SCANDAL MAJIKAN

SCANDAL MAJIKAN
Bab 22


__ADS_3

"Iya Tuan, tapi aku ingin melihatmu, aku ingin berbalik," Pinta Sarah yang masih membelakangi David.


David merenggangkan pelukannya, ketika Sarah berbalik, dia mendapati wajah suaminya itu telah di basahi air mata. Sarah mengerti maksud dari David, karena ingin menjadi tempat peneduh bagi suaminya, Sarah mengusap air mata David.


"Kata Ibuku, salah apapun yang telah kita lakukan, tapi setelah itu kita menyesalinya, maka itu bukan lagi kesalahan tapi suatu pelajaran, anggap saja kita semua sedang belajar untuk menjadi orang yang lebih baik lagi, Tuan," Ucap Sarah, suaranya yang lembut menenangkan jiwa David.


Tatapan David kian mendalam, dia merasakan ada ketenangan setiap memandangi Sarah, di batinnya menggebu dengan asmara yang belum juga ia dapat simpulkan.


'Perasaan apa ini? Apakah ini nafsu? Ataukah aku jatuh hati pada Sarah?" Ucapnya dalam hati.


David membangunkan diri untuk mandi, seharian memang cukup membuat David berkeringat, dia merasa tidak percaya diri bila terus berdekatan dengan Sarah.


"Aku sudah jauh lebih tenang, aku mandi dulu, tunggulah disini," Ujarnya.


***


Mami Greta bercerita tentang kisah Aleta yang ia ketahui dari David, walau tidak semuanya mengungkapkan kepada tamunya itu, tetapi cukup mengobati kesedihannya karena memiliki tempat berbicara.


"Aku tahu Tante bersedih banget, kau yakin Aleta kuat menjalani kehidupannya, ini sudah hal biasa jika wanita sehebat Aleta, katanya iti proses pendewasaan diri," Ucap wanita itu, dia sangat berempati kepada Aleta.


Dia adalah Fanny, yang mengambil kesempatan untuk datang menjalin hubungan silahturahmi kembali dengan keluarga David. Tidak peduli dengan statusnya sebagai diri Samuele, Fanny sungguh bertekad untuk memperjuangkan David kkembali.


"Kamu baik banget, Fan. Kamu kemana aja selama ini? Katanya kami udah nikah?" tanya Mami Greta, mungkin jika sedang tidak memiliki masalah, Mami Greta akan menolak kedatangan Fanny karena ia tahu Fanny meninggalkan David lalu menikah dengan Samuele.


"Aku di jebak Tante, selama ini aku di ancam, keluargaku juga ikut di ancam, alu harus menikahi Samuele untuk membuat David kacau, supaya David tetap baik-baik saja, aku harus menikahi Samuele, aku melakukan semuanya demi David, Tan.. Huhuhu"


Fanny teramat lihai memainkan peran aktingnya di depan Mami Greta, sehingga Mami Greta sangat berempati kepadanya.

__ADS_1


"Kenapa ya perempuan terkadang jadi korban kejahatan pria? Terimakasih ya, Fanny sudah berniat melindungi keluarga kami," Ucap Mami Greta, dia meraih tubuh Fanny untuk di peluknya.


Fanny yang dipeluk tersenyum miring, dia akan meluluhkan satu per satu keluarga David untuk mendapatkan kekuatan, keluarga David cukup di segani di Indonesia, tentu mudah bagi Fanny meminta perlindungan kepada orang tua David, tidak akan bisa Samuele mmembahayakan keluarga David karena mereka sejak dulu lawan bisnis.


"David dimana, Tante? Aku ingin minta maaf secara langsung," Tanya Fanny.


"Oh, David sudah lama tidak tinggal disini, entahlah, mungkin dia memiih tinggal sendiri, dia baru saja datang tadi, tapi pergi lagi."


Fanny menelaah jawaban Mami Greta, dia ingin memastikan tentang pernikahan David sesungguhnya.


"David udah nikah ya Tan?"


Mami Greta malah tertawa mendengar itu, seperti orang kegelian, "Bagaimana dia bisa nikah, cintanya habis di kamu, selama berpisah dengan kamu, David tidak pernah lagi tuh dekat ama perempuan lain," Jawab Mami Greta.


Fanny kebingungan, terang-terangan David mengatakan bahwa dirinya sudah menikah, tetapi Ibunya menyangkal hebat dengan perihal itu, Fanny pun mengira jika David hanya membohonginya.


Aleta tersadar dari pingsannya, dia berteriak-teriak mengumpat nama Erick, Mami Greta dan Fanny bergegas menghampirinya di ranjang. Aleta menangis histeris.


"Tenang sayang, ada Mami disini."


Aleta tersadar bahwa dia telah berjanji untuk lebih tenang menghadapi masalahnya, lagipula Gani sudah berniat membantunya, sekalipun Erick ingin kembali, Aleta berat menerimanya karena dia tidak ingin menjadi yang kedua, Aleta tidak ingin menjadi istri kedua Erick.


"Iya, Mi. Aleta minta maaf sudah kecewain Mami," Ucapnya, ketika ia menoleh ke arah kirinya, Aleta terkejut dengan kehadiran Fanny di dekatnya.


"Kamu kenapa ada disini? Hei? Mami kenapa perempuan ini ada disini?" tanya Aleta yang tidak menyenangi kehadiran Fanny, dia tahu kisah Fanny dengan David yang tidak baik.


"Sayang, Fanny datang menjenguk kamu, lagipula yang terjadi itu kesalahpahaman, dia dan David sama-sama terluka," Ucap Mami Greta.

__ADS_1


Aleta tidak ingin memperkeruh suasana, tapi tetap saja tidak menyenangi Fanny ada di rumahnya, wanita itu sangat rendah di matanya, segampang itu berpaling dari adiknya ke lelaki lain hanya karena rayuan.


Merasa tidak nyaman dengan reaksi Aleta, Fanny pun memilih pamit dari Mami Greta.


"Tante, aku pamit dulu, semoga Kak Aleta sabar melewati semuanya, mari kak.." Fanny berusaha tersenyum meskipun hatinya dongkol oleh sikap Aleta yang acuh kepadanya.


Setelah Fanny lenyap dibalik pintu kamarnya, Aleta langsung protes kepada Maminya, dia sangat tidak menyukai kehadiran Fanny dirumahnya, terlebih lagi masuk di kamarnya dengan alibi membesuk.


"Lain kali Mami jangan lancang menerima seseorang, apalagi seperti Fanny, dia itu wanita tidak baik, aku tidak menyukainya," Kata Aleta.


Mami Greta menjelaskan semua penuturan Fanny, namun tetap saja Aleta tidak mempercayai itu, di kalangan teman-teman Aleta, nama Fanny kerap kali jadi perbincangan, Fanny seringkali kedapatan dengan menginap di hotel dengan Samuele sementara dia masih berhubungan dengan David.


Sementara di bawah, Fanny yang sudah berada did dalam mobilnya mengumpat kesal dengan sikap Aleta yang tidak menghargai kehadirannya.


"Sial! Aleta bisa saja mempengaruhi Mami Greta, tidak, tidak, aku harus lebih agresif lagi mendekatinya," Ucap Fanny. Dia melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Pak Salim.


Telepon genggam Fanny berdering, terlihat di layar nama Samuele, Fanny seketika panik, menepikan mobilnya sejenak, dia menjawab telepon suaminya itu.


"Kamu ada dimana?" Tanya Samuele.


"Aku ke rumah temenku, Yang... Rumah Rita," Jawabnya.


"Kalau begitu pulanglah sekarang, aku ada kejutan untukmu, cepat sayang.." Kata Samuele.


Fanny hanya mengatakan 'Ya', ucapan romantis Suaminya jarang terdengar, tapi malam ini Fanny penasaran dengan kejutan yang akan diberikan oleh Samuele. Setelah menutup telepon iti, Fanny melanjutkan perjalanannya.


"Sepertinya aku harus cerdik dulu bermain, aku harus pandai meluluhkan dua pria ini, jika usahaku berhasil di David, aku akan meninggalkan si psikopat iti, tapi jika tidak, kau akan tetap stay sama dia sampai menguasai hartanya," gumam Fanny sembari mengemudi.

__ADS_1


Setiba dirumah Samuele, beberapa pengawal suaminya sudah ada berjaga di teras menandakan Samuele memang sudah ada di rumah. Tapi keadaan rumha saat itu gelap, tak ada satupun lampu yang menyala.


__ADS_2