
“Bagaimana menurut Anda, Putri Christina?” Tidak mampu mengabaikan tidak setujuan Roana, Alphonse meminta pendapat Christiana.
“Aku juga, tidak berpikir bahwa kita cukup siap untuk mengambil jalan pintas. Aku pikir kita harus menghindari bahaya yang tidak perlu. Tapi tetap saja, keputusan ada ditanganmu yang merupakan pemimpin kami. Tapu asal kau tahu saja, jika ada sesuatu yang menimpa Flora atau diriku sendiri, kau akan bertanggung jawab dan tidak mungkin bagiku untuk melindungimu.”
Penentangan Christina berdasarkan sudut pandang yang berbeda. Mendengar peringatannya, Alphonse membayangkan konsekuensinya jika situasi seperti itu terjadi, dan kakinya mulai menjadi dingin
“Alphonse-senpai dan aku sudah menyelidiki jalan pintas secara menyeluruh meski cukup samar-samar, ada jalan yang tepat untuk melewati hutan. Sepertinya dulunya itu adalah jalan raya. Tidak ada yang perlu
dikhawatirkan jika kita tetap berada dijalan itu.” Stead, yang berdiri disamping Alphonse yang terlihat pucat, berbicara dengan suara yang penuh percaya diri.
“Alphonse-senpai. Dengan ini, kita bisa mendapatkan kemurahan hati Tuan Putri.” Stead berbisik dengan suara yang hampir tak terdengar, sehinga hanya Alphonse yang bisa mendengarnya.
Alphonse kembali percaya diri dan wajahnya telah kembali dipenuhi ambisi.
“Baiklah, seperti yang dijanjikan, kita akan membuat rekor catatan tercepat dari semua waktu. Ini akan menjadi hadian kelulusan kita untuk Putri Christina. Mengerti, semuanya!?”
Dengan demikian, para siswa, bersama dengan siswa kelas lima sebagai pendukung, bersorak untuk menyetujuinya. Melihat kedaerah sekitar pada peta, Rio mencatat bahwa jalan pintas yang diajukan oleh Alphonse tidak terperinci dipeta. Tentu saja, jika mereka melanjutkan rute yang telah ditentukan,
mereka diharuskan untuk memutar jalan diluar batas hutan. Dengan memotong jalan melalui hutan sebagai gantinya, mereka bisa mempersingkat jarak hampir setengahnya.
Namun, Stead mengatakan bahwa jalan pintas itu sebelumnya adalah jalan raya Bukan hal yang aneh bila jalan raya dibangun melalui hutan. Disebuah kerajaan yang sebagian besar tertutup hutan, tidak ada pilihan selain membangun jalur melalui hutan. Meski begitu, beberapa jalan yang lama tidak digunakan lagi saat ini. Berbagai alasan kenapa jalan raya ditinggalkan adalah karena kenyamanan., keadaan lalu lintas dan perubahan topografi. Selanjutnya, dihutan tempat yang tidak tercapai manusia, risiko bertemu monster dan makhluk iblis lainnya jauh lebih tinggi dari biasanya.
Dengan pengecualian Rio, semua siswa dalam kelompok tersebut mampu menggunakan sihir. Jadi, bahkan jika mereka diserang oleh kelompok monster tingkat rendah, mereka bisa menghadinya tanpa kesulitan.
__ADS_1
Mereka bahkan bisa mengalahkan monster tingkat menengah. Namun, asumsi ini hanya akan berlaku jika siswa dapat bekerja sama dengan baik sebagai kelompok yang padu. Bagi kelompok yang tidak terorganisir,
yang hampir tidak bisa berbaris dengan baik, hampir tidak mungkin bagi mereka untuk beroperasi pada potensi penuh.
Namun, mereka masih memiliki kepercayaan diri yang tak berdasar. Mereka semua di didik sebagai bangsawan, sehingga mereka tidak pernah berpikir adanya hambatan yang tidak bisa mereka atasi salah seorang bilang bahwa karena para bangsawan mengklaim mereka golongan atas dikerajaan Betram,
mereka cenderung terlalu percaya diri dalam hal kemampuan mereka. Dan kecenderungan itu membuat mereka membuat keputusan yang bodoh. Namun, kelompok tersebut hanya terpengaruh karena pemimpin mereka tidak mengizinkan pilihan yang lain.
Dia ingin mengesankan keluarga kerajaan dengan menunjukkan dedikasinya.namun, Alphonse adalah contoh tipikal seorang militer, tidak Fleksibel, dan hanya mampu menjalankan perintah dengan setia. Dia telih
cocok sebagai prajurit daripada sebagai komandan. Itulah penilaian Rio terhadap Alphonse. Dia tidak memiliki kualitas seorang pemimpin. Sebenarnya, ia mudah dibujuk oleh siapa pun yang berpangkat
lebih tinggi. Sayangnya, dia dipilih oleh kebanyakan kelas, sehingga Rio tidak dapat ikut campur dalam keputusannya. Dia merasa akan diabaikan jika melakukannya.
Stead, bersama dengan Alphonse, mengambil inisiatif dan mulai memimpin. Begitu mereka memasuki hutan, jalan itu mulai terlihat. Jalan itu pasti cukup lebar bagi beberapa orang untuk berjalan berdampingan. Namun,
tumbuhan-tumbuhan yang tumbuh dengan subur disepanjang sisi membatasi penglihatan mereka. Jika tidak ada yang tahu tentang jalan pintas sebelumnya, tidak digarukan lagi bahwa siapa pun tidak akan memasuki hutan. Jalan itu sangat sepi.
“ .... Apa yang kau pikirkan? Kerajaan pernah berusaha membangun jalan untuk melalui hutan. Proyek ini sepertinya telah ditinggalkan, tapi para petualang masih sering menggunakan jalan ini.” Suaranya agak kaku.
Setelah melihat keadaan jalan, Alphonse dan Stead kehilangan sedikit kepercayaan diri mereka,. Namun, mereka tidak bisa lagi berubah pikiran karena sudah terlambat untuk kembali. Melihat keadaan dimana mereka berada, Rio menduga bahwa mereka hanya mendapat informasi dari rumor dan tidak melakukan penyelidikan yang benar sebelum melakukan latihan lapangan. Mereka telah menyatakan bahwa jalan itu aman, sehingga mereka tidak bisa menarik kembali kata-kata mereka dan kehilangan muka.
Mempertahankan reputasi mereka sangat sulit bagi para bangsawan. Bagi mereka yang terobsesi dengan reputasi mereka, untuk menunjukkan kesalahan bisa membawa rasa malu yang tak tertahankan. Dengan demikian, mereka memprioritaskan reputasi mereka diatas semua hal lainnya.
__ADS_1
Mungkin itu sudah menjadi bagian dari sifat mereka. Sambil mengeluh dalam pikirannya, Rio hanya bisa kagum saat mereka berjuang mempertahankan reputasinya. Dilihat dari perkataan Christina dan Roana, kedua gadis itu sepertinya sama-sama memiliki pendapat yang mirip dengan Rio sangat
jarang pendapar mereka sama.
Menyesuaikan beban dipunggungnya, Rio tidak tahan untuk tidak merasa cemas dan berdo’a agar tidak ada masalah. Bebannya entah bagaimana terasa lebih berat. Akhirnya, kelompok tersebut berhasil masuk ke kedalaman hutan saat mereka maju, para siswa laki-laki bersaing satu sama lain untuk membunuh monster tingkat rendah yang muncul sesekali.
“Dengan ini, aku sudah lulus menjadi pembunuh sepenuhnya.”
“Selamat!”
Anak laki-laki sangat senang dengan pembunuhan pertama mereka. Rio kira mereka bertindak terlalu bebas dalam situasi seperti ini. Sementara dia belum benar-benar merasakan dorongan untuk membunuh manusia ataupun hewan, dia sudah pernah bertarung mempertahankan hidupnya saat dia menyelamatkan Christina dan Flora.
Pada saat itu, Rio bisa dengan bebas menggerakan tubuhnya berkat seni bela diri yang dia pelajari dimasa lalunya. Namun, ia masih jauh dari hebat. Serangan mental yang disebabkan oleh mengkoordinasikan gerakannya jelas terlihat. Setelah pertarungan, tubuhnya menjadi lesu dan dia tidak bisa mengendalikan nafasnya dengan benar. Seseorang harus mengalami pertempuran yang membahayakan hidup mereka agar bisa terampil dengan baik di medan perang.
Membantai monster yang lemah dengan menggunakan jumlah yang banyak tidak akan memberi mereka pengalaman tempur yang berharga. Melihat dari pembantaian satu sisi ini, dia bisa mengatakan dengan yakin bahwa tidak satupun dari mereka pernah mengalami situasi hidup dan mati sebelumnya. Mereka
hanya bisa meringkuk ketakutan di medan perang yang sesungguhnya.
Selama mereka adalah bangsawan, kemungkinan bahwa mereka akan memberikan perintah untuk unit militer cukup tinggi. Ditempat dimana kehidupan manusia bisa diambil dalam sekejap, hari ketika mereka membayar kesalahannya mereka pasti akan datang. Meski begitu, apakah mereka hidup atau
mati pada hari itu tidak ada hubungannya dengan Rio.
Meskipun dia memikul sejumlah barang bawaan yang begitu banyak, dia tidak lalai untuk tetap waspada terhadap keadaan disekitarnya. Tidak lama ini dia telah menyadari sekelompok goblin yang mendekati sesekali. Dan meski sudah berjalan cukup lama, lautan pepohonan yang tak berujung tak pernah berakhir. Kelelahan mulai menyerah para siswa yang terlalu bersemangat saat mereka terus menelusuri jalan.
__ADS_1
Semakin menarik...^^