SCANDAL MAJIKAN

SCANDAL MAJIKAN
Bab 36


__ADS_3

Mami Greta kembali ke rumahnya, dia mengganti pakaian lalu berdandan formal, dia tidak bisa menghadiri acara takziah Ibu mertuanya, ada urusan yang lebih penting ketimbang harus menemani suaminya di rumah duka. Mami Greta memilih menyetir sendiri tanpa. menggunakan jasa sopir. Sebelum keluar dari pintu pagar, dia membunyikan klakson tiga kali.


"Ayo sini, cepat. " Dia menyeru Fanny agar bergegas masuk ke mobilnya.


Fanny yang memakai penutup kepala berlari kecil dari Vaviliun menuju ke mobil Mami Greta. Wanita berusia dua puluh lima tahun itu tergesa-gesa masuk ke mobil. Mami Greta mengecek keadaan disekitarnya, ia yakin tak ada satupun orang yang melihat Fanny keluar dari Vaviliun.


"Ku sudah siap?" tanyanya.


"Tentu tante, aku selalu siap untuk membantu Tante," sahut mantan kekasih anaknya itu.


Mia Greta melakukan mobilnya menuju ke apartemen milik Fanny. Apartemen itu sebagai dibeli Fanny secara rahasia. Tempat dia menyimpan seluruh barang dan berkasnya yang tak boleh diketahui oleh Samuele. Apartemen khusus kalangan menengah itu malah sepi, sangat jarang yang memilih menghuninya.


"Kayak apartemen hantu deh," ketus Mami Greta.


"Sengaja, Tante. Biar si botak gak curiga kalau aku punya rumah disini."

__ADS_1


Fanny mengajak Mami Greta naik ke lantai lima. Mereka asyik mengobrol di sepanjang lift yang menyala. Mami Greta tak gentar ngedumel tentang kekesalannya terhadap Sarah.


"Tapi bagaimana jika David tetap bersikukuh mempertahankan pernikahannya, Tan?"


"Tidak boleh, pokoknya tante tidak rela jika anak Tente bernasib sial, aku mau cucu yang dari keluarga dua-duanya itulah berkelas, setidaknya istri David juga harus memiliki power, gak hanya skill pembantu," kata Mami Greta yang amat jijik bila mengingat Sarah.


Fanny tersenyum miring, dia menarik nafas panjang karena lega mendengar Ibu kandung David sendiri tidak menyetujui pernikahan putranya. Fanny merasa dirinya memiliki kewenangan untuk memiliki David lagi sebab Mami Greta amat mendukungnya melakukan hal-hal yang bisa mendapatkan cintanya kembali.


"Akan kupastikan, David dan Sarah akan berpisah setelah kita mengurus Samuele, aku tidak tahan lagi, Mi. Demi menjaga keselamatan David, aku harus rela menjadi babunya, padahal aku bukanlah istri sungguhan, aku hanya dijadikan tameng untuk balas dendam ke David," kata Fanny.


"Sudah, Fanny. Kamu fokus saja dulu perceraian kamu, kita akan jalankan semuanya sesuai rencana kita, ya cantik.."


Mami Greta sangat menyukai Fanny sebab wanita itu terlihat berkelas dari sisi penampilan. Fanny juga memiliki beberapa salon kecantikan yang amat dikenali oleh kalangan Mami Greta. Walaupun nanti Fanny berstatus janda, Mami Greta tetap setuju jika David mempersunting Fanny, dia pikir hanya Fanny cinta pertama putranya, Fanny adalah sosok wanita yang ia anggap cocok mendampingi David.


"Mari masuk, Tante. Aku akan mengumpulkan semua berkas-berkasku lalu kita bawa ke tim pengacara tante," ajak Fanny.

__ADS_1


Fanny membuka brankas nya, berkas-berkas hak kepemilikan masih utuh. Semua bukti-bukti aset milik Samuele jatuh ke tangan Fanny. Membaca satu persatu, Mami Greta malah tertawa riang.


"Tante, aku sengaja melakukan ini agar di botak itu tidak lagi menganggu David, tahu kan doa itu saingan David yang sering berulah," kata Fanny yang tiada henti mendoktrin Mami Greta.


Setelah menyiapkan berkas yang akan diserahkan ke tim pengacara Mami Greta, mereka kembali bersial menuju ke tempat pertemuan itu.


"Terimakasih loh, Tante. Berkat Tante nolongon aku waktu imdi taman, aku bisa bangkit lagi," ucap Fanny.


 Di tengah perjalanan, Aleta tak henti menyerang Mami nya dengan panggilan telepon. Mami Greta tak peduli dengan panggilan anaknya, dia tahu putrinya itu sedang mencari keberadaannya, sebab seharusnya ia turut menemani Pak Salim di rumah duka menyambut kedatangan tamu yang ikut berkabung.


"Kok gak diangkat, Tan?"


"Udah ah, itu Aleta. Tante gak bisa ikut, selama tahun David nikah, Tante udah gak kuat lagi ketemu orang banyak."


Aleta dirumah duka mondar-mandir menanti Mami nya menjawab telepon. Gani yang baru saja datang mmenghampiri istrinya yang sedang gelisah.

__ADS_1


__ADS_2