
Flora tidak setuju dan mengatakannya dengan nada yang murung.
“Risiko yang kita pahami tidak dapat dibandingkan dengan risiko saat ini. Yang paling kita harapkan dari latihan lapangan adalah luka, bukan kematian. Jika tidak untuk itu, bukankah tidak mungkin bagi kita untuk berpartisipasi?” Christina menjelaskan keadaan mereka pada Flora dengan ekpresi pahit.
“Biasanya kita bahkan tidak akan diizinkan untuk berpartisipasi, tapi ayah mengizinkan kita karena dia memanjakan kita. Aku tidak ingin membuat ayag tambah khawatir lagi.” Setelah membawa-bawa ayah tercintanya, Flora tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.
“....Aku ....mengerti.” Jawaban Flora lenyap di antara dedaunan hutan yang berdesir. Dia tanpa sadar telah bersiap untuk pergi.
*
*
*
Kembali 15 menit sebelum keberangkatan kelompok tersebut, Rio jatuh ke daerah terbuka
di hutan di bawah tebing. Seperti yang diperkirakan, jatuh dari ketinggian 30 meter itu benar-benar mengerikan. Perbandingan terdekat yang bisa dipikirkannya adalah dikeluarkan dari Roller Coaster yang bergerak.
( Ah, sialan. Untuk berpikir bahwa aku akan menguji keefektifan penguatan tubuhku dalam situasi seperti ini.......)
Melihat tanah yang dengan cepat mendekat, sebuah pikiran yang tak penting memasuki pikirannya. Dengan tubuh yang telah diperkuat, ada kemungkinan dia akan hidup selamanya dengan haris menahan rasa sakit. Penguatan tubuh dengan kekuatan penuh akan memungkinkannya seperti menghancurkan batu dengan tinjunya.
Meski begitu, itu sangat mengerikan. Bahkan dengan mengetahui bahwa dia mungkin tidak akan
mati, wajar saja dia merasa begitu jika jatuh dari ketinggian seperti itu tanpa seutas tali. Dalam upaya memuluskan pendaratannya, Rio melepaskan sihir dari dalam tubuhnya dan memanipulasinya. Itu mirip dengan mengaktifkan sihir, namun dia menggunakan prinsip yang sama sekali berbeda. Sihir itu mengganggu hukum alam dan hembusan angin dilepaskan di hadapannya.
Sihir yang baru saja dia gunakan adalah pelemparan yang berbentuk melalui tiruan aliran
sihir dari Ritual Kontrak. Mungkin akan lebih tepat untuk menyebutkannya ( Spirit Arts ).Spirit Arts adalah bentuk sihir yang dipraktikan oleh para Elf, Dwarves dan beastmen.
Rio tidak dapat menggunakan Kontrak Sihir namun bisa menggunakan (Spirit Arts), bentuk sihir yang tidak dapat digunakan oleh kebanyakan umat manusia. Sementara manusia penggunaan (Spirit Arts) memang
ada, mereka sangat langka dan oleh karena itu, hanya ada sedikit informasi yang berkaitan dengan adanya ( Spirit Arts ). Satu-satunya alasan bahwa dia tahu tentang keberadaannya adalah karena dia menemukan buku tua yang berisi ringkasan tentang hal itu. Namun, informasi itu tidak mencukup sehingga dia tidak bisa belajar banyak. Yang dia mengerti adalah bahwa dia tidak memerlukan Kontrak atau mantra untuk mengaktifkan sihir. Tentu saja, itu semua hanyalah spekulasi.
__ADS_1
Dengan menghasilkan hembusan angin tepat di bawahnya, Rio mampu mengurangi kecepata jatuhnya. Dia mulai melambat. Namun, gaya gravitasi masih lebih besar daripada sihirnya. Sehingga dia tidak dapat sepenuhnya menghilangkan kejatuhannya. Untungnya, kecepatannya saat ini sudah cukup untuk bisa mendarat dengan aman.
Rio menyesuaikan posisi pendaratannya dengan memanipulasi angin dan mengarahkan dirinya sendiri
ke pepohonan. Menangkap cahaya pohon yang cukup tebal, dia bisa menghentikan momentumnya. Dia mengabaikan ketegangan yang dirasakannya dari tangannya yang mengenakan sarung tangan.
“Hmph, Hah.”
Hasilnya adalah pendaratan tanpa luka. Dia menyembuhkan tangannya dengan pemulihan
(Spirit Arts) sehingga tidak ada masalah. Sambil melirik ke atas tebing, Rio memikirkan apa yang terjadi di atas sana. Tidak ada sulit baginya untuk kembali ke atas dan bergabung kembali dengan kelompoknya. Tebingnya bisa dikatakan cukup tinggi, tapi dia bisa dengan mudah memanjat 30 meter.
Disisi lain, akan mencurigakan untuk Rio, yang tidak bisa menggunakan sihir untuk bisa
langsung naik kembali dari 30 meter tanpa luka. Dia hanya mengeluh menghadapi situasi yang menyusahkan ini.
Rio memutuskan lebih baik menyembunyikan dirinya sendiri untuk sementara dan memantau
(Ya, aku pikir itu akan berubah seperti ini.)
Dia mengeluh dalam pikirannya sambil menguping para siswa. Dia tidak mengharapkan sesuatu yang
menguntungkan sejak awal. Hanya Flora yang sepertinya mencemaskannya, tapi akhirnya, dia juga diyakinkan untuk pergi oleh para siswa di sekitarnya. Bahkan jika dia mengklaim bahwa dia selamat secara ajaib, akan sangat aneh untuk segera bergabung kembali dengan mereka. Akan lebih baik untuk bersembunyi selam beberapa hari.
(Tch, seperti yang diduga, ini benar-benar merepotkan)
Melihat kelompok itu menghilang kedalam hutan, Rio memikirkan kesulitan yang akan
menantinya.
~End Vol 1 Chapter 11 : Latihan Lapangan #2~
~ Vol 1 Chapter 12 : Tuduhan Palsu~
__ADS_1
Latihan lapangan berakhir pada malam hari itu. Saat ini kepada sekolah Royal Academy
sedang berpikir dengan keras tentang bagaimana dia harus menangani masalah ini.
“Telah dilaporkan bahwa orang yang telah menyebabkan kelompok tersebut menyimpang dari
jalur ditentukan adalah putra Duke Euguno dan Marquis Rodan. Itu telah membuat tuan putri Flora hampir jatuh dari tebing akibat tindakat mereka.
Mendengar laporan kejadian dari instruktur yang bertanggung jawab atas latihan lapangan
menyebabkan kepala sekola Royal Academy, Garcia, memiliki berbagai jenis kekhawatiran.
Para siswa yang menyimpang dari rute yang ditentukan telah dipastikan selamat, dan dengan sengaja memasuki hutan membahayakan hidup Tuan Putri. Selanjutnya, mereka diserang oleh segerombolan goblin. Serangkaian peristiwa bisa terjadi karena didukung olejh sejumlah bangsawan berpengaruh. Saat pertama kali mendengar laporan tersebut. Dia akhirnya mempertimbangkan dengan serius rencana untuk pelarian.
“Meskipun ada beberapa siswa yang terluka, tapi berkat beberapa siswa yang bisa menggunakan sihir penyembuh, hal itu tidak menjadi serius. Salah seorang mati, atau tepatnya harus saya katakan, hilang, nama murid itu adalah Rio.”
Garcia bernafas lega karena itu adalah masalah yang bisa diabaikan untuk sementara waktu. Untungnya, tidak ada korban serius di antara anggota keluarga kerajaan dan bangsawan. Sepertinya ada satu korban jiwa menurut laporan instruktur, tapi sepertinya instruktur juga tidak ingin membuat masalah yang besar untuk masalah ini.
“Mantan anak yatim piatu itu, ya. Ini pasti akan menjadi berkah tersembunyi.”
Belum lagi Rio tidak memiliki wali apalagi orang tua. Dikerajaan, dia hanyalah orang bisa.
Bisa dikatakan bahwa raja merekomendasikan Rio adalah walina, tapi setelah dia masuk Academy, Raja sama sekali mengabaikannya.
Garcia diberitahu untu memberitahu Raja jika dia melihat adanya gerakan yang mencurigakan. Karena Raja harus waspada terhadap penelisihan faksi di dalam istana kerajaan, dia tidak punya waktu untuk mengurusi anak laki-laki yang latar belakangnya saja sangat mencurigakan. Tidak ada cukup banyak akal yang bisa menyelamatkan hal-hal yang tidak penting semacam itu. Oleh karena itu, buka masalah jika orang tersebut menghilang. Jauh dari berduka, itu benar-benar masalah orang lain.
“Hanya satu masalah yang tersisa. Ini mengenai orang yang menyebabkan Tuan putri Flora
hampir terjatuh dari tebing.” Perut Garcia terasa sakit hanya memikirkan betapa tidak menyenangkannya menangani masalah ini.
“Baiklah, mari kita dengarkan ceritanya. Tolong lanjutkan.”
bersambung
__ADS_1