SCANDAL MAJIKAN

SCANDAL MAJIKAN
Bab 38


__ADS_3

Gani menghampiri Mami Greta yang hendak masuk ke kantor David. Dia meminta waktu sejenak untuk berbicara secara pribadi dengan Ibu mertuanya itu. Fanny seketika panik, dia cukup mengenal Gani sewaktu dia pacaran dengan David. Tangan kanan David itu amat tudai menyukainya, selalu saja tatapan sinis terlempar kearah Fanny karena kekesalan Gani oleh sikapnya.


"Ada apa, Gani? kok kamu ada disini? kenapa gak menemani Papi dan Aleta?" tanya Mami Greta. Padahal saat itu dia jengkel karena Gani menangkap basah kelakuannya.


"Kita bicara berdua saja, Mi. Jangan ada orang lain, siapapun itu," pintar Gani. Sengaja matanya melirik ke Fanny agar istri Samuele itu tersinggung.


Sontak Fanny langsung meminta pamit sejenak ke toilet, dia meninggalkan Mami Greta dan Ganu di lobby kantor. Gani mempersilahkan Ibu mertuanya duduk lebih rileks lagi, ia tahu Mami Greta dinamika emosionalnya tidak beraturan.


"Apa aku boleh bertanya?" tanya Gani.


Walaupun Mami Greta terpaksa. menerima kehadiran Gani sebagai suami putrinya, tetapi sikap, keterpaksaan itu tak pernah ia tampakkan ke Gani secara langsung. Msmi Greta tetap berusaha bersyukur karena Gani, Aleta dapat menutupi aibnya.


"Tanya saja, Nak. Apa Gani?"


"Apa aku sudah menjadi putra Mami?"


Mami Greta menghela nafas, pertanyaan Gani menjebaknya untuk mengetes sejauhmana dia ikhlas menerima Gani sebagai menantu.


"Hmm tentu. Kau sudah menjadi suami dari putriku, kau adalah putra Kami," jawab wanita berdarah Thailand itu.

__ADS_1


Gani tersenyum tulus, dia tahu Msmi Greta belum sepenuhnya menerima tetapi Gani yakin Mmai Greta tidak ada niatan untuk meminta dia dan Aleta berpisah.


"Mami, kenapa memberontak ke David? selain dia adik ipar ku, David juga bosku. Mami sukses mendidik anak, David tumbuh menjadi pria bertanggungjawab dan memuliakan wanita, dia--"


Belum sempurna kalimat Gani, Mami Greta langsung memotongnya.


"Gani, kamu kakak ipar David, ku tangan kanan David, tapi saya Ibunya, Ibu yang melahirkan dia, membesarkan dia. Kamu tidak tahu bagaimana sakit hatinya seorang Ibu ketika tahu anaknya diambil paksa oleh wanita lain, wanita yang menipu keluarga majikannya demi menggaet putranya."


Gani tidak putus asa, tetap saja dia mengambil kesempatan itu untuk berdebat sehat dengan Ibu mertuanya. Berharap Mami Greta menjauhi Fanny agar Samuele dapat menghukum istrinya. Gani tahu, jika Fanny berada dilingkungan keluarga Pak Salim, maka keluarga mereka tak dapat hidup tenang lagi.


"Coba Mami pikir, apa wanita itu juga pantas untuk David? dia meninggalkan suaminya, memfitnah suaminya, sekalipun itu benar, tidak seharusnya dia menyeret urusan rumah tangganya ke publik, dia menyelesaikan sendiri, tanpa mengangkut pautkan mantannya yang sudah beristri," kata Gani membela David mati-matian.


"Sudahlah Gani, ini urusan Mami dengan David, Mami sangat ingin David kembali dengan kita tanpa perempuan penipu itu."


Mami Greta tetap kukuh pada pendiriannya, sedang Gani tidak akan menyerah memperbaiki hubungan keluarga barunya. Dibalik tembok, ada sepasang kuping Fanny yang mendengar percakapan antara menantu dan Ibu mertua itu. Dia cukup luas karena Mami Greta semakin percaya dengan karangan ceritanya tentang dia menikah dengan Samuele demi melindungi David.


"Gani, lakukan saja tugasmu sebagai tangan kanan David, tapi jangan mencegahku, saya ini Ibu mertuamu yang patut kau hargai dan taati, setidaknya jika kau tidak bisa turuti, cukup kau jangan membangkang," Mami Greta mewanti-wanti menantunya.


Gani merasa diberikan ultimatum yang seolah pernikahannya juga ikut dipertaruhkan, Mami Greta berdiri dari tempat duduknya, dia pergi meninggalkan Gani tanpa mengucapkan kalian yang pamit, bahkan untuk melirik ke menantunya tak ia lakukan.

__ADS_1


"Anak itu, baru hitungan bukan menikah dengan putriku sudah bertingkah seperti pengendali keluarga, dia bisa apa jika bukan karena Aleta," gerutu Mami Greta sembari berjalan menuju keluar dari kantor David.


Mami Greta menunggu Fanny di dalam mobil, sembari menunggu, dia melihat berita-berita di sosial media yang mengulas tentang cinta segitiga Fanny, David, dan Samuele. Mami Greta tersenyum miring, menarik nafas panjang karena lega berita itu beredar luar dan tersebar di berbagai media sosial.


"Aku yakin, jika Sarah melihat berita ini, maka doa akan shock, keguguran, lalu David akan meninggalkan dia, tentu saja," gumamnya.


Fanny mengetuk-ngetuk pintu kaca mobil, Mmai Greta membuka kunci pintu mobilny, mengajak Fanny untuk merayakan keberhasilan rencana mereka yang pertama.


"Tante, kita berhasil, media dan netizen percaya dengan penuturan kita, yang ada Sarah malah disudutkan sebagai penggoda," kata Fanny berbahagia. Dia baru saja membaca satu per satu komentar netizen yang begitu banyak berempati terhadapnya.


"Ah, Fanny. Syukurlah, itu bentuk perjuangan kamu mendampingi David dari jauh, kamu telah berkorban untuk keselamatan David, dunia pantas memberikanmu apresiasinya," puji Mami Greta. Hal inilah diinginkan olehnya.


Melanjutkan perundingan ditengah perjalanan menuju pulang, tercetus kembali ide tambahan Fanny untuk menggaet David kembali. Namun tujuannya tidak diucapkan secara gamblang, dia hanya memanfaatkan emosional Mami Greta yang sudah terlanjur benci terhadap Sarah.


"Aku punya rencana, Tante. Tapi kal ini percayakan ke aku, akan aku kejutkan Tante dengan senyum bahagia karena keberhasilanku," ujarnya.


"Apa sih, Fan?Jangan main rahasia-rahasia, katakan saja."


"Tunggu saja hasilnya, Tante. Cukup Tante dukung aku saja, dan bantu sedikit, kita akan buat menyal Sarah down, dan menyerah di pernikahannya."

__ADS_1


__ADS_2