
Tania merasa begitu terkejut mendengar pernyataan ibu mertuanya,
hatinya terasa begitu sakit,walaupun dengan susah payah disembunyikannya.
namun lyodra terlihat begitu santai,ia bahkan meresponnya dengan tersenyum tanpa rasa bersalah sedikitpun,
apa begitu bersikap didepan istri sahnya calon tunangan nya yang pernah gagal????,
Tania benar benar merasa heran dengan sikap gadis satu itu,
jadi wanita inilah yang dulu dijodohkan dengan elkan,yang membuat ibu mertuanya menolak keras hubungan mereka hingga saat ini.
Tania baru bisa menyimpulkan semua sekarang,jika ibu mertuanya masih berharap agar lyodra masih bisa dekat dengan elkan ,
lamunan Tania buyar saat tangan kekar elkan menyusup diantara sela jarinya,menggenggam tangannya erat.
seolah berusaha menenangkan dirinya yang masih sedikit terkejut mendengar sebuah kenyataan dari masa lalu suaminya.
"udahlah ma,itu semua udah berlalu,dan sekarang aku udah bahagia bersama pilihan aku,aku sangat beruntung bisa mendapatkan seorang istri seperti Tania,"ucap elkan mencoba membuat Tania merasa lebih baik.
namun sepertinya usaha elkan sia sia saat mamanya kembali bersuara.
"itu hanya sebentar El,lihat aja nanti saat kamu mulai bosan dengan wanita ini,kamu akan menyadari semua keputusan yang telah kamu ambil itu adalah suatu kesalahan.karna kenyataannya tidak ada yang bisa dibanggakan dari dia."sarkas mama,membuat hati Tania bagaikan ditusuk beribu belati.
tapi Tania,adalah wanita yang kuat,dia terbiasa menghadapi hal semacam ini dari kecil,
jadi dia masih bisa tersenyum menyembunyikan hatinya yang terluka dengan sebuah senyuman tulus darinya.
"MA!"sergah elkan dengan suara tinggi,membuat mama sedikit terkejut langsung menoleh pada Tania dan elkan.
"apa El,?,apa yang mama bilang itu salah?,kamu dengan lyodra itu udah berteman sejak kecil,udah tau kebiasaan satu sama lain,udah saling memahami,dan juga udah saling cocok,mama sudah memimpikan kamu tumbuh dewasa akan menjadikan lyo sebagai istri kamu,tapi mimpi mama hancur saat wanita asing ini memasuki kehidupan kamu,mama kecewa El,"ungkap mama dengan mata berkaca kaca .
walaupun Tania merasa sakit hati dengan perkataan ibu mertuanya,tapi ia masih saja memiliki rasa iba pada wanita yang telah melahirkan suaminya itu,wanita yang selalu menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesialan.
"ma,elkan gak punya perasaan apa apa sama lyo,dia cuma El anggap teman saja,tidak lebih.maaf jika El banyak ngecewain mama,tapi El benar benar mencintai Tania,dia adalah kehidupan bagi El ma,El gak bisa jika tidak bersama Tania,El gak akan merasa hidup ."
lyodra terlihat tidak nyaman dengan ketegangan yang sedang berlangsung,namun ia tidak berani ikut campur,jadi yang dilakukannya hanyalah menunduk dan diam menyaksikan semuanya ,sama seperti Tania.
"udah El,kendalikan diri kamu"Tania mengusap tangan dan bahu elkan lembut,berusaha menenangkan suaminya yang mulai emosi itu.
elkan menghela napas panjang,membiarkan kemarahan dalam dirinya menguap bersamaan dengan helaan napasnya
"udah deh ma,harusnya kita tidak membahas ini lagi kan?,El udah menikah sekarang,dan kedatangan El dan Tania kesini untuk mengetahui kondisi mama,bukan untuk berdebat seperti ini,"
elkan mulai luluh dengan suara yang kembali normal.
ia juga tidak ingin berlama lama marahan dengan mamanya,yang sebenarnya begitu ia sayangi ,tapi sifat mamanya yang suka seenaknya membuat elkan tidak habis pikir.
mama menunduk dengan air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.
__ADS_1
"tidak El,sampai saat ini mama belum bisa menerima pernikahan kamu dengan wanita ini,mama masih kecewa sama keputusan kamu El,mama sedih saat anak yang mama besarkan dengan penuh cinta sekarang berani membentak mama ."
mama terlihat begitu sedih dengan masih terduduk diatas sofa dengan kepala tertunduk.
sebenarnya Tania tidak tega melihat mama yang sedang bersedih itu,tapi jika ia bicara,ataupun mendekati ibu mertuanya,ia tahu bahwa ibu mertuanya akan bertambah marah padanya.
lyodra bangkit dari tempat duduknya menghampiri mama yang masih tertunduk,
"udah lah Tante,jangan sedih lagi ya,"hibur lyodra sambil mengusap punggung mama lembut,
sementara mama terlihat lebih baik saat lyodra memeluknya,
Tania merasa lega,saat ibu mertuanya mulai tenang,walaupun dirinya juga merasa iri dengan kedekatan lyodra yang mampu membuat ibu mertuanya tenang,yang dirinya sendiri tidak bisa melakukannya.
"Tania,udah aku bilang kan tadi,jangan datang kesini tapi kamu tidak dengar,sekarang kamu liat sendiri gimana kamu direndahkan dirumah ini?"
elkan berucap dengan suara menahan kekesalan dihatinya.
Tania tau sebenarnya suaminya berbicara seperti itu karna elkan merasa kesal pada mama yang kembali merendahkan dirinya,
hingga tanpa sadar berbicara ketus pada dirinya,hal yang tidak pernah dilakukan elkan selama ini.
Tania merasa bahwa elkan dan mama butuh waktu berdua untuk bisa menyelesaikan masalah mereka.maka Tania berinsiatif memberikan mereka berdua waktu untuk berbicara,
"El,aku mau naik kekamar dulu ya bentar,aku mau kekamar kecil bentar"ucap Tania tanpa canggung,karna saat baru menikah ia juga pernah menetap dikamar elkan dirumah ini,
"hati hati ya,setelah itu cepat turun kita langsung pulang!"
Tania meresponnya dengan mengangguk,lalu bangkit berjalan menaiki tangga menuju kamar elkan yang juga ditempatinya saat ia datang kerumah ini.
sampai dikamar ,tanpa mengunci pintu ,Tania merebahkan diri diatas kasur,mengusap dada nya berkali kali.
mencoba menahan rasa sakit yang mulai membuat ia kewalahan untuk menahannya.
"semoga mereka bisa menyelesaikan nya dengan baik"ucapnya dengan penuh harapan,
air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya di tahannya agar tidak sampai tumpah,jika mengingat perkataan ibu mertuanya ,
tapi Tania tidak pernah menyalahkan siapa pun atas keadaannya saat ini,dia telah ikhlas menerima semua ini.
tok tok tok.
suara ketukan di pintu terdengar nyaring,Tania buru buru merapikan penampilannya,dengan menyeka air mata diujung mata nya.
ceklek ...
pintu terbuka dari luar ,lyodra berdiri disana ,tanpa meminta izin lebih dulu ia memasuki kamar Tania dan elkan lalu menutup pintu kembali.
Tania menatap lyodra yang menatap kearahnya dengan datar.
__ADS_1
ia hanya diam saat lyodra berjalan mendekat keranjangnya,lalu berhenti tepat didepan Tania yang terduduk diujung kasur.
"kamu udah Taukan seberapa besarnya kekacauan dikeluarga ini karna kamu?,"tanya lyodra tanpa basa basi .
Tania menatap lyodra dalam diam tak berniat menjawab pertanyaan wanita yang berdiri didepannya saat ini.
"kamu sepertinya memang mengharapakan semua ini ya?,elkan jadi bermusuhan dengan ibu kandung nya sendiri,dan meninggalkan semua dunia yang sudah dibangunnya dari kecil."
lyodra terdiam sejenak,melipat kedua tangannya didepan dada.
"apa yang kamu inginkan sebenarnya hah?,harta?,jabatan?,popularitas?,apa semuanya sebanding dengan hancurnya hubungan seorang ibu dan anak??,apa semuanya cukup dengan kamu membuat hidup elkan seperti ini?,"
Tania masih terdiam dengan pandangannya masih setia menatap wanita yang berdiri didepan nya saat ini.
"kamu benar benar egois Tania Alexa,kamu masih ingin memiliki elkan walaupun keluarga elkan menjadi kacau seperti ini,tadi kamu bisa liat sendiri kan?,betapa sedihnya Tante saat elkan menghancurkan semua impian nya yang telah lama ia buat?,kamu tau bagaimana hancurnya hati seorang ibu saat putra kesayangannya memilih membela orang asing dibandingkan dengan dirinya yang telah melahirkan putranya ??,,membesarkannya dengan sudah payah,tapi saat seharusnya sekarang dia merasa bahagia karna putranya telah beranjak dewasa apa yang ia dapatkan?,putranya malah memberikannya banyak air mata daripada kebahagiaan yang telah lama diimpikannya,dan semua ini terjadi karena siapa?"
"karna kamu Tania Alexa,semua ini terjadi karena kamu,karna keegoisan kamu,apakah kamu sadar Tania?,kamu telah menghancurkan sebuah hubungan antara ibu dengan anaknya ,apakah pernah kamu menyadari itu?"
bibir Tania bergetar ,seketika rasa sakit yang dari tadi ditahan tahannya kembali menguasai hati nya,
benarkah apa yang dikatakan lyodra ??.
elkan dan mama seperti ini karna dirinya??,
dan dirinya adalah wanita kejam yang telah menghancurkan hubungan seorang ibu dengan anak??.
air mata yang dari tadi di tahannya seketika jatuh membasahi pipinya.
tania menundukkan kepalanya,
ia tidak bisa berbuat apa apa,karna baginya apa yang dikatakan lyodra itu memang benar,
ia yang langsung menyetujui pernikahan ini tanpa berpikir panjang lebih dulu,tanpa berpikir baik buruk akibatnya dulu,
hingga sampai saat ini ibu mertuanya masih merasa sakit hati karna dirinya.
dirinya yang dianggap oleh ibu mertuanya telah merampas elkan dari keluarganya.
"aku tumbuh bersama elkan dari kecil,aku yang paling tau segalanya tentang elkan,dan aku juga mengetahui bahwa dia sangat menyayangi ibunya lebih dari diri nya sendiri,aku tau sekarang mungkin saja dia tengah khilaf,hingga belum sadar telah membuat orangtuanya terluka Karana tingkahnya,tapi aku yakin saat ia menyadari bahwa kamu itu tidaklah lebih berharga dari ibu kandungnya,
maka bersiap siap lah,karna saat itu elkan akan kembali lagi pada ibunya dan meninggalkan kamu wanita licik,wanita yang tidak pernah diterima dalam keluarga ini,saat itu elkan akan menyadari bahwa sebenarnya yang telah dilakukannya ini adalah sebuah kesalahan,memilih kamu dengan meninggalkan ibunya adalah kesalahan paling besar.saat itulah kamu akan merasakannya,"ucap lyodra ,lalu berjalan keluar kamar meninggalkan Tania yang masih berlinangan air mata tanpa bisa mengatakan apa apa,
"hiks hiks hiks,"
begitu lyodra keluar,Isak nya terdengar begitu keras dan memilukan,tubuhnya bergetar dengan napas yang naik turun .
"lyodra...."lirih Tania dengan suara yang hampir tidak terdengar.
"apa yang kamu katakan semua adalah benar,aku adalah wanita yang jahat!"
__ADS_1