SCANDAL MAJIKAN

SCANDAL MAJIKAN
Bab 23


__ADS_3

"Kenapa gelap?" tanya Fanny kepada bodyguardnya.


Namun para bodyguard itu hanya terdiam, bahasa tubuh mereka mempersilahkan Fanny segera masuk ke rumah. Fanny yang bingung turut saja dengan arahan anak buah suaminya, perlahan pintu rumah dibukakan, Fanny terhenyak ketika ada banyak lilin putih yang menyala di lantai, bunga mawar merah tertata rapi di lantai dengan karpet merah memanjang hingga ke dekat tangga.


"Apa ini..." Gumam Fanny.


Dengan berhati-hati Fanny menyusuri karpet merah itu, ketika ia berada di pertengahan, tiba-tiba lampu rumah menyala, ada Samuele yang menuruni tangga, dia tersenyum ke arah Fanny, ditangannya ada buket bunga mawar merah.


"Kamu sudah pulang sayang, ayo..." ucap Samuele menyambut kedatangan Istrinya.


Fanny menelan air liurnya, malam ini terlihat romantis, tapi getaran psikopat Samuele maish terasa, Fanny bahkan mundur selangkah ketika suaminya telah menuruni anak tangga.


"Sayang.. kemarilah," pinta Samuele.


Perlahan Fanny berjalan ke arah suaminya, tangannya gemetaran.


"Duduklah, kita makan malam romantis malam ini," ucap Samuele lagi.


Di meja makan sudah ada lilin putih, makanan yang dihidangkan namun masih ditutupi oleh penutup steak baja. Samuele ikut pula duduk di hadapan Fanny, dia tidak berhenti tersenyum memandangi istrinya.


"Kamu dari mana, hmmm? kamu have fun ya tadi?" tanyanya lagi.


"A-aku.. dari rumah temenku, ka-kan aku tadi udah bi-bilang," mendadak Fanny gagap karena ketakutan.


Samuele menggangguk-anggukkan kepala, wajahnya tak berhenti tersenyum, dia mengeluarkan sebuah kotak hadiah.


"iini spesial untuk kamu sayang, bukanya nanti saja, ya..."


Fanny menerima hadiah itu, lumayan berat, tapi dia tidak ingin menanyakan hal lebih, Fanny terlalu pesimis dengan reaksi Samuele selanjutnya jika hal itu ia lakukan.


"Kamu masih cinta gak sama aku?" tanya Samuele lagi. Saat itu diaktif mencairkan suasana.


"I-iya Mas, aku masih mencintaimu, masih.."

__ADS_1


Samuele menggenggam erat tangan Fanny, dia membawa Fanny dalam tatapan yang penuh misterinya.


"Kalau begitu jadilah istri baik sayang," pintanya.


Fanny hanya menjawab lewat anggukan, tangannya berkeringat, Samuele menebak bahwa istrinya itu benar-benar ketakutan dan tegang.


"Makanlah... kamu pasti lapar, ayo kita makan," kata Samuele mempersilahkan Fanny makan.


Fanny perlahan membuka penutup saji steaknya.


"Ahhhkkk!!!! Ahhh!" Jerit Fanny yang mengindari sesuatu dibalik penutup saji itu.


Fanny bahkan terhtaih di lantai, mundur ke belakangbelakang sembari menjerit-jerit. Samuele malah tertawa terbahak-bahak, dia menepuk-nepuk tangannya melihat reaksi istrinya yang histeris.


"Hahahah, luar biasa, kamu setakut itu?!"


"Kamu gila!! Gila!!" Umpat Fanny.


Bagaimana ia tidak terkejut, di piring itu ada tikus mati dengan darah yang membanjiri di piring. Fanny yang teramat takut dengan tikus seperti telah di berikan kejutan yang amat trauma lagi dihidupnya.


Fanny sungguh terhina, hinaan Samuele di dengar oleh para bodyguard dan pelayan rumah, hal yang teramat rendah bagi seorang istri. Tidak kau kalah debat lagi, Fanny berdiri membela diri.


"Kamu pikir aku tidak menyesal menikahimu?! Aku sangat diratukan oleh David, pria yang dari keturunan baik-baik, mapan juga, dan lebih tampan darimu, penyesalanku ialah karena kau hadir mengusik kami dulu!"


Emosi Samuele kian terpancing, dia menghampiri Fanny lalu Plak! Plak! Dia menghajar istrinya habis-habisan, Fanny meminat tolong tapi tak ada satupun anak buah Samuele yang menolongnya, mereka malah menjadi patung hias yang tidak memiliki daya.


Fanny berusaha melawan, dia meraih piring lalu memecahkan dikepala plontos suaminya, Samuele kesakitan, anak buahnya mengepung Fanny, tangan wanita berambut coklat itu diikat lalu digotong ke atas kamarnya.


"Wanita ******!" Samuele menahan sakitnya.


Fanny meronta ingin diceraikan, mulutnya sudah seperti kebun binatang yang mengeluarkan nama-nama hewan untuk dilontarkan ke Samuele. Fanny yang lelah berteriak mencari cara agar dia lepas dari pernikahan iblisnya.


"Aku tidak mau menghabiskan hidupku dengan pria seperti itu, aku ingin hidup bahagia bersama David," gumamnya. Fanny ke jendela, tetapi jendela kamarnya saat itu semuanya sudah di kunci rapat oleh anak buah Samuele. Fanny mengintip di bawah, anak buah Samuele masih berjaga diteras rumah.

__ADS_1


"Tenang Fanny, kami harus bisa kabur dan membuat Samuele menjadi pria terburuk didunia," gumam Fanny.


Fanny memecahkan kaca jendelanya, pecahan itu berserakan di lantai, dia membawa perhiasan yang bisa ia bawa. Dengan tekad ia bulatkan, Fanny berdiri di tepi balkon, mengikat kain sebagian kain horden di tralis besi. Setelah itu ia kkembali masuk ke kamar, mencari korek api di lacinya.


"Ini sudah lama aku rencanakan, kali ini aku akan melakukan," liirh Fanny menatap korek api yang ia pegang.


Fanny mulai membakar bantal-bangal di atas kasur, api semakin melalap kasur mahal itu, api mulai membesar, menjalar ke setiap sudut ranjang, bahkan asap di dalam kamar Fanny mengepul keluar dari jendela. Fanny mengeluarkan barang-barangnya dari lemari, skema ia bakar untuk mempesar nyala api di kamarnya.


Di bawah para bodyguard Samuele terkegaet melihat asap yng keluar dari kamar Fanny, mereka semua bergegas memberitahu Samuele. Fanny kembali memastikan keadaan dibawah sana, tidak ada lagi para pria bertubuh kekar iti menjaga di teras rumah.


"Ini saatnya," gumam Fanny lagi.


Dia memberanikan diri menggantung di kain horden yang terikat itu, perlahan-lahan ia turun bawah agar segera bersembunyi dari kejaran anak buah Samuele.


"Ahhh..." Kaki Fanny terkilir ketika ia melompat dari ketinggian, dengan kaki yang pincang, Fanny segera keluar dari pintu pagar rumah Samuele. Dia memilih bersembunyi dibalik rindangnya taman bunga di tepi jalan.


Sementara Samuele dan anak buahnya membuka pintu kamar Fanny, mereka terkejut karena api melalap kamar itu, mereka menggunakan APAR untuk memadamkan apinya.


"Kemana wanita ****** iti?!"


Anak buahnya memeriksa balkon kamar, mereka mendapati kain horden yang terikat di tralis besi. Pertanda Fanny telah kabur dengan sengaja membakar kamarnya.


"Nyonya kabur Tuan lewat balkon rumah," kata salah satu bodyguardnya,


"Brengsek! Awas kamu Fanny, kutemukan kau, kuhmbaut cacat kau di tempat," umpat Samuele.


Anak buahnya berpencar di sekitar rumah mencari Fanny, namun mereka tak mendapatkan jejak apapun. Samuele naik pitam, dia bahkan membanting foto pernikahannya dengan Fanny.


"Cari dia sampai dapat, cari!"


Fanny tahu dia telah di cari oleh sekelompok psikopat itu, dia tetap akan berada di persembunyiannya yang aman. Dia bahkan ketiduran di taman itu.


"KKalian harus awasi pergerakan rumah Pak Salim, aku tahu Fanny akan seringkali kesana dengan menawarkan basa-basi.

__ADS_1


Sebagian anak buahnya itu akan mengawasi rumah orangtua David dari kejauhan, Mereka akan memantau siapa saja yang berhubungan dengan Fanny.


__ADS_2