
"dia bukan lyodra,saya tidak mengenalnya sama sekali,"
deg!
bagaikan disambar petir disiang bolong,Tania sangat terkejut mendengar perkataan elkan,
bagaimana Elkan bisa mengatakan semua itu???,
apa dia tidak menghargai waktu yang sangat lama yang telah mereka berdua lalui ???,
enam tahun lebih mereka menjalin hubungan bukanlah waktu yang singkat,dalam waktu enam tahun itu banyak hal yang bisa terjadi ,banyak hal yang dapat dilakukan,
tapi apakah itu sudah tidak berarti apa apa bagi elkan???.
Tania menggigit bibir bawahnya menahan Isak tangis yang sudah berada diujung matanya.
ia menoleh pada dokter.
"apa ini dok??,apa yang dikatakan suami saya?"seolah mencari pembenaran atas apa yang baru saja diucapkan elkan pada dirinya.
dokter itu berjalan menghampiri Tania yang masih berdiri disamping ranjang elkan,dokter tua itu menyentuh pundak Tania sebagai tanda suatu dukungan.
"karna inilah saya memanggil anda nona,dia tidak bisa mengingat apa apa,bahkan apa yang terjadi pada dirinya pun dia tidak tahu,karna yang bisa diingatnya hanya lah kedua orang tuanya dan juga perempuan yang bernama lyodra"dokter itu berbisik dengan suara yang hanya Tania saja bisa mendengarnya,karna takut elkan kebingungan jika mendengar semua itu.
hati Tania serasa diremas,ia mengepalkan kedua tangannya untuk menahan kesedihan didalam hatinya,
tidak,harusnya elkan tidak melupakannya kan???,
mereka telah menjalin hubungan dari SMP hingga kini,
tapi kenapa elkan malah melupakan dirinya yang telah menjadi bagian kehidupan elkan selama beberapa tahun ini..
dan yang lebih menyakitkan bagi Tania adalah,kenyataan pada saat elkan pertama kali membuka mata yang diingat dan disebutnya pertama kali adalah lyodra.wanita yang telah menjadi masa lalu elkan itu,
"dokter ,saya mohon tolong panggilkan lyodra dan kedua orang tua saya kesini,saya ingin bertemu dengan mereka"ucap elkan lagi,mengabaikan keberadaan Tania yang sangat terluka karenanya,
"baik,silahkan anda beristirahat dulu dan menunggu kedatangan mereka,saya akan segera memanggil mereka"ucap dokter itu,yang segera dituruti oleh elkan dengan kembali berbaring diatas ranjangnya.
"nona,ayo kita bicara di ruangan saya,ada hal yang ingin saya katakan pada anda"ucap dokter itu ,lalu segera berjalan keluar ruangan.
__ADS_1
Tania menatap elkan yang berbaring.
"El,apa kamu benar benar tidak mengingat ku??,apa kamu benar tidak mengenalku?,"tanya Tania dengan suara yang lirih ,masih berharap semua ini hanyalah pura pura saja.karena kenyataan nya terlalu menyakitkan.
elkan menatap tania lama,mencoba mengingat ingat,tapi malah membuat ia kembali merasakan sakit dikepalanya,
"saya tidak benar benar tidak kenal kamu"ucap elkan .
"sekarang saya mohon tolong keluar dari ruangan ini,saya mau istirahat,dan tidak mau diganggu"tambahnya lagi.
Tania tersenyum kecut,semua ini memang sebuah kenyataan,yang sedang dihadapinya saat ini.
dengan tubuh lesu dia pun keluar dari ruangan menuruti keinginan dari pria yang dicintainya itu,
yang menginginkan dirinya pergi dari hadapan suaminya,
saat sampai diluar dan menutup pintu,Tania langsung merosot terduduk dilantai dengan air mata yang keluar bersamaan dengan Isak pilu nya.
ia menangis sejadi jadinya dengan memukul dada nya ,
tidak yang tadi itu bukanlah dia,bukanlah suaminya elkan Mahendra,orang yang sangat menyayanginya dan mencintainya dalam hidup nya.
elkan suaminya,tidak akan membuat dia terluka seperti ini,tidak akan membiarkan air mata jatuh karena dirinya,
tubuh Tania bergetar hebat dengan bahu terguncang hebat,ia menggigit bibir bawahnya dengan keras hingga mengeluarkan darah,
"hiks,hiks,kenapa semua menjadi seperti ini???,apakah ini hukuman untukku karena telah menyakiti elkan malam sebelum kecelakaan itu??,hiks hiks,kenapa hidupku sangat sulit???,semua menyakiti diriku,semua akan meninggalkan diriku pada akhirnya,apa diriku tidak berhak bahagia??,semua terlalu menyakitkan....hiks hiks"ratap Tania dengan mengeluarkan semua rasa sesak didalam hatinya.
...****************...
dengan mata sembab dan perasaan yang belum membaik Tania akhirnya menemui dokter diruangan nya,
ia mengetuk pintu,
"masuk"terdengar suara dari dalam,
dengan pelan dan tubuh yang lesu ia berjalan masuk,
dokter tua itu sedang duduk dikursinya dengan beberapa kertas bertebaran diatas mejanya,ia mendongak saat Tania berdiri dihadapannya.
__ADS_1
"silahkan duduk nona!"ucap dokter itu seraya menujuk sebuah kursi didepan mejanya.
Tania mengatakan apa apa ,Tania pun segera duduk disana,berhadapan dengan dokter itu.
"eum.begini nona, saya ingin membahas beberapa hal dengan anda selaku orang yang bertanggung jawab atas pasien dirumah sakit ini,"
Tania menatap dokter dengan datar.
"silahkan pak dokter"ucapnya.
dokter itu tahu bahwa Tania baru saja sehabis menangis,kedua matanya terlihat sembab dan juga terdapat bekas air mata diwajahnya.
tapi ia tetap akan mengatakan semuanya ,karena bagaimanapun ,istri dari pasien harus mengetahuinya .
"sebelumnya,saya turut sedih dengan keadaan yang dialami saudara elkan ,dan saya tidak bisa berbuat banyak untuk membuatnya Kembali lagi mendapatkan ingatan nya,"ucap dokter itu tulus.
Tania hanya diam mendengarkan.
"baiklah saya akan mulai.
saudara elkan mengalami benturan yang cukup keras saat waktu kecelakaan itu nona,dilihat dari kondisinya saat itu saya sempat berpikir dia tidak akan selamat waktu itu karena kepalanya sempat mengalami pendarahan hebat luar dan dalam,tapi rupanya Tuhan masih memberikan dia kesempatan untuk hidup,hingga dia bisa melewati semua itu,,,,,tapi ...hal yang tidak kita duga malah terjadi saat dia sadar,dia mengalami amnesia pasca kecelakaan,mungkin ini adalah salah satu efek dari benturan keras itu,membuat kepalanya menghapus banyak memori penting dalam hidupnya secara acak,"
Tania mendongak.
"Acak?"tanya Tania.
"iya,acak maksudnya tidak semua kejadian yang terjadi berurutan dalam hidupnya bisa diingatnya,kadang ia mengingat sebuah kejadian tahun ini,tapi tidak mengingat kejadian selanjutnya ditahan depan,dan malah mengingat kejadian setelah tahun depannya lagi,itulah maksud saya nona,atau bahasa sederhananya ialah ingatan yang dimiliki nya menjadi terpecah dan hanya bisa diingatnya beberapa saja"
Tania masih menyimak.dengan jantung berdetak hebat.
"mungkin karna itu lah dia tidak mengingat anda nona,walaupun anda sudah bersamanya selama bertahun tahun,karna ia mengingat semuanya secara acak ,tidak beraturan lagi,"
"dan karna inilah saya ingin meminta bantuan anda nona,tolong jangan paksakan ingatannya untuk mengingat anda,karena jika kita paksakan itu akan membuat otaknya semakin kacau dan dia akan kesakitan,kita akan mencobanya pelan pelan,dimulai dari orang yang diingat nya dulu, lalu baru kita akan memperkenalnya pelan pelan pada hal yang sempat dilupakannya."
Tania tertunduk lesu mendengar ucapan dokter.
"itu berarti saya harus menjauh dulu dari suaminya sampai dia mulai mengingat kembali semua nya?"ucapnya Tania dengan suara bergetar menahan tangis.
dokter tua itu merasa sangat iba melihat bagaimana penderitaan yang sedang menimpa wanita muda didepannya tersebut.
__ADS_1
tapi dia tidak bisa melakukan apa apa ,atas takdir yang telah menimpa wanita ini
"maafkan saya nona,saya tau ini sulit bagi anda, tetap lah tabah menjalaninya,saya cuma bisa berharap agar berhasil melalui semua ini,saya percaya anda pasti bisa"ucap dokter itu tulus.