SAYANG Aku Rindu

SAYANG Aku Rindu
PERMINTAAN MAMA


__ADS_3

hari ini adalah hari kelima elkan berada dirumah sakit,dan masih tidak sadarkan diri,tapi perkembangannya sudah jauh lebih baik lagi dari hari hari sebelumnya.


semalam Arkan tidak menginap dirumah sakit,Tania melarangnya,walaupun Arkan bersikeras untuk tinggal ,tapi Tania tetap menolak,bukan karna alsan lain,tapi Arkan harus masuk kantor esok harinya,karna ada beberapa meeting penting dengan beberapa klien,setelah empat hari tidak masuk ,karna berada dirumah sakit.


Arkan sebagai putra tertua dikeluarga Mahendra,tentu saja mempunyai tanggung jawab yang besar


diperusahaan,karna setelah papa menurunkan jabatan nya untuk Arkan,Arkan harus terlibat banyakdengan semua urusan dikantor,dan itulah alasan Tania memaksa Arkan untuk beristirahat dirumah saja agar tidurnya nya lebih nyenyak dan tenaga Arkan pun akan lebih baik untuk bekerja keesokannya.


karna ada Yudy,Nanda dan aida juga yang menginap disana,akhirnya Arkan pun menurut,


hingga sampai pagi ini mereka bertiga pamit pulang,karna ada jam kuliah yang harus dihadiri.


"Tan,kita pamit ya,kalo gak ada halangan nanti ,kamu gak pa pa kan ditinggal sendiri?"tanya aida pagi itu.


Tania tersenyum ,


"gak pa pa kok ai,lagian aku gak sendiri juga disini,ada elkan juga kan"


"ya udah kalo begitu tan,kita pamit dulu ya,kamu baik baik disini,kalo ada apa apa jangan sungkan hubungin aku,atau nanda dan ai,"ucap Yudy.


Tania mengangguk,


"makasih ya semuanya,udah mau datang kesini dan menginap semalam"ucap Tania tulus.


mereka bertiga kompak mengangguk,lalu satu persatu menyalami Tania untuk berpamitan pulang.


setelah ketiga temannya telah pergi,Tania memutuskan untuk membasuh diri dikamar mandi yang terdapat diruang VIP tempat suaminya dirawat,


setelah lima belas menit dia dikamar mandi ,dia pun keluar dengan penampilan yang lebih segar,


ceklek...


saat pintu kamar mandi terbuka,Tania sedikit terkejut,melihat ibu mertuanya sedang duduk diatas kursi disebelah ranjang elkan.


seketika jantung Tania berdegup sangat kencang saat menyadari bahwa yang berada dalam ruangan ini hanyalah dirinya dengan ibu mertuanya saja,


ia takut ,mama akan menggunakan kesempatan itu untuk kembali mencacinya,


sungguh ,saat ini Tania sedang merasa lelah dan sangat tidak siap jika harus mendengar kata kata kasar yang keluar dari mulut ibu mertuanya lagi,


rasa bersalah dan sedih yang sedang dialami nya saat ini karna suaminya tak kunjung bangun dari alam bawah sadar nya membuat Tania cukup tertekan,rasanya tidak sanggup jika bertambah lagi beban pikiran nya.


Tania berjalan pelan keluar dari kamar mandi dengan terus berdoa dalam hati nya,agar Arkan segera datang kesini ,


mama menoleh kearah Tania saat mendengar suara Tania mendekat,

__ADS_1


raut wajahnya terlihat marah,yang Tania tidak tau pasti kenapa.


"Tania!"panggil ibu mertuanya dengan suara agak tinggi,


Tania tersentak samar,menoleh dengan mendekat ketempat mertuanya duduk.


"mama,mama udah lama datangnya?,gimana keadaan mama ? udah mendingan?"Tania melemparkan beberapa pertanyaan untuk menutupi rasa gugupnya saat ini,


terlebih mama memandangnya dengan tatapan tajam,


mama menatap Tania lama,sebelum akhirnya buka suara.


"saya ingin kamu berpisah dari anak saya,saat dia sudah sadar"ucap mama dengan suara dingin.


duaaarrrr!!!!!


Tania membeku ,menatap ibu mertuanya dengan rasa tidak percaya,


apakah yang baru saja didengarnya itu benar benar kata yang keluar dari ibu mertuanya???.


berpisah???.


Tania merasakan tenggorokannya mendadak menjadi kering,dengan suara yang tercekat ia bertanya.


"be....be...ber..pis..ah?"tanyanya terbata bata,sulit rasanya Tania mengeluarkan kalimat itu.


Tania menatap kedua mata mertuanya dengan berkaca kaca.


"tidak ma,Tania tidak akan berpisah dari elkan,Tania mencintai El ma,Tania gak akan sanggup jauh dari elkan"


sekuat tenaga ia menahan air matanya yang sudah menggenang di pelupuk mata,bahkan jika ia berkedip sekali, maka air mata itu akan mengalir dengan sendirinya.


mama berdiri dari tempat duduk,lalu melangkah mendekat kearah Tania yang berdiri mematung.


"saya sudah tau tentang pertengkaran kalian ,tepat sebelum elkan kecelakaan"mama menatap Tania datar,namun tampak sekali amarah besar diwajahnya.


"saya tau,malam sebelum elkan mengalami kecelakaan kalian berdua tengah bertengkar hebat,hingga akhirnya elkan memutuskan untuk pergi dalam kondisi kalut dengan mengendarai mobilnya sendiri,"sambung mama,dengan suara yang bergetar menahan emosi.


tes....


air mata Tania akhirnya jatuh,saat mertuanya kembali mengingatkan dia pada malam yang sangat disesali nya seumur hidup,dimalam yang telah membuat elkannya menjadi seperti ini,malam yang berusaha keras dilupakannya .


"elkan menjadi seperti ini,itu hanya karna kamu Tania,kamu penyebabnya,dan selama kamu masih tetap bersama dia,maka dia akan terus menderita,oleh karna itu,saya ingin kamu menjauh dari dia jika kamu ingin dia bahagia"ucap mama lagi,


ia berusaha keras menjaga suaranya agar tidak sampai berteriak karena amarah yang sudah diubun ubunnya ,jika mengingat fakta bahwa putranya kecelakaan setelah bertengkar hebat dengan Tania.

__ADS_1


ia tidak peduli ,apa sebabnya mereka bertengkar,dan siapa yang bersalah,karna baginya semua kesalahan itu hanya dilakukan oleh Tania,


Tania terisak kecil,tangannya memegang pinggiran ranjang elkan kuat kuat,untuk menopang dirinya yang terasa lemah sekarang.


"ma,aku minta maaf untuk itu,aku juga tidak menginginkan elkan menjadi seperti ini,tapi .ini semua sudah terjadi ma,dan aku tidak bisa untuk berpisah dengan El,"suara tania terdengar lirih,air mata yang terus mengalir tanpa dapat ditahannya lagi.


ia menggigit bibirnya kuat kuat,menahan rasa sakit yang menggerogoti hatinya,


sakit....sangat ....sakit....


mama mendengus kasar mendengar jawaban Tania,


ia sudah berusaha bicara dengan lebih lembut,tapi anak itu benar benar keras kepala.


"tidak ,setelah saya mengetahui fakta itu,saya benar benar tidak bisa menerimanya lagi,saya masih punya niat baik dengan memberitahu kamu lebih dulu,dan meminta baik baik untuk segera meninggalkan anakku,tapi kamu sangat keras kepala Tania,jika kamu masih saja menolak,maka saya akan memberitahu kan hal ini pada Arkan dan juga suami saya,atau kalau perlu saya laporkan ke polisi,karna kamu yang udah menyebabkan elkan kecelakaan,saya yakin sekali,jika saya memberitahu kan fakta ini pada mereka,maka mereka juga akan membenci kamu Tania,sebaiknya kamu pikirkan baik baik sebelum nanti kamu menyesalinya"ucap mama dengan amarah yang sudah meledak.


Tubuh Tania menjadi tidak bertenaga hingga menyebabkan ia jatuh terduduk dikaki mertuanya,dengan perasaan yang sangat menyakitkan baginya.tubuhnya tampak bergetar,


"ma,aku mohon,jangan pisahkan aku dari elkan ma,aku mohon"lirihnya dengan kepala tertunduk.


"kenapa mama begitu membenciku ma??,apa kesalahan yang telah aku perbuat,??,kenapa mama tidak pernah mau menerimaku ma,aku mencintai anak mama dengan sangat tulus,dan elkan pun begitu ma,dia sangat mencintai aku,kami berdua saling mencintai ,maka tolong jangan pisahkan kami ma"Tania memohon seraya memeluk kaki mertuanya dengan terisak,berharap wanita itu sedikit luluh dan mempunyai perasaan untuk tidak melakukan hal yang sangat ditakutinya itu.


namun mama ,ia masih lah dirinya,tetap angkuh dan tak mau mendengarkan ,ia sudah menutup mata dan telinganya,bahkan ia tak memikirkan bagaimana nasib elkan nanti jika harus kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.


mama bahkan tak iba sedikitpun melihat wanita muda yang berstatus sebagai menantunya itu bersimpuh dikakinya,memohon untuk tidak menghancurkan rumah tangganya.


"saya tidak peduli ,saya tetap ingin kamu meninggalkan anak saya,karna dengan begitu ia akan bahagia,dan saya sebagai orang tuanya sangat yakin,bahwa anak saya akan menjadi lebih baik tanpa kamu dihidupnya,"


"dan satu lagi,jangan pernah beritahukan hal yang saya katakan inu,pada siapapun,karna kalo tidak,saya akan memberitahu semua orang tentang penyebab elkan menjadi kecelakaan,"ancam mama,lalu segera pergi menarik kakinya yang dipeluk Tania,lalu segera pergi dari sana tanpa memperdulikan tangisan Tania yang terdengar pilu.


"MA!!,AKU MOHON MA,JANGAN LAKUKAN INI PADAKU,MAMA!!"teriak Tania memohon,tapi mertuanya tidak menoleh sedikitpun,ia malah segera keluar dari ruangan itu,meninggalkan Tania sendirian dengan seribu luka yang mengoyak jantungnya.


Tania meremas dadanya,lalu perlahan berdiri dengan bertumpu pada sisi ranjang elkan yang masih tertidur damai tanpa terusik sama sekali.


Tania menatap elkan dengan deraian air mata ,


pemuda itu tak terlihat ingin membuka mata sama sekali.


"El,"panggilnya dengan suara yang lirih.


tidak ada sahutan...


tapi dia tetap melanjutkan bicaranya,berharap suaminya mendengarkan dan segera bangun untuk memeluknya.


"aku sayang kamu El,aku sangat menyayangimu sayang,apa yang harus kulakukan sekarang El??,aku harus apa sekarang?,aku sendiri El,aku sendirinya disini,hiks hiks hiks,cepatlah bangun,kumohon sayang,segeralah sadar dan hentikan semua ini"tangis Tania pecah,ia membungkuk,memeluk elkan yang terbaring dengan terisak,

__ADS_1


pilu......tangis Tania terdengar sangat pilu.....?


__ADS_2