SAYANG Aku Rindu

SAYANG Aku Rindu
ELKAN SADAR


__ADS_3

hari sudah beranjak siang,sinar teriknya masuk melalui celah celah ventilasi kamar rawat elkan,Tania terduduk diatas kursi disebelah elkan berbaring dengan kepala terbenam diantara lipatan tangannya yang menggenggam erat tangan elkan yang berada disisi ranjang,


setelah cukup lama menangis ,Tania merasa lelah hingga akhirnya tertidur disamping suaminya.


Tania merasa terusik saat tangan yang berada dalam genggamannya tiba tiba saja terasa bergerak pelan .


membuat Tania menggeliat ,hingga terbangun ,


ia menegakkan tubuhnya yang sedari tadi meringkuk ,saat kesadarannya telah kembali sepenuhnya baru dia terkejut saat menyadari ternyata yang berada dalam genggamannya adalah tangan elkan,


Tania memperhatikan dengan Lamat pergerakan jari jari elkan ,


wajah nya merekah,saat melihat elkan mulai menggerakkan tubuhnya secara perlahan.


dengan cepat ,Tania menekan sebuah tombol yang terdapat disamping bawah tempat tidur,yang digunakan untuk memanggil dokter jika sedang dalam keadaan darurat,


"elkan,!"suara Tania,saat elkan perlahan mulai membukakan mata,


ia merasa sangat bahagia,pada akhirnya doa nya didengarkan oleh tuhan.


elkan mengerjap beberapa kali dengan sangat pelan,saat matanya membiasakan dengan cahaya yang masuk keruangannya itu,


setelah mata elkan terbuka sepenuhnya,ia mengedarkan pandangan kesekelilingnya,hingga matanya bersitubruk dengan bola mata bening milik Tania,


elkan menyipit dan mengerjap lagi beberapa kali saat pandangannya masih terasa kabur.


tapi begitu pandangannya terlihat jelas,ia masih melihat bola mata bening itu,yang menatapnya dengan penuh rasa cinta,


"Li...lyo....dra"suara elkan terdengar begitu lirih ,tapi masih mampu didengar Tania,hingga membuat wanita itu menegang dengan jantung berdetak tidak tenang.


Tania menggenggam tangan suaminya dengan berjongkok ,mensejajarkan tubuhnya dengan elkan.


"sayang,kamu udah sadar?"tanya Tania dengan perasaan haru,mengabaikan ucapan elkan yang menyebut nama lyodra.


elkan menatap Tania lemah,lalu mengernyitkan dahinya dengan ekspresi bingung,


Tania tersenyum ,dengan mencium satu tangan elkan yang berada dalam genggamannya.


"El,ini aku Tania,syukurlah kamu udah sadar,aku sangat takut kamu tidak bangun lagi"ucao Tania,


ekspresi elkan terlihat bingung,dengan tenggorokan nya yang terasa sangat kering,ia Kembali bersuara.


"kamu ....sia..pa?"kata elkan dengan sedikit susah,


"ini aku Tania,istrimu El,ya Tuhan aku sangat senang kamu udah bangun,tunggulah sebentar aku sudah memanggil dokter,mereka akan segera datang kesi_


"istri?" tanya elkan membuat ucapan Tania terputus saat elkan menyahut dengan cepat.


Tania mengangkat alis,lalu memaksakan untuk tetap tersenyum lebar.


"hehe,kamu bercanda nya jangan begitu donk El,masak kamu lupa sama istri sendiri,"gurau Tania,membalas candaan elkan yang dianggapnya cuma bercanda.


namun reaksi elkan berikutnya sangat berbeda dari dugaan Tania


pria itu nampak terkejut mendengar ucapan tania,


lalu dengan cepat memegang kepalanya yang terasa sangat sakit sekali,


"argh..kepalaku ssakit ssekali,"ucapnya seraya memejamkan matanya.mencengkeram rambutnya kuat kuat.

__ADS_1


Tania menegang dengan menatap elkan panik,


"tunggu disini El,aku akan memanggil dok_


ceklek...


ucapan tania terputus saat pintu dibuka dari luar,lalu masuk seorang dokter dengan diikuti beberapa perawat ,untuk memeriksa keadaan elkan,


Tania segera menghampiri dokter yang baru saja masuk itu,


"dok,suami saya ,dia sudah sadar,tolong dia ,dia kesakitan"Tania berbicara panik.


"saya akan memeriksanya nona,mohon untuk menunggu diluar"ucap dokter itu ,lalu segera menghampiri elkan yang masih mengeluh sakit dikepalanya.


sementara Tania sudah dituntun berjalan keluar oleh seorang perawat,


"tunggulah disini nona"ucap perawat itu,lalu kembali menutup pintu ,mengunci nya dari dalam.


Tania menggigit jari nya,sambil berjalan mondar mandir didepan ruang elkan,dengan perasaan cemas dan khawatir,terlebih lagi saat ia melihat suaminya yang menatap dirinya seperti orang asing.


apa yang terjadi pada elkan??,


"ya Tuhan....semoga tidak terjadi apa apa pada suami ku"gumamnya,


dia menghentikan langkahnya yang tadinya mondar mandir saat ia teringat sesuatu.


"aku harus segera memberitahu kan ini pada kak arkan"ucapnya,namun sedetik kemudian ia berubah pikiran.


"tapi sekarang kak arkan pasti masih dikantor,jika aku menghubunginya ,takut nanti dia malah terganggu,"


"apa aku telpon mama aja ya?"Tania bertanya pada dirinya sendiri,


"jangan deh,mungkin mama masih marah sama aku,aku telpon papa aja ,untuk memberitahukan kondisi elkan,"putus nya pada akhirnya,


Tania pun segera merogoh ponsel didalam sakunya,mengotak Atiknya untuk menghubungi mertuanya.


tapi saat panggilannya sudah terhubung,papa tidak mengangkatnya,


Tania mencoba lagi beberapa kali,tetapi hasilnya tetap sama,tidak ada jawaban.


Tania mendesah pelan,


"pasti papa lagi dikantor juga,"


"apa aku hubungi mama aja ?,apa mama gak akan marah?,tapikan ini kabar bagus,mama pasti akan senang mendengarnya,"


akhirnya Tania memutuskan untuk menelpon mertuanya,


panggilan pertama langsung dijawab dari sana,


tapi tidak ada suara yang terdengar.tania pun memberanikan diri untuk bersuara lebih dulu.


"halo ma,elkan sudah bangun ma,maksud ku,dia sudah sadar ,dan sekarang sedang diperiksa oleh dokter"


Tania langsung pada pokok tanpa berniat untuk berbasa basi.


saat dia ingin berbicara lagi,sambungan diputuskan dari seberang,


Tania menatap ponselnya semabri mendesah panjang,

__ADS_1


ternyata mama masih tidak berubah,dia masih membenci dirinya.


Tania kembali lagi sedih saat mengingat itu,tapi kesedihannya menjadi sirna saat pintu ruangan rawat elkan dibuka menampakkan dokter dan juga perawat yang memeriksa elkan tadi.


"nona silahkan masuk bersama saya kedalam,pasien dari tadi mencari anda"ucap sang dokter.


Tania segera melangkah cepat untuk menemui elkan,


didampingi dokter,tapi saat ia sudah masuk,raut wajah elkan kembali terlihat bingung,elkan menatap Tania dengan sangat lain...


pemuda itu sudah melepaskan masker oksigennya,dan sekarang sedang duduk bersandar di dasbor ranjangnya,keadaanya terlihat jauh lebih baik.


saat Tania sampai disamping ranjang elkan,ia langsung berhambur memeluk suami nya yang sangat dirindukan itu.


Tania merasa sangat bahagia dan juga lega mengetahui suaminya sudah pulih sekarang,maka hubungan merekapun akan baik baik saja sekarang,karna Tania tahu elkan tidak akan pernah meninggalkan dirinya apa pun yang terjadi.


Tania merasa aneh,karna elkan tidak membalas pelukannya sama sekali,bahkan pria itu terlihat diam saja.


Tania mendongak Tania melepaskan pelukannya,


"sayang,aku sangat senang kamu sudah bangun,kamu baik baik saja kan?,apa masih ada yang sakit?"


Tania menatap mata gelap elkan yang menatapnya dengan ekspresi datar,


"siapa kamu?"


duaaarrr....


Tania terkejut,langsung melepaskan pelukannya,menatap mata elkan lekat.


"sayang,kamu bercanda ya?,aku ini istri kamu"ucap Tania memaksakan tersenyum


"istri?,aku tidak punya istri,aku juga gak kenal sama kamu!"sahut elkan,


Tania kembali membeku,ia mencoba mencari kebohongan dari kedua mata suaminya,berharap elkan hanya bergurau saja.tapi mata legam itu terlihat sungguh sungguh,


bahkan tatapan penuh cinta yang selama ini dilayangkan untuknya sudah tidak ada lagi disana.


"kenapa kamu disini?"tanya elkan lagi masih dengan ekspresi bingung


lalu beralih pada dokter yang tadi hanya memperhatikan interaksinya dengan Tania.


"lalu kemana lyodra,??,yang tadi anda bilang dia ada diluar,?,kenapa dia tidak masuk,aku sudah menyuruh untuk memanggilnya,kenapa anda tidak memanggilnya kesini?,"ucap elkan.


Tania mengerjap pelan dengan raut wajah sendu,ia menoleh pada dokter yang berdiri disamping ranjang elkan yang bersebalahan dengannya.


dokter itu juga menatapnya,mereka seolah berbicara dalam diam.


cuma sebentar,karna dokter tuan itupun kemudian beralih pada elkan


"bukankah dia ini lyodra yang kamu kenal?"tanya dokter itu pada elkan.


elkan melirik Tania yang terdiam seribu bahasa ditempatnya,ia menggeleng.


"bukan,dia bukan lyodra,saya tidak mengenal dia sama sekali!"


deg!


*******

__ADS_1


jangan lupa komentarnya ya


__ADS_2