
Yulia menangis tersedu-sedu dihadapan Wilona, karena ia merasa sangat kecewa akan apa yang ia lihat hari ini. Tidak pernah terlintas dalam pikirannya jika anaknya anakn hamil diluar pernikahan.
"Wilona, katakan mengapa ini terjadi?" tanya Yulia dengan sangat sedih.
"Sebenarnya ... " Wilona mulai menceritakan semuanya dengan jujur.
Yulia benar-benar tidak menyangka jika Wiliam akan melakukan hal itu, pada anaknya yang seharusnya menjadi menantu Wiliam.
"Dasar, kau pembohong, Wiliam!" teriak Yulia, ia tidak terima jika Wiliam menutupi scandal itu dengan sangat rapat.
Dan anaknya yang menanggung semuanya, karena ulah satu malamnya ia berniat akan menghajar Wiliam dengan membabi-buta.
"Kau lihat saja, aku akan membalas dendam atas perbuatan mu pada anak ku yang masih polos ini," gumam Yulia dalam hatinya.
Wilona tidak berani berkata apapun lagi saat ini, sehingga ia hanya diam saja melihat Maminya sangat marah.
"Entah apa yang terjadi, yang pasti aku akan menerima semuanya dengan lapang dada ... semoga papi tidak berbuat onar," gumam Wilona dalam hatinya.
*
*
Wiliam dan Yudha baru saja sampai di rumah, kini mereka tengah duduk di sofa menunggu kedatangan Wilona dan Yulia. Karena malam ini juga Yudha mau Wiliam menikahi Wilona anak gadisnya.
Wilona sangat terkejut saat mendengar ucapan Papinya, ia harus menurutinya karena melawan akan percuma saja baginya.
Kini mereka duduk saling berhadapan, karena sebentar lagi Wilona akan menikah dengan Wiliam.
"Bagaimana ini, sebentar lagi aku akan menikah dengan om Wiliam ... tidak pernah terbesit didalam pikiranku menjadi istrinya," gumam Wilona dalam hatinya.
"Setelah kalian menikah, terserah pada kalian mau berbuat apa," ucap Yudha dengan ketus.
Wiliam hanya diam saja karena saat ini, ia merasakan sakit di seluruh wajahnya akibat pukulan dari Yudha tadi.
"Papi, jangan terlalu emosi ... simpan untuk besok lagi," bisik Yulia ditelinga Yudha.
Karena ia juga ingin menghajar Wiliam, karena ia lihat wajah Wiliam sudah babak belur ia pun mengurungkan niatnya untuk besok saja.
Yudha menganggukkan kepalanya, kemudian ia menatap tajam kearah Wiliam dan Wilona secara bergantian.
Kini pernikahan yang di adakan dengan tiba-tiba telah selesai, detik itu juga Wilona sudah sah menjadi istri Wiliam.
Yudha bergegas pergi dari saja, yang diikuti oleh Yulia karena ia tahu saat ini suaminya sedang tidak baik-baik saja.
Sedangkan Wilona hanya diam saja, ia bingung harus berbuat apa saat ini begitu juga dengan Wiliam.
Tanpa disadari oleh mereka, ternyata Igun sejak tadi melihat dan mendengar semuanya sehingga ia sangat terpukul.
"Papaku, meniduri calon istriku," gumam Igun dalam hatinya.
__ADS_1
Igun bergegas pergi dari sana belum ada yang melihat kehadirannya, ia berlari masuk kedalam mobilnya. Kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa tujuan.
Sakit, kecewa, terluka, menjadi satu dalam hatinya saat ini ia tidak menyangka jika Papanya adalah perusak hubungannya.
"Ternyata aku salah, papa adalah masalah dari semuanya ... kenapa aku yang merasakan sakit ini? Kenapa!" teriak Igun.
Igun menangis tersedu-sedu sehingga ia tidak melihat adanya mobil dihadapannya, sehingga mobilnya menabrak mobil itu dengan sangat kuat.
Bruk!
Mobil Igun masuk kedalam sungai bersama dengannya juga, entah selamat atau tidak ia saat ini karena tidak ada yang melihat kecelakaan itu terjadi.
*
*
Wiliam memberanikan dirinya untuk berbicara dengan Wilona, karena ia merasa lega saat ini sudah bertanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan pada Wilona.
"Wilona, Om pulang dulu ... kamu jaga diri," ucap Wiliam dengan kikuk.
"Uuummm, iya ... apa tidak tidur di sini saja, Om?" tanya Wilona, karena ia tahu saat ini dirinya dan Wiliam sudah menikah.
Wiliam langsung menatap wajah Wilona, karena ia tidak menyangka jika Wilona akan menawarkan dirinya untuk tinggal bersama.
"Ternyata, dia mau juga menerimaku sebagai suaminya ... walaupun dia tidak mencintai ku sama sekali begitu juga dengan ku," gumam Wiliam dalam hatinya.
*
*
"Papi, ini semuanya sudah takdir kita," ucap Yulia dengan sangat lembut sambil memegang tangan suaminya.
Yudha mengembuskan napasnya dalam-dalam, kemudian ia menatap wajah Yulia dengan sangat dalam.
"Aku ... sudah menerima, kenyataan ini dengan lapang dada."
*
*
Wilona sedang membersihkan luka pada wajah Wiliam akibat pukulan Yudha tadi, sehingga wajah tampan itu terluka cukup parah.
"Wilona," panggil Wiliam.
Wilona langsung menoleh, kemudian ia tersenyum dengan sangat keterpaksaan karena. Ia tahu jika dirinya saat ini adalah milik Wiliam seutuhnya.
"Iya, Om?" jawab Wilona dengan sangat lembut.
"Tidak ada, istirahat saja ... kamu sedang mengandung," sahut Wiliam dengan sangat canggung.
__ADS_1
Wilona tidak ambil pusing, ia langsung naik ke atas tempat tidurnya kemudian ia tidur dengan sangat nyenyak. Sedangkan Wiliam masih berada di tempat semulanya.
*
*
Igun perlahan membuka matanya, kemudian ia merasa seluruh tubuhnya sangat sakit. Sehingga ia tidak bisa mengeluarkan suaranya.
"Igun, kamu sudah bangun ... apa masih sakit?" tanya Kiranti dengan sangat lembut.
Ya, semalam Kiranti menemukan Igun di pinggir sungai saat ia keluar rumah untuk mencari udara segar. Dan ia tidak sengaja melihat banyaknya warga yang berkumpul, ternyata Igun terdampar dipinggir sungai akibat kecelakaan.
Kiranti meminta agar para warga membawa Igun ke rumahnya saja, karena ia mengenal Igun dengan baik.
Igun menceritakan semuanya pada Kiranti, sontak membuat Kiranti terkejut karena ia tadi baru saja bertemu dengan Wilona. Dan sekarang ternyata sahabatnya itu sudah menikah dengan calon mertuanya.
"Gun, sudahlah ... untungnya elo selamat," ucap Kiranti, karena Igun menangis tersedu-sedu sambil terus bercerita.
"Ranti, elo mau nolong gua, kan?" tanya Igun, yang mulai tenang dan menatap wajah Kiranti dengan sangat dalam.
"Apa?" tanya Kiranti balik, karena perasaannya tidak enak ia menduga pasti akan ada yang terjadi nantinya pada dirinya.
Igun membisikan semua rencananya, dan Mira Kiranti menyetujuinya karena ia sangat kasian pada sahabatnya itu. Mereka pun mulai menyusun rencana mereka untuk satu Minggu kedepannya.
Satu Minggu kemudian ...
Sudah satu Minggu ini Wiliam tidak bertemu dengan anaknya, karena ia mendapatkan kabar jika Igun kecelakaan dan berada di rumah pacarnya. Ia pun tidak mempermasalahkan itu karena Igun sendiri yang memintanya.
Hari ini Igun akan pulang dengan membawa sebuah kejutan, entah kejutan apa itu karena Igun meminta agar dirinya dan Wilona berada di rumah saja hari ini.
Ya, mereka berdua sudah tinggal satu rumah sejak malam itu. Karena Wilona ingin menjadi istri yang baik, walaupun ia sama sekali tidak mencintai Wiliam.
Igun datang bersama dengan Kiranti, dengan bergandengan tangan masuk kedalam rumah sehingga Wilona membuka mulutnya lebar-lebar. Karena ia tidak tahu jika Kiranti dan Igun ternyata memiliki hubungan.
"Pagi semuanya, maaf sudah satu Minggu ini Igun menghilang." Igun bergegas mencium tangan Wiliam, kemudian ia juga mencium tangan Yulia dan Yudha.
"Iya, kenapa kalian bersama?" tanya Yudha yang merasa sangat penasaran.
"Duduk." Igun dan Kiranti duduk di sofa.
Semua orang duduk kemudian mendengarkan cerita Igun, mereka sangat terkejut mendengar jika Igun dan Kiranti sudah menikah satu Minggu lalu.
Dan Igun juga bercerita jika dirinya sudah tahu, semuanya tentang Wilona dan Papanya ia juga sudah menerima kenyataan. Jika dirinya dan Wilona tidak berjodoh.
Semua yang ada di sana sangat bahagia, akhirnya masalah mereka selesai dengan baik. Tanpa adanya keributan sama sekali.
"Sekarang, kita semua adalah keluarga!"
Semua orang berpelukan dengan sangat lembut, mereka tertawa-tawa bersama dengan sangat bergembira karena hari ini adalah hari paling membahagiakan.
__ADS_1
... ~Tamat ~...