SCANDAL MAJIKAN

SCANDAL MAJIKAN
Bab 35


__ADS_3

Pemakaman Eyang David berlangsung amat mengharukan, Pak Salim dan keluarganya sungguh kehilangan sosok Ibu terbaik, bijaksana, riwayat penyakit jantung yang diderita Eyang David berakhir di gedung yang dibangun oleh suaminya sendiri.


"Ini kesalahan kamu, David!" Kata Kakak sepupu David.


"Udah, Mbak. Ini sudah takdir," sergah salah seorang keluarganya.


David yang memakai kacamata saat itu hanya bisa terdiam, dia menerima segala bentuk cacian yang dilayangkan kepadanya. Mami Greta dari jauh memandangi gerak-gerik putranya, sampai saat itu dia masih tidak menyangka jika putra satu-satunya kepincut anak pembantunya sendiri.


"Panggil David ke rumah, Mami ingin bicara," kata Mami Greta kepada Aleta.


"Iya, Mi. Aleta akan kasi tahu."


Aleta menyampaikan pesan Maminya kepada Gani, dia tahu suaminya itu mampu membujuk David agar ke rumah untuk memenuhi panggilan Maminya.


"Mami, kalau David ke rumah, jangan buat dia semakin merasa bersalah, ayolah Mami, dukung pernikahan David, " bujuk Aleta.


"Diam kamu! Kamu saja melakukan perjanjian dengan Gani tanpa sepengetahuan Mami, kalian sama saja!"


Aleta membungkam mulutnya, seringkali Mami Greta keceplosan mengatwi Aleta jika sudah marah. Mami Greta selalu mendambakan memiliki menantu yang Stratanaya diatas dari keluarganya, dia ingin keturunan-keturunannya tetap menjadi bangsawan konglomerat tanpa campur generasi dari layar belakang kebawah. Namun nyatanya, kedua anaknya malah menikah dengan pilihan mereka masing-masing, harapan Mami Greta bak dijatuhkan sejatuh-jatuhnya hingga menjadi rasa benci yang teramat dalam kepada Sarah.


Jarak pemakaman keluarga dari rumah Pak Salim lumayan dekat, sehingga tidak membutuhkan waktu lama Mami Greta dan Aleta tiba dirumah. Mami Greta tiada henti mengomel, dari keputusan Aleta menikahi Gani hingga kebenciannya terhadap Sarah karena merebut putranya.


"David sudah datang, Mi."


 Aleta menyambut kedatangan suaminya bersama David.


"Sayang, kita terus keluar saja, aku ingin belanja buah," ajak Aleta kepada Gani. Dia tidak ingin suaminya mendengar kalimat-kalimat jahat yang keluar dari mulut Maminya.


"Saya antar Aleta dulu," ucapan Gani kepada David.

__ADS_1


David memenuhi panggilan Maminya, dia duduk disofa ruangal tamu, sedangkan Maminya menyilangkan kedaulatan tangan berdiri memandangi putranya.


"Bagaimana cara dia menggodamu? apakah dia masuk ke kamarmu lalu dia menawarkan dirinya?!" Tanya Mami Greta membentak.


David membisu, dia hanya menarik nafas panjang, mengisi rongga dadanya.


"Jawab David!"


Karena tak ada jawaban dari David, Mami Greta memukulinya dengan bantal sofa berkali-kali.


"Jawab! Jawab! bagaimana cara dia menggodamu! Kenapa kau malah terbuai dengan gadis desa seperti dia!"


David hanya menerima pukulan Maminya, dia menyerahkan tubuhnya untuk menjadi pelampiasan amarah. Mami Greta bahkan tidak puas, dia mengambil belt bajunya lalu mencambuk punggung David.


"Mami selalu membangga-banggakan kamu, Mami selalu menawarkan kamu gadis baik-baik, berpendidikan, tapi.." Mami Greta bahkan kewalahan sendiri.


David mendapatkan hukum dari Maminya, asalkan Sarah dan bayinya tidak menjadi tujuan utama kemarahan keluarganya.


David tidak Terima jika Sarah dan Ibunya dihina, karena dia menyadari, Sarah tidak pernah melakukan hal-hal yang dituduhkan Maminya. David bangkit dari tempat duduknya, dia memandangi Maminya dengan tatapan dingin.


"Kau ingin melawan?! David, kau tega melawan Mami karena gadis pelacur itu?"


David kian murka, kedudukan Sarah adalah kehormatannya, dia tidak ingin Satah dihina oleh siapapun, sekalipun itu Ibu kandungnya sendiri.


"Berhenti Mami, aku tidak senang mendengar Mami menghina istriku, dia gadis baik-baim yang aku nikahi, justru David yang membuatnya hancur, karena aku sangat menyukainya sehingga tanpa sadar aku melakukan hal buruk terhadapnya, jadi ini bukan salah Sarah, ini ikatan kami yang harus Mami Terima dengan lapang dada," kata David.


Mami Greta ternganga, ia merasa anaknya sudah dikuasai oleh Sarah. Walaupun David menjelaskan secara detail tentang keputusannya menikah dengan Sarah, tetap saja Mami Greta tidak menerima.


"Sampai kapanpun Mami tidak akan Terima, jika kau menyayangi Mami, tinggalkan dia, jika anakmu lahir, dia bisa membawakan untukmu lalu peliharalah, kita menyews baby sitter untuk itu."

__ADS_1


David tersenyum, jalan pikiran Maminya sama persis dengan rencana awalnya ketika menikahi Sarah.


"Itu tidak akan Mami, aku tidak ingin gagal menjadi suami, aku ingin sukses di kedua peranku, menjadi suami dan Ayah," sergah David.


David menundukkan kepala seraya mengucap pamit, dia meningggalkan Maminya yang semakin terkejut. Bagaimana tidak, David bahkan tidak peduli dengan permintaan Maminya yang sudah dipenuhi oleh air mata.


"Baiklah, silahkan bersenang-senang dulu dengan anakku, Sarah ini gara-gara kau, tunggu saja, aku tidak ingin anakku kau rebut, aku tiy ingin anakku menjaga jarak denganku," gumam Mami Greta seraya mengepalkan tangan.


Mami Greta memandangi mobil David keluar dari halaman rumah, dia melihat disekelilingnya, tak ada satupun pengawal Pak Salim yang berjaga. Rumah besar itu amat sepi, semua pekerja dirumahnya sedang di rumah mendiang Eyang David.


"Aku akan mengajak dia bekerjasama," gumam Mami Greta sembari merapikan kembali rambutnya yang acak-acakan.


Mami Greta berjalan menuju ke Vaviliun, dia berjalan sambil menengok ke kiri dan ke kanan, memastikan tak ada satupun orang yang melihatnya. Mami Greta perlahan mengetuk-ngetuk pintu Vaviliun itu, terdengar suara kecrek kunci yang memutar dari dalam.


"Mami mau masuk?" tanya wanita itu yang muncul dari pintu.


"Iya, aku stress sekarang," sahut Mami Greta berlalu masuk.


Wanita itu kembali mengunci pintu, dia mengikuti Mami Greta duduk di sofa. Ada raut kecewa yang juga menyeringai diwajahnya, wanita itu sudah tahu segala hal yang terjadi di keluarga Mami Greta.


"David ternyata sudah diam-diam move on dariku, Mi.." ucap wanita itu yang tak lain adalah Fanny.


Mami Greta menghela nafas, sudah berminggu-minggu ia menyembunyikan Fanny, sejak menemukan Fanny bersembunyi di taman didepan rumahnya, Mami Greta termakan omongan Fanny. Mantan kekasih David itu mengatakan bahwa dirinya siap bercerai dengan Samuele.


"Lalu bagaimana dengan suami kamu? apa dia akan melepaskan kamu?" tanya Mami Greta. dia juga lelah jika harus berlarut-larut menyembunyikan Fanny.


Fanny yang begitu licik sudah mempersiapkan semuanya rencananya sebelum kabur dari rumah Samuele. Rumah bak istana dan sebagian aset-aset properti Samuele dipindah tangan ke atas nama Fanny, adegan pemaksaan itu ia lakukan ketika Samuele pulang dengan keadaan mabuk. Pria berkepala plontos itu menandatangani surat pernyataan yang dibuat tentang aset-aset Samuele diserahkan kepada istrinya, Samuele.


"Tenang aja, Mi. Aku hanya utih dukungan saja, besok kita akan buat media gila karena berita-berita yang ada," ucap Fanny.

__ADS_1


Fanny merasa kuat karena ada Mami Greta yang menyongsongnya dari belakang. Kemarin Fanny terlalu takut bila menghadapi Samuele seorang diri, dia memiiki uang, tapi tak memiliki kekuatan sosial yang bisa mendukungnya melawan Samuele. Namun kehadiran Mami Greta yang memiliki kasta tertinggi melebihi Samuele, menjadi acuan Fanny untuk siapa bertarung lalu merebut hati David kembali.


__ADS_2