
Ucap instruktur yang bertanggung jawab pada kelas saat ini. Setiap kelas memiliki instruktur
yang berbeda.
Salah seorang yang bertanggung jawab di kelas matematika adalah seorang gadis muda yang
cantik. Jika itu di Jepang, dia mungkin masih berada di SD. Namun dia benar-benar dekat
dengan seorang anak SMP, tapi penampilannya mengkhianatinya.
Rio diminta untuk menyelesaikan masalah yang bisa dibandingkan dengan masalah kelas satu
SD di Jepang, yang siapa pun bisa menyelesaikannya. Sayangnya, Rio tidak mengerti apa yang tertulis.
“E~~tto, maaf tapi saya tidak bisa membaca angka yang tertulis”
Rio tidak bisa membaca angkanya.
Lalu, suasana kelas yang asalnya hening tiba-tiba berubah menjadi gaduh dengan banyaknya orang yang tertawa.
“Oi, oi. Masuk ke Royal Academy tapi tidak bisa membaca”
“Untuk bisa berada di kelas yang sama dengan orang rendahan ini yang bahkan tidak
bisa membaca angka.....”
“A~, itu benar. Dia tidak mengambil ujian masuk”
“Aku tidak bisa menerima orang rendahan seperti itu. Dia juga bodoh”
Semua orang yang di kelas ingat bahwa usia mereka sama dengannya dan mulai
menyombongkan diri mereka. Ejekan mereka bisa didengar oleh Rio.
“Aku mengerti, jadi kau tidak bisa membaca. Kau belum diajarkan itu... Baiklah. Aku
akan memberikan pelajaran tambahan nanti. Datanglah setelah pulang sekolah ke ruanganku. Untuk hari ini, cukup dengarkan saja dan jika ada yang tidak di mengerti, kau bisa menanyakannya”
Dia berkata begitu sambil menggelengkan kepalanya yang tidak bisa percaya pada kurangnya pendidikan Rio.
“Saya mengerti”
Rio kemudian memutuskan untuk menerima saran yang diberikan kepadanya dan
mendengarkan pelajaran.
“Nee~, kau”
Seseorang memanggil Rio setelah kelas matematika selesai.
Melihat orang yang memanggilnya, dia melihat contoh sempurna dari seorang Ojou-sama
yang berdiri di depan kerumunan para penggemarnya. Rio menyadari bahwa mereka adalah kelompok yang duduk di sekitar Christina.
“Ya, ada apa?”
“Ada apa? Yah, aku minta maaf. Apa yang kau maksud saat kelas sebelumnya?”
“Hah? Tidak. Bagaimana dengan kelas sebelumnya?”
Gadis itu menunjukkan ekspresi seakan meratapi Rio.
“Itu tentang kau yang tidak bisa membaca angka. Di Royal Academy yang berwibawa
ini, terutama ketika kau terdaftar di kelas yang sama seperti Christina-sama , aku heran
kenapa monyet sepertimu bisa berada di sini”
Kelihatannya Rio menerima keluhan dari gadis itu. Mengeluarkan ******* yang agak keras,
dia memberikan jawaban yang meningkatkan keluhan terhadap dia.
“Maaf, tapi aku buta huruf”
Memang benar bahwa ia buta huruf di dunia ini.
Banyak orang busuk yang akan bertambah setelah mengetahui tentang hal ini. Tipe orang
yang mengatakan kepadanya dengan tegas akan menjadi yang paling layak.
Sampai sekarang, berkat orang-orang dari kelas istimewa, ia bisa tahan terhadap stress yang dia alami dan memperoleh lebih dari cukup pemahaman terhadap masyarakat di dunia ini.
“Karena kau masuk di tengah-tengah semester, aku telah mengharapkan bahwa kau
telah belajar 4 matematika dasar, jadi aku sangat kecewa”
__ADS_1
Gadis itu menatap Rio dengan penuh rasa jijik pada matanya.
“Benar. Aku pikir anak miskin sepertimu tidak bisa dibandingkan dengan Tuan Putri
Christina dan putri Duke Fonsyn, tapi aku ingin tahu berapa lama kau akan bisa melakukannya”
Ternyata nama dari pemimpin kelompok itu adalah Roana.
Banyak siswa yang berdiri di dekat Roana mulai setuju dengan dia.
“Tidak bisa membaca angka, membuatku ingin tertawa saja. Tidak, mungkin itu seperti yang aku harapkan”
Seorang anak laki-laki mengatakan itu sambil menunjuk Rio dan menatapnya dengan penuh ejekan.
“Haa~. Dengan ini, harapanku untuk kelas lain telah hancur” Kata Roana sambil mengeluh.
“Pertama, kau harus mempertanyakan pada dirimu sendiri kenapa kau diperbolehkan
untuk duduk di tempat ini. Jika kau sudah menyadari betapa beruntungnya kau bisa berada di sini, lalu ukirkan pada pikiranmu bahwa kau tidak pantas untuk berada di sini”
“Saya mengerti, Roana-sama . Terima kasih atas
perhatian anda”
Rio berkata begitu sambil menundukkan kepalanya. Melihat itu, Roana tercengang dan sedikit mengagumi sikapnya.
“Ara, sepertinya kau setidaknya memiliki beberapa sopan santun. Baiklah kalau
begitu, kau hanya perlu untuk lebih rajin lagi karena itu juga merupakan tanggung jawabku
sebagai wakil kelas bersama dengan Christina-sama untuk membantumu. Selain itu, sudah
tugas bangsawan untuk membimbing orang biasa sepertimu”
“Terima kasih banyak”
Seolah-olah itu adalah hal yang wajar, Roana mengatakannya dengan ekspresi yang penuh percaya diri.
Itu mungkin perasaan yang sebenarnya.
“Seperti yang diharapkan dari Roana-sama ”
Para penggemarnya dengan segera mulai setuju dengannya. Tiba-tiba, mereka menyadari bahwa Rio melihat mereka dengan senyuman menyeringai pada wajahnya.
“Selanjutnya adalah kelas sejarah, tapi kau juga tidak dapat membaca, ‘kan? Itu agak
membuat frustasi karena meskipun kau berusaha sekuat tenaga, kau hanya akan bisa
mengejar ketertinggalanmu sedikit”
Setelah berkata begitu, Roana kembali ke tempat duduknya. Dan tak lama kemdian instruktur untuk kelas selanjutnya datang. Seperti yang diharapkan, Rio tidak bisa menulis atau membaca huruf di papan tulis.
Karena itu, ia bahkan tidak mencoba untuk membuka buku catatan dan hanya mencoba untuk mengingat apa yang dikatakan oleh instruktur.
Dan dengan demikian, kelas terakhir pada hari itu adalah latihan seni bela diri. Pelatihan
dalam seni bela diri dan sihir dilakukan bersamaan, tapi untuk kelas pada tingkatan sekolah dasar, pelatihan seni bela diri tidak terlalu keras karena akan berbahaya bagi tubuh mereka.
Untuk pelajaran pertama pada tingkatan sekolah dasar, siswa hanya perlu untuk membiasakan diri dengan berbagai senjata dan armor.
“Sekarang, pada hari ini kita akan belajar tentang berbagai jenis pedang. Kita akan
melakukan satu set selama 10 menit dan kemudian istirahat. Kalian akan berlatih sikap
pedang yang telah aku ajarkan dalam pelajaran sebelumnya. Kalau begitu, mari kita mulai
dengan tiga set. HA!”
Setelah berkata begitu, para siswa tersebar dan mulai meniru sikap pedang dengan pedang
kayu di tangan mereka. Setelah menyelesaikannya, instruktur datang dan
berhenti di depan Rio.
“Rio. Karena kau tertinggal dari yang lainnya, aku secara pribadi yang akan mengajarkanmu. Kemarilah!”
Mematuhi perintah instruktur, Rio memisahkan diri dari siswa yang lainnya.
“Kau, bisakah kau menunjukkan padaku bagaimana cara kau memegang pedangmu?”
Ya”
“Hmm, aku mengerti. Kalau begitu, pertama-tama aku akan memeriksa sikapmu. Cobalah untuk menyerangku sekali dengan pedang itu. Lakukan kapan pun kau siap”
Tepat setelah berkata begitu, instruktur mempersiapkan sikapnya. Melihat itu, Rio berpikir bahwa itu adalah sebuah sikap tanpa celah yang telah dilatih melalui pengalaman.
__ADS_1
Sementara itu, ia melihat apakah dia bisa menemukan celah dalam sikapanya.
Mungkin akan menang dengan mudah jika ia memperkuat serangannya dengan sihir dan
menggunakan penguatan tubuh dan fisik.
Dia mulai merasa gelisah karena kelasnya belum diajarkan sihir. Tapi sudah diketahui bahwa ia telah menyelamatkan Christina-sama dan Flora-sama sehingga tidak akan menjadi aneh jika ia menunjukkan kekuatan yang sebenarnya.
Pada akhirnya, ia memutuskan untuk tidak
menggunakan penguatan fisik, sehingga ia bisa mengukur kemampuannya tanpa bergantung
pada itu. Memutuskan untuk membatasi kemampuannya, Rio mempersiapkan sikap
pedangnya.
“Apakah itu sikap yang kau pelajari sendiri?”
Melihat sikap yang bagus membuat instruktur takjub dan bertanya pada Rio.
“... Tidak”
“Aku juga berpikir begitu karena melihat dari caramu memegang pedangmu. Aku
mengerti. Kau memiliki bakat”
Tepat setelah instruktur berkata begitu, Rio menyerangnya. Setelah menutup jarak, Rio melancarkan serangan selama melihat pedang lawannya.
“Hou~. Teknik pedang yang bagus. Pergelangan tanganmu tidak akan tegang jika
seperti itu”
Instruktur berkata begitu selama bereaksi terhadap pedang Rio. Melihat Rio yang memegang pedangnya dengan satu tangan, ia memblokir serangan yang datang.
Seperti yang diharapkan dari seorang instruktur dengan pengamatan yang tajam, yang telah melampaui harapan Rio.
Sulit bagi Rio untuk menyembunyikan sepenuhnya kemampauannya hanya menggunakan teknik pedangnya. Tapi, ia sudah bertekad untuk tidak mengeluarkan semuanya
sehingga ia harus membatasi dirinya sendiri.
“Umu~. Bagus! Rio, kau cocok untuk menjadi
seorang kesatria!”
Sementara menangkis serangan Rio, instruktur berkata begitu sambil tersenyum. Tidak ada
yang dapat dilakukan tentang darahnya yang memanas. Jujur, itu agak menyesakkan.
“Sayangnya, saya tidak tertarik untuk menjadi
seorang kesatria”
“Kenapa? Itu padahal bagus, waktumu di sini baru saja dimulai. Jangan khawatir, aku
akan melatihmu cara bertarung seorang kesatria”
“!!!?”
Tiba-tiba serangan yang tajam dilepaskan kepada Rio oleh instruktur.
“Hou~. Sekarang bagaimana caranya kau bisa menangkis serangan ini?”
“Bukankah Sensei bilang tidak akan menyarang saya...?”
“Tidak perlu untuk mematuhi aturan tersebut! Aku tahu bahwa kau cukup terampil.
Baik, sekali lagi!”
Instruktur mengayunkan pedangnya lagi.
Selain itu, ia juga mencoba untuk menghempaskan pedang Rio.
“Dalam hal kekuatan dan kecepatan, pada umumnya itu nilai yang sempurna untuk
kemampuan dasar... gerakan yang sangat baik... yah, Academy ini mengajarkan teknik pedang kerajaan dengan gaya yang sangat berbeda. Di mana kau mempelajari gerakan seperti itu?”
“Dari ibuku yang telah meninggal” Rio menyatakan penjelasan yang paling nyaman, yang datang dari dalam pikirannya.
“Aku mengerti... aku minta maaf. Kau pasti
sering berlatih”
“Ya” Rio menjawab dengan acuh tak acuh.
Bersambung🙇🙇🙇😫
__ADS_1