Scandal Bersama Calon Mertua

Scandal Bersama Calon Mertua
02 Scandal


__ADS_3

Wilona bergetar hebat, saat Wiliam meraba seluruh tubuhnya. Ia sudah berteriak-teriak akan tetapi, itu akan percuma saja untuknya karena Wiliam tidak akan mendengarnya.


"Om, lepaskan!" teriak Wilona, karena Wiliam menggoda tubuhnya naik kereta menuju kamar Wiliam.


"Tuhan, selamatkan aku," gumam Wilona dalam hatinya.


Setelah sampai didalam kamarnya, ia melemparkan tubuh Wilona keatas ranjang. Kemudian ia naik dan menimpa tubuh Wilona.


"Om, lepaskan ini, Wilona!" teriak Wilona dengan sekeras-kerasnya, akan tetapi. Wiliam sama sekali tidak mendengar teriakannya.


Wilona merasa pasrah saat dirinya sudah kala, ia mencoba untuk memberontak sekuat tenaganya. Akan tetapi ia tetap saja kalah dari Wiliam.


Wiliam sama sekali tidak tahu kenapa wanita bayarannya melawan, ia juga tidak bisa melihat wajah wanita yang ada di bawahnya. Karena lampu kamarnya sudah ia matikan sebelum ia naik ke atas ranjang.


"Hei, jangan berteriak-teriak. Karena itu akan percuma karena kau sudah aku bayar untuk malam kita," ucap Wiliam, sambil menutup mulut Wilona menggunakan tangannya.


Wilona menangis tersedu-sedu, karena saat ini kesuciannya akan terhempas jika tidak ada yang menolong dirinya.


Wiliam langsung menyambar bibir Wilona dengan sangat rakus, karena sudah lama sekali ia tidak merasakannya. Ia sangat menikmatinya.


Sedangkan Wilona, menangis ciuman pertamanya yang ia jaga untuk suaminya kelak. Yang sekarang sudah di renggut paksa oleh calon mertuanya.


Setelah puas bermain-main, ia mulai melahap setiap inci tubuh Wilona sehingga ia meninggalkan jejak kepemilikan, di seluruh tubuh Wilona.


Wilona terus-menerus menangis tersedu-sedu, saat Wiliam menyelusuri setiap inci tubuhnya.


Tanpa di sadari oleh Wilona, ternyata seluruh tubuhnya sudah polos seperti seorang bayi yang baru lahir. Begitu juga dengan Wiliam.


Wilona memberontak, saat Wiliam hendak memasukan keris pusaka miliknya kedalam gua sempit milik Wilona.


"Om, jangan!" teriak Wilona dengan sangat kuat, akan tetapi itu semuanya sudah sia-sia. Karena Wiliam sudah berhasil menerobos masuk kedalam gua.


"Aaahhhkkk!" teriak Wilona.


Ia menangis tersedu-sedu, karena ia sedih kesuciannya yang selama ini sudah ia jaga. Lenyap begitu saja.


Wiliam merasa sangat puas mendapati, wanita sewaannya benar-benar masih perawan. Sehingga ia bermain selama beberapa jam.


Setelah sampai pelempasan, ia menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Wilona. Sedangkan Wilona langsung tertidur pulas karena lelah dan sakit yang mendalam di bagian sensitifnya.

__ADS_1


Setelah sore hari, keduanya sama-sama belum bangun karena mereka merasa lelah. Saat malam hari tiba.


Wiliam terbangun saat mendengar suara ponsel berdering, ia meraba-raba ponsel yang ada disampingnya kemudian ia langsung menjawabnya.


[Halo, ada apa?] tanya Wiliam dengan sangat mengantuk.


[Wiliam, dimana anakku?] tanya Yudha, karena ia mendengar suara Wiliam dari ponsel anaknya. Yang sudah sejak sore ia hubungi dan tidak ada jawaban.


Wiliam langsung bergegas melihat ponsel yang ada di tangannya, kemudian ia membuka mulutnya lebar-lebar.


[Kau, mendengar ku?] tanya Yudha, karena Wiliam hanya diam saja.


[Iya, ponselnya tertinggi di rumah ku,] jawab Wiliam dengan asal, karena ia bingung harus menjawab apa.


[Ya sudah, jika anakku kembali katakan padaku.]


Yudha memutuskan sambungan teleponnya, kemudian Wiliam memberanikan dirinya untuk melihat ke sampingnya.


Alangkah terkejutnya ia, saat melihat wajah wanita yang ada di sampingnya tanpa mengenakan sehelai benang pun.


"Astaga, ini adalah Wilona, apa aku benar-benar, sudah menidurinya," gumam Wiliam dalam hatinya.


Wiliam menyelimuti seluruh tubuh Wilona, mengunakan selimut tebal. Kemudian matanya melirik kearah bercak darah yang ada di seprai.


Wiliam membuka mulutnya lebar-lebar, saat melihat ganasnya dirinya melahap gua milik Wilona.


"Ya ampun, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku meniduri calon menantu ku sendiri?" tanya Wiliam pada dirinya sendiri.


Kemudian ia mendekati Wilona yang masih tertidur pulas di tempat tidurnya, ia mendekati Wilona dan ia membangunkan Wilona.


"Om!" teriak Wilona, kemudian ia menangis tersedu-sedu karena ia mengingat kembali kejadian tadi.


*


*


.Yulia dan Yudha merasa gelisah karena anak mereka belum pulang juga, mereka juga bertanya kepada Igun apakah Wilona bersamanya.


Igun menjawab ia tidak bertemu dengan Wilona sejak pagi, dan ia juga mengatakan jika ia tidak ada di Mansion satu hari ini.

__ADS_1


Yudha semakin cemas, saat ia menelfon Wilona namum, yang menjawab teleponnya adalah Wiliam.


Terbesit didalam pikirannya, jika anaknya bersama dengan Wiliam akan tetapi. Wiliam saja tidak mengatakan apapun tentang Wilona.


"Semoga saja anakku, baik-baik saja," gumam Yudha dalam hatinya.


Yulia menghubungi semua teman Wilona termaksud, Aldo karena Aldo tahu kemanapun Wilona pergi.


Tapi, kali ini Aldo sama sekali tidak tahu kemana perginya Wilona karena mereka tidak bertemu di Kampus hari ini.


"Semoga anakku, baik-baik saja." Yulia terus berdoa agar anaknya cepat pulang, karena ia sangat mengkhawatirkan keadaan anaknya tersebut.


*


*


Wiliam bingung harus berkata apa, karena ia juga tidak menyangka akan jadi seperti ini. Ia mulai memegang tangan Wilona yang bergetar hebat.


"Wilona, semuanya adalah kesalahan, Om." Wiliam menundukkan wajahnya, karena ia merasa sangat malu akan perbuatannya tadi.


"Bagaimana ini, Om?" tanya Wilona dengan sangat frustasi, karena tidak mungkin ia akan menikahi Igun jika dirinya sudah tidak suci lagi.


"Om, akan bertanggung jawab," jawab Wiliam membuat Wilona seakan mati saat ini.


Bagaimana tidak, ia akan menikah dengan pacarnya yang sudah tiga tahun menjalin kasih bersamanya, semuanya akan musnah seketika karena ia sudah bermalam bersama calon mertuanya.


"Tidak, apa? Semudah itu menerima semuanya, kami sudah bertunangan dan dua bulan lagi kami akan menikah, Om!" teriak Wilona dengan sangat keras.


"Bagaimana perasaannya, Igun?" tanya Wilona dengan sangat lirih.


"Apa dia bisa menerima semuanya, tentang kita ini?"tambah Wilona, karena Wiliam hanya diam saja sejak tadi.


Wiliam juga memikirkan tentang anaknya, yang sangat mencintai wanita yang sudah ia tiduri.


"Bagaimana kita menjelaskan, semuanya?" tanya Winona dengan sangat frustasi, karena ia tidak bisa menerima kenyataan jika dirinya harus batal menikah dengan Igun.


"Om, akan mencari cara kamu sembunyikan rahasia ini dulu. Sampai caranya kita temukan," jawab Wiliam.


Wilona menyetujui usul dari Wiliam, kini ia bergegas mandi karena ia ingin cepat-cepat pulang. Sebelum Igun pulang, sebab. Wiliam mengatakan jika Igun berada di luar Kota saat ini.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, ia berjalan dengan tertatih-tatih karena are sensitifnya yang terluka tadi. Ia sama sekali tidak mau jika Wiliam membantunya, sebab. Itulah ia memilih untuk belajar sendiri.


Bersambung.


__ADS_2