Secretary For Life

Secretary For Life
Setuju


__ADS_3

Devan berjalan menuju meja kerja Azzura.


" Saya tidak suka kalau di saat karyawan saya bekerja pikiran nya di tempat lain, lebih baik kau pulang saja," ucap Devan.


" Maaf Tuan, saya tidak akan mengulanginya lagi," ucap Azzura sambil menunduk.


" Sudahlah lebih baik kau pulang, ini perintah," ucap Devan sambil kembali keruangan nya.


" Tunggu apa lagi Nona, pulanglah. Untuk pekerjaan mu biar saya yang handle." Martin ikut bicara.


" Baik Tuan, terima kasih," balas Azzura kemudian membereskan barang-barang nya dan bergegas meninggalkan kantor.


Azzura melajukan kendaraannya, namun bukan rumah tujuan nya, melainkan ke tempat Naina.


" Zura? Jam berapa ini, kamu nggak kerja?" Tanya Naina saat tahu sahabatnya datang.


" Tuan Devan menyuruh ku pulang," balas Azzura.


" Why?" Bukannya menjawab Azzura langsung duduk di tempat yang biasa dia tempati. Naina bisa menebak pasti sahabatnya ini sedang ada masalah. Dia memilih untuk mengambilkan minum untuk Azzura.


" Ada masalah apa lagi?" Tanya Naina sambil meletakkan minuman dingin di hadapan Azzura.


" Huuuhhhh, Harsa," ucap Azzura.


" Kenapa lagi dengan Harsa, bukannya kemarin kalian habis ketemu? Dia menolak untuk menikah?"


" Harsa sudah bertunangan," ucap Azzura.


" What? Kamu tahu dari mana?"


" Aku menyaksikannya sendiri," balas Azzura, kemudian dia menceritakan semua kejadian malam itu pada Naina. Mendengar semua itu Naina sangat marah pada Harsa.


" Bisa-bisanya Harsa melakukan ini padamu, apa sih kurangnya kamu?"


" Aku bukan orang kaya, bukan dari golongan mereka, jadi nggak pantas besar dengannya," ucap Azzura.


" Sejak awal memang orang tuanya tidak suka denganku, dan harusnya aku tahu diri. Tapi bodohnya aku malah memilih bertahan, berharap suatu saat orang tua Harsa akan menyetubuhi hubungan kami," ucap Azzura lagi.


" Maksudnya sejak awal? Bukankah kamu dan orang tua Harsa belum pernah bertemu?"


" Sebenarnya sudah, beberapa tahun yang lalu, tapi seperti yang aku katakan tadi mereka tidak suka dengan ku, karena aku miskin. Maaf aku menutupi nya darimu," ucap Azzura.


" Andai ku tahu, sudah pasti aku akan menyuruh mu putus saat itu juga dengan Harsa," ucap Naina emosi.


" Apa mereka lupa harta mereka itu hanya titipan, lihatlah aku, dulu ingin ini itu tinggal minta, tapi sekarang aku harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan ku," ucap Naina. Naina sebenarnya memang anak orang kaya, apapun yang dia inginkan bisa dia dapatkan. Tapi sejak orang tuanya bangkrut,dia harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan nya.


" Sudahlah itu tidak penting lagi, sekarang yang aku pikirkan bagaimana aku menjelaskan semua ini pada orang tuaku," ucap Azzura.


" Kamu belum kasih tahu mereka?"


" Ya belum lah, mana berani aku kasih tahu mereka. Harapan mereka melihat aku dan Harsa menikah, kalau mereka tahu tentang semua ini pasti mereka akan bersedih lagi. Belum lagi Manda, pernikahannya dan Arga juga terancam gagal," ucap Azzura frustasi.

__ADS_1


" Aku pusing memikirkan itu," ucap Azzura lagi.


" Kamu benar. Lalu apa rencanamu selanjutnya?"


" Aku juga bingung, makanya aku kesini."


" Bagaimana kalau kamu cari pria lain saja untuk kamu nikahi?" Usul Naina.


" Siapa?"


" Itu dia yang jadi masalah," Naina ikut bingung.


Hening


Sesaat kemudian.


" Sepertinya aku tahu siapa orangnya," ucap Azzura sambil bangkit meninggalkan tempat itu.


" Siapa?" Tanya Naina penasaran.


" Nanti aku kasih tahu," ucap Azzura.


Azzura melajukan kendaraannya, kembali ke kantor. Setelah sampai dia segera menuju ke lantai teratas.


" Nona Zura?" Ucap Martin heran melihat Azzura kembali lagi ke kantor.


Azzura tetap melangkah menuju ruangan Devan , tanpa mempedulikan Martin.


" Azzura?" Ucap Devan yang tak kalah heran dari Martin.


" Saya ada perlu dengan anda, Tuan." Ucap Azzura membuat Devan mengernyitkan dahinya.


" Apa tawaran Tuan waktu itu masih berlaku?" Ucap Azzura.


" Maksudnya?" Tanya Devan bingung.


" Tawaran anda untuk menikah, kalau itu masih berlaku, saya setuju," ucap Azzura tanpa basa basi.


" Kau serius?"


" Tentu. Orang tua saya menginginkan saya untu segera menikah, dan seperti yang anda tahu, orang yang seharusnya menikah dengan saya saat ini sudah menjadi tunangan orang lain. Jadi tidak mungkin lagi saya menikah dengannya. Dan saya rasa tidak ada salahnya saya menerima tawaran anda." Ucap Azzura.


" Ok, kalau begitu kau bisa tanda tangani surat perjanjian ini," ucap Devan sambil menyodorkan berkas perjanjian pada Azzura. Azzura segera menandatangani nya, tanpa membacanya lagi.


" Terima kasih," ucap Devan.


" Sama-sama Tuan, saya harap orang tua saya tidak tahu mengenai perjanjian ini."


" Tentu, ini akan jadi rahasia. Hanya aku, kamu dan Martin yang tahu."


" Jadi kapan anda akan datang kerumah saya untuk bertemu orang tua saya, Tuan?"

__ADS_1


" Sepertinya kau sudah tidak sabar untuk menikah denganku?" Ledek Devan.


" Bukan begitu Tuan, lebih cepat lebih baik. Karena sebentar lagi adik saya juga akan menikah, dan saya lakukan ini juga untuknya. Kalau saya tidak segera menikah, maka rencana pernikahan nya terancam gagal," jelas Azzura.


" Baiklah, segera mungkin akan saya atur waktu nya," ucap Devan.


" Kalau begitu saya permisi Tuan," ucap Azzura dibalas anggukan oleh Devan.


Devan semakin salut dengan Azzura, "bahkan disaat keadaan seperti ini. Dia masih memikirkan orang lain."batin Devan.


" Ada apa? Kenapa Nona Zura menemui mu?" Tanya Martin kepo. Devan tidak menjawab, dia memberikan berkas perjanjian yang tadi sudah dia dan Azzura tanda tangani kepada Martin. Melihat semua itu, Martin langsung membulat kan matanya.


" Ini serius? Apa yang membuat nya berubah?" Tanya Martin.


" Nggak penting bagimu, yang penting dia sudah setuju. Satu masalah selesai, sekarang tugas mu atur waktu untuk bertemu dengan orang tua Zura. Kalau bisa secepatnya." Ucap Devan.


" Ok, sepertinya kau sudah tidak sabar," ledek Martin.


" Bukankah lebih cepat lebih baik, seharusnya kau berterima kasih padaku,namamu juga akan cepat pulih dengan aku segera menikah," balas Devan.


" Ohhh ya, kau benar. Kalau begitu terima kasih, kau memang bos sekaligus sahabat terbaik ku," ucap Martin sambil memeluk Devan.


" Jauhkan dirimu dariku," ucap Devan meresa risih dengan sikap Martin.


" Sorry, kalau begitu aku akan kembali ke mejaku saja," balas Martin sambil berlalu.


Setelah bertemu dengan Devan, Azzura kembali ke tempat Naina. Dia memberitahu Naina tentang siapa orang yang dia maksud. Namun mengenai perjanjian nya dengan Devan, Azzura memilih untuk tidak memberitahu kannya pada Naina. Naina sangat kaget dengan apa yang di katakan oleh Azzura, dia tidak menyangka Devan yang terkenal dingin itu ternyata tertarik dengan Azzura.


" Aku masih tidak percaya, kalau bosmu itu sempat meminta mu untuk menjadi istri nya. Dan kenapa kamu baru cerita sekarang?"


" Ya kan kamu tahu sendiri, statusku waktu itu," balas Azzura.


" Tapi aku senang, setidaknya dengan kamu menikah dengan bos kamu itu, kamu bisa menunjukkan pada keluarga Harsa, kalau kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari Harsa," ucap Naina.


" Untuk apa? Tujuanku bukan itu, aku hanya ingin membahagiakan orang tua ku saja, ya walaupun aku harus menikah dengan orang yang tidak aku cintai," balas Azzura.


" Jangan katakan tidak, tapi belum. Dengan pesona sang bos aku yakin cepat atau lambat kamu akan jatuh cinta padanya. Dia ganteng, tajir, smart, kalau dibandingkan dengan Harsa, menurut ku Tuan Devan lebih segala-galanya. Hanya satu kekurangan, dingin," ucap Naina.


" Pikiran mu terlalu jauh, sudah lebih baik aku pulang saja."


" Sudah berani pulang sekarang?"


" Tentu, satu masalah ku sudah terselesaikan. Tinggal memikirkan cara untuk menjelaskan pada Ayah dan Ibu saja," ucap Azzura.


" Katakan saja yang sebenarnya, seperti apa Harsa dan keluarganya," usul Naina.


" Sepertinya itu bukan ide bagus, biarlah itu menjadi rahasia ku saja. Aku tidak ingin mereka bersedih terus membenci Harsa dan keluarganya. Jadi orang tua ku tidak perlu tahu, dan aku harap kamu juga tidak memberitahu mereka," balas Azzura.


" Kamu ini terlalu baik Zura," ucap Naina.


" Berlaku baik itu tidak salah, Naina sayang." Ucap Azzura kemudian langsung pergi dari tempat Naina.

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2