memukul tangan suaminya pelan yang masih melingkar diperutnya.
"iya,soalnya ,aku liat kamu yang cantik ini aku jadi turn on lagi,pengen lagi yang"
elkan merengek seperti anak kecil sambil menciumi tengkuk istrinya yang sangat menggodanya itu.
Tania menghela napas pelan
"tapi aku masih sakit El,"
"aku janji bakalan main pelan pelan kok,gak yang kayak semalam,janji"bujuk elkan melepas pelukannya,menindih tubuh istrinya,
elkan menyingkirkan beberapa anak rambut yang menutupi wajah Tania,lalu mulai mendaratkan ciuman dikening istrinya,turun pada kedua mata Tania,lalu hidung ,dagu dan terakhir berhenti dibibir,
"kamu percayakan sama aku?"ucap elkan tulus,menatap manik istrinya.
Tania mengangguk sebagai respon,membuat elkan begitu senang,dan langsung ******* bibir istrinya dengan lembut tapi menuntut,
yang disambut Tania dengan senang hati,ia siap melakukan nya lagi untuk yang kedua kali,atau ketiga,empat lima dan seterusnya...
****************************************
seorang gadis kecil berumur tujuh tahun berjalan disepanjang gang sempit yang agak sepi,wajahnya tampak begitu ketakutan,dengan matanya menoleh ke kiri kanan,
"Ica!!!"teriak gadis itu,memanggil sepupunya yang dengan teganya meninggalkan dirinya disana.
"hiks,hiks,aku dimana ya?"Tania kecil semakin ketakutan saat melihat hari mulai sore dengan mendung yang menyelimuti bumi dari tadi siang.
ia mencoba terus berjalan,mencari jalan untuk kembali kerumah pamannya,namun tidak nampak seorang pun disana untuk dimintai bantuan oleh Tania kecil,ia hanya bisa berjalan yang bahkan ia sendiri tak tau kemana dengan memeluk dirinya sendiri.
begitu Tania melewati gang yang bercabang,dipersimpangan itu ada sekelompok lelaki yang memakai pakaian seperti preman,tampak asik nongkrong disana,
Tania melihat mereka pun berjalan mendekati mereka untuk meminta bantuan mengantarkan nya pulang.
__ADS_1
"Om,tolong saya om,saya takut saya mau pulang,tapi saya tersesat.antarkan saya pulang om!"mohon Tania kecil berjalan mendekati mereka.
para lelaki yang berjumlah lima orang itu seketika kaget melihat seorang gadis kecil yang begitu cantik berada ditempat seperti ini,
mereka saling berpandangan sebelum seringai jahat muncul dibibir mereka,para pria yang memakai kalung dan pakaian yang sobek sobek itu nampak tersenyum ,senyum kelaparan.
"halo cantik,kamu kenapa ada disini?,mau om temani gak?,"kata sipria yang beralis sobek sebelah.
"iya ,ayo kesini om antarkan kamu pulang"sahut pria yang duduk diatas tembok,lalu meloncat turun mendekati Tania kecil mencengkeram lengannya,membuat ia sangat ketakutan.
Tania yang mulai beranjak remaja pun seketika paham dengan kondisi yang sedang dialaminya kini,
"Om,lepasin saya om,saya mau pulang,nanti paman saya marah"mohon Tania kecil yang sedang ditarik tarik oleh dua pria berbadan besar,
"tidak,kamu tidak boleh pergi sebelum kami melepaskanmu pergi"sahut pria beralis sobek dengan seringai yang membuat Tania merinding,pria beralis sobek itu mengangkat tubuh Tania lalu menaruh dengan kasar tubuh kecil nya diatas dipan kayu yang digunakan mereka untuk duduk,tangan besar pria itu merobek baju yang digunakan Tania membuat Tania berteriak.
"aaaa,tolong,.....lepasin saya om,jangan apa apa kan saya,saya mau pulang,!"Tania terus menjerit disertai isakan sambil meronta tinta minta dilepaskan.
namun pria bejat itu tidak mau mendengarkan nya,
tangannya terus saja merobek pakaian yang dikenakan Tania dengan brutal,mencengkeram erat tangan Tania hingga memerah,Tania terus saja berteriak mencoba melepaskan diri,namun tenaga pria itu lebih kuat darinya,
plaakk
sebuah tangan kasar menampar pipinya begitu keras,hingga meninggalkan bekas kebiruan dipipinya yang mulus itu.
"diam .atau saya bunuh kamu disini"ancam pria beralis sobek itu disertai persetujuan teman teman nya yang lain yang hanya jadi penonton disana.
pria itu mencengkeram rahang kecil Tania begitu keras,
"diam,dan turuti kemauan kami,dengan begitu kami akan melepaskanmu dengan baik setelah kami puas,jika kamu masih melawan,saya tidak segan segan akan menghabisi kamu disini"ujar pria itu semakin memperkuat cengkeramannya membuat Tania kecil meringis kesakitan.
"jangan ap apa apakan saya om"tangis Tania dengan suara yang hampir hilang.
"DIAM!!!"
sentak pria itu,menurunkan tangannya hingga berada dileher Tania mencekiknya keras ,
Tania ingin berteriak kesakitan,namun suaranya hilang dengan napas tersengal sengal.
"hey,apa yang kalian lakukan?,lepaskan dia!"
teriak seseorang dibelkang mereka,membuat pria beralis sobek itu melepaskan tangannya dari leher Tania.
Tania dengan sisa kesadarannya bisa melihat dua orang pria berjas hitam memakai pakaian rapi dengan seorang anak laki laki yang beberapa tahun lebih tua darinya berdiri disana.
"siapa kalian?,berani mencampuri urusan ku,apa kalian sudah bosan hidup?"
teriak pria beralis sobek marah.
"kalian benar benar tidak punya moral,tega menganiaya seorang gadis kecil!"balas seorang pria berjas hitam itu.
"banyak omong kamu"sentak pria alis sobek itu ,lalu memberikan kode pada teman temannya untuk menyerang dua orang itu.
dua orang pria berjas itu segera memasang kuda kuda,dan saat lima preman itu mendekat mereka langsung menghujani nya dengan pukulan demi pukulan,yang tampak dua orang itu begitu lihai membuat lima orang preman itu kewalahan.
saat mereka sibuk saling pukul,anak laki laki itu datang mendekati Tania yang terletak lemah tak berdaya diatas dipan kayu dengan bekas merah kebiruan disekujur tubuhnya.
"kamu tidak apa apa?"ucapnya,seraya membantu Tania berdiri memapahnya untuk masuk kedalam mobil yang berada tidak terlalu jauh dari mereka.
setelah masuk kedalam mobil anak laki laki itu mengunci semua pintu dengan menekan satu tombol.
lalu beralih menatap Tania yang sangat lemah.
"tenang lah,kamu sekarang sudah aman ,jangan takut lagi"ucapnya menenangkan Tania yang bergetar ketakutan,sebelum akhirnya Tania tidak sadarkan diri sama sekali jatuh pingsan kedalam pangkuan anak laki laki itu.
__ADS_1