Scandal Bersama Calon Mertua

Scandal Bersama Calon Mertua
01 Pertunangan Wilona dan Igun


__ADS_3

Dua orang yang sedang di mabuk cinta, sedang melangsungkan acara Pertunangan mereka. Yang di gelar dengan sederhana saja karena mereka ingin semuanya tidak di ketahui publik.


Wilona menatap wajah Igun, yang ada di samping sedang memasangkan cincin emas berbalut berlian berwarna merah muda. Ke kari manis Wilona.


"Terimakasih, sudah menjadi wanita yang sangat aku cintai selama ini." Igun tersenyum bahagia, saat dirinya memasangkan cincin di jari manis Wilona.


Wilona menatap kearah semua keluarga mereka yang berada di sana, dengan senyuman bahagianya karena hari ini adalah hari yang sudah ia tunggu-tunggu.


"Terimakasih juga untuk mu, karena sudah menjadikan aku sebagai calon istri mu," ucap Wilona dengan sangat lembut.


Igun menganggukkan kepalanya, kemudian ia kembali duduk bersama dengan Papanya yang sejak tadi duduk bersama calon besannya.


"Acara selanjutnya, adalah makan bersama!" teriak Aldo, dengan sangat girang.


Aldo adalah teman setia Wilona sejak kecil, mereka sangat dekat seperti seorang adik dan kakak.


Wilona tersenyum, melihat tingkah laku sahabatnya tersebut kemudian ia berjalan mendekati calon mertuanya.


Wilona mencium tangan calon mertuanya, dengan sangat sopan kemudian ia duduk di samping calon mertuanya tersebut.


"Om, terimakasih sudah merestui hubungan kami," ucap Wilona, sambil menatap wajah Wiliam yang terlihat sangat bahagia.


Wiliam memegang tangan Wilona, ia sudah menanggap Wilona sebagai anaknya sendiri karena. Ia sudah sangat lama mengenal keluarga Wilona.


"Tentu saja, bukankah kamu adalah putri, Om?" tanya Wiliam dengan sangat lembut.


Wilona tersenyum bahagia, kemudian ia dan Wiliam saling menatap satu sama lainnya membuat Igun cemburu. Sehingga ia langsung melepaskan tangan Papanya dari tangan Wilona.


"Jangan lama-lama, aku cemburu." Igun langsung duduk di tengah-tengah, karena ia merasa cemburu bukan hanya berpura-pura saja.


"Baiklah, kalian bicara berdua saja. Papa ingin menemui papinya, Wilona." Wiliam langsung bergegas pergi dari sana mengenalkan anaknya, dan calon menantunya tersebut hanya berdua saja.


"Hei, apa kamu benar-benar cemburu?" tanya Wilona, yang tidak percaya jika pacarnya cemburu pada Papanya sendiri.


Igun menganggukkan kepalanya, kemudian ia menatap wajah Wilona dengan sangat dalam.


"Tentu saja, dia itu sudah menduda lama sekali. Bisa saja dia akan jatuh cinta padamu jika kalian terus berdekatan," ucap Igun.

__ADS_1


Sontak membuat Wilona menggelengkan kepalanya, karena calon suaminya sangat cemburu padanya. Ia tidak mungkin menyukai calon mertuanya itu, walaupun calon mertuanya masih sangat mudah dan memiliki wajah tampan yang melebihi Igun.


*


*


Wiliam duduk di sampingnya Papi Wilona, mereka sudah saling mengenal sejak sepuluh tahun terakhir ini. Karena mereka menjalankan bisnis bersama-sama.


"Yudha, jangan lupa jika kita sebentar lagi akan menjadi besan," ucap Wiliam sambil menatap kearah anaknya, terlihat anaknya sedang bercanda tawa bersama dengan Wilona.


"Kau ini, apa kau sudah tidak sabar untuk segera memiliki, cucu?" tanya Yudha, yang di susul gelak tawanya.


Wiliam memukul lengan Yudha, karena ia sangat kesal saat dirinya di sebut tidak sabar untuk memiliki seorang cucu.


"Lihat istri mu, jangan sampai dia terpesona akan ketampanan ku ini. Walaupun aku duda karatan aku ini masih strong," jawab Wiliam.


Yudha langsung menatap tajam kearah Wiliam, kemudian ia menatap istrinya yang berada di meja makan.


"Tidak, aku ini laki-laki tampan yang melebihi mu. Jangan berharap jika dia akan berpaling," sahut Yudha, yang tak mau kalah dari Wiliam.


Wiliam tertawa-tawa kemudian ia membuka ponselnya, karena ada notifikasi Chating WhatsApp masuk dari ponselnya.


[Lusa akan ada wanita datang, jadi bersiaplah karena ini kali pertama untuk mu.]


Wiliam tersenyum, karena ia sudah memesan wanita virgin untuknya walaupun baru kali ini ia ingin mencobanya.


"Sebelum wanita itu datang, aku akan meminum obat agar aku bisa melakukannya dengan mudah," gumam Wiliam dalam hatinya.


Acara pertunangan kembali berlanjut, dengan lancar sampai pada titiknya dan di putuskan dua bulan lagi. Perikanan Wilona dan Igun akan di laksanakan di gedung terbesar dan mahal.


Setelah acara usai, Keluarga Wiliam bergegas pulang ke Mansion mereka dan mereka akan bertemu lagi besok di Kantor seperti biasanya.


Wilona masuk kedalam kamarnya, dengan perasaan yang sangat bahagia saat ini. Ia menidurkan tubuhnya di atas kasur miliknya.


"Aku lupa, besok ada mata Kuliah yang aku tidak tahu. Sebaiknya aku datang saja ke Mansion, Igun." Wilona berniat akan menemui calon suaminya, untuk meminta bantuan mengerjakan tugas Kuliahnya besok.


Keesokan harinya ...

__ADS_1


Pagi ini Wilona akan menemui Igun terlebih dahulu, sebelum ia pergi ke Kampus karena tugas Kuliahnya belum selesai. Ia juga tidak memberitahu Igun jika ia akan datang.


Wilona menghampiri Mami dan Papinya yang sedang sarapan berdua di meja makan, ia mencium pipi kedua orang tuanya.


"Pagi semuanya, maaf. Wilona tidak bisa sarapan bersama karena ada tugas yang sangat penting," ucap Wilona, dengan senyuman manisnya kepada kedua orang tuanya.


"Sarapan dulu, sebelum kamu mengerjakan sesuatu," ucap Yulia, sambil menyantap sarapannya.


"Benar itu, sebaiknya makan dulu," tambah Yudha sambil menatap wajah putrinya.


"Tidak bisa, karena ada sesuatu tugas penting." Wilona langsung bergegas pergi dari sana, karena ia tidak mau sampai terlambat dan tidak mengerjakan tugasnya.


"Anak itu," ucap Yudha, sambil menatap kepergian putri satu-satunya.


"Biarkan saja, bukankah buah itu jatuhnya tidak jauh dari pohonnya?" tanya Yulia, karena ia tahu jika anaknya bersifat sama dengan suaminya.


Yudha tersenyum, karena ia juga mengakui bahwa dirinya sewaktu masih muda sama seperti yang di lakukan oleh Wilona.


*


*


Setelah sampai di Mansion Igun. Wilona terdiam di depan pintu karena ia seperti merasakan sesuatu yang aneh, akan tetapi. Ia sama sekali tidak menemukan apa yang sebenarnya aneh.


"Perasaanku, kenapa rasanya sangat tidak enak seperti ini? Apa hanya perasaanku saja," gumam Wilona dalam hatinya.


Perlahan Wilona masuk kedalam, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu karena sebelumnya ia juga seperti saat ini.


Saat ia masuk terlihat Wiliam datang menghampirinya, tiba-tiba saja lampu mati dengan cepat sehingga Wilona tidak dapat melihat apa yang terjadi.


Ia merasakan jika Wiliam menghampirinya, kemudian memegang tangannya dengan lembut.


"Om," panggil Wilona akan tetapi. Wiliam tidak bisa mendengar ucapan Wilona, karena ia mendengarkan musik melalui hendpone.


Wiliam memegang pinggul Wilona dengan halus, membuat Wilona bergidik ngeri kemudian ia melangkah mundur.


"Sayang, datanglah ... aku sudah membayar mu untuk pagi sampai malam kita ini. Tenang saja karena di sini tidak akan ada orang, karena aku sudah mengutus semua orang untuk pergi dari sini," ucap Wiliam.

__ADS_1


Wiliam tidak sadar lagi saat ini karena pengaruh minuman yang ia minum tadi.


Bersambung.


__ADS_2