
David lelah jika harus terus-terusan berhadapan dengan Maminya, selalu saja perjodohan menjadi topik utama. Di perjalanan, David tergelitik dengan tuduhan Samuele.
"Apakah Pak Rudi sudah lama menikah? jatuh cintanya dimana?"
Pak Rudi tertawa, baru kali ini majikannya bertanya perihal hati dan perihal pribadinya.Terlebih lagi David orang yang selat bersikap dingin dan acuh."
"Kami bertemu disuatau acara,
"Pak Rudi, apakah aku harus memberitahu Mami dan keluarga besarku tentang pernikahanku dengan Sarah?" tanya David meminta pendapat kepada sopirnya.
Pak Rudi melirik ke kaca spion tengah, pria paruh baya itu amat kasihan dengan majikannya, dia mengerti keribetan hati David, aturan Mami Greta sejak kecil membuat putra-putrinya kehilangan arah hidup.
"Kalau aku sih, Tuan harus segera jujur, daripada membuat semua orang lebih terkejut lagi, Pak Salim dan Non Aleta juga akan membantu pastinya," sahut Pak Rudi.
"Tapi bagaimana jika Sarah akan mendapat bahaya, misalnya dari segi mental, dia sedang hamil," kata David. ,Hal inilah yang membuat sulit untuk jujur.
"Maaf, Tuan. Saya harus menjelaskan, pernikahan itu hal baik, harusnya diumumkan, bukan disembunyikan, apapun alasannya, nanti bisa jadi timbul fitnah, yang rugi pasti Non Sarah, kasihan dia Tuan," jelas Pak Rudi. Dia memiliki anak gadis seusia dengan Sarah, maka dari itu Pak Rudi tidak tega jika Sarah menjadi istri simpanan saja.
David menimbang-nimbang saran Pak Rudi, dia akan meminta pendapat Papinya dan Aleta untuk membulatkan keputusannya. Sejenak David melirik ponselnya, ada pesan Gani yang masuk. David membaca seksama pesan dari kakak iparnya yang tak biasa itu.
"Hah?! Brengsek Samuele, bisa-bisanya dia melibatkan aku dalam kehilangan istrinya," gumam David.
Gani mengirimkan topik-topik headline tentang kehilangan Fanny, seorang istri pengusaha memilih kabur karena godaan mantan kekasihnya. Samuele bahkan memberikan para wartawan inisial kepada publik agar David menjadi dugaan utama atas kehilangan istrinya.
David belum menanggapi serius pesan Gani, setiba dikantor, David akan melakukan rapat penting untuk memanggil direktur media online yang tekh dibayar oleh Samuele untuk membuat berita bodong.
Gani yang berada di kantor sungguh kebingungan karena tak mendapatkan balasan dari David. Dia bahkan menelpon Sarah agar lebih menjaga diri, tidak membuka sosial media dulu. Gani memberikan perhatian lebih kepada Sarah bukan karena sebagai manager pribadi David lagi, tapi berempati kepada Sarah yang sudah menjadi bagian keluarga istrinya.
__ADS_1
"Pokoknya kamu jangan buka sosial media dulu ya, ada banyak berita-beriya bodong terpampang disana, mendoakan kamu nonton film saja," usul Gani.
"Memangnya berita bodong apa Pak Gani?" tanya Sarah.
"Tentang keluarga kita, maksudnya keluarga Pak Salim, jika kamu menghargai keluarga suamimu, mending jangan dibaca atau dilihat, ya Sarah?"
"Baik, Pak Gani." Sarah patuh apa saja yang diperintahkannya selama itu berhubungan dengan David.
Gani menutup telepon itu, dia kembali menunggu kedatangan David di pintu masuk. Mobil David nampak memasuki halam kantor, sebagai Kakak ipar, Gani sudah menerka-nerka hal yang baru saja dibahas oleh Ibu mertuanya sewaktu David berkunjung ke rumahnya.
"Sudah ssmpai, Tuan.." Kata Pak Rudi.
Ternyata David memanfaatkan waktu untuk tidur ketika di perjalanan. Pria berahang luluh itu menyemprotkan wajah spray penyegar wajah lalu keluar dari mobil. Gani menyambutnya dengan penuh rasa hormat.
"Gani, mari ikut ke ruangan ku," ucapnya.
"Samuele telah menabuh genderang perang, dia sengaja membuat keluargaku menjadi terlihat buruk, apa usulan kamu Gani?" tanya David.
"Aku akan memberikan usulan, mungkin Tuan kurang setuju," sahut Gani.
David menoleh ke arah Gani, "Kita sudah bwrdau disini, jangan bersikap formal jika tak ada orang lain, kau adalah suami Kakakku sekarang," ujarnya. Dia tetap memilih memposisikan dirinya sebagai adik ipar Gani.
"Baik, David. Aku punya usulan, semua berita tentang dugaan kamu menculik Fanny akan dipercayai oleh orang-orang yang mengenalimu dan Pak Salim, karena mereka berpikir, kamu belum bisa move on dari Fanny. Begitupula pikiran Samuele, dia mengira kau masih tergila-gila kepada istrinya, hanya satu cara meleburkan berita bodong ini," jelas Gani.
David menanti Jawaban Gani, "Apa itu? katakan? aku sulit berpikir jernih saat ini, Mami sufah merusak pikiranku tadi."
"Mengumumkan pernikahan kamu dengan Sarah, apapun resikonya, kamu harus mengatakan kepada seluruh orang-orang yang bertanya tentang hal itu, selain menghargai Sarah, nama baik kamu tetap terjaga, ini satu-satunya cara mematahkan dugaan orang-orang," jawab Gani. Dia sudah lama ingin memberikan satan ini kepada David, sebab Sarah bukanlah barang yang dapat disimpan oleh David sesuka hatinya.
__ADS_1
David semakin yakin untuk mempublikasikan pernikahannya, sudah dua orang terdekatnya yang memberikan saran demikian, sepatutnya dia harus mengambil tindakan ssbelum semuanya menjadi runyam karena berbagai skandal yang terjadi di keluarganya.
"Baiklah, kau orang kedua setelah Pak Rudi mengusulkan hal ini, apakah ada jadwal penting yang harus aku hadiri hari ini?"
"Semua jadwal bisa diundur, mati selesaikan masalah keluarga kita," ucap Gani.
David bersiap-siap ke rumah kontrakannya untuk menemui Sarah, sedangkan Gani akan mengundang para awak media untuk persiapan konperensi pers David. Para karyawan membantu persiapan-persiapan di gedung milik keluarga Pak Salim. Sambil mengawasi karyawan, Gani menelpon istrinya, Aleta.
"Aku sudah lihat berita itu, apakah itu benar?" tanya Aleta.
"Itu tidak mungkin, David tidak memiliki hubungan apa-apa atas hilangnya Fanny, sekarang kami sedang menyiapkan konperensi pers, David akan mengumumkan pernikahannya dengan Sarah," jelas Gani.
Aleta yang sedang duduk bersantai membangunkan dirinya, "Beneran? tapi Mami akan shock, duh."
"Ini lebih baik, Satah juga berhak diperkenalkan,sain untuk membersihkan nama baik David, ini juga bentuk menghargai Sarah."
Aleta tidak dapat membalas lagi ucapan suaminya, dia pikir keputusan David adalah keputusan yang tepat. Adiknya tidak akan bisa menyembunyikan Sarah selama berbulan-bulan, sebagai perempuan, Aleta mulai mendukung aksi jantan David yang siap menghadapi reaksi Mami dan keluarga besarnya.
"Iya, aku mengerti, aku akan membuat Mami dan Papi ke gedung."
Gani menutup teleponnya, dia kembali memikirkan penuturan Aleta tentang kedatangan Fanny di rumahnya sebelum mereka menikah.
"Aku tidak ingin mencurigai mertuaku, tapi kenapa hatiku yakin bahwa Mami ada hubungannya. dengan hilangnya Fanny," gumam Gani.
Dia kembali berfokus pada persiapan konperensi pers itu, para awak media mulai berdatangan, mereka malah menyerang Gani dengan berbagai pertanyaan.
"Apakah benar, ada cinta segitiga yang terjadi diantara Pwk David dengan Pak Samuele?" tanya salah seorang awak media.
__ADS_1
"Pertanyaan kalian akan segera terjawab, tunggu kedatangan David," jawab Gani.