Scandal Bersama Calon Mertua

Scandal Bersama Calon Mertua
08 kepulangan Igun


__ADS_3

Satu Minggu kemudian ...


Selama beberapa Minggu ini. Wilona dan Wiliam tidak pernah bertemu sejak kejadian Wiliam masuk kedalam kamar Wilona, seperti seorang maling.


Pada pagi ini. Igun sudah berangkat menuju rumahnya bersama dengan. Shanas karena ia ingin memperkerjakan Shanas di Perusahaan milik Papanya.


"Jika, kita sudah sampai. Kamu bisa langsung masuk ke rumah kontrakan yang tidak jauh dari, Kantor." Igun fokus menyetir, karena ia ingin segera sampai di rumahnya.


Ia juga ingin segera bertemu dengan, pujaan hatinya yaitu. Wilona karena sudah lama sekali ia tidak menelfon Wilona.


"Siap, Bos." Shanas tersenyum, bahagia karena dirinya dan Igun bisa bersama dan berjumpa selalu.


Igun dan Shanas tertawa-tawa bersama, selama di perjalanan.


*


*


Hari ini. Wilona akan membantu Kiranti pindah rumah karena sahabatnya itu sudah tidak memiliki rumah lagi. Kakaknya Kiranti mengambil rumah itu dengan paksa.


Wilona sedang bersiap-siap, untuk berangkat menuju rumah Kiranti dengan mengendarai Motor matic miliknya, ia sama sekali tidak tahu jika Igun akan pulang.


Kini ia sudah sampai di rumah Kiranti, ia langsung masuk kedalam terlihat semua barang kiranti sudah siap.


"Udah, siap?" tanya Wilona, sambil mencium tangan Ibunya Kiranti yang sudah berumur lima puluh tahun.


"Udah," jawab Kiranti dengan cepat.


"Terimakasih, banyak atas semuanya, kamu anak baik," ucap Bu Elma, sambil tersenyum manis kepada Wilona.


"Sama-sama ... karena, Wilona akan tinggal bersama dengan, Ibu dan Kiranti juga," jawab Wilona dengan sangat sopan.


"Sudah, ayo kita pergi saja ... sebelum kedua setan itu datang," ucap Kiranti, yang mulai menyusun barang-barang kedalam mobil yang ada di luar.


Wilona terdiam saja ia melirik kearah Motor matic miliknya.


"Kin, gimana sama motor, gue?" tanya Winona sambil mendekati Kiranti yang sedang menyusun barang-barang.


"Mana gue tau, elo juga ngapain pakek bawa motor segala," jawab Kiranti yang masa bodoh akan motor milik, Wilona.


"Lah, terus gue mau naik apa, ke sini?" tanya Wilona, sambil menatap kearah Kinanti.


"Mana, gue tahu," jawab Kinanti, yang masa bodoh akan permasalahan yang dialami Wilona.


"Sudah, kenapa kalian ribut? Motor bisa masuk juga," sahut Supir.


Kiranti dan Wilona tertawa-tawa lepas karena mereka satu pemikiran, mereka tidak melihat jika mobil yang mereka sewa besar sehingga. Motor matic milik Wilona muat masuk kedalam.


Sedangkan Bu Elma, hanya diam dan tersenyum melihat tingkah Wilona dan Kiranti.


"Terus, gue pulang naik motor, gitu?" tanya Winona, membuat Kiranti menepuk keningnya kemudian ia menepuk kening Wilona.

__ADS_1


"Elo, tadi pagi makan apa?" tanya Kinanti, dengan sangat lemas kemudian ia duduk.


"Makan ... nasi sama ayam goreng, cuma itu doang," jawab Wilona.


Kirainti kembali menepuk keningnya, kemudian ia tidak menjawab ucapan sahabatnya itu.


"Saya, akan bawakan motornya ke rumah, kamu," jawab Supir, karena Kiranti dan Wilona terus-menerus berdebat hanya karena sebuah motor.


Mereka semua langsung masuk kedalam mobil, kemudian supir melajukan mobilnya menuju rumah baru Kiranti.


*


*


Igun baru saja sampai di Kota, kemudian ia mengantar Shanas ke rumah kontrakan setelah itu, ia langsung bergegas pergi menuju rumah Wilona.


Rasa rindu yang sudah sangat dalam, membuatnya tidak bisa menunggu lama sehingga, ia ingin cepat-cepat bertemu dengan calon istrinya itu.


"Wilona, aku akan memelukmu ... rindu ini sangat menyiksa ku," gumam Igun dalam hatinya.


Setelah Igun sampai, ia langsung turun dari mobilnya kemudian ia berjalan menuju rumah calon mertuanya.


Tok.


Tok.


Igun mengetuk-ngetuk pintu rumah calon mertuanya itu, kemudian pintu terbuka dan calon mertuanya yang membukanya.


"Apa, kabar? Tante," sapa Igun, dengan senyuman manisnya.


"Baik, kamu udah pulang. Masuk kedalam saja kita ngobrol didalam," ucap Yulia, sambil masuk kedalam dan diikuti oleh Igun dari belakang.


Sesampainya mereka didalam, mereka duduk saling berhadapan kemudian Igun melihat sekelilingnya, ia tidak melihat adanya keberadaan Wilona.


"Tante dimana, Wilona?" tanya Igun, sambil terus melihat keseluruhan ruangan.


"Dia pergi, katanya ada sedikit urusan ... mungkin malam ini juga sudah kembali, apa kalian tidak saling bertukar, kabar?" tanya Yulia, ia sangat aneh melihat hubungan anaknya beberapa Minggu ini.


"Tidak, sejak hari itu. Wilona sama sekali tidak pernah lagi menelfon atau mengirimkan pesan. Bahkan, dia tidak membalas pesan dari, Igun." Igun menggelengkan kepalanya.


Yulia dan Igun bercerita tentang, perubahan sikap aneh Wilona yang sudah hampir satu bulan ini. Sejak hari pertunangannya itu.


*


*


Wiliam sedang mengerjakan pekerjaannya, beberapa Minggu ini pekerjaannya sangat menumpuk. Membuatnya tidak bisa menemui Wilona atau menelfon Wilona.


"Apa! Igun, pulang." Wiliam sangat terkejut, saat mendengar ucapan Asistennya yang mengatakan jika Igun pulang.


"Iya, Tuan ... dia juga sudah sampai," sahut Riyan.

__ADS_1


Wiliam langsung bangun dari duduknya, kemudian ia mendekati Riyan. Kemudian membisikkan sesuatu pada Riyan.


"Baik, saya akan melaksanakan," ucap Riyan dengan sangat tenaga, sambil mengangkat kedua ke udara.


Riyan bergegas pergi dari sana, karena ia ingin mengerjakan tugasnya yang di berikan oleh Wiliam.


"Aku, harus memberitahu pada, Wilona." Wiliam mengambil ponselnya kemudian ia menelfon Wilona.


*


*


Wilona sedang membantu Kiranti, menyusun barang-barang kemudian ponselnya berdering.


"Angkat aja, siapa tahu penting," ucap Kiranti, karena ia sudah lelah mendengar suara ponsel Wilona yang terus-menerus berdering.


"Iya, bawel." Wilona keluar, kemudian ia menjawab panggilan masuk dari Wiliam.


📱Om Wiliam.


[Halo, Wilona ... sejak tadi saya telfon, kenapa tidak ada jawaban?]


Tanya Wiliam, karena sudah hampir sepuluh kali ia menelfon Wilona. Akan tetapi, tidak ada jawaban sama sekali.


[Saya, lagi ada kesibukan. Ada apa?]


Wiliam terdiam mendengar, kata-kata Wilona yang sangat cuek ladanya dan jutek.


[Igun, sekarang sudah pulang ... dan saat ini dia ada di rumahmu.]


Wiliam langsung memutuskan sambungan teleponnya, karena ia malas bicara dengan Wilona yang terdengar sangat tidak menyukainya.


"Bagaimana ini, aku belum siap ... untuk bicara dengannya apa lagi sampai memutuskan hubungan ini, aku juga tidak bisa berlama-lama karena satu bulan lagi kami akan menikah," gumam Wilona dalam hatinya.


Wilona bergegas masuk kedalam, karena ia ingin berpamitan pulang. Ia tidak bisa menunggu lama lagi.


"Bu, saya pamit pulang. Ada sedikit masalah," ucap Wilona, sambil mencium tangan Bu Elma.


"Eh, ada masalah apa?" tanya Kiranti, yang mendekati Wilona.


"Iya, Nak. Ada apa?" tanya Bu Elma juga, karena tiba-tiba sekali Wilona ingin pulang.


"Keluarga," jawab Wilona dusta, karena ia tidak ingin Bu Elma mengetahui permasalahannya.


Sedangkan Kirainti, ia sudah mengetahui jika sahabatnya itu memiliki masalah apa saat ini.


"Hati-hati," ucap Bu Elma, saat Wilona bergegas pergi.


"Jaga, diri!" teriak Kinanti, saat melihat sahabatnya berlari dengan cepat terburu-buru.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2