SAYANG Aku Rindu

SAYANG Aku Rindu
TEMAN LUAR BIASA


__ADS_3

saat merasa kondisi elkan sudah jauh lebih baik,akhirnya pihak rumah sakit memutuskan untuk kembali memindahkan elkan keruang rawat inap VIP ,masih dengan segelintir alat medis yang terpasang ditubuhnya untuk mengontrol keadaaan tubuhnya lebih baik.


Arkan duduk di sofa yang terdapat diruang rawat elkan,


sebuah sofa panjang,dan meja kecil didepannya,


disamping arkan ada mama dan papa yang duduk dengan mengarah pada ranjang elkan,


Tania duduk disamping ranjang yang terdapat sebuah kursi kayu disamping nakas yang berdampingan dengan ranjang elkan berbaring,


tangan kecil Tania menggenggam erat sebelah tangan elkan yang tidak dipasang infus,manik bening miliknya terus menatap wajah yang terlelap damai seakan tidak ingin terbangun itu.


kepala elkan dibaluti perban dengan masker oksigen yang tidak lepas dari mulut dan hidung nya,alat pendeteksi jantung yang sempat dipasang di badan elkan sekarang sudah dilepas,karna kondisi elkan yang membaik,dokter pun mengatakan bahwa elkan tidak membutuhkannya lagi,


sebenarnya ada sedikit perasaan kelegaan yang dirasakan oleh Tania,mengingat kondisi elkan yang membaik setelah sempat drop tadi.


tapi,rasa sedih dan sesak itu masih saja ada,melihat orang yang dicintainya masih belum kunjung membuka mata sudah tiga hari lamanya,


lebih lagi sikap ibu mertuanya yang terus saja menyalahkan Tania atas keadaan anaknya,dan Tania benar benar merasa sendiri jika saja Arkan tidak berada disana.


Tania mengecek jam diponselnya,lalu menoleh pada Arkan yang duduk di sofa disampingnya,pria itu sibuk dengan ponsel ditangannya,


"kak,ini sudah siang,apa kak arkan tidak ingin pulang untuk membersihkan diri dulu?"tanya nya,


bukan apa Tania melemparkan pertanyaan seperti itu,Arkan sudah berada dirumah sakit selama sehari semalam lebih, dan belum juga pulang kerumah sekalipun.


Tania bisa melihat raut kelelahan diwajah pria itu,setidaknya jika Arkan pulang sebentar,dia bisa membersihkan diri dan beristirahat sejenak,


Arkan mendongak membalas tatapan Tania.


"jika aku pulang bagaimana dengan mu?"


sahutnya,


Tania melirik mama yang duduk disebelah elkan,raut wajahnya terlihat masam,dan menghindari tatapan Tania.


"aku gak pa pa kok kak,kakak pulang aja dulu untuk beristirahat dirumah ,kakak pasti kecapean terus menerus menjaga elkan,"


Arkan nampak berpikir,terlihat ragu diwajahnya,namun akhirnya ia mengangguk.


"baiklah,kakak akan pulang untuk mandi dan berganti baju sebentar,lalu akan segera Kemabli kesini,kamu tidak apa apa ditinggal sendiri??"


Tania menggeleng lalu tersenyum.


"tidak apa kak,beristirahatlah sebentar,lalu baru kakak kembali lagi,"

__ADS_1


Arkan tersenyum,lalu menoleh kesamping.


"ma,pa,ayok kita pulang dulu,elkan ada Tania yang menjaga,kondisi mama lagi gak baik,sebaiknya mama beristirahat dirumah saja,biar Tania yang menunggui elkan disini,"kata Arkan menatap wajah kedua orang tua nya bergantian.


"mama mau disini Ar,mama mau menunggu elkan sadar,mama gak mau pulang!"tolak mama bersikeras.


Arkan tidak kewalahan,ia masih ingin membujuk mama,


karna jika mama tinggal bersama tania,tanpa ada dirinya disana,Arkan takut mama nya akan kembali mencaci Tania dan tidak ada yang akan mencegahnya.


"mama jangan keras kepala,kalo mama bersikeras disini yang ada nanti kondisi mama malah semakin memburuk,ayo kita pulang saja,biar Tania yang menjaga elkan,nanti Arkan juga secepatnya kesini,kalau ada apa apa nanti Tania akan memberi tau kita"Arkan masih berusaha membujuk,hingga akhirnya mama mengalah dan menyetujui untuk pulang,lagipula kondisi elkan sudah tidak mengkhawatirkan lagi.


begitu Arkan dan mertua nya sudah pergi dari sana,ponsel Tania bergetar,


ada nama 'nanda' yang terdapat dilayar,Tania segera menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilannya.


baru Tania akan bersuara,suara cempreng Yudy malah lebih dulu mengagetkannya.


"halo Tan,elkan ada dikamar yang mana?,ni rumah sakit besar banget,gak tau kita mau kearah mana"


Tania kembali mengecek layar ponselnya untuk memeriksa sekali lagi,ternyata benar nama pemanggilnya memang Nanda,tapi kok malah Yudy yang ngomong!?,tak ingin banyak berpikir Tania segera bersuara.


"kalian dirumah sakit?,"tanyanya bingung.


"kalian masuk aja,aku jemput di resepsionis,tunggu aja disana,"ujar Tania.


"oh,resepsionis ya,oke oke,cepetan ya!"


setelah itu Tania segera mematikan panggilan ,mendongak menatap elkan sejenak,


"aku tinggal sebentar ya El,mau jemput Yudy dulu"ucap Tania,lalu mengecup kepala cowok itu yang dililit perban.


kemudian secepatnya pergi dari sana menjemput temannya.


Tania pikir hanya Yudy yang Dateng,tapi begitu dia sampai di resepsionis,Tania sedikit kaget saat melihat ada Nanda dan juga aida yang bersama Yudy,


aida segera menghampiri Tania saat ia sudah dekat dengan mereka.


aida memeluk nya dengan mengusap punggungnya pelan


"sabar ya Tan,kamu harus kuat,elkan pasti akan sembuh"ucap aida menenangkan ,


Tania mengangguk dengan memberikan senyuman miliknya,seolah mengisyaratkan bahwa dia baik baik saja.


"sorry ya Tan,kita baru tau semalem dari kak arkan,makanya kita Dateng hari ini,"Nanda menjelaskan agak merasa tidak enak,

__ADS_1


"iya,kami gak tau kalo elkan kecelakaan sampai keadaanya kritis,kami pikir kenapa kamu dan elkan gak masuk kampus udah beberapa hari ini,"timpal Yudy,


"gak pa pa kok,yang penting kalian udah datang,udah ,ayo kita keruangan ya Elkan"Tania mengajak tiga temannya keruangan suaminya dirawat,


begitu sampai disana,ketiga orang yang baru datang itu begitu terenyuh melihat kondisi elkan yang lumayan parah,lebih lagi saat mendengar cerita Tania tentang keadaan elkan yang sempat drop,


"astaga,aku gak nyangka elkan separah ini,udah tiga hari gak bangun,"ucap Yudy berdiri didepan ranjang elkan yang masih tidak sadarkan diri


"iya,aku merasa aneh,yang biasanya elkan itu aktif sekarang lihat dia gak sadar kek gini rasanya sedikit aneh buat aku"timpal Nanda,menatap wajah pucat elkan yang terpasang masker oksigen .


aida hanya mengangguk ,kemudian beralih menatap Tania yang berdiri disisinya.


"tapi kamu gak pa pa kan Tan?,kamu baik baik aja kan?"aida memastikan Tania tidak apa apa,


Tania tersenyum,merasa senang dengan perhatian dari temannya,


"aku gak papa ,walaupun pas tau elkan kecelakaan aku sempat shock,tapi sekarang gak lagi"jawab Tania membuat aida lega.


"ibu mertua kamu gak marahin kamu kan?,gak nyalahin kamu lagi kan?"tanya aida lagi,namun mampu membuat ekspresi Tania berubah.


ia terlihat sedih dan tersenyum pahit,


aida memang tau dengan sikap mertuanya yang tidak begitu menyukainya,bahkan Yudy ,Nanda dan Adelia pun juga tahu,


karna sifat keterlaluan mertuanya juga pernah ditunjukan didepan mereka.


melihat Tania tidak menjawab dan berekspresi sendu.


Yudy dan Nanda saling berpandangan sejenak.


seolah paham dengan yang dialami Tania mengingat raut nya yang langsung berubah saat mendengar pertanyaan aida.


aida menepuk bahu Tania pelan.


"kamu yang sabar ya Tan?,jangan sedih,kalo kamu butuh sesuatu kamu bisa bilang ke kita kok,kita pasti bantuin,kalo ada masalah ngomong aja jangan takut,kita kapanpun pasti ada buat kamu"aida mengucap dengan tulus,memeluk Tania singkat,


"iya Tan,ai benar,kamu gak usah merasa ragu,kita udah nganggap kamu seperti keluarga sendiri,jadi jangan sungkan ya"timpal Yudy yang diangguki oleh Nanda.


Tania tampak berkaca kaca.terharu,ternyata masih ada yang peduli padanya,mengingat sikap mertua nya yang selalu bersikap buruk terhadap dirinya.


Tania memandang ketiga temannya satu persatu.


lalu tersenyum tulus.


"makasih banyak guys,kalian emang teman yang luar biasa,jika elkan melihat ini,dia pasti merasa bangga pada teman temannya ,sekali lagi makasih udah peduli!"

__ADS_1


__ADS_2