
Tim pengacara bersusun dikursi yang berada di sisi kanan-kiri David. Salah satu pengacara terkenal langganan David siap menjadi pembicara untuk mewakili David melayani pertanyaan awak media. Mereka mulai melemparkan pertanyaan stau persatu tentang skandal yang menimpa antara David dan Samuele.
"Kami tekankan lagi, berita yang beredar tentang klien kami, semua itu tidak benar. Mana mungkin seorang David Salim merebut istri orang lain? sedangkan di luar sana gadis-gadis cantik dan berpendidikan banyak mengincarnya," kata pengacara David.
"Jika saja itu ada cinta segitiga, mungkin saja pihak sana yang mencintai David, bukankah begitu?" salah seorang pengacara David menambahkan.
"Tapi sampai saat ini istri Samuele belum diketemukan, bagaimana itu?" tanya para wartawan.
"Itu bukan urusan klien kami, David bisa mendapatkan puluhan gadis-gadis dalam semalam, artis luar negeri juga ada yang menawarkan diri kepada David, tidak mungkin melirik wanita bersuami yang hanya seperti itu," ketus pengacara bertubuh gempal itu.
Pihak keluarga David tersenyum, mereka lega karena media mulai mempercayai pihak David kembali, membersihkan nama keluarga Salim dari skandal anak-anaknya. Sedangkan didalam ruang tunggu, perasaan minder merasuk hebat didalam hati Sarah. Dia tahu pria yang menjadi suaminya saat ini seseorang yang sangat digandrungi kaum hawa.
'Bagaimana bisa ia menampilkan diri sebagai istri David? sedangkan keluarga David hampir semua mengenaliku?' Sarah kian panik.
Pihak awak media belum puas, mereka menagih janji perihal yang akan diumumkan oleh David. Sejenak pihak pengacara berunding dengan David, pria berdarah Thailand itu memutuskan untuk berbicara sendiri, mengumumkan yang sudah menjadi hasil pertimbangannya bersama Gani.
"Saya meminta maaf terkhususnya kepada keluarga besar saya yang sudah meluangkan waktu hadir disini. Teruntuk Papi, Mami, dan Eyang, maafkan David, ini hanya kesalahpahaman," ucapnya.
Sesaat David menarik nafas, dia melirik ke Gani, sorot mata Kakak iparnya itu seolah memberikan isyarat agar David bergegas mengucapkan perihal pernikahannya.
"Pada malam ini, saya akan mengumumkan kepada seluruh rekan-rekan yang hadir, bahwa saya tidak melakukan hal yang dituduhkan, awalnya saya ingin merahasiakan kehidupan pribadi saya, tetapi hari ini saya akan mengatakan sejujurnya, bahwa saya David putra Salim Atmadja telah menikah dengan gadis pilihan saya, istri saya saat ini telah mengandung, kami. menjalani rumah tangga yang bahagia, tetapi dengan fitnah yang beredar, ini menjadi hama bagi rumay tangga kami," ucap David.
Sepasang mata David tak berani memandang ke arah keluarganya, terkhususnya Mami Greta yang amat terkejut dengan pengakuan putranya. Bisik-bisik mulai terjadi lagi di keluarga besar Pak Salim. Mereka seakan-akan tak percaya dengan pengakuan David.
"Salim, apakah itu benar?" tanya Eyang David, Ibu kandung Pak Salim.
"Iya, Bu. David sudah menikah," jawab Pak Salim.
__ADS_1
Mami Greta menyorot tajam ke arah suaminya, namun Pak Salim malah mengalihkan wajahnya dari Mami Greta. Aleta saat itu bergegas menenangkan Maminya.
"Ada apa ini?! Ahhk!!" Mami Greta histeris.
"Tenang, Mi. Kami akan jelaskan dirumah, Mami sudah janji untuk tidak menambah masalah keluarga," ujar Aleta.
David ke ruangan tempat Sarah menunggu, dia mendapati istrinya yang berkeringat dingin.
"Kamu sangat gugup, minumlah Sarah, setelah itu kita keluar," kata David.
Usai meneguk segelas air, Sarah mengatur nafasnya, tangan kanannya digenggam erat oleh David.
"Kamu akan ku lindungi Sarah, apapun yang terjadi, kita akan tetap saling berpegangan tangan," kata David.
Sarah hanya mengangguk, dia tak memiliki daya lagi mengeluarkan suara, energinya terkuras oleh rasa panik yang menyerangnya sedari tadi.
Semua mata tertuju ke arah mereka berdua, Mami Greta dan keluarga Pak Salim lainnya terkesiap, David menggandeng wanita yang tidak asing bagi mereka.
"Itu seperti anak pembantu kamu, Greta," ucap salah seorang Bibi David.
Mami Greta mengamati dengan seksama, dia mmelirik lagi ke Aleta, putrinya itu mengangguk kecil.
"Ini Sarah, isteriku, kami sudah menikah beberapa bukan yang lalu, dan dia sedang hamil, anak pertama kami," ucap David.
Seketika Eyang David sesak nafas, dadanya terasa sakit, pihak keluarga David semuanya panik, media malah sibuk mengabadikan momen kebersamaan David dengan Sarah. Suasana mulai riuh, suara jeritan Mami Greta menggelegar di gedung miliknya.
"Mami tenang, jangan bikin keributan disini, Eyang sedang shock juga," Aleta berusaha memeluk Maminya.
__ADS_1
Pengawal David segera mengamankan Sarah, sedangkan David menghampiri keluarganya. Dia akan bertanggungjawab untuk menjelaskan lebih detail kepada keluarganya.
"Kamu, jelaskan nanti di rumah!" Mami Greta kalap, matanya memerah menahan emosi yang ingin di luapkannya.
"Ayo,Mi. Kita antara Eyang ke rumah sakit," ajak Aleta.
Keluarga besar Pak Salim mengantarksn Eyang David ke rumah sakit terdekat, sepanjang Mami Greta tak henti mengomeli suami dan putrinya. David yang berada di mobil lain mengikuti dari arah belakang.
"Aku harus bertanggungjawab, semua ini salahku," gumamnya.
Di gedung, ada Gani yang menemani Sarah di ruang tunggu. Mereka menunggu sampai para wartawan bubar dari gedung lalu mengantarkan Sarah kembali ke kontrakannya.
"Kamu sabar ya, ini pasti akan berlalu, David akan memenuhi janjinya," ucap Gani. Dia sangat mengerti perasaan Sarah.
"Memenuhi janji apa? kami hanya nikah kontrak, Pak Gani. Ini akan berakhir setelah bayi ini, jadi Tuan David tidak perlu memenuhi janji apapun," sahut Sarah pasrah. Tak ada yang bisa dilakukan oleh perempuan miskin sepertinya. Lagipula dia membutuhkan uang untuk menghidupi adik-adiknya, dan pengobatan Ibunya dikampung.
"Aku tidak tahu bagaimana hubungan pernikahan kontrak ini, tapi didalam agama kalian sah sebagai sepasang suami-istri, tapi terserah kamu, David bukan laki-laki jahat, dia baik, hanya saja dibalik kesuksesannya, dia memiliki banyak tekanan dalam hidupnya," jelas Gani.
Sarah menundukkan kepalanya, dia melihat ke arah perutnya yang sudah dihuni oleh buah hati David. Pikirannya mulai meraba masa depan anaknya kelak, akankah pihak keluarga Pak Salim akan memperlakukan anak David dengan baik? batin Sarah.
"Nyonya Greta sudah tahu, apakah aku harus meminta maaf kepadanya Tuan?"
Gani menggelengkan kepala, "Yang seharusnya minta maaf itu Ibu mertuaku, putranya telah melakukan kesalahan, jangan terlalu merendah diri Sarah, kita orang miskin, tapi harus tahu juga kapan menempu diri."
Gani dan Sarah bercakap-cakap tentang keluarga David, sedangkan di rumah sakit seluruh keluarga Pak Salim tegang m Mereka menjadi kabar dari tim dokter yang menangani Eyang David. Mami Greta masih mengepal kedaulatan tangannya, ingin rasanya dia berteriak-teriak di rumah sakit itu, dia tidak Terima dengan pernikahan David yang secara diam-diam.
"Aku bisa gila Aleta, kalian tidak ada yang bisa Mami banggakan!" Kata Mami Greta yang berusaha bersuara rendah.
__ADS_1
Ada David yang baru saja ikut nimbrung di kumpulan keluarganya, sorot mata seluruh keluarganya marah tertuju padanya.