
“Apakah yang kau katakan itu kebenarannya?” Christina yang selama ini terdiam bertanya kepada Stead dengan suara pelan namun berwibawa. Stead tanpa sadar melangkah mundur pada tatapannya yang tajam.
“Y----Ya, Tidak ada yang salah.”
“Apakah begitu.... Aku mengerti.” Christina terus menatap Stead untuk beberapa saat sebelum melepaskan tatapannya.
“Kecuali ada kesaksian lain yang bertentangan dengan kesaksiannya, kita tidak bisa menyalahkan kesaksian ini. Maafkan aku, lupakan saja.”
Christina bergumam dengan cukup keras agar Flora bisa mendengarnya, Christina tidak
melihat siapa yang menabrak Stead, jadi dia tidak bisa melindungi Rio dari kesalahan kesaksian Stead. Selanjutnya, meski ada saksi, Christina sudah tahu mereka tidak bernai bersaksi melawan Stead. Tidak ada siswa yang keluarganya cukup berpengaruh untuk melawannya, beberapa bahkan termasuk dalam anggota faksi keluarganya. Itu merupakan tindakan yang boleh untuk menciptakan permusuhan antara faksi-faksi bangsawan. Bahkan Academy mencatat itu dengan teliti selama pembagian kelas.
“Eh!!? Christina?!” Mendengar kata-kata Christina. Flora meninggikan suara yang menyalahkannya.
“Flora-sama, saya mengerti bahwa Anda hampir mati dan merasa berterima kasih kepadanya. Namun, itu adalah salahnya sendiri. Anda tidak perlu khawatir tentang hal sepele semacam itu.”
Tidak memahami apa yang dirasakan oleh Flora. Alphonse berbicara kepadanya, kata-katanya
menunjukkan bahwa perkataannya itu sama dengan pendapat Stead. Sepertinya dia ingin mengalihkan pembicaraan.
“Na~” Flora bingung bagaimana cara untuk membantah kata-katanya. Alphonse mengalihkan pandangannya ke arah Christina.
“Pokoknya, kita harus melarikan dri dari hutan ini. Apakah tidak apa-apa jika aku yang memimpin?
Tinggal di sini lebih lama lagi hanya akan menempatkan tuan putri dan juga kelompok kita dalam bahaya. Sangat disayangkan bahwa kita tidak bisa lagi mencapat tempat pertama, tapi kita harus melaporkan situasinya segera mungkin.”
“Kauh benar.... aku akan menuruti perintah karena kau adalah pemimpin.” Merasa tidak peduli lagi. Christina membalas dengan suara yang acuh tak acuh.
“Tolong tunggu sebentar! Apakah kita akan meninggalkannya!?” Flora dengan keras kepala
menghidupkan kembali masalah ini saat Alphonse mencoba untuk mengakhiri pembicaraan ini.
“Saya tidak bisa membiarkan tuan putri dan kelompok kita untuk berada dalam bahaya lagi demi orang miskin yang tidak berharga itu.” Alphonse menyatakan kembali untuk meninggalkan Rio dengan suara tegas.
__ADS_1
“J---Jika itu yang terjadi, maku aku akan pergi menyelamatkannya!” banyak siswa yang kebingungan
saat mendengar kata-kata Flora. Tak sempat dari mereka bisa percaya apa yang dia katakan.
“Anda tidak boleh melakukannya! Martabat kami adalah untuk melayani Anda, Flora-sama. Kenapa
Flora-sama mengkhawatirkan orang biasa itu?” Alphonse mengungkapkan salah satu ketidakpercayaannya.
Author : ( kurang ajar si Alphonse )
Kenapa? Apa yang dia katakan? Apakah dia benar-benar serius dengan apa yang dia katakan? Alphonse
tahu Flora itu baik dan peduli, tapi dia tidak bisa menahan diri untuk tidak marah pada kata-katanya.
“Apa yang kau katakan? Lagian kita tidak akan berada di dalam situasi seperti ini jika kau memimpin kita dengan benar!”
“I---Itu.... Saya tidak mengatakan bahwa saya tidak bertanggung jawab akan hal ini. Saya akan
bertanggung jawab atau memimpin kalompok ini dalam bahaya. Namun saya tidak akan membiarkan hidup Anda terancam.” Alphonse langsung melirik Stead. Stead mengangguk dan berbicara pada Flora.
“.......”
Flora ingin membantahnya, tapi memperhatikan mata para siswa di sekitarnya, dia tidak berdaya untuk mengungkapkan lagi kata-katanya. Dia mengerti tak seorang pun di antara kelompok ini yang akan mendukungnya. Meskipun mereka semua menghormatinya, tidak ada yang akan memikirkan pendapatnya. Sekilas wajah mereka memberitahu. Flora begemetar.
“Ta---Tapi, dia telah menyelamatkanku.” Flora nyaris tidak mampu mengeluarkan kata-katanya. Dia memikirkan Rio.
Rambutnya yang sehitam gagak, yang begitu asing di kerajaan, wajah tampannya, satu tahun lebih
tua darinya, orang buangan yang dianggap sebagai anak bermasalah di Academy. Itulah yang Flora ketahui tentang dia. Dialah yang telah menyelamatkan dia dan kakaknya dari para penculik lima tahun yang lalu. Dia pikir, Ria pasti membencinya.
Meski begitu, sejak hari itu. Flora ingin mengucapkan terima kasih dengan tulus. Karena
telah membantunya, Rio telah terlihat dalam berbagai masalah. Ia ditangkat dan disuruh bertanding melawan Imperial Guard. Flora ingat saat ia bertarung melawan Imperial Guard. Dia juga hadir diantara para penonton. Seorang anak laki-laki yang telah menyelamatkannya berada dalam kondisi yang lebih buruk daripada sebelumnya karena alasan tertentu. Nada darah terlihat di wajahnya dan mulutnya juga bengkak. Mungkin ia menerima beberapa luka saat dipenjara.
__ADS_1
Flora tidak tahu apa yang telah terjadi sebelahnya tapi sebelmun dia menyadarinya,
penyelamatnya akan dimasukkan ke dalam Royal Academy, selama audience dengan Raja, dia terkejut melihat penampilannya. Dia terpikat. Dia pikir akhirnya dia bisa menyampaikan rasa terima kasihnya. Namun, ketika ia masuk ke Royal Academy setahun kemudian, dia mengetahui bahwa Rio telah dikucilkan. Terlebih lagi, bertentangan dengan harapannya, dia juga menjadi bahan ejekan.
Flora secara tidak langsung menyatakan pada kakaknya kepada Rio, tapi disuruh untuk
melupakannya. Dia tidak mengerti kenapa, tapi sepertinya Christina menganggap Rio kurang beruntung. Itulah yang dipahami Flora tentang Rio.
Akhirnya, dia tidak lagi tahu bagaimana untuk mendekatinya. Meski anggota keluarga
kerajaan, dia tidak memiliki kekuatan yang nyata. Sebaliknya, bahkan jika dia ingin melakukan sesuatu untuk seseorang, situasinya sebagai anggota kerajaan mencegahnya untuk melakukannya. Dia hanya bisa mengandalkan orang lain. Selalu berakhir dengan orang lain yang mengurus masalah untuknya. Akan sulit baginya untuk menjalani kehidupan yang menyenangkan jika dia berhubungan dengannya. Ia selalu
tanpa ekspresi. Namun, dia bisa merasakan sedikit kesedihan pada wajahnya. Mungkinkah
ini salahnya? Kapanpun Flora melihat sekilas di Academy, dia tidak bisa menahan pikiran semacam itu.
Entah bagaimana hidupnya telah diselamatkan lagi olehnya. Selanjutnya, ia mempertarukan
nyawanya sendiri. Atas alasan itu, dia menolak untuk meninggalkannya. Namun, dengan memanfaatkan Flora yang terdiam sesaat, para siswa mulai meninggalkab hutan. Flora yang tak percaya hanya bisa tetap diam di tempat.
“Flora, aku tidak akan memaksamu untuk setuju dengan mereka, tapi kita harus segera perg
sebelum situasinya menjadi lebih buruk. Jika terus seperti ini, kita hanya akan mendapatkan teguran yang keras.” Christina memanggil Flora yang tertinggal.
“Dengan satu orang yang mati. Kita hanya akan dimarahi........?” Suara Flora nyaris tidak terdengar.
“Tidak semua kehidupan di nilai sama. Tidak masuk akal untuk membandingkan hidup kita dengan
orang itu. Hadapilah, kita anggota keluarga kerajaan, dia buka siapa-siapa. Kita tidak bisa membiarkan yag lain memikul tanggung jawab untuk mengabaikan keselamatan kita disini, kan?”
“Apa yang kau katakan? Kau memilih berpartisipasi atas kemauan kita sendiri. Kita memahami
resikonya.”
__ADS_1
Bersambung.....