Seirei Gensouki Spirit Chronicles

Seirei Gensouki Spirit Chronicles
Vol 1 Chapter 5 : Audience


__ADS_3

Sampai pada saat Philip III naik takhta, Helmut menyalah gunakan wewenangnya sebagai


Komandan Imperial Guard yaitu untuk menjual posisi Imperial Guard pada putra dan putri


bangsawan yang berkuasa.


Akibatnya, Helmut berhasil membangun sebuah faksi yang hebat di Istana Kerajaan. Dia


hanya seorang kesatria, namun ia memegang pengaruh politik yang besar. Pengaruhnya


menjadi terlalu besar bagi Philip III untuk mengabaikannya.


(Hanya sedikit lagi! Hanya sedikit lagi dan aku bisa menjadi Jenderal! Prajurit dari seluruh


negara akan berada di bawah kendaliku! Itulah yang seharusnya terjadi)


Tujuan utama Helmut adalah merebut posisi kekuasaan tertinggi dari Raja dengan membuat


pasukan Angkatan Darat berada di bawah kekuasaannya. Dan pada saat itu, pengaruh Helmut akan bisa melampui seorang Raja.


Namun, Helmut membuat kesalahan fatal dan sebagai hasilnya pengaruhnya sangat turun.


Karena keserakahannya, ia membuat sejumlah besar musuh di sepanjang jalan. Jumlah


bangsawan yang merasa iri dan memusuhi dia tidak sedikit jumlahnya.


Ada banyak kasus di mana bangsawan jatuh dari kekuasaannya dan dipaksa keluar dari istana karena tindakan Helmut ini. Secara pribadi, Philiph III tidak bisa memaafkan siapa pun yang mencoba menculik putrinya, tapi dia tidak bisa melewatkan kesempatan emas untuk


menghancurkan pengaruh politik Helmut ini.


“Imperial Guard telah mendapatkan penolakan sejak beberapa waktu yang lalu. Aku pikir kejadian ini adalah contoh yang sempurna mengapa reformasi diperlukan”


Untungnya kejadian ini memberi Philip III alasan untuk menyelesaikan masalah yang dialami


Imperial Guard. Dia akhirnya mengangkat dirinya perlahan-lahan.


“Mulai sekarang, pemilihan Imperial Guard akan kembali berada di bawah otoritas Raja. Sebagai hukuman, dengan ini aku melepaskanmu dari posisimu sebagai Komandan Imperial Guard. Sementara itu, Alfred akan bertugas sebagai Komandan Imperial Guard”


Dan dengan deklarasi itu, kekuasaan Helmut telah diambil oleh Philip III. Itu berarti Helmut


kehilangan posisinya di Istana Kerajaan dan harus meninggalkan istana.


(Kuh, lihat saja, aku pasti akan kembali! Aku akan memberi pelajaran pada si Euguno sialan


itu...)


Sementara menyimpan dendam yang mendalam, ia membungkuk. Namun ketika dia melihat ke atas, perasaan jahatnya berputar di dalam matanya.


“Saya dengan rendah hati akan menuruti kehendak Yang Mulia. Namun, itu adalah


fakta bahwa pelaku utama dari insiden tersebut belum ditemukan. Hanya dalam kasus itu,


sudah menjadi tugas saya untuk membuat persiapan terhadap situasi itu”


Helmut menjawab tanpa perubahan apapun pada ekspresi wajahnya, seperti yang diharapkan dari bangsawan kelas tinggi dengan pengalaman militer yang panjang.


“Kemungkinan anak yatim piatu itu memiliki hubungan dengan pelaku utama


bukanlah nol. Akan lebih aman untuk membunuhnya daripada membiarkan dia tinggal di Kerajaan”

__ADS_1


Helmut mengisyaratkan tentang potensi bahaya dari Rio. Philip III juga memiliki


kekhawatiran terhadap masalah ini.


“Fumu. Terima kasih atas perhatianmu. Aku masih perlu memahami sifat sebenarnya


dari anak itu. Oleh karena itu, aku akan tetap mengingat peringatanmu. Dan sebagai hadiah,


aku sudah berpikir dari sejak awal untuk memberikan pangkat kesatria kepadanya, untuk anak yang masih berusia 7 tahun seharusnya itu lebih dari cukup...”


Helmut menunjukkan eskpresi yang tak percaya ketika mendengar Rio akan dipromosikan


menjadi kesatria.


“Tapi, perlakuan ini belum pernah terjadi sebelumnya untuk seorang anak yang masih


berusia tujuh tahun. Jika dia menjadi seorang kesatria, ia membutuhkan pendidikan yang


sesuai”


“Aku mengerti dengan kekhawatiranmu. Itulah sebabnya sampai ia mencapai usia 12


tahun, aku akan mendaftarkan dia ke Royal Academy sebagai siswa beasiswa untuk menerima pendidikan yang dibutuhkan. Apa yang terjadi setelah itu tergantung pada dirinya sendiri”


“Jika itu yang terjadi... saya rasa itu sepertinya masuk akal. Dia dapat diserahkan pada


instruktur di Academy itu”


“Aah~”


Sambil berpikir tentang keberadaan aneh yang dikenal sebagai Rio, Philip III bingung pada


pengaruh Helmut.


Dengan bantuan orang dalam, penculikan itu bisa dengan mudah dilakukan, tapi itu bukan berarti pengawal yang tidak bertanggung jawab. Mau bagaimana lagi, mungkin karena Helmut punya banyak musuh, bukan hanya pelaku utama saja. Sungguh orang yang kejam.


Pelaku utama mungkin tidak pernah berniat untuk menempatkan hidup Christina dan Flora


dalam bahaya, tapi Philip III tidak bisa memaafkan siapa saja yang telah melukai anak-anak perempuannya yang manis.


Kenyataannya Christina hanya mendatkan beberapa luka ringan, tapi itu tetap saja luka.


Namun itu benar bahwa ia marah atas penculikan terhadap putrinya, dan insiden itu telah membuat penilaian terhadap sang penguasa turun.


Philip III harus tenang untuk mencari pelaku utamanya. Dia menduga mulai sekarang akan ada banyak hal yang membuatnya sibuk


di istana, Philip III secara diam-diam mendesah.


***


Keesokan harinya, sebelum audience, Rio mempersiapkan dirinya. Ujung rambut yang


mencapai bibirnya dipotong, yang membuat wajahnya terlihat seperti pemuda.


Rio mirip dengan Amakawa Haruto dalam penampilannya, tapi tidak sama persis. Itu lebih ke campuran saat ini dan dirinya yang dulu. Rambut hitamnya adalah pemandangan yang langka di Kerajaan Beltram dan dianggap asing.


Dia tampak seperti orang yang sama sekali berbeda dari anak laki-laki yang melakukan


pertandingan melawan Imperial Guard sebelumnya. Banyak orang yang duduk, yang telah diundang pada audience terlihat kagum dan mengagumi Rio.

__ADS_1


Menjadi pusat perhatian, Rio menundukkan kepalanya karena malu sambil menunggu Raja untuk berbicara. Aria sudah melatihnya etika yang diperlukan pada saat audience . Meskipun masih jauh dari sempurna, banyak bangsawan kagum pada cara dia berjalan.


Dia hanya seorang anak yatim piatu yang tidak tau tentang etika sebelumnya. Namun, ada beberapa yang mencibirnya. Tidak lama kemudian, keluarga kerajaan akhirnya berkumpul, dan audience di mulai.


“Rio, majulah ke depan!”


“Ya!”


Mendapatkan izin dari Raja, Rio mengangkat kepalanya. Duduk di atas singgasana adalah


Raja Philip III.


Sedikit di bagian bawahnya duduk seorang Ratu bersama dengan tuan putri, Christina dan Flora. Christina dan Flora terkejut dengan perubahan drastis pada penampilan Rio.


“Karena telah menyelamatkan putriku dan menunjukkan hati yang gagah berani, aku


mengucapkan rasa terima kasih dengan sepenuh hati”


“Atas kemulian Yang Mulia, saya merasa sangat terhormat”


Menundukkan kepalanya dalam-dalam, Rio menjawab dengan nada datar.


“Hou~ Tata kramamu cukup baik juga. Di mana kau belajar etika seperti itu?”


“Tata krama sudah terukir di dalam tubuh saya. Saya meminta pada pelayan istana


tadi malam untuk mengajarkan saya, agar saya tidak menjelekkan keluarga kerajaan”


Mendengar kata-kata itu, Philip III menatap kagum pada Rio.


“Aku mengerti. Itu adalah sikap yang mengagumkan. Sungguh perilaku yang baik


untuk orang yang masih berusia 7 tahun. Aku sangat tertarik pada orang yang mendidikmu”


Philip III menatap Rio dengan mata yang ramah.


Mencampurkan keluhan dan makian dalam pikirannya, Rio menjawab dengan penuh hormat sambil tersenyum.


“Ya. Saya lahir dan dibesarkan di kota ini”


“Hou~ Aku tidak menyangka bahwa kau dibesarkan di Kerajaanku. Bagaimana


dengan orang tuamu?”


Philip III masih memegang kecurigaan bahwa Rio adalam mata-mata dari negara lain.


Tapi setelah mendengar bahwa Rio dibesarkan di Kerajaan ini, ia menjadi penasaran. Tentu


saja, ia masih tidak akan terlalu percaya pada kata-kata Rio. Itu sebabnya Philip III bertanya


tentang orang tua Rio.


“Ya. Ayah dan ibu saya adalah petualang dari negara lain. Selama perjalanan mereka,


mereka berhenti di Kerjaan ini untuk melahirkan saya. Ayah saya meninggal saat melakukan


quest dan ibu saya meninggal ketika saya berumur 5 tahun. Setelah itu... saya tinggal sendiri di daerah kumuh”


Rio sedikit meringis saat-saat sebelum kematian ibunya. Philip III mengasumsikan bahwa telah terjadi sesuatu di masa lalunya yang tidak bisa dia katakan.

__ADS_1


__ADS_2