
Kiranti melihat Wilona yang tengah duduk di sofa sambil meminum segelas teh hangat, ia langsung menghampiri Wilona dan memeluk sahabatnya itu.
"Wilona, elo jangan sedih lagi ... ada gue disisi elo," ucap Kiranti, dengan sangat tulus sebagai seorang sabahat sekaligus saudara untuk Wilona.
Wilona tersenyum kemudian ia melepaskan pelukannya, ia menatap wajah Kiranti dengan sangat bergembira.
"Itu pasti, karena elo adalah sahabat dan saudara untuk gue," sahut Wilona.
Kiranti tersenyum karena ia bahagia, melihat senyuman yang menghiasi wajah Wilona saat ini. Walaupun terlihat jelas jika Wilona habis menangis.
*
*
Igun dan Shanas sudah sampai di Kantor kembali, karena ada pekerjaan yang membuat mereka harus mengerjakannya saat ini juga.
Shanas duduk di ruangan kerja Igun bersama dengan Igun, mereka berdua mengerjakan tugas bersamaan.
"Gun, seandainya aku menjadi kekasihmu apakah kau masih mencintainya," gumam Shanas dalam hatinya.
Shanas terus-menerus menatap wajah Igun dengan jarak yang cukup dekat, sambil mengerjakan pekerjaannya.
Tanpa disadari oleh mereka berdua, ternyata Wiliam sudah mengamati mereka sejak setengah jam yang lalu.
"Ternyata mereka, bukankah itu lebih baik. Karena Igun akan melupakan Wilona," gumam Wiliam dalam hatinya.
Wiliam bergegas pergi dari sana sebelum ia ketahuan oleh kedua orang yang tengah bekerja itu.
Wiliam bergegas pergi dari Kantor karena jam kerjanya sudah selesai, dan ia berniat akan menemui sahabatnya terlihat dahulu di Cafe.
Wiliam akan menemui Yudha, yang akhir-akhir ini jarang sekali bertemu dengannya karena permasalahan anak-anak mereka.
Kini Wiliam sudah sampai di Cafe, dimana ia dan Yudha akan bertemu. Ia langsung berjalan masuk kedalam kemudian ia duduk di bangku yang sudah ia pesan sebelumnya.
"Kemana dia, apa dia belum pulang?" tanya Wiliam, sambil menatap kearah jam tangannya.
"Aku, ada di sini," sahut Yudha, yang baru saja sampai.
Ia langsung menghampiri Wiliam dan duduk di samping Wiliam.
"Aku kira, kau tidak akan datang," ucap Wiliam dengan lirih.
Entah mengapa ia sangat sedih, membangkang jika Yudha tahu yang sebenarnya. Maka Yudha tidak akan mengampuninya.
__ADS_1
Karena ia sudah merusak masa depan anak satu-satunya sahabatnya itu, ia juga tidak bisa membayangkan semuanya terjadi begitu saja.
"Kau ini, aku adalah sahabat mu ... walaupun anak kita tidak berjodoh kita akan tetap bersahabat," sahut Yudha dengan senyuman manisnya.
"Yudha, jika kau tahu yang sebenarnya aku rasa ... kau akan membenciku sampai akhir hayat ku," gumam Wiliam dalam hatinya.
"Terimakasih, kau sangat baik padaku ini."
Wiliam dan Yudha bercerita bersama, mereka juga bercerita tentang rencana membatalkan pernikahan Igun dan Wilona pada hari Minggu. Seperti keinginan Wilona yang meminta agar pertunangan mereka putus.
*
*
Setelah puas bercerita tentang masalahnya, Wilona merasa lega dan tidak ada lagi beban pikirannya saat ini. Ia juga sudah mendapatkan jalan agar ia bisa melupakan masa lalunya.
"Terimakasih, elo emang sahabat terbaik gua." Wilona memeluk erat Kiranti, sehingga gadis itu kesulitan bernafas.
"Elo, mau bunuh gua!" seru Kiranti, yang mencoba untuk bernafas seperti semula.
Wilona tertawa-tawa, karena ia sangat lucu melihat tingkah sahabatnya itu yang selalu saja selesai laki-laki.
"Tuhan, jangan pernah pisahkan aku dan Kiranti," gumam Wilona dalam hatinya.
"Gue, mau pulang ... takut kemalaman di jalan." Kiranti bergegas bagun, kemudian ia mulai berjalan meninggalkan kamar Wilona.
Wilona hanya tersenyum menatap kepergian sahabatnya itu, karena beban didalam hatinya sudah jauh berkurang. Ia dan Kiranti sudah menyusun rencana mereka jika Wilona hamil.
Karena sangat besar jika Wilona akan hamil, ia juga tidak mempermasalahkan hal itu lagi. Saat Kiranti yang akan turun tangan untuk masalahnya.
*
*
Satu Minggu kemudian ...
Pada pagi ini, semua keluarga Yudha dan Wiliam berkumpul di rumah Yudha untuk memutuskan hubungan Igun dan Wilona.
Semua orang yang ada di sana sama-sama diam. Tidak ada yang memulai pembicaraan karena semua orang yang ada di sana sangat sedih, pernikahan yang akan terjadi satu bulan lagi kandas begitu saja tanpa mereka ketahui apa permasalahannya.
"Maaf, apa bisa kita mulai semuanya?" tanya Wilona, karena ia sudah bosan akan keheningan yang terjadi.
"Bisa, sekarang kembalikan cincin pertunangan kalian," jawab orang yang tertua di sana.
__ADS_1
Wilona langsung memberikan cincin pertunangannya, yang sudah ia lepas sejak beberapa Minggu lalu. Kemudian ia memberikannya kepada Wiliam yang ada di hadapannya saat ini.
"Om, maafkan jika saya memilih salah. Karena semuanya bukan kemauan saya untuk memutuskan hubungan ini, mungkin saya dan Igun tidak berjodoh," ucap Wilona dengan lirih.
Seketika yang berkumpul di sana ikut sedih dan ada juga yang menangis, karena mereka sudah sangat bahagia saat hati pertunangan satu bulan lalu.
"Apakah, kalian sudah benar mengambil keputusan ini?" tanya orang yang tertua di sana.
"Sudah," jawab Wilona dengan cepat, ia tidak memberikan Igun kesempatan untuk menjawab.
"Baik, sekarang kita akan memutuskan hubungan kalian dengan ini." Orang tertua itu mulai memberikan cincin dari Wilona kepada Igun.
"Aku berharap ini semua, adalah mimpi bagiku," gumam Igun dalam hatinya.
Dengan tangan yang bergetar ia menerima kembali cincin yang ia sematkan ke jari manis Wilona satu bulan lalu.
Igun seketika tidak bisa menatap tangisnya, sehingga ia menangis dan berlari dari sana agar ia bisa menangis sepuasnya.
Semua orang hanya bisa diam saja, karena semua keputusan ada di tangan Wilona dan Igun. Mereka selaku orang tua hanya bisa mendukung dan merestui saja.
*
*
Igun mengendari Mobilnya menuju suatu tempat yang banyak menyimpan kenangan, bersama dengan Wilona saat mereka bersama-sama dulu.
Setelah sampai ia langsung berjalan masuk kedalam, ia menyusuri jalan yang banyak sekali bunga yang bermekaran indah.
Igun duduk di pinggir danau, kemudian ia melemparkan batu dengan asal. Air mata yang mengalir deras membasahi seluruh wajahnya.
Igun tidak peduli akan tatapan dari orang yang melihatnya, ia semakin terisak-isak saat mengingat kenangannya bersama dengan Wilona.
Ia mengingat saat ia dan Wilona tertawa bersama di pinggir danau itu, kemudian mereka beranjak dan masuk kedalam taman bunga.
Saat Igun semakin terisak-isak, pengunjung di sana sangat terkejut mereka mengira jika Igun adalah OGDJ. Sehingga semua orang langsung bubar dari sana.
"Wilona, aku sangat mencintaimu!" teriak Igun dengan sangat kuat, ia terisak-isak sampai ia pingsan.
Tubuh Igun terjauh di pinggir danau, kemudian ada seseorang yang menghampirinya dan membawa tubuhnya.
Igun sama sekali tidak tahu jika ada orang yang membawa tubuhnya, karena ia pingsan saat ini.
Bersambung.
__ADS_1