SAYANG Aku Rindu

SAYANG Aku Rindu
MAKASIH BUAT SEMUANYA SAYANG!


__ADS_3

satu bulan kemudian.....


Tania membuka matanya perlahan saat merasakan hangat sinar matahari masuk melalui celah jendela di apartemen yang ditempatinya dengan elkan,yang kini telah menjadi suaminya,


walaupun mereka melakukan pernikahan secara sembunyi sembunyi,yang hanya dihadiri beberapa kerabat dekat dan keluarga saja,


sambil mengucek mata nya,Tania mengintip jam yang ada diatas meja disamping tempat tidurnya,


jarum menunjukkan sedang menunjukkan pukul 8 pagi,


dengan malas Tania beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi sambil menyambar handuk yang tergantung di didinding ,


setelah 15 menit di dalam kamar mandi,Tania keluar dengan menggunakan handuk dan rambut yang basah,


Tania terlihat begitu bahagia hari ini,dia berdandan dengan memakai baju yang paling bagus,


sambil bersenandung riang Tania terus saja menata rambutnya agar terlihat cantik,


Tania tersenyum dicermin saat melihat dirinya sudah tampil sempurna ,tak lupa dia meraih botol cairan bening lalu menyemprotkan keseluruh tubuhnya


"eeuumm...biar wangi,nanti elkan jadi tambah sayang"gumamnya sambil tersenyum senang,


sesudah merasa semuanya siap,


Tania menyambar tas selempang nya lalu berlalu turun ke bawah dengan lift menuju basemen ,


disana taxi yang dipesannya beberapa menit yang lalu telah menunggu ,


sopir yang menunggu disamping mobil membungkuk sopan menyapa Tania yang dibalas dengan senyuman dan anggukan kepala oleh wanita itu,


taxi uang membawa Tania melaju dengan kecepatan sedang di jalan pagi yang sudah mulai ramai.


drrrrtttt


drrrrtttt


drrrttt


handphone nya bergetar ,Tania merogoh ponsel dalam tas nya tersenyum saat melihat nama yang tertera disana.


ELKAN


tanpa menunggu lama Tania segera mengangkat telponnya.


"sayang kamu dimana ???,kamu nggak jadi jemput aku dibandara??"terdengar suara manja elkan diseberang sana,


yang membuat Tania kembali tersenyum merona.


"ini aku udah dijalan sayang!!, emangnya kamu udah lepas landas??" tanya Tania dengan lembut,dia begitu merindukan suaminya itu,yang sedang melakukan perjalanan bisnis bersama papanya ayah mertua tania.


"hahaha ,istri aku emang yang paling polos ya,tapi gak papa aku makin tambah suka ,nggak sayang,aku udah sampe dibandara ini,aku baru tiba sekitar 20 menit yang lalu,kalo masih dipesawat mana bisa aku hubungin kamu,!",canda elkan menertawakan kepolosan istrinya itu.


Tania hanya cengengesan malu,meruntuki kebodohannya yang tidak pernah hilang sejak dulu.


"iya el ,maaf ya,aku pikir kamu tiba sejam lagi,kok kamu gak bilang sih penerbangannya lebih cepat ??"omel Tania dengan bibir maju beberapa centi.


"hehehe,maaf ya sayang aku rencana nya mau kasih surprise,tapi aku lupa ,,,malah hubungin kamu,eh jadi hancur kejutan aku,kamu sih,,,bikin aku kangen,sampe gak sabar buat ketemu kamu"


Tania tertawa,,,

__ADS_1


"aku juga kangen sama kamu El,yaudah kamu tunggu ya,sebentar lagi aku sampe!"


"iya sayang aku tunggu ya!,


Tania mematikan sambungan dengan wajah yang senang ,dia terus saja tersenyum sepanjang perjalanan hingga mobil masuk keparkir bandara.


Tania melihat elkan melambaikan tangannya dari kejauhan ,pria itu bahkan sudah menarik kopernya sendiri berjalan kearah pintu masuk.


Tania dengan segera berlari kearah suaminya yang sudah satu Minggu ini tidak dilihatnya,


elkan menyambut Tania dengan tangan terbuka membuat Tania langsung melompat masuk kedalam pelukan elkan,


elkan memeluk Tania dengan erat sambil memejamkan mata menghirup rakus aroma tubuh Tania,


dia sangat merindukan Tania,karna setelah satu bulan mereka menikah ini. menjadi perpisahan yang paling panjang bagi mereka berdua.


sebelumnya juga pernah bepergian namun tidaklah lama.


mereka terus berpelukan dengan Tania yang menyederkan kepala ke dada bidang milik elkan.


mereka melepas pelukan bersamaan ,saling tersenyum dan menatap dengan perasaan yang begitu beragam.


"kamu makin cantik Tania,aku selalu merindukan senyum manis mu ini"ungkap elkan sambil merapikan rambut Tania.


Tania tersipu mendengar pujian dari suami nya itu,walaupun sudah berstatus sebagai pasangan yang sah,tapi Tania masih sering salah tingkah dengan sikap manis elkan padanya.


Tania mengenggam tangan suaminya ,lalu menarik berjalan lembut membuat elkan langsung mengikuti .


"yuk kita pulang,aku akan memasak nanti apapun yang kamu mau"ucap Tania menolehkan kepala pada elkan yang berjalan disampingnya ,


"aku tidak ingin apa apa sekarang"


"benarkah?"


"iya,aku cuma lagi pengen makan kamu"


Tania mendelik kecil,lalu segera mencubit pinggang elkanmembyat elkan meringis kecil sambil tetap tersenyum.


"udah jangan banyak ngomong,ayo cepetan kita pulang"


Tania menarik tangan elkan dengan mempercepat langkahnya bergegas kearah parkiran untuk segera pulang.


sampai diapartemen,Tania membuka pintu sambil menarik koper elkan membawanya kekamar tidur mereka,elkan berjalan dibelakang sambil menarik lepas dasi dan membuka jasnya hingga tersisa kemeja putih,


Tania memungut jas dan sepatu yang dilempar elkan asal,


"El,kamu mandi dulu ya!,aku siapin air hangat buat berendam,nanti kalo udah mandi baru makan! ,"


Tania bersuara sambil mengambil jas elkan untuk dimasukkan keranjang kotor.


syuutt...


Tania terkejut saat elkan memeluknya dari belakang,meletakkan dagu diatas pundak Tania sambil mencium belakang telinga nya membuat Tania merinding,


"El,aku mau nyiapin air dulu buat kamu mandi nanti"


kata Tania sambil mencoba melepaskan tangan elkan diperut nya,


tapi pria itu seakan tidak mendengar ,dia masih asyik mencium leher Tania dari samping,

__ADS_1


"El,kamu juga belum makan, lepasin dulu ,aku mau nyiapin makanan untuk kamu makan ",kata Tania lagi sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan elkan,


elkan dengan cepat mebalik kan badan Tania menghadap kearahnya.


"sayang,bentar dulu,aku kangen sama kamu"ucap elkan menundukkan wajahnya lalu menenggelamkan diceruk leher tania.


"El,!!"panggil Tania lembut.dia merasa geli dengan napas elkan menerpa kulit lehernya,


"sshhtt,diam sayang!,jangan bergerak,biar kek gini bentar,aku beneran kangen banget sama kamu"


"tapi El,kamu belum mandi dan mak_.eeuummpphh"


elkan dengan segera membungkam bibir Tania dengan bibirnya,


dia ******* cepat dengan memaksa Tania membuka mulut,kemudian memasukkan lidah nya kedalam rongga mulut Tania,mengabsen setiap inci yang ada didalam mulut Tania,menghisap lidah Tania dengan penuh napsu,


Tania yang mulanya terkejut akhirnya ikut terbawa dengan permainan memabukkan elkan ,suaminya memang pencium yang handal.


tangan kiri elkan menarik pinggang Tania agar semakin menempel pada badannya.


sementara tangan kanannya menelusup masuk kedalam kaos tania,mengusap kulit punggung Tania lembut,


Tania merasakan tubuhnya merinding saat merasakan tangan elkan bersentuhan langsung dengan kulitnya,


darahnya berdesir hebat,dengan sesuatu yang aneh mulai bangkit dari dalam dirinya.


tangan elkan naik perlahan hingga sampai dipuncak dada milik tania,mengusap bagian luarnya dengan lembut,lalu meremas puncak dada tania yang masih berbalut bra dengan pelan .


Tania melenguh kecil,dengan bibir yang masih saling menempel,jari jari kecil nya mengusap dada bidang elkan berputar menyalurkan hasrat melalui usapan lembut.


elkan terus mengelus kulit lembut Tania,kemudian memasukkan sebelah tangannya kedalam bra tania untuk menyentuhnya langsung.


Tania terkejut dan dengan segera mendorong dada elkan menjauh hingga tangan dan tautan bibir mereka terlepas.


elkan menatap Tania bingung,seolah protes atas apa yang dilakukan Tania,


"kenapa Tan??"tanya elkan menatap Tania.


tania menunduk merasa bersalah matanya menatap ujung kakinya yang tidak memakai apa apa.


"maaf El,aku masih belum siap untuk memberikan lebih dari ini!",lirih tania dengan merasa bersalah.


sementara elkan terdiam mendengar penuturan Tania,wanita yang paling dicintainya itu,yang sudah sebulan berstatus menjadi istrinya,tapi masih belum menjadi istri sepenuhnya dia.


elkan menyembunyikan raut wajah kecewa yang terpancar di wajah tampannya .


elkan tersenyum menatap Tania


"gak papa Tania,jika kamu memang masih belum siap,aku gak akan maksain kamu kok,aku akan selalu menunggu kamu siap,"sahut elkan sambil mengusap puncak kepala tania dengan penuh kasih sayang,


dan tak lama kemudian Tania mendongak menatap mata elkan yang terlihat teduh itu.


"maafi aku El,aku masih belum bisa memberikan hak ku sebagai istri,aku masih terlalu takut dengan trauma masa kecilku yang nyaris kehilangan kesucian akibat para preman itu waktu itu."ungkap Tania dengan mata berkaca kaca.


elkan tersenyum dan segera menarik Tania masuk kedalam pelukannya,


"gak pa pa sayang ,aku akan selalu menunggu ,sampai kamu bener bener mau menyerahkannya pada ku,aku gak akan memaksa kamu,aku janji"ucap elkan memenangkan tania dengan mengusap puncak kepala istrinya dengan lembut,Tania tersenyum sambil memejam kan mata tenang.


"makasih ya sayang,makasih buat semuanya!"

__ADS_1


__ADS_2