Seirei Gensouki Spirit Chronicles

Seirei Gensouki Spirit Chronicles
vol 1 Chapter 10 : Latihan Lapangan #1


__ADS_3

                                                              Chapter 10 : Latihan lapangan #1


Di Royal Academy kerajaan betram, berpartisipasi dalam kompetisi latihan lapangan antar kelas yang diadakan setiap tahunnya merupakan tujuan utama semua siswa SD tingkat akhir. Meski disebut latihan lapangan, para peserta terutama terdiri dari anak-anak bangsawan. Rute dari awal sampai akhir telah


dipersiapkan sebelumnya, sehinggan para siswa hanya perlu memilih dan mengikuti salah satu rute yang sudah diatur sebelumnya untuk sampai tujuan mereka. Tidak ada hukuman bagi kelompok yang sampai paling akhir.


Partisipasi wajib bagi anak laki-laki, tapi bersifat oposional bagi anak perempuan. Perlu dicatat bahwa hanya siswa kelas enam SD yh dimnta untuk berpartisipasi dalam acara tersebut, siswa kelas lima diizinkan ikut serta sebagai pendukung, dan itu juga bertujuan sebagai latihan untuk tahun mendatang.


“Sekarang, kita akan mengadakan pertemuan untuk membahas rencana kita untuk latihan lapangan. Aku percaya bahwa kita harus bisa mencapai tempat pertama.” Itu adalah Alphonse, putra kedua dari keluarga Marquis Rodan, yang terpilih sebagai pemimpin kelas. Tujuan dia adalah untuk melanjutkan pembelajarannya di Royal Academy dan kemudian mendaftar ke Imperial Guard.


Meskipun dia benar-benar kalah oleh Christina dan Roana dalam hal status sosial dan kemampuan akademik, pemimpin kelas selalu siswa laki-laki. Meski sedikit sombong, ia memiliki tata krama yang baik, yang seimbang dengan penampilan tampannya.


“Di kelas kita, ada tuan putri Christina dan penyihir dari keluarga Duke, Roana-sama. Mereka berdua dikenal sangat bagus dalam penggunaan sihir. Selanjutnya, siswa kelas lima, kita juga akan menerima bantuan dari penyembuh yang hebat, Flora-sama. Sepanjang sejarah yang dibanggakan Academy, tidak pernah ada siswa yang diberkati dengan anggotaa yang luar biasa seperti ini.” Kebanyakan orang yang berada dikelas dengan penuh semangat mendengar perkataan Alphonse.


“Kita mungkin akan menghadapi monster tingkat rendah seperti goblin, tapi mereka itu tidak sebandung dengan kekuatan gabungan kita. Semuanya akan berjalan lancar jika kalian mengikuti perintahku.”


Meski latihan itu diatur oleh Academy, bukan berarti itu benar-benar terbebas dari bahaya. Mereka harus maju di sepanjang tepi hutan tetangga, tempat berbagai monster membuat sarang mereka. Jika mereka berhadapan dengan monster tingkat rendah, selama siswa bisa menggunakan sihir, tidak mungkin


mereka akan kalah. Tapi dikatakan, bahwa itu bukan latihan yang harus dianggap remeh. Salah satu tujuan latihan ditempat terbuka ini adalah untuk mengembangkan ketahanan terhadap pembunuhan dengan menyuruh para siswa membunuh monster humanoid seperti goblin.

__ADS_1


“Juga, kita harus berhati-hati ketika memilih barang-barang apa saja yang harus dibawa, hanya perlu membawa apa yang dibutuhkan. Daftar rincian barang yang penting dan tidak penting dapat dilihat dipapan tulis. Semuanya, tolong untuk dilihat!” Semua orang dikelas mencatat apa yang tertulis dipapan tulis pada selembaran perkamen. Melihatnya dengan ekspresi yang senang, kemudian Alphonse menatap tajam pada Rio.


“Oi, orang miskin, Rio brengsek! Dengarkan baik-baik. Kau jangan sampai mempermalukan tuan putri. Aku tidak akan menerima apapun kecuali tempat pertama.” Alphonse memberi peringatan keras.


“Karena kau tidak bisa menggunakan sihir, kau pasti hanya akan menghambat yanglainnya, jadi kau hanya perlu mengikuti perintahku. Kau bisa berguna dengan membawa barang bawaan semua orang.”


“Aku mengerti. Aku akan mematuhi perintahmu.” Itu adalah cara bicara yang menyedihkan, tapi dia hanya perlu bertahan sedikit lebih lama sampai lulus. Karena dia tidak punya alasan untuk menolak, Rio dengan patuh menerima perintah Alphonse.


Dengan demikian, hari pada latihan lapangan tiba. Lebih dari dua ratus siswa berkumpul dititik awal. Setiap kelas terdiri dari tujuh puluh siswa.semua siswa dilengkapi dengan seragam latihan, kode kelas berdasarkan warna mereka, dan armor kulit ringan. Seragam kelas Rio berwarna putih. Selain barang bawaan siswa, ada juga barang bawaan untuk dibawa dalam perjalanan. Rio ditunjuk sebagai pembawa barang bawaan. Dia diberi peran yang paling tidak penting.


“A-Ano, apa kau baik-baik saja? Jika kau membawa barang sebanyak itu, bukankah itu berat.....”


tidak pernah berbicara dengan Flora. Dia tertangkap basah karena tidak menduga akan diajak berbicara.


“Ano, haruskah aku membantu membawanya sebagian?” Sementara Rio merasa terganggu dengan bagaimana harus menanggapinya, Flora menawarkan bantuan.


“Tidak, saya baik-baik saja. Terima kasih, saya menghargai atas perhatiannya.” Tidak mungkin dia bisa menerima tawaran Flora.


Dengan melakukan itu, dia akan membuat orang-orang disekitarnya mengkritik tajam kepadanya. Sifat tanpa pamrihnya itu membuat sulit baginya untuk percaya bahwa ia termasuk dalam kelas istimewa. Dia cukup sengan dengan perhatiannya. Namun, ia sepertinya tidak tahu bagaimana tindakannya itu bisa mempengaruhi orang-orang disekitarnya. Karena itu, Rio hanya bisa menolak tawarannya dan

__ADS_1


mengungkapkan rasa terima kasihnya.


“Flora-sama, tidak layak bagi Anda untuk berhubungan dengan orang ini. Lebih baik Anda meninggalkan pekerjaan rendahan ini kepada orang rendahan.” Alphonse, dengan diikuti Stead sepanjang waktu, menyela Rio dan Flora dari kejauhan.


“Hoo ~, kekuatan yang besar, seperti yang diharapkan dari orang yang tak beradap.”


Melihat Rio membawa barang bawaanya sendiri serta tambahan 3o kg barang bawaan satu kelas, Stead meludahinya dengan perkataan yang tajam. Setelah terbiasa dengan penghinaan semacam itu, mengabaikannya dan menunggu keberangkatan. Segera setelah itu, para siswa mulai berbaris. Setelah berjalan sekitar satu jam dari titik awal, mereka tiba dipos pemeriksaan pertama yang berada ditepat diluar


hutan.


“Semuanya, aku membawa kabar baik. Dengan kerja sama dari siswa kelas lima, Stead, dari keluarga Duke Euguno, kami telah menemukan jalan pintas. Itu berada sedikit lebih jauh didepan.” Saat mereka menyusuri hutan setelah tiba dipos pemeriksaan pertama, Alphonse memberitahu adanya jalan pintas. Para siswa mulai


bersemangat berbicara diantara mereka sendiri.


“Harap untuk tenang! jika kita menggunakan rute ini, kita pasti bisa mendapatkan tempat pertama. Menurut peta, kita perlu berjalan di sekitar hutan sampai pada tempat tujuan. Namun, dengan jalan pintas, kita bisa langsung menembus melalui hutan.”


 Mendengar kata-katanya, Rio memeriksa petanya untuk memastikan lokasi mereka saat ini. Sebelum pelatihan lapangan, area disekitar jalan telah diatur dengan teliti oleh Ksatria. Oleh karena itu, hampir tidak ada bahaya selama mereka mengikuti rute yang telah diatur sebelumnya.


“Aku menentang ide ini. Kita tidak dapat bertanggung jawab atas Tuan Putri Christina dan Flora, dalam situasi yang tidak mungkin, situasi berbahaya muncul diluar rute yang telah ditentukan.” Roana menyuarakan ketidaksetujuannya atas saran Alphonse.

__ADS_1


Bersambung...............


__ADS_2